Novena-4: DIALOG ANTAR AGAMA

Novena-4

DIALOG ANTAR AGAMA

  1. Nyanyian Pembuka

Cinta kasih Tuhan dasar persatuan kita

Marilah kawan kita satukan

Dalam keluarga Allah

                Reff:      Marilah satukan hatimu

                                Dalam pengabdianmu

                                Wartakanlah cinta kasih-Nya

                                Dalam karya dan karsa

  1. Tanda Salib & Salam
  2. Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

P+U. Saya mengaku….

  1. Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

  1. Doa Pembukaan

P. Ya Allah syukur atas keberagaman yang Engkau anugerahkan untuk kami, kami mohon ajarilah kami untuk menghargai setiap perbedaan, terlebih untuk menghargai dan menerima agama yang lain agar terjalin kerukunan umat antar beragama. Dampingilah kami dalam pertemuan ini agar karenanya kami semakin mengenal maksud-Mu yang suci dalam diri kami. Dengan pengantaran Kristus Tuhan kami.

P+U.      Amin.

  1. MENGENAL YESUS

KASIH MENGATASI TOLERANSI

Toleransi secara etimologis berasal dari kata tolerare yang berarti menanggung atau membiarkan. Secara sederhana kata toleransi dapat dipahami sebagai suatu sikap membiarkan atau memberi ruang terhadap perbedaan yang ada baik itu perbedaan pendapat, keyakinan, sikap, sifat, dsb. Berdasar pada pemahaman atas kata toleransi tersebut maka sebaliknya intoleransi berarti suatu kondisi tiadanya toleransi.

Gereja Katolik sebagai salah satu agama yang resmi dan diakui pemerintah tercatat dalam sejarah selalu bersikap dan mengusahakan sikap toleran terhadap agama lain. Hal ini tampak dalam Nostra Aetate No.2 “Gereja Katolik tidak menolak apapun yang benar dan suci di dalam agama-agama ini. Dengan sikap hormat yang tulus Gereja merenungkan cara-cara bertindak dan hidup, kaidah-kaidah serta ajaran-ajaran, yang memang dalam banyak hal berbeda dari apa yang diyakini dan diajarkannya sendiri, tetapi tidak jarang toh memantulkan sinar Kebenaran, yang menerangi semua orang. Namun Gereja tiada hentinya mewartakan dan wajib mewartakan Kristus, yakni “jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6); dalam Dia manusia menemukan kepenuhan hidup keagamaan, dalam Dia pula Allah mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.”

Gereja mengajarkan kepada kita bahwa toleransi merupakan sebuah sikap yang harus dibangun dan dikembangkan agar ketentraman dan kedamaian dimungkinkan terwujud. Gereja menentang dengan tegas sikap intoleran karena akan memecah belah masyarakat dan komunitas tertentu.

Toleransi zaman sekarang diandaikan untuk memberi ruang pada perbedaan pendapat dan tawaran kebenaran serta kampanye norma yang fair dalam pasar pendapat dunia modern. Ide dasarnya adalah bahwa tak ada manusia yang bisa memiliki kebenaran utuh dan sempurna. Selain itu toleransi diperlukan agar suara hati masing-masing orang dapat berfungsi secara wajar dan benar.

Menciptakan kehidupan beragama yang baik bukanlah berdasarkan toleransi yang semu, yang mempunyai tendensi untuk mengatakan bahwa semua agama sama saja. Gereja Katolik tetap menghormati agama-agama yang lain, mengakui adanya unsur-unsur kebenaran di dalam agama-agama yang lain, namun tanpa perlu mengaburkan apa yang dipercayainya. Oleh karena itu, Gereja Katolik tetap melakukan evangelisasi, baik dengan pengajaran maupun karya-karya kasih. Dengan kata lain, Gereja terus mewartakan Kristus dengan kata-kata dan juga dengan perbuatan kasih.

Toleransi secara sederhana dapat diartikan dengan membiarkan perbedaan. Gereja memandang bahwa Kasih lebih penting daripada toleransi. Jika toleransi hanya sebatas membiarkan perbedaan, maka kasih lebih dari pada itu. Kasih tidak pernah memandang perbedaan. Kasih merangkul semua tanpa harus memandang agama, budaya, tradisi dan lain sebagainya. Kasih lebih besar daripada perbedaan, kasih adalah yang utama dari segala sesuatu. Kasih juga dapat membangun kerukunan, kasih memberi kedamaian. Dengan kata lain, kita tidak membutuhkan toleransi jika kita telah memiliki kasih.

  1. Pertanyaan Refleksif

Fasilitator melemparkan pertanyaan-pertanyaan dan peserta memberikan tanggapan.

  1. Perlukah dialog antar agama?
  2. Bagaimana pandanganmu tentang toleransi dan kasih?

              8. Penegasan

Fasilitator memberi kesimpulan penegasan dari pertanyaan reflektif.

Kenyataan intoleransi yang ada dalam lingkungan kita menuntut kita untuk membangun kerukunan agar tercipta kedamaian di tengah-tengah kita. Kerukunan itu membawa kita kepada sebuah situasi dimana kita dimungkinkan untuk berdialog sehingga melalui dialog itu kita dimampukan untuk bertoleransi. Semakin kita mendalami kemajemukan kita, maka kita akan semakin menyadari bahwa yang lebih penting dari kemajemukan, dialog dan toleransi adalah kasih, karena kasih merangkul semuanya.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

Pembacaan dari injil Yohanes (Yohanes 13:34-35)

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Renungan

Menjadi pelaku firman adalah gambaran dari seorang pengikut Yesus yang sejati. Yesus berfirman dalam bacaan yang telah dibacakan kepada kita bahwa setiap orang yang mengaku diri sebagai pengikut-Nya haruslah memiliki kasih di dalam diri-Nya. Tidak ada gunanya seseorang sibuk berkoar-koar menyerukan bahwa dirinya seorang Katolik tetapi perilakunya menunjukkan sebaliknya. Jangan mengaku diri seorang Katolik jika dalam keseharian menipu, menindas atau menekan orang lain, tidak menghargai karya orang lain dan memaknai hidup orang lain sebatas untung atau rugi. Sudah terlalu banyak ungkapan yang mempertanyakan di manakah keluhuran ajaran kristen tentang kasih? Mahatma Gandhi pernah mengatakan bahwa ia sungguh mengagumi ajaran Katolik tetapi tidak mengagumi cara hidup manusia-manusia yang ada di dalamnya yang jauh dari ajaran Yesus Kristus.

Dengan sangat jelas Yesus memberi pesan kepada murid-murid-Nya: Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. Kasih jelas tidak akan menghilangkan kodrat manusia yang berbeda satu sama lain. Akan tetapi kasih mampu mengatasi perbedaan yang ada antara manusia yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan tidak dianggap sebagai suatu masalah melainkan sebagai suatu kekayaan. Seorang pribadi yang memiliki kasih di dalam dirinya pastilah mampu untuk tinggal bersama sebagai saudara dan saudari secara rukun sebab mereka menyadari dengan benar bahwa hidup bersama tidak harus menjadi sama. Semoga! Amin.

  1. Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi sesama OMK di seluruh dunia. Kami mohon….
  2. Bagi Gereja di Asia. Kami mohon….
  3. Bagi OMK KAM. Kami mohon….
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini. Kami mohon….

P. Ya Allah bapa kami,……

            11. Doa menyongsong KAM Youth Day IV

            12. Nyanyian Syukur

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

      Betapa Kita Tidak Bersyukur

Betapa kita tidak bersyukur bertanah air kaya dan subur

lautnya luas, gunungnya megah

menghijau padang, bukit dan lembah

Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa

Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa

Alangkah indah pagi merekah bermandi cah’ya surya nan cerah

ditingkah kicau burung tak henti, bunga pun bangkit harum berseri

Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa

Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa

Bumi yang hijau, langitnya terang, berpadu dalam warna cemerlang

Indah jelita, damai dan teduh, persada kita jaya dan teguh

Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa

Itu semua berkat karunia Allah yang Agung, Mahakuasa

  1. Doa Penutup

P. Ya Allah syukur atas berkat-Mu yang melimpah sehingga kami dapat mendalami sabda-Mu. Jadikanlah kami untuk mampu saling mengasihi; sama seperti Engkau telah mengasihi kami sehingga dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kami adalah murid-murid-Mu dengan saling mengasihi, demi Kristus pengantara kami. Amin.

P+U.Amin.

  1. Perutusan

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

  1. Nyanyian Penutup (Themesong)
  2. Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *