Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Febuari 2018

AJARAN SOSIAL GEREJA
SEBAGAI PEWARTAAN BARU

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Gereja adalah paguyupan yang meneladani Jemaat Perdana. Jemaat Perdana dikenal sebagai orang Kristen sejati karena mereka hidup saling mengasihi dan juga terbuka bagi orang lain di sekitarnya. Demikian juga Gereja dewasa ini, harus hidup dalam model Jemaat Perdana.

Nyanyian Pembuka (PS No. 659)

            Cinta Kasih Allah

Ulangan:    Cinta kasih Allah dicurahkan dalam hati umat-Nya

                      oleh Roh ilahi, sumber kekuatan,

yang dikurniakan pada kita.

Walau kaya raya dan kuasa;

walau cantik indah mempesona;

walau pandai dan gagah perkasa,

percumalah tanpa cinta kasih. Ulangan

            Cinta kasih itu murah hati,

            cinta kasih sabar dan tawakal.

            Cinta kasih tak megahkan diri,

            tak mencari keuntungan diri. Ulangan

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak ….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar   kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup   yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa:

Ya, Allah Bapa di surga, kami bersyukur karena cintaMu kepada kami. Sejenak kami mau melihat kembali model hidup Jemaat Kristus yang perdana. Curahilah kami dengan Roh KudusMu agar kami memahaminya dan menghidupinya. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan mereja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No 30-36

Ajaran Sosial Gereja Bagi Keselamatan Semua Orang

Kita bisa mewartakan perintah baru dengan mendukung kemajuan manusia yang autentik dan sejati dalam keadilan dan perdamaian. Oleh sebab itu Injil dapat dipandang sebagai sumbangan bagi pembangunan manusia yang seutuhnya karena Injil mengajarkan karya nyata cinta kasih untuk menolong sesama.

Allah sendiri adalah keselamatan bagi manusia. Maka Gereja tidak mungkin mewarta saja dan mengabaikan kesengsaraan manusia. Gereja setia meneladani Yesus yang dekat dengan orang miskin dan papa, orang sakit dan sengsara. Gereja harus memperhatikan dan menyembuhkan manusia, baik jiwa maupun raganya, dalam keunikan pribadi dirinya dan kebutuhan-kebutuhan sosialnya. Kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan orang-orang jaman sekarang terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita, merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan para murid Kristus juga.

Dalam misi sosialnya, Gereja tidak menggantikan Negara dan politik. Maka Gereja tidak menawarkan solusi teknis untuk tiap-tiap persoalan sosial, Gereja tidak berpolitik melainkan menginspirasi politik dengan Injil. Dalam ensiklik-ensiklik sosial para Paus telah mengembangkan prinsip-prinsip dasar tema-tema sosial seperti upah, hak milik dan serikat buruh. Umat Kristen yang terlibat dalam politik konkret harus turun tangan dalam bidang itu.

Gereja juga memperjuangkan suatu tatanan sosial yang merdeka dan demokratis. Gereja menghargai sistem demokrasi karena membuka luas wewenang bagi warga Negara untuk berperan serta dalam menentukan kebijakan politik dan memberi peluang bagi masyarakat bawah untuk memilih pemimpin, serta meminta pertangungjawaban dari mereka, dan bila perlu menggantikan mereka dengan cara-cara damai. Gereja menolak pembentukan “kepemimpinan tertutup”, yang menyalahgunakan kekuasaan negara untuk keuntungan perorangan.

Apabila Gereja menyatakan pendapat mengenai masalah sosial, tidak berarti Gereja mencampuri urusan “asing”. Manusia bukan milik Negara. Gereja bertindak sebagai pembela hak-hak manusia dan paguyuban manusiawi yang paling dasar. Gereja tidak mengincar kekuasaan dan pengaruh yang bersifat eksternal. Adalah hak Gereja untuk bersuara ketika ketidakadilan merusak kehidupan bersama.

Ajaran Sosial Gereja bukan suatu teologi yang khusus. Ajaran sosial Gereja menghargai dialog dengan berbagai bidang ilmu yang kompleks. Ajaran Sosial Gereja memahami, merefleksikan dan mengartikan secara lebih baik manusia dan hubungannya dengan kehidupan sosial. Ajaran Sosial Gereja dapat diikuti oleh akal budi manusia, dan menyapa semua orang yang berkehendak baik.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa pendapatmu tentang system pemerintahan diktator?
  2. Utarakan pandanganmu mengenai sistem pemerintahan demokrasi.
  3. Sebutkan beberapa masalah sosial yang kamu ketahui dewasa ini di negara kita.

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Tidak ada manusia yang tidak ingin bebas. Kebebasan adalah adalah hak asasi manusia dalam kodratnya. Sistem yang mengindahkan hak asasi ini, tentu menjadi baik karena menjamin hak-hak pribadi misalnya demokrasi. Akan tetapi dalam sebuah negara demokrasi bukan berarti tidak ada lagi masalah sosial. Masalah sosial bukan hanya timbul karena ulah sekelompok orang tetapi juga karena tingkah laku pribadi manusia.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Bacaan dari Kisah Para Rasul (kis 4:32-37)

Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama. Dan dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus dan mereka semua hidup dalam kasih karunia yang melimpah-limpah.

Sebab tidak ada seorang pun yang berkekurangan di antara mereka; karena semua orang yang mempunyai tanah atau rumah, menjual kepunyaannya itu, dan hasil penjualan itu mereka bawa dan mereka letakkan di depan kaki rasul-rasul; lalu dibagi-bagikan kepada setiap orang sesuai dengan keperluannya. Demikian pula dengan Yusuf, yang oleh rasul-rasul disebut Barnabas, artinya anak penghiburan, seorang Lewi dari Siprus. Ia menjual ladang, miliknya, lalu membawa uangnya itu dan meletakkannya di depan kaki rasul-rasul.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Kebersamaan adalah sesuatu yang indah. Bila kita dapat hidup baik, damai dan tenteram bersama orang lain, itu adalah anugerah yang amat besar. Betapa bahagia bila seseorang memiliki beribu-ribu kenalan, sahabat dan teman bercanda-ria. Tetapi betapa celaka jika kita memiliki satu saja musuh di antara sesama manusia.

Jemaat Perdana adalah masyarakat yang adil, makmur damai dan bahagia. Hal itu terwujud karena tidak seorangpun yang merasa bahwa sesuatu itu adalah miliknya melainkan milik bersama. Mereka sedih bila seseorang susah atau menderita. Bahkan setiap orang di antara mereka rela menjual segala kepunyaannya untuk kepentingan bersama.

Dalam kenyataan hidup dewasa ini, hal sebaliknya yang kerap tampak. Orang pandai membodohi orang yang tidak berpendidikan. Orang berkuasa dengan otoriter memperbudak manusia lainnya. Sekelompok orang korup dan merugikan masyarakat banyak, dsb.

Singkatnya, masalah sosial muncul marak dewasa ini karena manusia materialistis, hedonis dan brutal. Kaula muda dipanggil untuk menegaskan sikap. Dengan bermodalkan Ajaran Sosial Gereja dan Injil suci, orang muda dipanggil untuk melakukan pembaharuan dunia mulai dari dalam dirinya kemudian keluar tanpa batas.

Banyak hal bisa kita lakukan. Jika tidak dapat menyumbangkan materi sumbangkanlah pikiran atau tenaga. Perhatian saja sangat berharga mengingat banyak orang sudah acuh-tak acuh. Jika tidak mampu memperbaiki sesuatu, janganlah orang muda menciptakan sesuatu yang buruk alias merusak baik situasi maupun dirinya sendiri. Jika tidak bisa menghibur jangan membuat orang sedih atau susah. Harus ada yang berdoa bagi dunia ini, ada yang terlibat aktif dalam politik dan kemasyarakatan. Suatu hal mesti kecil bila dilakukan dengan hati tulus dan penuh kasih sangat berarti.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi orang yang teraniaya….Kami mohon.
  2. Bagi para korban kekerasan di rumahtangga….Kami mohon.
  3. Bagi OMK KAM…. Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini….. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen saling memperhatikan satu sama lain.
  • OMK berkomitmen menjunjung tinggi demokrasi.                                                               

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa yang penuh kasih. Kami bersyukur karena penyertaanMu. Semoga lewat pertemuan ini, cinta kami semakin berkobar terhadap sesama yang menderita miskin dan papa. Gerakkanlah hati kami agar setia kepada komitmen yang telah kami ikrarkan. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup (PS No.661)

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Andaikan Aku Pahami

Andaikan aku pahami bahasa semuanya,

hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati.

            Ulangan: Ajarilah kami Tuhan, bahasa cinta kasih

Andaikan aku lakukan yang luhur dan mulia,

jika tanpa cinta kasih hampa dan tak berguna. Ulangan

              Andaikan semua ilmu sudahlah kumiliki,

              hanya cinta yang mengerti rahasia bahagia. Ulangan

Andaikan aku dermakan segala harta milik,

hanya cintaku yang mampu membahagiakan orang. Ulangan

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *