Rekoleksi Peserta AYD7 Keuskupan Agung Medan

Joyful Asian Youth! Living The Gospel in Multicultural Asia

The 7th  Asian Youth Day Indonesia 2017

Joyful, joyful, joyful Asian youth!Joyful, joyful living the Gospel…2x

Sukacita hai kaum muda Asia! Sukacita di dalam Injil…2x

Sukacita inilah yang melatarbelakangi Pertemuan pertama Pra AYD-7 OMK se-KAM yang berlangsung selama 2 hari, yakni tanggal 24-25 Mei 2017 yang lalu. Bertempat di Pusat Pembinaan Umat (PPU) Karang Sari Pematang Siantar. Pertemuan yang sempat  diiringi hujan gerimis ini berjalan lancar dan tepat waktu. Pertemuan ini dihadiri 25 orang, terdiri dari 23 OMK yang diutus mewakili 9 Kevikepan di Keuskupan Agung Medan, 1 orang Sekretaris KomKep KAM dan 1 orang Imam yakni RP Alexander Silaen OFM. Cap. Dimana saat ini Beliaulah yang menjabat sebagai Ketua Komisi Kepemudaan  Keuskupan Agung Medan. Beliau yang memimpin langsung pertemuan ini. “Selamat datang kamu sudah dipilih jadi persiapkanlah dirimu dengan baik!” Seru Beliau kepada seluruh peserta yang hadir.

Pastor Alex demikian Beliau biasa disapa membuka  pertemuan dengan ibadat sore.  Kemudian perkenalan dan langsung penyampaian materi yang dilakukan dalam Bahasa Inggris. Beliau seorang pengajar yang visioner, mahir berbahasa inggris, ramah dan humoris. Membuat kami langsung akrab antara yang satu dengan yang lain. Kerap kali candaan Beliau berhasil membuat kami tertawa namun tetap fokus pada materi yang di sampaikan. Dalam  penyampaiannya Beliau membukakan banyak hal tentang Orang Muda Katolik dan AYD ini. Mulai dari apa itu AYD, hal apa yang melatarbelakangi AYD, bagaimana pendapat Sri Paus tentang AYD, apa yang menjadi ciri-ciri AYD dan apa yang menjadi tujuan dilaksanakannya AYD ini serta banyak lagi arahan lain yang Beliau berikan.

Dalam pemaparannya Beliau menjelaskan bahwa Asian Youth Day yang dikenal dengan Pekan Orang Muda Katolik se-Asia adalah pertemuan 3 tahunan regional kaum muda dari semua negara anggota FABC (Federation of Asian Bishops’ Conferences). Perjumpaan ini bertujuan untuk mempromosikan budaya solidaritas di kalangan Orang Muda Katolik Asia dan membangun kesadaran yang mendalam mengenai tugas mereka di Gereja dan masyarakat.

Adapun hal yang melatarbelakangi dilaksanakannya AYD ini yaitu : Pertama. Kekayaan keberagaman Asia, para Uskup Asia rupanya membulatkan komitmen untuk menyatukan diri dengan perjuangan bangsa Asia sebagai orang Asia. Kedua. Diawali dengan sidang paripurna FABC I (1974) yang mengambil tema Evangelization in Modern Day Asia, Para Uskup di Asia merumuskan keprihatinan utama yaitu berevangelisasi bagi Gereja Asia yang berarti berpusat pada pembangunan Gereja setempat dan berdialog dengan keberagaman budaya, agama dan kemiskinan. Dialog ini akhirnya bermuara pada usaha menghadirkan Kerajaan Allah. Ketiga. Pengalaman AYD memungkinkan oran muda Asia untuk berkumpul di program pembentukan dan merencanakan kehidupan spiritual masa depan mereka dalam konteks Asia.

Indonesia dipilih menjadi tuan rumah AYD-7 tahun 2017, tepatnya di Keuskupan Agung Semarang Kota Yogyakarta. Adapun kota atau negara sebelumnya yang sempat menjadi arena terlaksananya  AYD  yaitu, Kota Hua Hin, Thailand (1999), Kota Taipei, Taiwan (2001), Kota Bangalore, India (2003), Hongkong (2006), Kota Imus, Filipina (2009) dan Kota Daejon, Korea Selatan (2014).

Untuk negara-negara peserta AYD-7 tahun 2017 sendiri terbagi atas 5 zona wilayah yakni, Wilayah Asia Selatan (Bangladesh, India, Nepal, Pakistan, Sri Lanka); Asia Tenggara 1 (Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, Vietnam); Asia Tenggara 2 (Brunei, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Timor Leste); Asia Timur (China, Hong Kong, Jepang, Korea, Macau, Taiwan); Asia Tengah (Kazakhstan, Kyrgyzstan, Mongolia, Siberia (Russia), Tajikistan, Turkmenistan, Uzbekistan). 2.300 Orang Muda Katolik

Lebih jauh lagi Pastor Alex juga mengupas tentang tema AYD-7 kali ini, “Joyful Asian Youth! Living the Gospel in Multicultural Asia” atau “Suka Cita Dalam Kebhinekaan” yang dilandasi dari “Berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah”( Kisah Para Rasul 2:11). Adapun hal-hal  yang turut melatarbelakangi tema tersebut adalah: Pertama. Gereja Katolik di Asia hadir di tengah masyarakat yang memiliki tingkat keanekaragaman budaya, agama atau masyarakat multikultur. Kedua. Indonesia sejatinya dikandung dan dilahirkan dari rahim multikultur sebagai buah dari kondisi sosio-kultural maupun geografis yang begitu beragam dan luas. Ketiga.Orang Muda Katolik Asia diharapkan mengalami hidup dan belajar  dari para nara sumber mengenai pluralitas bangsa Indonesia untuk menyongsong Asia masa depan yang penuh damai dan berkeadilan sosial.

Selanjutnya apa yang dikatakan Paus kita mengenai AYD ini, “Discussion and dialogue, with a courageous and innovative fidelity that might lead to an encounter between Catholic identity and the diverse ‘souls’ of multicultural society”(Pope Francis). Suka cita Orang Muda dan Kabar Gembira dari Tuhan, Kebersamaan sebagai satu Gereja Katolik di Asia, Kerukunan antar umat beragama, Keramahan khas Indonesia dan keindahan alam dan budaya menjadi ciri tersendiri dari AYD.

Demikian pelaksanaan AYD ini dirancang dengan sedemikian rupa dengan tujuan untuk memberikan kesempatan kepada Orang Muda Katolik untuk memperbaharui dan memperdalam iman mereka sebagai murid Kristus dengan menjadi saksi cinta Tuhan bagi sesama dalam konteks Asia yang majemuk. Itu tujuan umumnya dan tujuan khususnya adalah untuk memperkenalkan dan berbagi kesaksian iman Gereja Katolik di Indonesia dalam konteks keragaman sosial-budaya-agama dan merawat bumi dan seluruh ciptaan, mengeksplorasi, merenungkan dan berbagi pengalaman iman sebagai Gereja Katolik yang hidup sebagai komunitas dengan budaya di Asia yang majemuk dan mendorong keterlibatan Orang Muda Katolik di Indonesia pada khususnya dan Asia pada umumnya dalam misi evangelisasi Gereja sehingga mereka dapat berbagi nilai-nilai Kerajaan Allah sebagai saksi Sukacita Injil dalam dialog multikultur dan bekerja untuk keadilan sosial dan perdamaian.

Kita semua berdoa dan berharap supaya pelaksanaan AYD-7 yang akan berlangsung beberapa hari lagi di Kota Yogyakarta-Indonesia dapat berjalan dengan baik. Sehingga pesan  apa yang mau Kristus sampaikan kepada  anak-anaknya, seluruh  kaum muda Katolik di Asia dapat ditangkap dengan baik oleh kaum muda kita. Kita juga berdoa untuk seluruh Panitia Penyelenggara Acara AYD-7 ini supaya tetap semangat, sehati, sepikir dan setujuan mengerjakan bagiannya.  Memberikan karya yang terbaik dengan setulus hati.  Dan selebihnya biarlah Kristus yang berkarya melalui anak-anakNya setiap orang yang terlibat dalam AYD ini. Bagi Dialah segala hormat dan pujian sampai selamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *