Novena-3: BERBEDA TAPI SATU

Novena-3

BERBEDA TAPI SATU

  1. Nyanyian Pembuka

Cinta kasih Tuhan dasar persatuan kita

Marilah kawan kita satukan

Dalam keluarga Allah

                Reff:      Marilah satukan hatimu

                                Dalam pengabdianmu

                                Wartakanlah cinta kasih-Nya

                                Dalam karya dan karsa

  1. Tanda Salib & Salam
  2. Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini. Hening….

P+U. Saya mengaku….

  1. Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

 U. Amin.

  1. Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa, Bapa yang baik, terima kasih atas berkat-Mu pada kami yang mengumpulkan kami kembali di sini. Pada Novena hari ketiga ini, kami mau belajar tentang kebhinekaan dalam hidup kami. Datanglah Tuhan dan bimbing kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.      Amin.

  1. MENGENAL YESUS

BHINNEKA TUNGGAL IKA

Rwāneka dhātu winuwus Buddha WiswaBhinnêki rakwa ring apan kena parwanosen, Mangka ng Jinatwa kalawan Śiwatatwa tunggal, Bhinnêka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.

Demikian penggalan bait puisi Sutasoma karangan Mpu Tantular yang di dalamnya terdapat kalimat semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia yakni “Bhinnêka tunggal ika “, yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu jua.”

Sahabat orang muda terkasih, negara kita mengambil semboyan “Bhinneka Tunggal Ika“ ternyata karena negara kita memiliki: 16.056 pulau dan terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia, atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010 dan terdapat 1211 bahasa daerah dan 1158 sub bahasa daerah misalnya: Sumatera Utara untuk bahasa batak memiliki beberapa ranting bahasa daerah tersendiri seperti Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Mandailing Angkola, Pesisir. Terdapat beberapa agama & hari besar, aliran kepercayaan dan Kitab dan tempat ibadah yang berbeda. NKRI juga memiliki 6 agama yang diakui di Indonesia yakni:

  1. Islam

Kitab Suci                          : Al- Qur’an

Nama Pembawa              : Nabi Muhammad SAW

Permulaan                        : Sekitar 1400 tahun yang lalu.

Jumlah Penganut             : 207.176.162 jiwa ( 87,18 % )

Hari Besar keagamaan Islam adalah; Idul Fitri, Idul Adha, Tahun Baru Hijriah, dan Isra’ Mi’raj.

  1. Kristen Protestan

Nama Kitab suci               : Alkitab

Nama Pembawa               : Yesus Kristus

Permulaan                          : Sekitar 2000 tahun yang lalu

Tempat Ibadah                 : Gereja

Jumlah Penganut             : 16.528.513 jiwa (6,96 %)

Hari Besar Keagamaan Kristen Protestan adalah; Natal, Jumat Agung, Paskah, dan Kenaikan Isa Almasih.

  1. Kristen Katolik

Nama Kitab suci               : Alkitab (+ Deutrokanonika)

Nama Pembawa               : Yesus Kristus

Permulaan                          : Sekitar 2000 tahun yang lalu

Tempat Ibadah                 : Gereja

Jumlah Penganut             : 6.907,873 jiwa (2,91 %)

Hari Besar Keagamaan adalah; Natal, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Isa Almasih, Perayaan Hari Epivani, Kristus Raja, Bulan Rosario, Bulan Maria,  Peringatan Santo dan Santa  dll.

  1. Hindu

Nama Kitab suci               : Weda

Nama Pembawa               : –

Permulaan                          : Sekitar 3000 tahun yang lalu

Tempat Ibadah                 : Pura

Jumlah Penganut             : 4.012,116 jiwa (1, 69 %)

Hari Besar Keagamaan   adalah; Nyepi, Saraswati, Pagerwesi

  1. Buddha

Nama Kitab suci                : Tri Pitaka

Nama Pembawa               : Siddharta Gautama

Permulaan                          : Sekitar 2500 tahun yang lalu

Tempat Ibadah                 : Vihara

Jumlah Penganut             : 4.012,116 jiwa (0.72 %)

Hari Besar Keagamaan adalah; Waisak, Asadha, Kathina.

  1. Kong Hu Cu

Nama Kitab suci               : Si Shu Wu Ching

Nama Pembawa               : Kong Hu Cu

Permulaan                          : Sekitar 2500 tahun yang lalu

Tempat Ibadah                 : Li Tang / Klenteng

Jumlah Penganut             : 117.091 jiwa (0,05 %)

Hari Besar Keagamaan   adalah; Imlek, Cap Go Meh.

Terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia, diawali dengan kesadaran nasional akan persatuan dan kesatuan bangsa. Kesadaran akan satu kesatuan kebangsaan Indonesia berawal dari persamaan senasib dan sepenanggungan sebagai bangsa yang terjajah. Seluruh rakyat Indonesia sama-sama menderita selama penjajahan oleh bangsa lain. Penderitaan ini mendorong rakyat di berbagai daerah melakukan perlawanan terhadap penjajahan. Walaupun rakyat di daerah-daerah telah mengorbankan jiwa raga, harta benda untuk mengusir penjajah, namun berakhir pada kekalahan.

Lahirnya golongan terpelajar di berbagai daerah mendorong kesadaran nasional bahwa untuk mengusir penjajahan tidak hanya dengan perjuangan fisik, namun harus dilakukan secara serentak oleh seluruh rakyat Indonesia. Inilah yang disebut kebangkitan nasional, yang muncul pada awal tahun 1908. Semangat persatuan sebagai satu kesatuan bangsa Indonesia mulai disadari oleh seluruh rakyat Indonesia. Perjuangan tidak hanya untuk kepentingan daerah masing-masing, namun untuk kepentingan lebih besar yaitu kemerdekaan bagi seluruh daerah dan seluruh rakyat Indonesia.

Semangat sebagai satu bangsa Indonesia menjadi lebih terwujud dengan tekad Sumpah Pemuda. Sekarang mari kita ucapkan Sumpah Pemuda secara bersama-sama.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia

                Bagaimana perasaan saudara-i muda saat membacakan Sumpah Pemuda tadi? Semoga kalian merasakan seperti apa yang dirasakan oleh para pemuda Indonesia pada tanggal 28 Oktober 1928. Isi Sumpah Pemuda mempertegas semangat persatuan Indonesia sebagai satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia.

  1. Pertanyaan Refleksif

Fasilitator melemparkan pertanyaan-pertanyaan dan peserta memberikan tanggapan.

  1. Dari pembahasan di atas, bagaimana semestinya kita menanggapi keanekaragaman kita?
  2. Bagaimana kita melihat budaya kita serta adat istiadat yang melekat pada diri kita ditengah ke-Bhinekaan kita?
  3. Setelah pertemuan ini langkah konkret apa yang akan kita lakukan sebagai umat Katolik yang berbhinneka tunggal ika?
  1. Penegasan

Fasilitator memberi kesimpulan penegasan dari pertanyaan reflektif.

Gereja bukan kelompok tertutup, melainkan “tanda dan sarana keselamatan seluruh umat manusia (Lumen Gentium 1). Gereja mengajak kita untuk menjadikan “tekad bersaudara sebagai sikap yang senantiasa terjadi, tanpa perlu pengambilan keputusan sadar. Dengan demikian, kita melangkah lebih jauh dari sekedar “toleransi” (sekedar membiarkan orang lain), sampai pada menghormati dan menghargai untuk kemudian bekerja bersama dan ber “Bhinneka Tunggal Ika.”

Adat istiadat dan segala sesuatu yang melekat dalam diri kita adalah kekayaan pribadi dalam diri kita, adalah merupakan identitas pribadi kita dan bukan sesuatu yang mempersempit langkah kita. Kemajemukan dan keragaman kitalah yang membuat kita bangga sebagai bangsa Indonesia terhadap dunia luar, karena meski kita berbeda dan majemuk tetapi kita tetap satu jua. Karenanya “Beda dan majemuk, Siapa takut! Saya Katolik! Saya Bhinneka Tunggal Ika! Dan Saya Indonesia!”

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

Bacaan Kitab Suci

Pembacaan dari Surat I Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus: (1 Kor 12:12-27)

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.

Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: “Aku tidak membutuhkan engkau.” Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok.

Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya.

L              Demikianlah Sabda Tuhan.

U             Syukur kepada Allah.

Renungan

Permenungan tentang “Bhinneka Tunggal Ika” dapat juga kita lihat dalam Kitab Suci yakni dalam Surat I Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus. Dalam pasal 12 pada kitab ini kita bisa melihat bahwa, Kebinekaan bukanlah suatu hal baru bagi orang Kristen. Kebinekaan adalah bagian dari iman Kristiani yang harus diterima dan dihormati dalam hidup sehari-hari. Kebhinekaan adalah rahmat dari Allah yang membuat manusia saling melengkapi sekaligus beraneka ragam.

St. Paulus dalam 1 Kor 12 mengatakan, “anggota-anggota yang berbeda itu harus saling memperhatikan, supaya tidak terjadi perpecahan dalam tubuh mistik Kristus, yakni Gereja. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita, jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus dan kamu masing-masing adalah anggotanya” (1 Kor 12:25-27).

St. Paulus menggambarkan “ke-Bhinnekaan” itu bukan sebagai suatu batasan diri, tetapi mengajak kita untuk melihat bahwa, kebinekaan adalah anugerah, perbedaan itu adalah kekuatan, supaya kita saling melengkapi, saling memperhatikan, saling membantu.

Setiap orang unik dan sangat penting. Sama seperti anggota tubuh, semuanya penting. Jika semua anggota tubuh adalah mata, dengan apa orang akan mendengar? Dengan apa orang akan bicara? Demikian setiap orang punya peran yang berbeda-beda dan semuanya saling melengkapi satu-sama lain.

  1. Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

  1. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:
  2. Bagi Suku-suku bangsa di Indonesia. Kami mohon….
  3. Bagi Gereja Indonesia. Kami mohon….
  4. Bagi Orang Muda. Kami mohon….
  5. Bagi Kita yang berkumpul di sini. Kami mohon….

P. Ya Allah bapa kami demikianlah doa yang kami haturkan kehadapan-Mu dengan perantaraan Kristus Tuhan kami. Amin.

           11. Doa menyongsong KAM Youth Day IV

           12. Nyanyian Syukur

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Semua Kembang Bernyanyi

Semua kembang bernyanyi senang

Giranglah hatiku, pun rumput serta bernyanyi senang

Tuhanlah sumber sukaku.

Semua jalan di dunia ke surga mengatarmu

Dan desiran angin ria membawamu ke surga

Semua kembang bernyanyi senang

Giranglah hatiku, pun rumput serta bernyanyi senang

Tuhanlah sumber sukaku

Semua lorong bumi hadirlah sahabatmu

Perhatian dari kawan membangkitkan kasihmu

  1. Doa Penutup

P. Allah Bapa yang penuh cinta, pada akhirnya kami mengucap syukur atas keragaman yang boleh kami terima, hingga akhirnya kami boleh saling mengenal cinta-Mu dalam keragaman itu. Lewat keragaman itu kami mengenal karya penyelamatan-Mu, bahwa kami adalah satu tubuh dalam kasih-Mu. Terimakasih atas pesan cinta yang hari ini boleh kami dalami dan wartakan. Amin

P+U.      Amin.

  1. Perutusan

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

             15. Nyanyian Penutup (Themesong)

             16. Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *