Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II April 2018

PRINSIP SUBSIDIARITAS

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Yang mendasari prinsip subsidiaritas adalah pengakuan bahwa setiap orang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Tanggung jawab itu mengandung arti setiap orang memiliki hak untuk menentukan nasibnya sendiri. Itu adalah hak yang harus dihormati. Konsekuensinya, orang lain sama sekali tidak bisa begitu saja mencampuri urusan dan tanggung jawab seseorang terhadap dirinya sendiri. Hal yang sama juga berlaku untuk lembaga atau komunitas, seperti keluarga, rukun tetangga, dst. Selama tanggung jawab mampu diemban dengan baik oleh individu atau komunitas tersebut, individu lain dan lembaga lain tidak boleh melakukan intervensi atau pun mengambil alih tanggung jawab itu.

Nyanyian Pembuka

Kasih pasti lemah lembut
Kasih pasti memaafkan
Kasih pasti murah hati
KasihMu kasihMu Tuhan
            Ajarilah kami ini saling mengasihi
            Ajarilah kami ini saling mengampuni
            Ajarilah kami ini kasihMu ya Tuhan
            KasihMu kudus tiada batasnya.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

P. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup   yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

            Bapa yang mahamurah hati, kami berkumpul di hadapanMu mohon penyertaanMu bagi kami dalam ibadat ini. Terangilah hati dan budi kami agar mampu menerima pesan-pesan yang akan Kau sampaikan kepada kami lewat tema Prinsip Subsidiaritas ini. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 95-97

PRINSIP SUBSIDIARITAS

Setiap tugas sosial selalu ditugaskan pertama-tama pada kelompok terkecil yang dapat melakukannya. Kelompok yang lebih tinggi dapat bertanggung jawab hanya jika kelompok yang lebih kecil tidak mampu mengatasi masalah. Jika kelompok yang lebih kecil membutuhkan bantuan, yang lebih tinggi harus membantu. Itulah peran dari prinsip subsidiaritas.

Prinsip subsidiaritas juga berlaku dalam politik, misalnya saat menentukan hubungan pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Hanya ketika pemerintah daerah tidak bisa menyelesaikan sendiri masalahnya, pemerintah pusat boleh menunjukkan kompetensinya. Selain itu, secara prinsip, seorang Kristen dipanggil untuk berpartisipasi aktif dalam masyarakat dan tidak ada pengecualian, itulah makna prinsip subsidiaritas bagi pribadi.

Otoritas Gereja juga harus mempercayakan kepada awam tugas-tugas yang dapat dilakukan atau bahkan lebih baik dari pada imam dan mengizinkan dia bertindak secara bebas dan bertanggungjawab dalam batas yang ditetapkan untuk karyanya atau yang dituntut oleh kebutuhan Gereja.

Memang bila kita renungkan. Tidak mungkin kita menolong orang yang mampu melakukan pekerjaannya. Dan tidak mungkin bagi kita tidak menolong orang lain yang membutuhkan pertolongan. Marie Von Ebner Eschenbach, seorang penulis dari Austria pernah berkata, “mereka yang kita tolong juga menopang hidup kita”.

Paus Pius XI dalam Quadragesimmo Anno menegaskan bahwa prinsip subsidiaritas berguna untuk mencegah sentralisasi berlebihan dan memperkuat kebebasan pribadi-pribadi dan kelompok-kelompok untuk mengembangkan dirinya. Dengan demikian kita telah turut mengembangkan rasa tanggungjawab dalam diri sesama kita. Mengzi, seorang filsuf dari Tingkok pernah berpesan, “tanggungjawab untuk diri sendiri adalah akar dari segala tanggungjawab”.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Pernahkah kamu mendapat suatu tugas dalam kelompok komunitas orang muda? Ceritakanlah tugas seperti apa itu!
  2. Apa yang kamu lakukan jika dalam melaksanakan tugas itu menemui kesulitan?
  3. Setelah menjawab kedua pertanyaan di atas, mengertikan kamu mengenai prinsip subsidiaritas? Coba jelaskan kembali secara singkat!

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Setiap orang pasti pernah menerima suatu tugas dalam perjalanan hidupnya. Tugas itu bisa jadi dari komunitas, dari tengah-tengah keluarga, bahkan dalam hidup bermasyarakat. Ketika seseorang kesulitan melaksanakan tugas-tugas yang dipercayakan, misalnya dalam komunitas orang muda, pastilah ia akan meminta pertolongan. Nah sebagai pembina atau ketua dari komunitas itu, haruslah memahami prinsip subsidiaritas. Sebagai ketua ataupun pembina kita tidak boleh begitu saja mengambil alih tugas yang seharusnya menjadi tanggungjawab anggota kita. Sebagai pembina atau ketua harus memberi kesempatan bagi anggotanya untuk menyelesaikan tugasnya sendiri. Apabila anggota tersebut tidak mampu lagi, barulah dapat diberikan pertolongan sebagai ketua atau pembina.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

Bacaan dari Surat Rasul Yakobus: (2: 14-26)

Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia? Jika seorang saudara atau saudari tidak mempunyai pakaian dan kekurangan makanan sehari-hari, dan seorang dari antara kamu berkata: “Selamat jalan, kenakanlah kain panas dan makanlah sampai kenyang!”, tetapi ia tidak memberikan kepadanya apa yang perlu bagi tubuhnya, apakah gunanya itu? Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku.” Engkau percaya, bahwa hanya ada satu Allah saja? Itu baik! Tetapi setan-setan pun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar. Hai manusia yang bebal, maukah engkau mengakui sekarang, bahwa iman tanpa perbuatan adalah iman yang kosong? Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah? Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. Dengan jalan demikian genaplah nas yang mengatakan: “Lalu percayalah Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.” Karena itu Abraham disebut: “Sahabat Allah.” Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman. Dan bukankah demikian juga Rahab, pelacur itu, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia menyembunyikan orang-orang yang disuruh itu di dalam rumahnya, lalu menolong mereka lolos melalui jalan yang lain? Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

Bulan Agustus oleh Gereja ditetapkan sebagai bulan Ajaran Sosial Gereja (ASG). Sebagai warga negara kita diajak untuk mewujudkan iman kepada Yesus Kristus dengan perbuatan-perbuatan sosial, karena iman pada dasarnya tidak bisa lepas dari perbuatan. “Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati.” (Yak 2:17). Yesus Kristus sendiri bahkan mengidentifikasikan diri dengan orang-orang yang kecil dan menderita, sehingga kalau kita beriman kepada Yesus Kristus, dengan sendirinya kita juga harus memperhatikan orang-orang kecil dan menderita. 

Dalam Ajaran Sosial Gereja ada upaya Gereja untuk merumuskan maksud dan arah keterlibatan orang Kristen dalam menghadapi masalah-masalah dalam hidup kemasyarakatan yang majemuk dan berbeda-beda. Ada salah satu prinsip yaitu: Prinsip subsidiaritas, artinya setiap kebijakan dan peraturan yang berlaku di masyarakat, baik itu lokal, nasional, maupun internasional, haruslah sejalan dengan prinsip kebaikan bersama. Menjalankan prinsip subsidiaritas berarti menghargai kemampuan setiap manusia, baik pribadi maupun kelompok untuk mengutamakan usahanya sendiri, sementara pihak yang lebih kuat siap membantu seperlunya.

Kiranya tidak salah bila kita mengutip kata-kata Confusius tentang hal ini, “Yang kau katakan aku lupa. Yang kau tunjukkan aku ingat. Yang kau biarkan kulakukan aku mengerti”. Kiranya ajaran social Gereja juga tidak bertentangan dengan ini sebab Confusius berpikir bahwa adalah sangat penting menghargai kemampuan orang dan membiarkan orang menunjukkan dirinya. Confusius hanya berharap bahwa kita hanya bisa menunjukkan untuk mengingatkan sesama, jangan sampai mengambil alih pekerjaan bahkan yang orang mampu melakukannya.

Setelah Yesus memberi berbagai petunjuk, Yesus juga mengutus para murid untuk melakukan hal yang sama seperti Dia lakukan? Yesus mempercayai muridNya, Dia membiarkan muridNya berkarya agar para murid mengerti lebih cepat. Sebab ketika Yesus bercerita murid sulit memahami kata-kataNya. Namun lihatlah ketika Petrus atau Paulus berkotbah, mereka membuat surga seolah-olah kelihatan karena pengajaran mereka.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita dengan rendah hati menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi orang yang menerima tugas-tugas gerejani…. Kami mohon.
  2. Bagi orang yang mengalami kesulitan menjalankan tugas-tugasnya…. Kami mohon.
  3. Bagi orang muda agar kuat dalam tanggungjawab…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang berkumpul di sini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.   Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • Saya berkomitmen untuk selalu bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang di emban sebagai OMK.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa mahabaik, Terimakasih atas penyertaan-Mu dalam ibadat dan diskusi kami hari ini. Kini kami hendak menutup kegiatan ini dengan mohon rahmat penyertaanMu dalam tugas-tugas kami sebagai OMK. Semoga kami dapat melakukannya sesuai dengan kehendakMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.      

Ulangan:         

Cinta kasih Allah dicurahkan di dalam hati kita.

Oleh Roh ilahi, sumber cinta kasih

Yang dianugerahkan bagi kita.

            Walau cantik indah mempesona

            Walau kaya raya dan kuasa

            Walau kuat dan gagah perkasa

            Percumalah tanpa cinta kasih. Ke Ulangan:

 Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *