Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV Maret 2018

EKSKURSUS:

PRIBADI MANUSIA DALAM BIOETIKA

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Kasih Allah tidak membedakan antara bayi yang masih dikandung di dalam Rahim, anak-anak, ibu, remaja dan orang dewasa. Allah tidak membedakan mereka karena Dia melihat rupa dan gambar diriNya dan mereka semua. Hidup manusia adalah kudus dan tidak boleh diganggu gugat, sejak dia dikandung sampai kematiannya.

Nyanyian Pembuka

            Tinggallah bersama aku

Tinggallah bersama aku                                               Stay with me remain here with me

Di dalam doa, di dalam doa (2X)                               Watch and pray (2x)

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak ….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar   kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus dalam pertemuan kami ini. Semoga kami memahami makna hidup yang Engkau anugerahkan kepada kami dan bersyukur atasnya. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No (69-83)

MELESTARIKAN HIDUP BAGI ALLAH

Kata bioetika berasal dari bahasa Yunani:  bios = hidup dan ethos = adat, penerapan, kebiasaan baik. Bioetika adalah cara berhubungan yang baik dengan semua makhluk hidup. Bioetika membahas lingkungan hidup, melestarikan ciptaan dan menjadi etika kehidupan umat manusia. Hidup adalah rahmat dari Allah. Bila ada orang miskin dan melarat itu bukan dilakukan oleh Allah. Manusialah yang hidup tidak adil dan tidak peduli dengan sesamanya. Akan tetapi penganut Sosialisme berpendapat bahwa ada hidup yang tidak layak dihidupi. Maka pernah terjadi Nazisme, secara criminal mereka hendak menjadikan dirinya menjadi tuan atas kehidupan.

Bioetika berhadapan dengan banyak pertanyaan: apakah nilai yang dimiliki orang sakit, janin yang belum terlahirkan, atau orang yang sudah lanjut usia? Pada masa sekarang ini pria dan wanita berisiko hanya dianggap sebagai roda mesin yang bisa dieksploitasi, orangtua diterlantarkan dan diabaikan, janin yang digugurkan. Ada saja orang yang mengatakan bahwa manusia dapat disebut pribadi hanya setelah ia dilahirkan. Ada pula yang berpendapat bahwa manusia dapat dikatakan pribadi ketika ia dapat berpikir dan berpendapat. Interpretasi ini ditolak oleh Gereja Kudus. Gereja telah menemukan bahwa hidup manusia dimulai sejak pertemuan sel telur dan sperma. Maka penghormatan martabat juga ditunjukkan kepada janin.

Martabat manusia sangat terancam ketika hidup itu baru dimulai dan ketika hidup itu akan berakhir. Mengapa demikian? Sebab ketika masih dalam kandungan dan ketika sudah lanjut usia, manusia tidak mampu membela martabatnya. Pada masa seperti itu manusia hanya butuh perhatian, cinta dan pengakuan dari orang lain. Jadi dalam hal itu tidak boleh ada aborsi, euthanasia sebab mereka adalah citra Allah dan bermartabat. Kita juga tidak boleh memilih-milih, sehingga apabila diketahui janin memiliki kelainan lantas membuangnya. Sama halnya dengan orang yang lahir cacat, memiliki martabat seperti orang yang sehat dan sama di hadapan Allah.

Orang Kristen harus punya prinsip: “aku tidak akan memberikan obat-obatan meski diminta, dan aku juga tidak akan memberikan nasihat seperti itu; dengan cara yang sama, aku tidak akan memberikan obat-obatan kepada wanita untuk aborsi. Kehidupan sejak saat pembuahan harus dilindungi. Pembunuhan dan pengguguran anak merupakan tindakan yang jahat dan durhaka.” Hai orang muda tanyalah dalam hatimu, “Jika manusia tidak lagi aman dalam pangkuan ibunya, di mana lagi tempat aman baginya di dunia?”

Dalam kasus tertentu seperti “perkosaan” kita harus memahami dua fakta. 1) kejahatan yang mengerikan telah dilakukan kepada seorang wanita. Pelaku harus ditindak karena moralnya yang tercela. Korban harus dibantu dengan memberikan penghiburan dan kekuatan. 2) Janin yang meskipun karena perkosaan adalah makhluk yang dicintai Allah. Terlepas dari ayah biologisnya, Allah punya rencana untuk anak ini. Meskipun korban bisa mendapat tekanan biologis, akan tetapi bisa jadi mendapat penghiburan dan harapan baru ketika anaknya sudah lahir. Ada juga kemungkinan anak itu diadopsi oleh orang lain. Apapun yang terjadi, Allah peduli dan memberi perhatian kepada semua orang yang terlibat. Kita yang berada dalam lingkungan korban harus menjaga suasana kondusif agar korban merasa aman dan damai.

Sedikit tentang PID (pre-implementation diagnosis) atau diagnosis pra-kelahiran. Ini adalah diagnosis penyakit bawaan sebelum kelahiran. Kerap hal ini merugikan pihak wanita hamil atau janin yang dikandung. Ada bahaya serius karena seseorang bisa dengan sewenang-wenang menentukan nilai hidup manusia. Hal ini menyebabkan janin divonis tidak sehat atau kurang bermutu sehingga tidak dibiarkan hidup. Sering pula digunakan untuk mengakhiri hidup janin yang jenis kelaminnya tidak diinginkan.

Euthanasia ditolak oleh Gereja karena menentang perintah Allah yang kelima “jangan membunuh”. Hanya Tuhan saja yang berkuasa atas hidup dan mati. Prinsip yang harus dipegang ialah “kami membantu orang yang hampir mati” bukan “kami membantu orang untuk mati”. Pendampingan untuk orang dalam keadaan kritis penting. Demi cinta kasih orang sakit dapat diberikan semua kemungkinan perawatan medis atau kedokteran paliatif (meredakan rasa sakit) jika ada permintaan langsung dari pasien dengan memperhatikan hukum moral. Hal itu dapat diberikan jika dipandang masih memberikan harapan akan sembuh. Kita harus ingat, bahwa euthanasia bukan penyerahan kepada Allah, melainkan mengakhiri hidup orang yang menderita.

Nah sekarang tentang orang yang bunuh diri. Apakah kita berhak menentukan kematian kita? Tidak. Hanya Tuhan yang berhak. Keinginan manusia terdalam adalah “aku ingin tetap hidup”. Bunuh diri bertentangan dengan perintah “jangan membunuh”. Meskipun dalam keadaan sekarat, hal itu tidak bisa dilakukan.

Dalam presfektif Kristen, sekarat adalah bagian yang menentukan dalam hidup, dan bagi banyak orang menjadi langkah menuju kesempurnaan akhir. Bagi orang Kristen hidup adalah anugerah dari Allah. Kematian bukan akhir dari hidup kita. Kematian adalah perubahan menuju hidup kekal yang penuh kasih di dalam Allah. Dalam penderitaan, Kristus ada dekat dengan kita.

Dokumen-dokumen yang terkait dengan topik di atas:

Rerum Novarum: Kebebasan Manusia, Dasar hak Manusia

Mater et Magistra: Kebebasan inisiatif pribadi

Pacem in Terris: Ha katas hidup dan Panghidupan, Hak terhadap Allah, hak manusiawi

Gaudium et Spes: Perpecahan Umat Manusia

Populorum Progressio: Pembangunan-nama lain Perdamaian.

Familiaris Consortio: Kodrat Seksualitas Manusia, martabat perempuan

Centesimus Annus: Memahami Manusia, Kebebasan dan Masyarakat

Evangelium Vitae: Persekongkolan melawan Kehidupan, Hak untuk menentukan kematian sendiri, pelenyapan hidup manusia, perang demi kehidupan, tidak ada hak untuk membunuh, penelitian embrio, diagnosis pra-kelahiran

Africae Munus: Manusia yang menjadi Tahanan

Laudato Si: Martabat Manusia

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Bagaimana perasaanmu ketika mendengar ada orang bunuh diri? Berikan komentar singkat.
  2. Apa pendapatmu tentang aborsi dan euthanasia?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Hidup yang diberikan Allah hanya bisa diakhiri oleh Allah sendiri menurut kehendakNya. Kita hanya diminta untuk saling mengasihi dan membangun satu sama lain. Sebab manusia tidak pernah akan bisa menciptakan hidup, hanya bisa dengan paksa mengakhirinya dan tindakan seperti itu adalah kejahatan karena menganggap diri sama dengan Allah.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabdaNya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Bacaan dari Kitab Kejadian (Kej.4:1-16)

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani. Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram. Firman TUHAN kepada Kain: “Mengapa hatimu panas dan mukamu muram? Apakah mukamu tidak akan berseri, jika engkau berbuat baik? Tetapi jika engkau tidak berbuat baik, dosa sudah mengintip di depan pintu; ia sangat menggoda engkau, tetapi engkau harus berkuasa atasnya.” Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia. Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?” Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah. Maka sekarang, terkutuklah engkau, terbuang jauh dari tanah yang mengangakan mulutnya untuk menerima darah adikmu itu dari tanganmu. Apabila engkau mengusahakan tanah itu, maka tanah itu tidak akan memberikan hasil sepenuhnya lagi kepadamu; engkau menjadi seorang pelarian dan pengembara di bumi.” Kata Kain kepada TUHAN: “Hukumanku itu lebih besar dari pada yang dapat kutanggung. Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi; maka barangsiapa yang akan bertemu dengan aku, tentulah akan membunuh aku.” Firman TUHAN kepadanya: “Sekali-kali tidak! Barangsiapa yang membunuh Kain akan dibalaskan kepadanya tujuh kali lipat.” Kemudian TUHAN menaruh tanda pada Kain, supaya ia jangan dibunuh oleh barangsiapa pun yang bertemu dengan dia. Lalu Kain pergi dari hadapan TUHAN dan ia menetap di tanah Nod, di sebelah timur Eden.

P. Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Renungan

Kisah Alkitab, tentang awal dunia dan umat manusia, berbicara kepada kita tentang Allah yang melihat (merenungkan) ciptaan kemudian berkata: “Itu baik”. Apa arti perkataan ini?

Dunia kita, di hati dan pikiran Allah, adalah “rumah harmonis dan damai”. Dunia adalah ruang di mana setiap orang dapat merasakan tinggal “di rumah” sendiri, karena hal itu “baik”. Semua ciptaan membentuk persatuan yang harmonis. Manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah adalah satu keluarga, di mana hubungan-hubungan ditandai dengan sebuah persaudaraan sejati yang tidak hanya dalam kata-kata. Orang lain adalah saudara-saudari untuk kasih, kesetiaan dan kebaikan, yang mencerminkan setiap relasi manusia dan membawa keharmonisan pada keseluruhan ciptaan-Nya. Dunia Allah ialah sebuah dunia di mana setiap orang merasa bertanggung jawab atas (kebaikan) yang lain. Beginikah dunia yang sedang kita hidupi?

Sebagian manusia memperjuangkannya namun ada juga kekerasan, perpecahan, dan perang yang merupakan hasil karya manusia sendiri. Kerusakan akan terjadi ketika seseorang berhenti merenungkan dan memperjuangkan keindahan dan kebaikan “rumahnya” dan kebersamaan di dalamnya, sebaliknya menarik diri ke dalam keegoisannya. Ketika seseorang hanya memikirkan dirinya sendiri, menempatkan dirinya di tempat Allah, semua relasi baik dirusak dan segala sesuatunya hancur; kemudian pintu terbuka kepada kekerasan, ketidakpedulian dan dosa. Hal inilah yang  terjadi pada Kain dalam bacaan tadi. Akhirnya ia membunuh adiknya.

Dalam kekacauan ini Allah menanyakan hati nurani manusia (Kain): “Di mana Habel, adikmu?” Dan Kain menjawab: “Aku tidak tahu; apakah aku penjaga adikku?” Kita juga ditanyakan [dengan] pertanyaan ini. Apakah aku adalah benar-benar penjaga saudaraku? Ya, kita adalah penjaga saudara kita! Tidak seharusnya seperti Kain. Menjadi manusia berarti saling menyayangi satu sama lain! Kita diminta melihat penderitaan saudara dan saudari kita.

Hal lain adalah bahwa kita harus memperjuangkan damai. Iman Kristiani kita mendesak kita untuk melihat kepada kayu Salib. Salib adalah jawaban Allah. Kekerasan tidak dijawab dengan kekerasan, kematian tidak dijawab dengan bahasa kematian. Dalam keheningan Salib, kegaduhan senjata-senjata berhenti dan bahasa rekonsiliasi, dialog dan perdamaian diucapkan. Salib mengakhiri segala persoalan, relasi-relasi kembali dipulihkan, damai antara surga dan bumi terjadi lagi. Semua itu demi perhatian kepada saudaraNya, ciptaanNya yang harus diselamatkan.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para lansia….Kami mohon.
  2. Bagi orang yang menjelang maut…. Kami mohon.
  3. Bagi semua orang muda… Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. Kami mohon.

U. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.   Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen untuk mengasihi hidup semua ciptaan
  • OMK berkomitmen untuk banyak membaca dokumen-dokumen Gereja mengenai Bioetika.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya Tuhan, kami bergembira karena Engkau menjadikan menurut gambarMu. Ajarlah kami menjunjung tinggi martabat kami dan sesama serta mempersembahkannya kembali kepada kebaikanMu yang menyelamatkan kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, sekarang dan selama-lamanya.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Kasih yang sempurna

Kasih yang sempurna telah kut’rima dari Mu

Bukan karena kebaikanku

Hanya oleh kasih karuniaMu Kau pulihkan aku,

layakkanku tuk dapat memanggilMu, Bapa
Kau beri yang kupinta saat kumencari kumendapatkan

Kuketuk pintuMu dan Kau bukakan

S,bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal
Tak kan Kau biarkan

Aku melangkah hanya sendirian

Kau selalu ada bagiku

Sbab Kau bapaku Bapa yang kekal

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *