Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I Febuari 2018

MISI SOSIAL GEREJA

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Gereja tidak tinggal dan berakhir dalam dirinya saja. Gereja menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu tak seorangpun yang menyebut dirinya Kristen dapat hidup tanpa kehidupan sosial.

Nyanyian Pembuka

Hari ini kurasa bahagia

Berkumpul bersama saudara seiman.

Tuhan Yesus t’lah satukan kita

Tanpa memandang di antara kita.

            Bergandengan tangan dalam kasih

            Dalam satu hati

            Berjalan dalam terang kasih Tuhan.

Kau saudaraku, kau sahabatku

Tiada yang dapat memisahkan kita. 2X

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar   kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup   yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa, Ya Allah yang mahabaik. Kami bersyukur karena dapat berkumpul kembali, bertemu dengan saudara-i muda seiman. Kami hendak berdiskusi tentang misi sosial GerejaMu, datanglah Tuhan dan biarkan RohMu menuntun kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 22-26

GEREJA KATOLIK YANG SOSIAL

Kata “sosial” berasal dari bahasa Latin: socialis = kemasyarakatan: yang berkaitan dengan hidup yang ditata bersama orang-orang dalam suatu kemasyarakatan yang menyangkut persekutuan/perkumpulan manusiawi yang termasuk di dalamnya.

Semua orang Kristen dipanggil untuk membangun sebuah dunia yang lebih baik. Berkaitan dengan hal ini, Ajaran Sosial Gereja pertama-tama mengupayakan yang positif dan proaktif, menawarkan terjadinya perubahan tindakan. Dalam paham seperti ini, Gereja tidak akan pernah berhenti menjadi tanda pengharapan yang dipenuhi dengan kasih Kristus.

Sebagai makhluk sosial manusia membutuhkan komunitas masyarakat. Dalam Perjanjian Lama, Allah memberikan sepuluh perintah agar manusia dapat hidup adil dan baik. Akal budi manusia dapat membedakan suatu tingkahlaku adil atau tidak. Keadilan pertama-tama terpenuhi di dalam kasih.

Ada dua tugas Ajaran Sosial Gereja yaitu: 1. Menunjukkan kewajiban-kewajiban untuk bertindak secara sosial dan adil sebagaimana tampak dalam Injil. 2. Atas nama keadilan mengajukan tuntutan ketika struktur-struktur sosial, ekonomi atau politik bertentangan dengan pesan Injil. Dari Injil kita menemukan prinsip-prinsip, norma-norma dan nilai-nilai moral yang memungkinkan suatu tatanan sosial yang bebas dan adil. Dengan demikian Gereja menjadi pembela bagi semua orang tanpa terkecuali.

Prinsip Ajaran Sosial Gereja dirumuskan dalam dokumen-dokumen penting Gereja. Ajaran Sosial Gereja merupakan ajaran resmi. Kuasa mengajar ialah Paus dan para Uskup dalam kesatuan dengan bapa suci sedangkan jantung hati Ajaran Sosial adalah kasih.

Ajaran Sosial Gereja terbentuk dengan latar belakang munculnya era industrialisasi pada abad-19. Pada masa itu banyak orang tidak lagi bekerja di ladang pertanian. Mereka menjadi buruh tanpa perlindungan kerja, tanpa jaminan, bahkan anak-anak dipekerjakan. Kemudian muncullah serikat buruh untuk memperjuangkan hak-hak buruh. Dalam ensiklik Rerum Novarum Paus Leo XIII menyinggung persoalan-persoalan sosial yang terjadi itu sebagai hal yang mendesak untuk diperhatikan. Pernyataan-pernyataan itu yang kemudian disebut Ajaran Sosial Gereja. Di samping pernyataan-pernyataan Gereja yang sifatnya universal, yakni pernyataan Paus, konsili, atau kuria Roma ikut pula di dalamnya pernyataan-pernyataan yang sifatnya regional, misalnya pernyataan suatu konferensi wali Gereja, ke dalam Ajaran Sosial.

Perhatian Gereja bersifat umum tidak orang per orang. Sebab Allah menaruh perhatian pada kebahagiaan manusia menyeluruh dan juga pada perkembangannya, di mana manusia ambil bagian dengan aneka cara: dalam persekutuan.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pangalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa pendapatmu tentang kehidupan sosial di daerah kita ini?
  2. Gambarkan dengan singkat kehidupan sosial di Negara kita pada masa kini.
  3. Mengapa hidup sosial itu perlu?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Sejak semula Allah menginginkan agar manusia hidup dalam keadilan dan kebahagiaan. Akan tetapi orang-orang jahat merusak keadilan dan kedamaian di mana-mana. Kerap terjadi kesenjangan sosial di lingkungan kita tinggal dan di negara tercinta ini. Kita sendiri harus sadar bahwa kasih adalah penawar mujarab untuk kerusakan itu, hidup sosial penuh kasih adalah jawabannya.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Mateus (Mat 11:1-5)

Setelah Yesus selesai berpesan kepada kedua belas murid-Nya, pergilah Ia dari sana untuk mengajar dan memberitakan Injil di dalam kota-kota mereka. Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh murid-muridnya bertanya kepada-Nya: “Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka: “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

Sosial Berarti Mengasihi

Membaca Injil di atas kita tertegun dan merasa bangga bahwa selama ini kita telah mengikuti Kristus, Tuhan, Sang Guru Sosial. Patut juga kita berbangga atas Injil yang mengilhamkan banyak hal dan tetap relevan sampai hari ini. Bila dulu kita memahami bahwa Mateus 11:1-5 adalah kisah tentang Yohanes pembaptis yang menyuruh muridnya untuk bertanya kepada Yesus, “Apakah Dia mesias yang dinanti-nantikan itu?” Yohanes Pembaptis mendapat kepastian dari jawaban Yesus, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik”. Seolah-olah Yesus mau mengatakan pada Yohanes dan kita sekalian, “Lihatlah semua perbuatan sosial yang telah Kulakukan!”

Saudara-saudari OMK, apakah hati kita tidak tersentuh oleh jawaban Yesus itu? Kita ditantang untuk ikut serta meneladani apa yang telah dilakukan oleh Yesus pada masa hidupNya di bumi. Tadi kita telah menyimak di awal diskusi ini, bahwa kasih adalah dasar Ajaran Sosial Gereja. Yesus banyak berbuat kasih kepada manusia dan Dia mulai dari yang paling lemah, miskin dan papa. Bukankah itu suatu kabar baik? Ya, sungguh kabar baik.

Demikian juga Ajaran Sosial Gereja kita. Bila kita melaksanakannya maka kita telah menyampaikan kabar baik kepada dunia, kepada semua orang dan kepada segala makhluk. Marilah kita berlomba berbagi kasih, hidup sosial seturut teladan Kristus, Tuhan kita.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para perjuang keadilan…. kami mohon.
  2. Bagi Gereja Kudus…. kami mohon.
  3. Bagi OMK sedunia…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen hidup sosial di tengah masyarakat.
  • OMK berkomitmen turut memperjuangkan keadilan.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, Ya, Bapa, terima kasih atas penyertaanMu bagi kami selama kegiatan ini. Bukalah hati dan budi kami untuk menerima pesan injili yang Engkau sampaikan pada kami lewat Injil Suci, agar kami meneladaniMu berbuat kasih kepada setiap orang khususnya mereka yang hina, miskin dan papa. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Bapa t’rima kasih

Bapa t’rima kasih

Bapa t’rima kasih

Bapa dalam surga

Puji t’rima kasih 2X.

Amin

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *