Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II November 2017

BELAS KASIH JASMANI DAN ROHANI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpinmemberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

Bagaikan bejana siap dibentuk

Demikian hidupku di tanganMu

Dengan urapan kuasa RohMu

Ku dibaharui selalu

Reff :Ku mau sperti-Mu Yesus, disempurnakan selalu

Dalam segnap jalanku, memuliakan namaMu

Jadikan ku alat dalam rumahMu

Inilah hidupku di tanganMu

Bentuklan sturut kehendakMu

Pakailah sesuai rencanaMu

Reff :Ku mau sperti-Mu Yesus, disempurnakan selalu

Dalam segnap jalanku, memuliakan namaMu

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak ….

Tanda Salib& Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Marilah kita hening sejenak, mempersiapkan diri kita agar kita layak dan pantas. Kita ingat sikap, perkataan dan perbuatan kita yang selama ini telah menyakiti sesama kita, dan juga telah menyakiti Tuhan sendiri

Hening….

P. Saya Mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kitake hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa syukur dan pujian kami panjatkan kepadaMu. Hari ini kami berkumpul untuk merenungkan makna belas kasih yang Kau ajarkan kepada kami. Semoga RohMu menuntun kami dan membuat kami mengerti akan makna belas kasih yang sejati. Demi Kristus, Tuhan kami yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U. Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 443-451

Bekerja untuk Belaskasih

Bekerja adalah tugas yang diberikan Allah kepada kita. Berkerja juga berarti ambil bagian dalam karya penciptaan Allah. Karena bekerja adalah dasar kehidupan, pengangguran menjadi sebuah masalah serius. Banyak orang yang ingin bekerja tetapi tidak mendapatkannya. Di sisi lain ada orang menjadi pecandu kerja sehingga tidak ada waktunya untuk mengunjungi Allah dalam doa dan kegiatan rohani. Kerja memang bukan tujuan akhir akan tetapi harus dilakukan untuk melayani perkembangan masyarakat.

Pada masa sekarang ini, banyak pekerja/buruh menderita karena gaji yang mereka terima tidak setimpal dengan biaya hidup yang harus ditanggung. Sementara, para pengusaha sering lebih mengutamakan modal dan keuntungan ketimbang kesejahteraan buruhnya. Hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Injili. Sementara globalisasi yang sedang terjadi harus dituntun di dalam kasih. Jika tidak, akan menyebabkan kerusakan parah di mana-mana serta menciptakan perpecahan baru di dalam hidup manusia. Karena itu pemerhati sosial, baik perorangan pun kelompok harus mencipta prakarsa-prakarsa yang mendorong semangat solidaritas dan kasih demi kebaikan orang miskin dan papa. Perlu dibangun ekonomi kebersamaan agar suatu hari nanti kita memberi kesaksian di antara umat manusia bahwa manusia tidak ada yang miskin dan hina.

Katimpangan-ketimpangan yang terjadi pada kehidupan bersama semestinya dapat dihindarkan. Sebab Allah telah memberi kuasa kepada kita agar mengelola bumi dan menguasainya untuk kesejahteraan bersama. Setiap orang harus saling membangun ekonomi sesamanya dan membentuk perdagangan yang adil bagi semua kalangan. Bagi orang-orang Katolik, ini adalah panggilan khusus dari Allah. Memperhatikan orang miskin dan papa, sebab mereka layak mendapat bukan hanya sedekah tetapi keadilan.

Orang-orang Kristen dipanggil untuk mewujudkan belaskasih Allah. Dalam hal ini ada dua belaskasih yang haru diwujudkan, pertama belas kasih jasmani yakni memberi makan yang lapar, memberi minum yang haus, memberi pakaian bagi yang telanjang, menyediakan tempat tinggal bagi tuna wisma, mengunjungi orang yang di penjara dan menguburkan orang mati. Dan yang kedua, belas kasih rohani yakni membimbing yang tidak tahu, menasihati yang ragu-ragu, menghibur yang bersedih, menegur pendosa, menanggung kesalahan dengan sabar, mengampuni semua yang melukai, dan mendoakan orang, baik yang hidup maupun yang sudah meninggal.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  • Mengapa manusia harus bekerja?
  • Apakah yang kamu pahami dari kata “adil”?
  • Belas kasih jasmani dan rohani mana yang pernah anda lakukan?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Kerja adalah panggilan dari Allah untuk semua orang. Maka,kita semua harus berkerja,tidak bermalas-malasan.
  • Kasih kepada kaum miskin dan papa adalah keutamaan ilahi. Hal itu harus kita pupuk dalam diri kita masing-masing.
  • Tuhan mengasihi orang yang benar dan adil sebab jalan Tuhan lurus dan menyelamatkan. Kita harus hidup benar dan adil di hadapan Tuhan.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan beserta kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Santo Yohanes (Yoh. 5:16-20)

U. Dimuliakanlah Tuhan

Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat.Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran.”

P. Demikianlah Injiil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Salah satu momen dalam Injil, Yesus kembali ke kotanya Nazaret, dan berbicara di Sinagoga. Masyarakat keheranan akan kebijaksanaanNya. Mereka kemudian bertanya pada diri sendiri: “Bukankah Ia ini anak si tukang kayu?” Yesus datang ke dalam sejarah kita, di antara kita dengan dilahirkan Maria melalui kuasa Allah. Yusuf sang ayah mengajarkan kepada-Nya keahlian yang ia miliki bertukang, pada bengkel mebelnya. Di dalam keluarga kudus Ia belajar bekerja dengan penuh komitmen dan menjalani kesulitan hidup setiap harinya.

Yesus Kristus yang bekerja di tengah-tengah manusia di dunia mengingatkan kita akan martabat dan pentingnya bekerja. Kitab Kejadian mengatakan bahwa Allah menciptakan pria dan wanita serta mempercayakan mereka dengan tugas mengisi dan “menguasai” bumi dalam arti bukan mengeksploitasi tetapi memelihara dan melindunginya, merawat melalui pekerjaan mereka (lih. Kej 1:28; 2:15). Pekerjaan adalah bagian dari rencana Allah yang penuh kasih. Kita dipanggil untuk mengolah dan peduli terhadap semua barang-barang ciptaan dan dengan demikian turut serta dalam karya penciptaan! Bekerja sangatlah penting bagi martabat seseorang. Bekerja, menggunakan metafora, “mengurapi” kita dengan martabat, mengisi kita dengan martabat, membuat kita serupa dengan Allah, yang telah dan masih bekerja, yang selalu bertindak (bdk. Yoh 5:17). Bekerja memberikan seseorang kemampuan untuk mempertahankan diri, keluarganya, untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan bangsanya sendiri. Setiap pekerjaan harus dilakukan dan disuaikan dengan kehendak Allah.

Kita patut berpikir tentang kesulitan yang melanda dunia kerja dan bisnis saat ini. Di berbagai negara banyak dan tidak hanya orang-orang muda, yang menganggur. Penyebabnya seringkali murni karena pandangan ekonomi masyarakat, yang dengan egois mencari keuntungan, melampaui parameter keadilan sosial.

Membangun solidaritas kepada semua orang, dan mendorong para pejabatan publik untuk melakukan segala upaya untuk mencipta terobosan baru untuk lowongan pekerjaan, yang berarti peduli terhadap martabat seseorang. Dalam perjuangan ini optimisme harus tetap dipelihara, Yesus sendiri mengalami masa-masa sulit dalam mengerjakan perutusan Allah yang dibawanya. Tetapi bersama BapaNya Ia mampu mengatasinya. Pasti bahwa bahwa Allah selalu bekerja melalui anak-anaknya yang berjuang.

Kaum muda, berkomitmenlah terhadap tugas sehari-hari kalian, studi kalian, pekerjaan kalian, hubungan persahabatan, untuk membantu orang lain; masa depan kalian juga tergantung pada bagaimana kalian menjalani hidup saat ini. Jangan takut terhadap komitmen dan pengorbanan. Jangan melihat masa depan dengan ketakutan. Jaga harapan kalian agar tetap hidup: selalu akan ada cahaya di cakrawala. “Tuhan selalu meminjamkan tanganNya bagi orang yang bersungguh-sungguh.”

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawadoa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para buruh.

…. Kami mohon.

  1. Bagi korban perbudakan.

…. Kami mohon.

  1. Bagi kesetiaan OMK pada kehendak Allah

…. Kami mohon.

  1. Bagi kita yang berkumpul di sini.

…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U Bapa Kami…. 

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • Berkomitmen untuk bertanggungjawab dalam setiap pekerjaan.
  • Berkomitmen mencintai orang miskin dan papa.
  • Berkomitmen semakin dekat kepada Tuhan dalam doa.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, ya Bapa, Tuhan yang berbelas kasih, ajari kami selalu untuk mengasihi Engkau lebih dari segala sesuatu. Bantulah kami memahami makna panggilan kami untuk bekerja ambil bagian dalam karya penciptaanMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup bersatu dengan Bapa dan Roh Kudus kini dan sepanjang segala masa.

P+U.  Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta Ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Kerja buat Tuhan selalu manise
Biar tanpa upah selalu manise
Ayo kerja buat Tuhan
Sungguh senang-senange
Dipanggil Tuhan selalu manise
Membawa diri ke ladangNya Tuhan Saudara
Ikut Tuhan selalu manise

Manise Manise Ikut Tuhan Selalu Manise 2x

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *