Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III April 2018

PRINSIP SOLIDARITAS

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Solidaritas merupakan sikap ikut merasakan terhadap apa yang dirasakan orang lain. Dalam hal ini difokuskan rasa solider terhadap orang-orang miskin. Allah juga memiliki rasa solidaritas terhadap orang-orang miskin yang hidupnya penuh dengan penderitaan dan ketidakadilan. Orang menjadi miskin tidaklah atas kehendak mereka sendiri dan tidak atas kehendak Allah tetapi salah satu faktor penyebab mereka miskin adalah kasalahan dari pihak yang tidak bertanggungjawab atas kehidupan mereka dan keadaan status. Penyebab lain yang mengakibatkan semakin banyaknya orang miskin adalah adanya eksploitasi terhadap mereka oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Untuk itu, solidaritas merupakan ikatan yang menyatukan kita sebagai manusia. Solidaritas pertama-tama adalah kesadaran akan tanggung jawab bagi sesama. Ketika kamu berhenti berkontribusi, kamu mulai mati (Eleanor Roosevelt).

Nyanyian Pembuka

Andaikan Aku Pahami

Andaikan aku pahami bahasa semuanya,

hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati.

            Ulangan: Ajarilah kami Tuhan, bahasa cinta kasih

Andaikan aku lakukan yang luhur dan mulia,

jika tanpa cinta kasih hampa dan tak berguna. Ulangan

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

Marilah berdoa,

            Bapa yang mahamurah hati, kami berkumpul di hadapan-Mu mohon penyertaanMu bagi kami dalam ibadat ini. Terangilah hati dan budi kami agar mampu mengerti makna solider yang akan kami bahas lewat pertemuan ini. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No 98-103

PRINSIP SOLIDARITAS

Prinsip solidaritas memberikan ekspresi dimensi sosial atas pribadi manusia. Tidak ada manusia yang bisa hidup bagi dirinya sendiri saja; dia selalu bergantung pada orang lain, dan bukan hanya untuk menerima bantuan praktis, tetapi juga untuk memiliki rekan bicara, tumbuh dengan memahami ide-ide, argumen, kebutuhan, dan keinginan orang lain, dan untuk dapat mengembangkan kepribadian seutuhnya.

Solidaritas sebagai prinsip tatanan sosial berfungsi mengatasi “struktur dosa” dan menciptakan “peradaban cinta kasih” dan konsekuensinya ialah solidaritas. Sebagai kebajikan moral, solidaritas berarti dukungan yang diniati dan dilakukan demi kesejahteraan semua orang. Prinsip solidaritas menuntut agar semua orang zaman ini menanamkan kesadaran yang lebih besar bahwa mereka adalah orang-orang yang berutang pada masyarakat dimana mereka menjadi bagiannya.

Bagi orang beriman, alasan terbesar untuk mempraktikkan solidaritas ialah karena solidaritas Yesus. Anak Allah tidak hanya menyatakan solidaritas dengan seluruh umat manusia; Ia bahkan merelakan nyawa-Nya sendiri untuk kita. Pemberian diri mutlak demi orang lain merupakan kasih dan solidaritas tertinggi dan harus menjadi tolok ukur karya Kristiani. Orang kecil, orang besar, miskin atau kaya semuanya harus menunjukkan niat untuk memajukan masyarakat. Orang kecil harus dipelihara dan diperhatikan sebab mereka juga bisa mengubah dunia ini dengan cara tertentu.

Coba kita renungkan apa yang pernah dikatakan oleh Xhosa dari Afrika Selatan, bahwa “banyak orang kecil, ditempat terpencil, melakukan hal-hal kecil tetapi cukup mengubah muka bumi”. Kiranya kita sudah bertemu dengan banyak orang dalam hidup ini, dan banyak orang miskin yang baik hati, rajin ke gereja, sosial dan rukun. Bukankah mereka telah berbuat banyak untuk dunia ini? Ya, mereka berbuat sangat banyak dengan kerukunan mereka, social mereka dan iman mereka.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. “Tak ada manusia yang bisa hidup sendiri” Berikan pendapat anda atas pernyataan tersebut!
  2. Bagaimana perasaanmu saat menerima bantuan orang lain dan saat memberi bantuan kepada orang lain?
  3. Sekarang, sejauhmana anda mengerti maksud dari kata “solidaritas”?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Santo Lukas: (5:17-26)

Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat  duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit.  Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus.  Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ke atap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus.  Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia: “Hai saudara, dosamu sudah diampuni. ” Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya: “Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?  “Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka , lalu berkata kepada mereka: “Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu?  Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah?  Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa” –berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu–:”Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!”  Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah.  Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya: “Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.”

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Tidak dulu tidak sekarang, orang mendambakan kesehatan. Ketika mendengar ada orang yang dianggap bisa melakukan penyembuhan, orang sakit pun berbondong-bondong meminta pertolongannya. Saya juga ingat bagaimana ibu berjuang demi kesembuhan anak bungsunya. Ia rela berjalan jauh, melewati ganasnya ombak laut dengan perahu, demi menemui orang yang dianggap sebagai penyembuh.
Keempat orang yang menolong temannya yang lumpuh itu juga memiliki keyakinan serupa pada Yesus. Sayangnya, pintu rumah tempat Yesus berada telah tertutup karena berjejalnya banyak orang. Tidak ada jalan bagi keempat orang itu untuk membawa temannya yang sakit kepada Yesus. Di sinilah keharuan berawal. Ketika tersadar akan jalan buntu itu, mereka mengambil jalan lain yang tidak terduga. Lewat atap! Entah bagaimana caranya, ternyata mereka berhasil membawa naik teman yang lumpuh itu beserta dengan tempat tidurnya. Atap pun dibuka dan mereka berhasil menurunkan teman yang sakit itu tepat di depan Yesus. Solidaritas empat orang yang digerakkan oleh iman ini telah mencuri hati Yesus. Memiliki keyakinan besar bahwa Yesus adalah penyembuh sungguh patut diteladani. Tetapi, ada sisi lain yang sangat indah dan layak direnungkan, yaitu kerelaan hati dan usaha keras tanpa menyerah untuk membawa teman yang lumpuh itu kepada Yesus. Inilah bukti iman kristiani: ketika kita memiliki kerelaan hati untuk peduli akan kebutuhan orang lain dan mengarahkannya kepada Yesus.

Kita tentu masih ingat pesan Paus Benedictus XVI, bahwa solidaritas adalah kesadaran akan tanggungjawab terhadap sesama. Maka tugas kita adalah menciptakan kesejahteraan dan persahabatan bukan malah mempermasalahkannya. Kita hadir bagi orang lain saat ini bagi orang-orang di masa depan yang akan datang. Keputusan kita hari ini menentukan wajah dunia kelak. Benarlah yang ompung Paus Fransiskus katakan, “Sedikit cinta kasih untuk dunia ini, menjadikan dunia tidak lagi kejam melainkan lebih adil”.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi orang yang miskin dan teraniaya….Kami mohon.
  2. Bagi para korban ketidak-pedulian ….Kami mohon.
  3. Bagi OMK KAM…. Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini….. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman saat ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • Saya akan menjadi OMK lebih peduli kepada sesama dengan menyapa lebih sopan.
  • Saya akan menjadi OMK yang mau membantu sesamaku di komunitas orang muda.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa yang penuh kasih. Terimakasih atas penyertaanMu. Bantulah kami agar semakin mampu hidup dengan bersolider terhadap sesama kami dan demi kebersamaan kami. Agar kami hidup dalam damai dan Engkau semakin dimuliakan. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Tinggallah bersama aku

            Tinggallah bersama aku di dalam doa

            Di dalam doa… (3 x)

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *