Buah dari Keberagaman

Foto dari Medan (1)Syukuran Tahun Baru kali ini berbeda dengan yang lainnya karena tigapuluhan-an pemuda-pemudi lintas agama SUMUT berkumpul bersama mengadakan event Temu Ramah yang berbalut persaudaraan. Mereka adalah pemuda-pemudi dari Islam, Walubi, Budhayana, PGI, dan Katolik sayangnya Hindu dan Konghucu tidak dapat menghadiri acara ini.

Pertemuan ini digagasi oleh PEMULA. Sekilas tentang terbentuknya PEMULA berawal dari pertemuan yang diadakan Kemenag RI tentang “Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia” pada tanggal 09 Mei 2017 lalu di Hotel Madani Medan. Sejak saat itu para Ketua Pemuda Lintas Agama secara intens mengadakan rapat untuk membentuk organisasi tersebut dan tepatnya pada tanggal 11 Juni 2017 disepakatilah nama dari organisasi tersebut yakni PEMULA (Persaudaraan Pemuda Lintas Agama). PEMULA ini didirikan oleh Ketua GP Ansor Sumut, Ketua Komisi Kepemudaan PGI Sumut, Ketua Pemuda Budhayana Sumut, Ketua Pemuda Hindu Sumut, Ketua Pemuda Walubi Sumut, dan Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Medan.

Sejak terbentuknya PEMULA pada tahun 2017 sudah banyak kegiatan yang diselenggarakan dan PEMULA pun sudah mengadakan deklarasi pada tanggal 28 Oktober 2017 lalu.

Event pertama dalam mengawali tahun 2018 ini diadakan di Sekretariat Walubi Sumut pada tanggal 21 Januari 2018. Kegiatan diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan berdoa. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Umum PEMULA yakni Bapak Anton Sianipar dari PGI.

Event ini dikemas dengan simpel dan menarik sehingga suasana diantara peserta begitu hangat dalam mengikutinya. Terutama saat mulai sessi perkenalan yang mengharuskan peserta untuk menghafal nama teman barunya dan membuat mereka semakin terbuka saat pembagian kelompok yang terdiri dari lintas agama untuk membuat yel-yel yang bertemakan “persaudaraan”. Setiap kelompok menampilkan yel-yel yang serius namun kocak, kendati tetap masih ada yang enggan dan malu-malu namun rasa kebersamaan tetap tumbuh di antara mereka.

Memasuki agenda utama, para pendiri PEMULA membagikan faham dan refleksi mereka akan “Makna Bersaudara dan pentingnya PEMULA”. Peserta tampak tersemangati untuk aktif di PEMULA dan menjadi bagian perjuangan bangsa ini yakni memupuk dan menumbuh-kembangkan rasa persaudaraan dan kekeluargaan di antara umat beragama. Menyusul beberapa pertanyaan pendalaman dari para peserta.

Setelah faham visi-misi PEMULA, peserta menyatakan diri siap bergabung dalam 3 Komisi PEMULA, yakni Komisi Organisasi, Kemitraan dan Pemberdayaan. Setiap peserta mengajukan diri untuk membidangi komisi yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Mereka pun berdiskusi dengan santai dan kooperatif di kelompok. Sehingga, dalam waktu tidak lama mereka sudah memilih koordinator komisinya dan menggariskan program kerja masing-masing. Wow, hanya dalam beberapa jam bertemu, mereka sudah menyatukan misi dan tekad ke depan.

Pemuda adalah tunas bangsa maka berikanlah tempat kepada mereka maka mereka akan menempatkan diri dengan segala potensi yang ada untuk bertumbuh dan berkembang dengan baik di tengah masyarakat Indonesia. Seperti ungkapan yang pernah dilontarkan oleh Bung Karno “Beri Aku 10 Pemuda, Maka akan Kuguncang Dunia!” Pelan-pelan PEMULA akan “menguncang” SUMUT dan seluruh pelosok negeri dengan segala kebaikan-kebaikan yang mereka hasilkan. – Novenita Marpaung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *