Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Januari 2018

MENEMUKAN ALLAH DENGAN MENGASIHI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

            Banyak orang mencari dan ingin bertemu dengan Allah. Akan tetapi banyak dari mereka tidak tahu bagaimana caranya untuk bertemu dengan Allah. Allah hanya dapat ditemukan ketika Ia mewahyukan diriNya. Allah mewahyukan diri secara lebih nyata melalui Yesus yang menjadi manusia, yang memberi perintah agar setiap orang percaya saling mengasihi. Dengan saling mengasihi, setiap orang dapat bertemu dengan Allah.

Nyanyian Pembuka (PS No. 659)

            Cinta Kasih Allah

Ulangan: Cinta kasih Allah dicurahkan dalam hati umat-Nya

                   oleh Roh ilahi, sumber kekuatan,

yang dikurniakan pada kita.

Walau kaya raya dan kuasa;

walau cantik indah mempesona;

walau pandai dan gagah perkasa,

percumalah tanpa cinta kasih. Ulangan

Cinta kasih itu murah hati,

cinta kasih sabar dan tawakal.

Cinta kasih tak megahkan diri,

tak mencari keuntungan diri. Ulangan

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak ….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya 

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa:

Ya, Allah Bapa di surga, bersyukur karena cintaMu kepada kami. Kami akan berbicara tentang jalan menemukan Engkau, hadirlah Tuhan dan bimbing hati kami agar memahami arti menemukan Dikau dan bisa melakukannya di dalam hidup kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan mereja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No (09-14)

Menemukan Allah dengan Mengasihi

Siapakah dari antara kita yang telah menemukan Allah? Siapakah dari antara kita yang telah berjumpa dengan Allah? Pertanyaan-pertanyaan itu sering membuat iman kita goyah karena memang tidak ada satupun yang telah menemukan dan bertemu langsung dengan Allah. Allah hanya dapat ditemukan hanya jika Ia sendiri menunjukkan diri-Nya kepada kita atau mewahyukan diriNya kepada kita. Akan tetapi, kita sebenarnya mengetahui sesuatu tentang Allah yang membuat kita mengakui bahwa Allah itu ada. Gambaran Allah bagi kita tampak dalam diri Yesus. Allah menyatakan diri sepenuhnya dalam diri Yesus yang menjadi manusia. Ia menjadi manusia supaya manusia mengenal dan dapat menemukanNya.

Dalam Kitab Suci Perjanjian Lama, Allah mewahyukan diriNya kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Allah memperkenalkan diriNya kepada mereka dan memberkati mereka. Allah juga mewahyukan diri kepada Musa dan mempercayakan Musa untuk memimpin bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir. Ketika Allah Menyatakan diriNya, maka segalanya berubah, semua tidak lagi sama seperti sebelumnya. Hal ini ditunjukkan oleh Bangsa Israel melalui tanggapan merek atas Sepeluh Perintah Allah yang diberikan oleh Allah kepada Musa di Gunung Sinai. Jika kita patuh terhadap perintah-perintah itu maka di situlah kita menanggapi Kasih Allah dan kita dimungkinkan untuk turut terlibat dalam “Rencana Besar” Allah bagi dunia dan manusia.

Sepuluh Perintah Allah merupakan dasar bagi kita untuk hidup bersama. Sepuluh Perintah Allah merupakan prinsip bagi kita untuk hidup baik. Prinsip itu menjadi pedoman agar tercipta satu dunia sperti yang direncanakan oleh Allah. Melalui Sepuluh Perintah Allah, kita mengetahui apa kewajiban kita dan hak-hak kita pun menjadi jelas. Perintah-perintah itu menjadi gagasan dasar perbuatan baik yang tertulis dalam hati manusia. Di dalamnya tersurat perilaku yang universal yang mengikat semua orang dan budaya, sehingga Sepuluh Perintah Allah menjadi aturan dasar dalam hidup masyarakat.

Allah mewahyukan/menyatakan diriNya kepada manusia dalam diri Yesus. Allah yang menjadi manusia dalam diri Yesus merupakan puncak pewahyuan diri Allah. Dalam diri Yesus, Allah tampak dan dapat dialami secara jasmani. Yesus berkata “yang telah melihat Aku, melihat Bapa” (Yoh 14:9). Yesus sama seperti kita kecuali dalam hal dosa, dengan demikian Yesus adalah manusia ideal yakni manusia menurut rencana besar Allah. Yesus merupakan bukti Kasih Allah bagi manusia, kita diharapkan sebisa mungkin dapat menyerupai Yesus. Melalui sakramen-sakramen, kita bahkan memasuki Yesus; kita menjadi “Tubuh Kristus”.

“Perlakukanlah orang lain sedemikian rupa, sebagaimana kamu ingin diperlakukan mereka” merupakan sebuah hukum yang dikenal dalam semua budaya sebagai norma untuk berbuat baik. Dalam Perjanjian Lama dikatakan “Engkau harus mengasihi sesamamu seperti dirimu sendiri” (Im 19:18). Dalam Perjanjian Baru, Yesus menerapkan hukum ini dalam hidupNya dan memperdalamnya  melalui pengorbanan diriNya, “Seperti Aku telah mengasihi kalian, maka kasihilah satu sama lain” (Yoh 15:12). Kasih menjadi perintah baru yang utama yang harus kita laksanakan dalam hidup kita. kita dipanggil untuk saling mengasihi satu sama lain. Kita diajak dan diharapkan untuk dapat mengasihi seperti Allah mengasihi. Ketika kita mampu mengasihi, maka di situlah kita bertemu dengan Allah.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pangalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Melalui pengalaman hidupmu, apakah kamu telah bertemu dengan Allah?
  2. Apa penilaianmu terhadap sepuluh perintah Allah dan bagaimana kamu menerapkan perintah-perintah itu dalam hidupmu?
  3. Menurutmu apa manfaat dari tindakan kasih dalam kehidupan ini?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantung tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Bertemu dengan Allah merupakan kerinduan setiap orang yang percaya kepadaNya. Allah sendiri telah mewahyukan diriNya kepada kita melalui Yesus Tuhan kita. Allah juga mmeberi sepuluh perintah-Nya kepada kita sebagai sarana bagi kita untuk bertemu denganNya. Melalui Yesus, kita belajar untuk taat pada perintah-perintah itu melalui tindakan cinta kasih. Berbuat Kasih merupakan jalan bagi kita untuk dapat bertemu dengan Allah.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Yohanes (Yoh 15:8-13)

Dalam hal inilah BapaKu dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-muridKu. Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasihKu itu. Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintahKu, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Menuruti seluruh Perintah Allah merupakan sebuah keharusan bagi orang-orang yang percaya kepadaNya. Perintah-perintah itu diberi agar setiap orang yang percaya kepadaNya tidak berjalan di jalan yang sesat, akan tetapi setiap orang yang percaya diarahkan agar tetap setia untuk mengikuti Dia.

Dalam bacaan tadi kita dengar bahwa Yesus mengharapkan kita berbuah banyak. Ketika kita berbuah banyak, di situlah Allah dipermuliakan. Untuk dapat berbuah banyak maka kita harus menuruti perintah Yesus sendiri yaitu untuk saling mengasihi. Kasih merupakan perintah yang utama dan terutama yang harus kita lakukan dalam hidup kita. Setiap orang yang percaya diharapkan dapat menjadi seperti Kristus yang adalah manusia ideal seperti yang diharapkan dan direncanakan oleh Allah.

Dalam Injil tadi Yesus mengatakan “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasihKu itu. Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya.” Hal utama yang harus kita lakukan adalah menuruti perintahNya agar kita memperoleh KasihNya dan tinggal dalam Dia. Kasih membawa kita semakin dekat dengan Tuhan. Kasih merupakan sebuah tindakan yang total yang membawa perubahan total juga. Karena kasihnya kepada manusia, Allah rela menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus PuteraNya. Demikian juga Yesus, karena KasihNya kepada manusia, Ia rela mati di salib.

Kasih adalah pengorbanan diri, pemberian diri secara total. Jika Kasih menjadi dasar hidup kita maka dengan sendirinya, kita telah tinggal dalam Yesus. Karena dengan kasih itu kita telah menyerahkan diri kita secara utuh kepada Yesus.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi orang yang teraniaya…. Kami mohon.
  2. Bagi para korban kekerasan di rumahtangga…. Kami mohon.
  3. Bagi OMK KAM…. Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen untuk saling membantu sebagai wujud dari kasih.
  • OMK berkomitmen menuruti seluruh aturan yang berlaku di negara, di sekolah, di lingkungan masyarakat maupun di rumah.                                                                

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa yang penuh kasih. Kami berterimakasih karena cintaMu yang setia. Ajarlah kami mengamalkan cinta kasihMu dalam hidup kami, agar kami menjadi pembawa damai dan cinta kasih di mana pun kami berada. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup (PS No.661)

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Andaikan Aku Pahami

Andaikan aku pahami bahasa semuanya,

hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati.

Ulangan:    Ajarilah kami Tuhan, bahasa cinta kasih

Andaikan aku lakukan yang luhur dan mulia,

jika tanpa cinta kasih hampa dan tak berguna. Ulangan

Andaikan semua ilmu sudahlah kumiliki,

hanya cinta yang mengerti rahasia bahagia. Ulangan

Andaikan aku dermakan segala harta milik,

hanya cintaku yang mampu membahagiakan orang. Ulangan

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *