Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I Januari 2018

Pengantar

Tahun 2017 kita telah mengikuti “Doa dan Ngopi” dengan mengulas isi dari YOUCAT: Katekismus Gereja Katolik ala orang muda yang berisi tentang doktrin-doktrin ajaran iman Gereja. Pada tahun 2018 ini, kita melanjutkan “Doa dan Ngopi” dengan mengulas DOCAT: Apa yang harus dilakukan? yakni Ajaran Sosial Gereja Katolik. Buku ini menjawab apa harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari berhadapan dengan pihak-pihak lain. Bapa Suci Fransiskus mengajak kita orang muda keluar menemui orang-orang, tidak terbatas pada keluarga, teman, tetangga saja, tetapi secara khusus orang-orang miskin dan sakit, mereka yang biasa dihina dan diabaikan, mereka yang tidak bisa membalas kebaikan kita (Luk 14:14, bdk. Evangelium Gaudium art. 48).

Yesus dalam hidupNya selalu hadir bagi orang lain. Dia hadir bagi mereka yang patah semangat, takut, sakit, miskin, dikucilkan, dsb. Yesus juga mengutus muridNya untuk melaksanakan apa yang telah Dia lakukan (Luk 9:1-6). Kita semua juga dipanggil untuk menghadirkan tanda-tanda kehadiran Allah sendiri dalam kehidupan bersama ini.

 

 

ALLAH DAN RENCANA KASIHNYA

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Allah menciptakan dunia ini dengan penuh kasih, sebab Allah adalah kasih. Nilai manusia tergantung pada Allah, bukan materi atau hal lainnya. Nilai manusia diukur dari kasih Allah dalam diri manusia itu. Manusia mencapai tujuan martabatnya jika hidup dalam kasih. Manusia mampu menemukan Allah hanya jika manusia saling mengasihi.

Nyanyian Pembuka (PS No. 706)

Betapa Agung Karya Tuhan

Betapa agung karya Tuhan ciptaan-Nya mengangumkan.

Betapa indah nusantara yang sungguh luas membentang.

Syukur kepadaMu, Tuhan,

sebab besarlah kasihMu kepada umatMu.

Engkaulah Allah yang besar!

Terpujilah namaMu selama-lamanya.

Berkati umatMu selalu dengan iman dan kasihMu,

            supaya dalam tingkah laku setia pada hukumMu.

            Syukur kepadaMu, Tuhan,

            sebab besarlah kasihMu kepada umatMu.

Engkaulah Allah yang besar!

Terpujilah namaMu selama-lamanya.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak ….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa, Ya Allah pencipta langit dan bumi. Kami bersyukur kepadaMu karena Engkau menciptakan manusia dengan penuh kasih. Engkau juga memelihara hidup kami. Saat ini kami datang kepadaMu lewat pertemuan kami ini. Hadirlah bersama kami agar kami semakin mampu untuk mengenalMu dan rencana-rencanaMu dalam hidup kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 1-4

Kasih Allah Menjadikan Semuanya Baik

Allah menciptakan seisi dunia berdasarkan maksud dan rencana-Nya. Sebagaimana seseorang merancang suatu permainan, misalnya halma atau catur, dan membuat keseluruhan logika permainan dengan aturan-aturan permainan, demikian pula Allah menciptakan dunia dan umat manusia. Benang merah (penghubung) yang menjadi karya penciptaan Allah ialah Kasih. Oleh karena itu rencana Allah ialah agar manusia mengasihi dan menjawab kasih Allah dan dengan demikian ia berpikir, berbicara, dan bertindak dalam kasih itu sendiri.

Allah adalah asal-muasal dari segala sesuatu yang ada. Dia adalah tujuan akhir, penyebab utama dari semua dan menopang keberadaan segala sesuatu. Berdasarkan ilmu pengetahuan modern, kita dapat mengatakan: Ia ada sebelum “Big Bang” dan asal-muasal semua hukum alam. Tanpa Allah, semua yang ada akan runtuh. Allah juga merupakan tujuan segala yang ada.

Allah pencipta seluruh semesta, adalah tolak ukur dari segala sesuatu yang ada. Semua tindakan diukurkan pada Allah dan rencana-Nya. Inilah cara bagaimana kita dapat mengetahui perbuatan yang baik. Singkatnya: Allah menulis DNA kehidupan kita; kita bebas memilih, mengikuti petunjuk, yang Ia jadikan sebagai bagian dari diri kita, sehingga kita memenuhi potensi yang Allah anugerahkan kepada kita. Apa yang Allah inginkan bagi kita dan atas kita adalah norma dan aturan dari hidup yang baik dan benar. Dengan solidaritas, umat Kristen bertindak karena Allah lebih dulu memperlakukan mereka dengan penuh kasih.

Jika kamu merenung, kamu akan segera sadar bahwa kamu tidak dengan sendirinya ada. Tak seorang pun bertanya padamu, apakah kamu sebenarnya ingin ada di dunia ini atau mungkin malah lebih senang jika tidak. Tiba-tiba kamu ada begitu saja. Lalu kamu sadar bahwa kamu terbatas. Hari ini, esok, atau lusa hidupmu akan berakhir. Juga semua yang ada di sekitarmu suatu ketika akan tidak ada lagi. Namun demikian, kamu bisa memikirkan sesuatu yang tidak akan berakhir: sesuatu yang eksis, tetapi tidak akan berlalu. Kamu ingin sesuatu dari dirimu tetap tinggal. Betapa menyedihkan seandainya seluruh dunia yang indah ini hanya cuplikan foto, yang dipotret tanpa makna, lalu lenyap dalam ketiadaan. Hanya jika Allah benar-benar ada, kamu terpelihara dalam Dia. Seluruh ciptaan juga dipelihara. Memiliki pengetahuan akan Allah dan merindukan-Nya adalah bagian dari hidup manusia. Kerinduan akan sesuatu yang tak berakhir dan absolut dapat ditemukan dalam semua kebudayaan.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pangalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Dari manakah asal segala sesuatu dan kemanakah tujuan akhirnya?
  2. Apa yang menjadi dasar pernilaian bagi tindakan manusia?
  3. Bagaimanakah jadinya bila kita tidak hidup dalam kasih?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Segala ciptaan berasal dari Allah. Allah menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan menjadi ada. Allah mencipta karena kasihNya. Oleh sebab itu, segala tindakan manusia berdasar pada hukum kasih Allah. Jika tidak maka manusia dan seluruh dunia akan binasa.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

Pembacaan dari Kitab Mazmur (Mzm 104:24, 27-35)

“Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu. Semuanya menantikan Engkau, supaya diberikan makanan pada waktunya. Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan. Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu. Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi. Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya! Dia yang memandang bumi sehingga bergentar, yang menyentuh gunung-gunung sehingga berasap. Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada. Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN. Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!”

P. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

Kita Hidup Dalam Kasih Allah

Ribuan tahun yang silam, Sang Pemazmur sudah menyadari tentang asal-muasal alam semesta. Allah adalah satu-satunya yang bertindak membuat segala sesuatu menjadi ada. Ada langit dan ada bumi. Ada penghuni surga dan ada penghuni bumi. Semua diciptakan oleh Allah karena kasihNya.

Allah memelihara ciptaanNya dengan amat bijaksana. Dia meletakkan hukum atas semua yang Dia ciptakan. Meskipun manusia bertindak sesuka hatinya, hukum Allah tidak dapat dibatalkan atau dihempang. Allah yang kekal mendasarkan segala sesuatu pada hukum yang kekal pula dalam kasihNya.

Angkasa raya milik Tuhan ditopang dengan FirmanNya, membentang megah dan indah. Matahari, bulan dan bintang-bintang serta sekalian jagadnya bergerak teratur, tertata rapih dan penuh pesona. Allah memerintah matahari untuk terbit di timur, menurunkan hujan dan es, meniupkan angin dan memberi makan semua makhluk hidup. Tuhan memeliharanya dengan penuh kasih-sayang.

Manusia bernafas oleh karena Roh Allah. Apa bila Allah menarik RohNya, manusia mati dan kembali ke tanah. Akan tetapi orang yang taqwa kepada Allah merendahkan diri di hadapanNya: mendengarkan dan melaksanakan titahNya. Orang seperti itu hidup melampui akal manusia. Pengharapan Allah berikan dalam hatinya dan manusia itu menuju ke hidup yang kekal bersama Allah. Sangat menyedihkan jika setelah kematian tidak ada lagi pengharapan. Tetapi kita harus bersyukur karena kita tahu bahwa Tuhan menyediakan tempat bagi kita di surga, tempat kebahagiaan kekal. Maka mari berharap padaNya dan mengikutiNya.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi sesama OMK di seluruh dunia. …. kami mohon.
  2. Bagi Gereja di Asia. ………….. kami mohon.
  3. Bagi OMK KAM. …………. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini. ………kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman  ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen memelihara ciptaan di sekitarnya.
  • OMK setia bersyukur karena kasih Allah.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, Ya, Bapa, syukur kami panjatkan ke hadiratMu, atas berkatMu dalam kegiatan ini. Bantulah kami semakin rendah hati di hadapanMu seraya bersyukur atas segala sesuatu yang Kau berikan kepada kami. Semoga kami hidup dalam pengharapan akan keselamatanMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup (PS No. 707)

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Betapa Tidak Kita Bersyukur

Betapa tidak kita bersyukur

bertanah air kaya dan subur;

lautnya luas, gunungnya megah,

menghijau padang, bukit dan lembah.

Ulangan         

Itu semua berkat karunia

Allah yang agung maha kuasa. 2x

Bumi yang hijau, langitnya terang,

berpadu dalam warna cemerlang;

indah jelita, damai dan teduh,

persada kita jaya dan teduh. Ulangan

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *