Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III November 2017

KAUM MUDA JUJUR, BIJAKSANA DAN MEMBELA KEBENARAN

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

Hari ini kurasa bahagia berkumpul bersama saudara seiman

Tuhan Yesus tlah satukan kita

Tanpa memandang diantara kita

bergandengan tangan dalam kasih dalam satu hati,

berjalan dalam terang kasih Tuhan.

Kau saudaraku, kau sahabatku

tiada yang dapat memisahkan kita oo……

Kau saudaraku, kau sahabatku tiada yang dapat memisahkan kita.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak …. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK terkasih, dalam hidup ini, kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama, agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami untuk mengenal dan mencintaiMu.

Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, kami sering putus asa dalam usaha mencari Engkau namun Engkau datang mendekati kami. Kristus Kasihanilah kami.

U. Kristus Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diutus untuk menyelamatkan kami.

Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kitake hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah yang maha rahim. Engkau senantiasa menunjukkan belas kasih dan membela kebenaran, mengutamakam cinta kasih, hadirlah bersama dengan kami dalam pertemuan ini sehingga kami semakin memahami pentingnya membela kejujuran dan kebenaran dan kami mampu menggunakannya secara bijaksana. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YC. 452-461

Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, dalam 10 perintah Allah terdapat perintah jangan bersaksi dusta tentang sesamamu yakni perintah yang ke 8. Dusta berarti secara sadar dan sengaja berkata dan bertindak melawan kebenaran. Seseorang yang berdusta menipu dirinya dan menyesatkan orang lain yang memiliki hak untuk mengetahui hal yang sebenarnya. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, setiap dusta bertentangan terhadap keadilan dan kasih maka hendaknya kita harus memperjuangkan kejujuran dan kebenaran. Yesus dalam SabdaNya mengatakan, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). Sebagai pengikut Yesus Kristus kita diwajibkan memilih jalan kebenaran sebab dengan demikian kita telah menuruti kehendak Yesus. Kesetiaan teragung akan kebenaran itu disebut martirium.

Untuk memperjuangkan kebenaran, kita harus memiliki sikap jujur. Jujur berarti segala tindakan yang kita lakukan harus dengan tulus dan terus terang. Jika kita memiliki sikap jujur maka kita menjauhkan diri dari penyesatan, tindakan yang keliru, penipuan dan kemunafikan. Pada jaman sekarang ini banyak orang bersumpah palsu hanya untuk menunjukkan dirinya jujur namun terkadang tidak sesuai dengan apa yang terlihat dari perbuatannya. Apakah kita sudah pernah bersaksi dusta/berbohong, menipu atau berhianat?

Sikap menyampaikan informasi tentang kebenaran juga harus dilakukan secara hati-hati, kita mesti berpatokan pada tiga pertimbangan yang dicetuskan oleh Socrates: Apakah ini benar? Apakah ini baik? Apakah ini membantu?  Sebagai orang yang muda, kita sering susah menahan suatu rahasia orang lain kepada kita. Kebijaksanaan seseorang berhubungan erat dengan menangani rahasia dengan baik.

Dalam Gereja, kita mengenal dan mengetahui sakramen pengakuan dosa. Dosa ataupun kesalahan yang kita akukan dihadapan imam tak usah dikawatirkan akan terbongkar. Kesalahan yang kita akui itu menjadi rahasia bagi imam dan tidak akan diberitahukan kepada orang lain walaupun nyawa sebagai taruhannya, itulah arti penting dari sebuah rahasia.

Lalu bagaimana kita menyikapi tentang kebenaran berita dari media? Media harus memberikan berita dengan jujur dan terbuka namun pada kenyataannya ada juga pihak-pihak yang memanfaatkan media untuk keuntungan sendiri sehingga merugikan orang lain bahkan berdampak negatif bagi masyarakat. Media yang mempertontonkan kekerasan berdampak negatif bagi anak-anak, bahkan banyak dari kalangan remaja yang mecontoh gaya hidup idolanya tanpa menimbang baik buruknya.

Kebenaran harusnya menjadi sebuah seni keindahan menuju kepada Allah. Keterampilan yang dimiliki manusia membuka pintu untuk lebih memudahkan orang lain memahami tentang kebenaran sehingga tetap menjunjung sikap jujur dan bijaksana dalam hidup. Dengan demikian manusia akan lebih dekat dengan Allah karna Allah adalah sumber kebenaran dan hidup.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  • Menurutmuapa arti kejujuran?
  • Kamu pernah tidak jujur (?), mengapa itu terjadi? Coba ceritakan.
  • Hal apa yang harus kita lakukan agar sanggup menjunjung kebenaran?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit),kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Jujur berarti segala perkataan dan tindakan yang dilakukan sesuai dengan fakta atau peristiwa sebenarnya, tanpa mengurangi ataupun menambahi.
  • Perkataan jujur kiya akansulit diterima orang lain jika satu kali saja kita melakukan kebohongan. Sikap jujur hendaknya menjadi dasar untuk menjalin suatu hubungan dengan orang lain. Jujur menjadi pondasi yang sangat kuat dalam suatu hubungan dan mendekatkan diri dengan Tuhan yang menjadi jalan kebenaran dan hidup.
  • Kebenaran dapat terwujud dengan membiasakan diri berkata jujur dan apa adanya.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius (Mat 5:33-37)

U. Dimuliakanlah Tuhan.

Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu didepan Tuhan. Tetapi aku berkata kepadamu: janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah tahta Allah. Maupun demi bumi karena bumi adalah tumpuan kakiNya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota raja besar, janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambut pun. Jika ya, hendaklah kamu katakana ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat.

P. Demikianlah injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, banyak orang merasa biasa dengan ketidak-jujuran dan ketidak-konsistenan dalam hidup mereka. Mereka tidak merasa dirugikan bahkan merasa diuntungkan dengan ketidak-jujuran mereka. Padahal tanpa mereka sadari, sebuah kebohongan, penyangkalan kebenaran sebenarnya sangat merugikan diri sendiri dan menimbulkan dampak sosial yang negatif. Bohong adalah dosa, musuh Allah, karena Allah adalah Kebenaran/kejujuran.

Yesus tampil memberikan ajaran baru untuk menyempurnakan hukum taurat yang penuh dengan peraturan (perintah dan larangan), yang sulit untuk dilakukan. Yesus mengajak para pendengarnya menyelami inti dari semua hukum yakni kasih. Kasih kepada Allah dan kepada sesama akan melahirkan perkataan dan perbuatan terbaik dari kita kepada Allah dan sesama, juga kepada diri sendiri. Kita akan terhindar dari kebohongan dan kemunafikan. Kasih adalah musuh dari kebohongan. Kasih itu mengandung unsur taat, akan berkata ya jika memang ya dan akan berkata tidak jika memang tidak.

Dewasa ini kejujuran mahal harganya, sulit menemukannya. Tidak dengan spontan dan mudah orang bersikap jujur, baik kepada diri sendiri bahkan kepada orang lain. Kerap orang menipu diri sendiri dengan dalih-dalih tertentu atau rasionalisasi. Mengatakan lebih atau kurang kepada orang lain atas suatu kenyataan. Lemahnya kasih dan penghormatan akan martabat seseorang menjadi akarnya.

Yesus mengingatkan dan meneguhkan kita agar berani memperjuangkan sebuah kebenaran dan kejujuran. Karena semua itu akan menumbuhkan kebahagiaan dan penghargaan kita terhadap diri sendiri. Gereja menginginkan kita untuk senantiasa menjunjung tinggi kebenaran dan kejujuran. Kita sebagai pengikut Yesus akan semakin terarah kepadaNya karena Yesus adalah jalan kebenaran dan hidup. Jujur kepada hidup, jujur kepada diri sendiri, jujur kepada sesama dan jujur kepada Allah maka kita akan menjadi orang yang berbahagia, karena akan diberkati Tuhan, karena memperjuangkan kehendak Tuhan sendiri.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Negara kita

            ….Kami mohon.

  1. Bagi orang-orang yang memperjuangkan kebenaran

            ….Kami mohon….

  1. Bagi gereja

            ….Kami mohon….

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            ….Kami mohon….

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U. Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari pertemuan ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK bicara jujur.
  • OMK bertindak benar.
  • OMK benci kebohongan dan basa-basi 

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Terpujilah Engkau Tuhan karena penyertaanMu sepanjang ibadat yang telah kami lalui. Semoga sabda-Mu yang telah kami dengar bersama dapat sungguh menguatkan kami dalam memperjuangkan kebenaran dan kejujuran dalam hidup kami sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus

U. Amin

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Kutahu Tuhan pasti buka jalan.

Kutahu Tuhan pasti buka jalan.

Bila kuhidup suci tidak turut dunia,

Kutahu Tuhan pasti buka jalan.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *