Belajar dari Yesus Bin Sirakh

Tuhanlah sumber Kebijaksanaan. Segala kebijaksanaan dari Tuhan asalnya, dan ada pada-Nya selama-lamanya (Sirakh 1:1)

Sebanyak 17 KGM (Katekis Generasi Muda) mengikuti pembinaan Kitab Suci di PPU Karang Sari Pamatang Siantar. Pembinaan yang dilakukan pada tanggal 21-23 Mei 2018 merupakan program Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Medan.  Pada pembinaan kali ini KGM belajar dari Kitab Yesus Bin Sirakh. Sebagai narasumber RP. Surip Stanislaus, OFM Cap yang merupakan dosen Kitab Suci di STFT Pamatangsiantar dan mantan Ketua LBI KWI. Pastor Surip mengatakan ajaran Yesus bin Sirakh sangat relevan dengan keadaan orang muda zaman now.

Yesus Putra Sirakh seorang ahli kitab yang hidup tahun 250-175 SM dan menyusun bukunya pada tahun 185-180 SM. Buku ini diterjemahkan oleh cucunya ke dalam Bahasa Yunani pada tahun 132 SM. Sirakh punya sekolah di Yerusalem untuk mendidik anak laki-laki dari masyarakat kalangan atas dengan kekayaan pengalaman hasil perjalanannya keluar negeri dan pengetahuan hasil studi dan tradisi-tradisi Israel dan  filsafat Helenis. Budaya hedonisme yang berkembang pada saat itu membuat anak muda menganggap kesenangan dan kenikmatan materi menjadi tujuan utama dalam hidup. Maka Sirakh hadir untuk mengembalikan budaya Israel kepada orang muda Israel dari ancaman Helenis (Helenis: meyakinkan kekuatan magic dengan rumus yang ditentukan dan ditetapkan dengan sebaik mungkin dijalankan).

Pada kesempatan ini juga Pastor Surip mengatakan jangan hanya berkatekese pada orang miskin, tetapi terarah juga kepada power center (pusat kekuatan). Jangan pernah alergi sama politikus, arahkanlah penguasa kejalan yang benar dan harus berani mengkatekese orang-orang yang berpengaruh di masyarakat dan pemerintahan.

Dalam diskusi kelompok, para KGM saling berbagi tentang ancaman atau tantangan yang dihadapi OMK di masing-masing paroki yang dilayani. Tentunya dengan ancaman yang telah dihadapi pasti ada solusi atau apa solusi yang hendak dilakukan. Ancaman dan tantangan OMK zaman now hampir sama dengan tantangan anak muda pada zaman Yesus Bin Sirakh. Maka OMK zaman now hendaknya tetap mendekatkan diri pada Tuhan, sala satunya dengan membaca Kitab Yesus bin Sirakh agar beroleh hikmah dan didikan agar tidak terjerumus pada zaman yang sudah tak terkendali dari aneka tantangan. Diskusi yang sangat menarik ini juga mengajak para KGM kembali bertanya pada dirinya sendiri tentang motivasi yang mendorong KGM terjun melayani kedunia orang muda.

Putra Sirakh mengambil cita-citanya dari Amsal: Percaya akan rencana Allah dan tidak mengandalkan kekuatan diri sendiri. Membenci dan menjauhi kejahatan serta tidak mencemburui orang jahat. Maka sebagai katekis muda kiranya ilmu dan pengetahuan yang di dapat harus bisa dibagikan kepada yang lain. Mendaratkan pengajaran di dunia orang muda harus mampu menyentuh dunia orang muda dan banyak belajar dari Yesus Bin Sirakh. Hidup ditengah kehidupan anak muda zaman now dengan turut merasakan realita yang terjadi, melihat kebelakang yang sudah terjadi dan membangun serta memulai kehendak Allah untuk masa depan. (Andi Hotmartuah Girsang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *