Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV November 2017

KEMURNIAN HATI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

Kutahu Tuhan pasti buka jalan.

Kutahu Tuhan pasti buka jalan.

Bila kuhidup suci tidak turut dunia,

Kutahu Tuhan pasti buka jalan.

            I know the Lord will make away for me.

I know the Lord will make away for me.

If I look to see and pray, darkness night will turn today

I know the Lord will make away for me.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak …. 

Tanda Salib& Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami untuk mengenal dan mencintaiMu. Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, kami sering putus asa dalam usaha mencari Engkau namun Engkau datang mendekati kami. Kristus Kasihanilah kami.

U. Kristus Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diutus untuk menyelamatkan kami. Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kitake hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Bapa mahakasih, Engkaulah sumber kemurnian hati. Semoga RohMu menaungi kami pada pertemuan ini, agar kami semakin mengerti makna kemurnian dan mampu mencapainya berkat dorongan dan bantuan RohMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup bersama Engkau dalam persekutuan Roh Kudus kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 462-468

            Hukum kesembilan mengingatkan kita bahwa nafsu yang tidak teratur membuat kita jatuh ke dalam dosa. Kita diajak agar berusaha mengendalikan nafsu sehingga martabat manusia tidak direndahkan dan tidak menimbulkan dosa. Memang daya tarik antara pria dan wanita diciptakan oleh Allah. Daya tarik itu merupakan hukum kodrat dan biologis.Daya tarik seksual memastikan bahwa ada kesatuan cinta antara pria dan wanita, dimana kesatuan cinta itu berbuah keturunan (anak). Hukum kesembilan bertujuan untuk melindungi persatuan cinta ini. Perkawinan, cinta dan keluarga tidak boleh dipertaruhkan hanya karena nafsu yang tidak teratur.

            Dalam hal ini kemurnian hati sangat dituntut, karena kasih. Untuk itu orang harus bersatu dengan Allah dalam doa. Rahmat Allah akanmenghasilkan pemurnian, yakni suatu cinta yang tak terbagi.Orang yang murni hatinya akan mampu mencintai dengan tulus dan tak terbagi. Jika seseorang dengan tulus berbalik kepada Allah, rahmatNya akan mengubah seseorang itu dan diberi kekuatan menolak pikiran jahat, khayalan buruk dan nafsu-nafsu yang tak terkendali.

            Sebagai contoh, hendaknya seorang perempuan berpakaian dengan sopan, pun laki-laki-laki. Kesopanan melindungi rahasia pribadi serta martabatnya. Kesopanan juga mengandung arti, hanya yang tercinta dapat melihat bagian-bagian tubuh pribadi, itu eksklusif. Jangan melatih diri mengabaikan sikap sopan, sebaliknya sikap sopan adalah bagian diri yang sangat penting.

            Sikap murni juga dituntut dalam perintah kesepuluh. Di dalam hukum itu kita diajarkan agar mampu membedakan keinginan yang wajar dari yang tidak wajar. Kita harus mengembangkan sikap hati untuk menghormati milik orang lain. Nafsu yang tidak terbendung akan hal-hal duniawi menyebabkan keserakahan. Orang menjadi iri, cemburu dan merampas milik orang lain. Iri hati itu adalah kesedihan dan kekecewaan saat melihat orang lain sejahtera. Maka itu OMK harus hidup miskin di hadapan Tuhan, miskin dalam arti, ugahari, mampu mengatakan “cukup’ karena kasih kepada Allah dan sesama. Sikap ini akan mengihindarkan kita dari sikap-sikap dan tindakan-tindakan berlawanan di hadapan Allah.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  • Pernahkah kamu memiliki keinginan-keinginan tidak teratur?
  • Menurutmu mengapa kita tidak boleh merampas milik orang lain?
  • Apa yang harus dilakukan untuk mengendalikan diri?

Setelah peserta selesai sharing (20-30menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Saudara-saudari OMK, kita juga akan merasa sedih dan dirugikan seandainya milik kita dirampas orang lain. Merampas adalah keserakahan. Suatu sikap yang tidak berkenan di hadapan Tuhan karena melecehkan martabat manusia. Merampas berarti juga tidak menghormati hak Tuhan dan hal itu menimbulkan dosa yang serius.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan beserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

P. Bacaan dari Surat Rasul Paulus I kepada Jemaat di Korintus (1 Kor 6:7-11).

Adanya saja perkara di antara kamu yang seorang terhadap yang lain telah merupakan kekalahan bagi kamu. Mengapa kamu tidak lebih suka menderita ketidakadilan? Mengapakah kamu tidak lebih suka dirugikan?Tetapi kamu sendiri melakukan ketidakadilan dan kamu sendiri mendatangkan kerugian, dan hal itu kamu buat terhadap saudara-saudaramu.Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita.

P. Demikianlah Injil Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Renungan

Kristus adalah satu-satunya Hakim yang akan menghakimi orang-orang yang hidup dan yang mati, para malaikat dan manusia, seperti yang kita ucapkan dalam “Aku Percaya”. Rasul Paulus mengatakan bahwa “kita (umat beriman) akan menghakimi dunia”, maksudnya adalah untuk menunjukkan kedekatan/persatuan antara kita sebagai anggota-anggota Tubuh Kristus dengan Kristus sebagai Kepalanya (Ef 5:22-33) sehingga Rasul Paulus menghubungkan bahwa yang dilakukan oleh Kepala, dilakukan oleh Tubuh-Nya juga. Bahwa jika kita bersatu dengan Kristus sang Kepala, maka kita akan mengetahui bagaimana kita dapat menyelesaikan perkara-perkara yang terjadi di antara umat beriman. Jadi di sini, pengajaran Rasul Paulus tidak untuk diartikan sebagai spekulasi bahwa pada pengadilan terakhir nanti kita manusia akan mengadili para malaikat, karena konteks yang sedang dibicarakan di sini adalah untuk mendorong para umat beriman untuk menyelesaikan sendiri perkara- perkara yang terjadi di antara mereka.

Rasul Paulus menegur umat di Korintus yang gagal memahami bagaimana menerapkan Kotbah Yesus di bukit (Mat 5: 39-42), yaitu untuk saling mengasihi dan saling berkorban. Mereka tidak memahami ini, dan saling menuntut di pengadilan pagan, yang sama sekali tidak memegang nilai-nilai persaudaraan Kristiani yang sehati sejiwa (lih Kis. 4:32).

Rasul Paulus tidak ingin menyatakan bahwa kedudukan yang pasif dan sikap yang lemah terhadap kesulitan adalah sikap yang baik, melainkan ia menganjurkan agar segala sesuatu dihadapi bersama dengan maksud untuk mendatangkan damai dan kebaikan bagi semua pihak seperti yang pernah diajarkannya dalam Rom 12:17-21.

Seperti pada bab sebelumnya Rasul Paulus juga mengajarkan bahwa mereka yang melakukan dosa- dosa ini tidak dapat mengambil bagian dalam Kerajaan Surga. Berikutnya Rasul Paulus menyebutkan daftar perbuatan yang menunjukkan makna “ketidakbenaran”. Sebab kebenaran, keadilan adalah makna lain dari kekudusan, dan karenanya bertentangan dengan segala macam dosa.

“Jangan sesat!” Menurut bahasa Yunani-nya dapat juga diartikan “Jangan membuat dirimu tertipu!” (lih. Ef 5:5-6). Membuat suatu perbuatan dosa menjadi seolah-olah perbuatan baik adalah lebih parah daripada melakukan dosa tersebut. Hal ini dikatakan oleh Rasul Paulus karena di sana berkembang tendensi bahwa orang-orang mengartikan perbuatan dosa tersebut sebagai kebajikan; dan ini tentu sungguh menyimpang.

Selanjutnya Rasul Paulus mengingatkan umat di Korintus akan janji Baptis, dan agar mereka kembali kepada kekudusan yang mula-mula. Merekapun diingatkan akan nama Allah Tritunggal (lih. Mat 28:19-20) yang dalam nama-Nya mereka telah dibaptis. Ketiga kata berikutnya, “disucikan, dikuduskan, dibenarkan” (lih Kis 22:16; Ef 5:16; Tit 3:5) kembali mengingatkan akan akibat Pembaptisan dalam diri orang beriman. Ini mengingatkan kita bahwa melalui Baptisan kita diangkat menjadi anak-anak Allah, mengambil bagian dalam kehidupan Allah sendiri sehingga kita sungguh disucikan oleh-Nya, dan karenanya harus berjuang untuk hidup di dalam kekudusan (lih. Lumen Gentium 40)

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Kekudusan Umat Beriman.

            Kami mohon.

  1. Bagi OMK di KAM.

            Kami mohon….

  1. Bagi OMK tersesat.

            Kami mohon….

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            Kami mohon….

Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen memahami hakikat kekudusan dirinya.
  • OMK berkomitmen untuk berusaha selalu menjauhi dan menolak godaan perbuatan yang menentang kemurnian hati.

Doa Penutup

P. Bapa yang Mahapengasih, pertemuan yang menggembirakan hati kami ini sudah selesai. Semoga lewat pertemuan ini kami bertumbuh dan bertambah dalam pengenalan akan Dikau. Semoga segenap orang muda semakin giat dalam usaha mencari Dikau. Dan buatlah kami menjadi orang muda yang mampu menunjukkan identitas iman kami lewat perkataan dan perbuatan dalam hidup sehari-hari. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus

U. Amin

Nyanyian Penutup  (PS 1031)        D=do

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Indah RencanaMu Tuhan

Indah rencanaMu Tuhan, di dalam hidupku.
Walau ku tak tahu dan ku tak mengerti semua jalanMu.

Dulu ku tak tahu Tuhan, berat kurasakan.
Hati menderita dan ku tak berdaya menghadapi semua.

Kini kumengerti s’karang Kau tolong padaku.
Kini kumelihat dan kumerasakan indah rencanaMu.

Kini kumengerti s’karang Kau tolong padaku.
Kini kumelihatdan kumerasakan indah rencanaMu

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *