Orang Muda Katolik Menjadi Rasul Zaman Now

Statistik OMK KAM

Menurut data statistik Keuskupan, jumlah umat Katolik Keuskupan Agung Medan (KAM) per Desember 2016 adalah 526.939 orang. Meminjam rumus penghitungan dari “Bonus Demografi” yang mengatakan bahwa pada tahun 2020 jumlah Orang Muda (15-24) mencapai 50-60%, maka jumlah Orang Muda Katolik (OMK) KAM pada 4 tahun ke depan adalah sekitar 526.939 X 55% = 289.816. OMK KAM yang tersebar di Provinsi D.I. Aceh dan Sumatera Utara didominasi oleh suku Batak. OMK KAM banyak kuliah dan merantau ke Jakarta dan kota lain di pulau Jawa dan ke Kota Medan sendiri. OMK dari paroki-paroki luar Medan banyak sekali di Kota Medan. Banyak di antaranya aktif sebagai OMK di paroki-paroki di Medan, bahkan menjadi pentolan, namun lebih banyak aktif di KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik). Pergeseran OMK ini mengakibatkan OMK di kota Medan meliputi segala usia OMK yakni 13-35. Sementara OMK paroki di luar Kota Medan dominasi usia SMA dan usia pekerja (25 tahun ke atas), usia kuliah sedikit ditemukan.

Proyek Megabina

Sejak tahun 2014 Mgr. Anicetus B. Sinaga, OFM Cap mencanangkan “Proyek Mega Bina Orang Muda”. Uskup mau OMK KAM dibina dengan sungguh-sungguh, intensif, terencana dan terukur. Komisi Kepemudaan KAM dibenahi baik personil maupun fasilitas. Selain itu dana pembinaan “dikucurkan”. Seruan-seruan kepada paroki-paroki agar membina OMK selalu digaungkan. Hal lain yang sangat penting adalah pengangkatan Katekis Generasi Muda + Volunteer (KGM+ V) KAM.

Pembinaan OMK KAM

Menanggapi Proyek Mega Bina ini dan segala “kemudahan” yang diberikan, maka Komkep tahun demi tahun mengadakan pembinaan yang cukup banyak, baik dan berkelanjutan. Pada tahun 2018 Komkep mengadakan pembinaan-pembinaan sebagai berikut:

  1. Bina KGM+V: Katekis Generasi Muda + Volunteer

Para katekis dan volunteer yang berjumlah 20-an ini mendapat pembinaan sekali 2 bulan ditambah evaluasi akhir tahun, jadi 7 kali dalam setahun. Mereka merupakan tim utama Komkep menjalankan programnya seperi LK, seminar, pembinaan untuk pembina OMK dan OMK sendiri, membuat bahan pertemuan OMK seperti Doa & Ngopi dan Modul Pembinaan OMK. Pembinaan kepada KGM+V merupakan pembinaan secara tidak langsung kepada OMK sendiri, karena mereka adalah pelaksana pertama segala program komkep kepada OMK di paroki dan kevikepannya.

  1. Bina OMK

Pembinaan OMK tahun ini berupa, 1) KAM YOUTH DAY IV 2018, 2) Doa & Ngopi II (Bahan: Docat), 3) Modul Pembinaan OMK KAM, 4) Misa OMK: Pemberangkatan & Penyambutan, 5) Pelatihan Media Sosial, 6) Temu Aktivis OMK KAM (Pastor Moderator, Pembina dan Ketua OMK paroki, 7) Pembinaan Berkala OMK dalam kerja sama ISKA & Komkep), 8) Latihan Kepemimpinan, Seminar, Retret, Rekoleksi, 9) Siaran di RMI 2 kali seminggu.

  1. Bina KMK (Keluarga Mahasiswa Katolik)

Sementara kepada KMK, selain mendampingi perjalanan harian kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh setiap KMK sendiri, komkep juga menawarkan dan menjalankan program-program berikut 1) Latihan Kepemimpinan & Kaderisasi, 2) Sakramen Tobat Massal pada Masa prapaskah, 3) Seminar Katolisitas, 4) Misa di kampus-kampus, 5) Sermon setiap minggu (UNIMED) dan 6) Campus Youth Day.

  1. Bina Pembina OMK

Pembinaan terhadap pembina OMK dirasa semakin penting. Kepada isi buku “Sahabat Sepeziarahan: Pedoman Karya Pastoral OMK” patut disampaikan. Kepada para pembina ini sangat ditekankan bahwa: seorang pembina harus sanggup menjadi sosok teladan, memiliki program jelas, menyediakan bahan kegiatan, metode yang sesuai dengan OMK, dana yang cukup & tempat mutlak tersedia. Tanpa hal-hal ini pembinaan tidak akan berjalan baik.

Kelompok-Kelompok Bina OMK

Demi pembinaan yang lebih intensif dan mengakomodasi minat para OMK, dibentuk beberapa kelompok OMK seperti: PEMULA (Persaudaraan Pemuda Lintas Agama), INA-KAM (Iuvenes Nostrae Aetatis), OMG (Online Missionaries of God) untuk Medsos, Vokep (Video Komkep), Artis Komkep dan Penari Komkep. Hal ini menarik karena OMK suka & bangga menjadi bagian dari kelompok tertentu dan memiliki “identitas khusus”. Perlu pendampingan yang intensif dan berkelanjutan karena OMK kurang bertahan lama pada pilihannya.

Kelompok-Kelompok lain di mana terdapat banyak OMK adalah seperti menjadi Guru Asmika, Paduan Suara (Ave Verum, Magnificat, Credo, Pax et Bonum dll), Focolare, San Egidio, Komunitas Tritunggal Mahakudus (KTM), Karismatik. Kelompok lain seperti KMK, PMKRI, KKMK, PK, ISKA. Banyak juga kelompok non Gerejani di mana terdapat OMK seperti, kelompok Dialog antar Agama (INGANGE), Pencinta Alam (Celah Alam_Sumatera), Sosial Kemasyarakatan (Sahabat Peduli Medan, Aksi Pemuda Peduli), Politik (Pelopor Muda-bergerak di bidang anti korupsi), Budaya (LADA SUMUT) dan Seni (grup-2 musik). Kelompok-kelompok ini harus didukung karena di sana OMK mengekspresikan bakat dan mendewasakan imannya. Dan setiap kelompok harus di-sinkron-kan, sehingga kelompok OMK itu akan kuat dan kaya.

Pembinaan OMK Kevikepan dan Paroki

Pembinaan OMK di tingkat kevikepan dan paroki mesti lebih intensif, sejauh ini masih belum. Memang ada kevikepan yang memiliki Kepengurusan dan mengadakan kegiatan rutin. Pembinaan di paroki jauh lebih hidup dari pada di kevikepan. Namun cukup banyak paroki belum memberi perhatian serius kepada pembinaan OMKnya. Fakta di lapangan bahwa ada atau tidak, banyak atau sedikit, terkoordinasi dengan baik atau asal-asalan kegiatan OMK di paroki sangat ditentukan oleh pastor paroki setempat. Terlihat nyata bahwa pastor paroki yang memberi perhatian OMK maka OMK di paroki itu hidup.

Menjadi Rasul Zaman Now

“Apa pembinaan yang cocok untuk OMK Zaman Now?” Demikian pertanyaan saya kepada beberapa OMK. Mereka menjawab bahwa 1) Pembina & Pembinaan yang baik dan benar, tentang iman kekatolikan, bukan struktural saja. 2) Kegiatan-kegiatan persaudaraan: cinta komunitas OMK, rasa memiliki, saling mencari dll. 3) Kokoh & teguh dalam iman walau kurang tertarik dengan komunitas, kegiatannya atau molor dalam waktu.

“Bagaimana OMK menjadi Rasul Zaman Now?” merupakan pertanyaan kedua saya, dan jawaban OMK adalah 1) Menunjukkan jadi diri kekatolikan: nilai-2 injil dan keimanan. 2) Tidak hanya KATOLIK KTP, tapi lebih aktif ber-Gereja dan selanjutnya ikut melayani di Gereja. 3) Berkarya di luar Gereja, keluar dari zona nyaman: ikut serta di lingkungan (acara suka-duka), tempat kerja, memberi contoh, penengah, mengedepankan kejujuran, berani berkata & berbuat benar. 4) “Berpolitiklah!”

Dari Pemaparan dan dari kedua jawaban pertanyaan di atas, menurut hemat saya yang harus dilakukan agar OMK menjadi Rasul zaman now adalah:

  1. Gerakan Cinta OMK

Keuskupan, paroki, ordo & tarekat yang ada di Keuskupan, Katekis, Pembina dan Orang Tua harus mencintai OMK. Cinta itu harus nampak dalam dukungan terhadap OMK dalam setiap kegiatan iman, minat dan bakat OMK.

  1. Sinkronisasi

Ada begitu banyak kelompok di mana OMK terdapat. Maka kelompok-kelompok itu harus disatukan dalam wadah OMK.

  1. Pembinaan Intensif OMK

Dalam hal ini mutlak perlu:

Tim pembinaan yang Cinta OMK, mampu menjadi teladan dan mumpuni dalam pengetahuan, memiliki waktu uang; bahan kegiatan tersedia, meliputi Doa, iman, katekese, sosial kemasyarakatan; medsos, kewirausahaan serta sport&seni; metode agar menarik dan segar sesuai dengan kebutuhan OMK; Tempat-tempat pembinaan OMK selain tempat fisik (lapangan),  keluarga, paroki, berbagai kelompok, dan seluruh hari-hari OMK adalah tempat pembinaan baginya.

Untuk menjadi Rasul Zaman Now OMK harus sanggup menjadi Garam di tengah dunia nyata yakni bobot dan kualitas kemanusiaan dan kerohanian harus lebih baik, dan di dunia maya artinya sanggup membuat teknologi dan kemajuan ini mendukung kehidupannya bukan sebaliknya hancur karenanya bahkan menggunakan media sosial sebagai sarana untuk bersaksi. (By KOMKEP KAM)

* Tulisan ini adalah bagian dari bahan presenasi Komkep KAM pada Pertemuan Para Uskup dan Pimpinan Tarekat Religius se-Regio Gerejawi Sumatera, Tanjung Pesona Beach Resort, Pangkal pinang 09-12 April 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *