Iman Harus Diperlihatkan Dalam Kehidupan

Lokakarya Lanjutan dan Evaluasi

Hampir seharian penuh hujan mengguyur, satu persatu teman KGM+V berdatangan berkumpul untuk melanjutkan Lokakarya di RPF Nagahuta.  Sebanyak 20 0rang KGM+Vbersama KOMKEP KAM memfinalkan Lokakarya untuk pembuatan modul pembinaan OMK KAM. Sebelumnya Lokakarya pertama diadakan 1-6 oktober 2017 di Pusat Spiritualitas Karmel Tanjung Pinggir dan PPU Pematang Siantar. Kemudian dilanjutkan pada Lokakarya Lanjutan di RPF Nagahuta pada tgl 27-29 November 2017. Dalam Lokakarya Lanjutan ini modul pembinaan OMK sudah hampir rampung seratus persen dan diserahkan kepada editor. “Kiranya modul pembinaan ini sudah bisa di terbitkan dan bisa nanti dibagi-bagikan pada saat KAM Youth Day 3-8 juli 2018 di Aek Kanopan” demikian yang disampaikan Ketua KOMKEP KAM RP. Alexander Silaen, OFMCap.mengakhiri Loka Karya.

Selesai makan, siangnya para peserta Lokakarya bergerak bersama menuju Pantai Lumban Bulbul, Balige. Peserta meniginap di Homestay, kesederhanaan dan kekompakan pun makin terasa didalam komunitas KGM+ V . Selama kurang lebih tiga hari, tanggal 29 November – 1 Desember 2017, para KGM+V bersama KOMKEP KAM mengadakan rekreasi dan evaluasi. Disela sela-sela evaluasi para KGM+V menikmati pemandangan indah hamparan pantai Lumban Bulbul Balige serta menikmati permainan pantai.

Setiap pagi selalu diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin Ketua KOMKEP KAM. “Bertolak dari Rasul Andreas, dia  sudah duluan mengejar-ngejar Yesus karena dia sangat perhatian akan datangnya mesias, dan terbukti sepanjang hidupnya dia setia dan rasul paling berkomitmen untuk mewartakan Tuhan dan mengikuti jejak Tuhannya dengan mati disalib.  Rasul Paulus mengatakan iman itu sangat sederhana percaya akan wafat dan kebangkitan-Nya.Tapi iman tidak cukup diakui dalam hati atau lisan namun harus ditampakkan dalam kehidupan sehari-hari. Harus ada penyelarasan antara pengetahuan pengenalan  akan Tuhan dengan hati. Iman itu tidak cukup hanya dimiliki sendiri tetapi harus diwartakan, karena iman tidak pernah hanya untuk diri sendiri. Tugas kita mengimani dan mewartakan iman dalam kehidupan, dan panggilan “. “OMK masa depan, bukan sekarang tetapi kita akan melihat jadi apa OMK itu dimasa depan. Masa  depan gereja ada dalam orang muda. Kerasulan apa yang kita buat, jenis pembinaan apa yang harus kita buat untuk menajamkan OMK ke masa depan. Semoga ketajaman visi kita tetap terjaga dan konsisten” demikian harapan ketua komkep KAM.

Pada saat evaluasi dilakuakan dengan cara rekreatif, satu persatu KGM+V membagikan pengalaman hidupnya selama tahun 2017 dalam tugas dan pelayanan untuk membina OMK. Dalam evaluasi ini tugas sebagai KGM+V di ingatkan lagi yaitu untuk membina OMK di paroki, rayon dan stasi, membina mesdinar dan pendamping mesdinar,  binasekolah minggu dan guru sekolah minggu, mengajar agama diuar sekolah atau jam sekolah bagi anak-anak katolik yang tidak memiliki guru agama disekolah, dan sekedar ada waktu sisa menjadi pengajar kategorial seperti katakumen, komuni I, kursus perkawinan dan berkatekese ke stasi/ lingkungan.

Banyak juga hambatan dan tantangan dalam pelayanan yang dihadapi KGM +V, satu sama lain bebeda. Beda paroki beda derap langkah yang dihadapai dalam pelayananya. Kiranya pertumbuhan rohani tetap semangat. Harapan untuk masa depan KGM+V makin jelas, tentunya dibutuhkan komitmen dari para KGM + V itu sendiri untuk memaksimalkan potensi yang ada pada diri dalam pembinaan orang muda sebagai masa depan gereja dan Negara. – Andi Hotmartuah Purba

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *