Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I Maret 2018

MANUSIA PRIBADI YANG BERMARTABAT

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya. Manusia memiliki derajat tertinggi di antara segala ciptaan: manusia disebut pribadi dan manusia merupakan makhluk yang mampu berkomunikasi dengan Allah. Dari kodratnya, manusia itu bersifat sosial. Manusia berkembang apabila manusia bertumbuh dalam Roh. Kala jauh dari penciptanya, manusia menjadi gelisah dan rapuh.

Nyanyian Pembuka

            Mana-mana Tuhan panggil

Mana-mana Tuhan panggil 3x

Saya kerja diladangnya Tuhan

Saya kerja 3x diladangnya Tuhan

            Muda-mudi Tuhan panggil (3X)

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah yang mahabaik. Kami bersyukur karena kami Engkau ciptakan seturut gambarMu. Bimbinglah kami dalam pertemuan ini, untuk mendalami makna pribadi dan nilai kami manusia cipataanMu di hadapanMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 47-55

MANUSIA SEBAGAI PRIBADI DAN IMAGO DEI

Manusia adalah pribadi berarti memiliki martabat yang tidak bisa diganggu gugat. Manusia adalah gambar Allah (Imago Dei), maka manusia adalah ciptaan yang menampakkan diri Sang Pencipta. Manusia bukan sesuatu melainkan seseorang, jadi dia unik dan tak ternilai. Manusia mampu merefleksikan diri, mampu membuat keputusan bebas dan bersatu dalam komunitas bersama orang lain. Kesegambaran manusia dengan Allah mau mengatakan bahwa manusia harus selalu berelasi dengan Allah. Potensi manusia hanya dapat berkembang sepenuhnya di dalam Allah.

Manusia dapat bertahan hidup karena berelasi dengan sesamanya. Maka bukan hanya dengan Allah saja hubungan manusia harus baik, dengan sesamanya juga harus berhubungan baik. Hubungan manusia dimulai dalam keluarga kemudian berteman dan akhirnya bermasyarakat. Manusia diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan. Keduanya memiliki martabat yang sama di hadapan Allah. Laki-laki dan perempuan bersatu; saling membantu dan melengkapi menghadapi persoalan hidup yang mereka hadapi. Cinta laki-laki dan perempuan berbuah ketika mereka memiliki anak dan mereka menjadi sel awal dari masyarakat.

Hidup bermasyarakat adalah tanggungjawab terhadap ciptaan dan pribadi lain. Tanggungjawab sosial berkaitan juga dengan hewan yang harus diperlakukan dengan hormat, berkaitan dengan alam yang tidak boleh dieksploitasi tetapi digunakan secara bijak dan betanggungjawab. Kita harus ingat bahwa pusat ajaran sosial Gereja adalah pribadi manusia. Artinya manusia memiliki skala prioritas dalam setiap tindakan sosial.

Dalam hidup ini, pribadi manusia dan martabatnya mendapat banyak ancaman dan bahaya. Faktor perusak utamanya ialah dosa. Adam menjadi prototype manusia yang kalah kepada godaan lalu berbuat dosa dan akhirnya merugikan semua manusia (dosa asal). Sebenarnya setiap orang dapat mengalahkan dosa. Asal manusia sadar bahwa godaan masuk ke dalam kebebasan kita yang terdalam, dan mempengaruhi kita memilih sengaja melakukan dosa untuk melawan Allah.

Kita harus mengasihi sesama, entah karena dia baik atau agar dia menjadi makin baik. Kita harus berbuat demikian karena kejahatan adalah kurangnya kebaikan. Hati kita harus yakin bahwa mudahnya orang berdosa adalah karena kita membiarkan dosa itu terjadi. Bukan kita tidak mampu melawan godaan tetapi kita membiarkan dosa terjadi.

Dosa memiliki dimensi pribadi dan sosial. Dosa itu buruk bagi orang yang melakukannya dan buruk bagi orang yang kena akibatnya. Dosa pribadi dapat mempengaruhi sikap orang lainnya. Namun dosa itu bukan takdir, struktur dosa dapat diubah dengan mengenal dan mengakui adanya dosa.

Ada beberapa hal yang harus kita renungkan:

  • Wajah anak-anak yang dihantam oleh kemiskinan, bahkan sebelum dilahirkan.
  • Wajah kaum muda yang bingung kehilangan arah hidupnya karena tidak bisa menemukan tempat dalam masyarakat
  • Wajah buruh yang sering kali dibayar dibawah standar upah
  • Wajah penduduk kota yang terpinggirkan dan kumuha

Tampaknya ini adalah akibat dari sistem politik, ekonomi, sosial, realitas lain dan struktur-struktur.

Sesudah itu sekarang kita pikirkan apa yang dapat membangun keutuhan pribadi manusia itu. Manusia terdiri dari tubuh dan jiwa, keduanya harus dibangun bersama untuk mencapai keutuhan pribadi manusia. Karena memiliki jiwa, manusia memiliki hubungan sampai dengan hal-hal yang tak terbatas-transenden: dapat melampaui dirinya sendiri. Dengan mengakui yang lain, manusia makin dekat dengan dirinya sendiri.

Maka masyarakat harus menghormati dan menyerukan martabat pribadi manusia. Tatanan sosial diciptakan untuk manusia. Penataan hal-hal harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi-pribadi. Manusia harus bebas membangun hubungan personal dan sosial. Manusia bebas bertujuan seperti tujuan Allah saat merancang dunia ini.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Bagaimanakah nilai pribadi manusia menurutmu?
  2. Mengapa manusia harus bebas?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Nilai manusia sebesar nilainya di hadapan Allah. Bila Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya, maka seperti itulah nilai manusia itu. Manusia karena martabatnya harus bebas. Bebas karena Allah menginginkan manusia itu bebas sejak semula.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Bacaan dari Kitab Kejadian 1:26-27

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”

Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

P. Demikianlah Sabda.

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

Saudara-saudari OMK, kita semua adalah gambaran Allah. Kita semua dapat melampaui diri kita dan hal itu hanya bisa kita pahami dalam hubungannya dengan Allah. Kita mungkin punya mimpi masing-masing akan masa depan kita. Itu berarti kita melampaui diri kita yang sekarang. Kita bahkan mampu menerawang ke dalam hati sesama kita yang bersedih atau gembira, itu berarti kita melampaui diri kita. Ada fakta yang tak tersangkalkan, bahwa dalam pemahaman kita kemampuan berpikir memuai tanpa batas. Tiap hari pengetahuan kita bertambah dari satu menjadi seribu sampai manusia mati pemahaman tetap bertambah luas. Mengapa demikian? Karena kita bukan hasil evolusi yang terjadi begitu saja dan tanpa arti. Masing-masing dari kita diciptakan Allah, dibutuhkan, dikasihi dan dicintaiNya.

Maka itu berteman adalah kewajiban kita (sosial). Jika kita mengenal yang lain kita menjadi tahu arti lapar, mengenal yang lain berarti memberi. Singkatnya aku mengerti tatapan orang lain saat aku memberi, atau menolaknya. Keselamatan sesama adalah keselamatanku juga. Maka jangan abaikan jiwamu sendiri. Jika jiwa sendiri terabaikan, maka kita tidak bisa memberi apa yang harusnya kita berikan kepada orang lain. Itulah sebabnya kita harus memberi waktu untuk jiwa kita sendiri dengan menerima yang lain.

Kita harus sadar, bahwa hal itu ada di sini dan saat ini. Saat yang paling penting ialah saat ini. Orang yang paling penting adalah mereka yang ada di hadapan kita saat ini. Fakta yang paling penting ialah kasih kepada sesama dan diri sendiri saat ini. Kita adalah citra Allah di sini dan saat ini. Maka berbuatlah sekarang di sini dan saat ini.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi orang-orang yang kesepian…. kami mohon.
  2. Bagi orang yang dikucilkan…. kami mohon.
  3. Bagi OMK sedunia…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen menemukan diri dengan menerima yang lain.
  • OMK berkomitmen memprioritaskan pribadi manusia dalam setiap relasi sosial.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa, terima kasih atas penyertaanMu bagi kami selama kegiatan ini. Semoga cinta kami semakin berkobar terhadap sesama karena sabdaMu yang kami dengarkan hari ini. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

                        Pujilah Tuhan

            Pujilah Tuhan                          Bless the Lord, my soul

            pujilah namaNya.                    And bless God’s holy name

            Pujilah Tuhan                          Bless the Lord, my soul

            sumber kehidupan.                  He leads me into life

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *