Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Juli 2018

KESERAKAHAN MENDATANGKAN DOSA

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Sebuah kalimat dalam doa yang diajarkan Yesus pada kita  adalah, “Berilah kami hari ini makanan kami secukupnya”. Hal ini sudah hampir tidak berlaku lagi dewasa ini. Manusia menjadi serakah dan menumpuk sebanyak-banyaknya harta dan kekayaan demi kenikmatan hidupnya. Hal ini menjadikan manusia melakukan banyak dosa dalam hidupnya.

Nyanyian Pembuka

                        Dalam Tuhan aku bersyukur

            Dalam Tuhan aku bersyukur                           In the Lord I’ll be ever thankful

            Dengan lagu pujian                                         In the Lord I will rejoice

            Tuhanlah penyelamatku                                  Look to God do not be afraid

            Dalam Dialah sukacita 2x                               Lift up your voices the Lord is near 2x

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Kita mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya, Allah Bapa di surga, kami bersyukur atas rahmatMu yang melimpah dalam hidup kami. Hadirlah bersama kami dalam permenungan kami hari ini, agar kami mampu menemukan makna hidup kami lewat permenungan kami hari ini. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan mereja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No 167-181

KESERAKAHAN MENDATANGKAN DOSA

Serakah adalah sebuah kata yang memiliki muatan negatif. Menurut KBBI, serakah berarti: “Selalu hendak memiliki lebih dari yang dimiliki; loba; tamak; rakus: meskipun sudah kaya, ia masih — juga hendak mengangkangi harta saudaranya”. Sebagai seorang Kristiani, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang harus dilakukan akan tetapi harus dihindari. Dalam Matius 6:34, Yesus mengajak kita untuk tidak mengkhawatirkan hari esok. Ajakan Yesus ini bukan berarti untuk menyepelekan persiapan masa depan. Ajakan Yesus ini hanya ingin menegaskan bahwa kita harus mencukupkan diri dengan apa yang sudah kita miliki. Ketakutan akan menjadi miskin merupakan godaan bagi kita untuk bertindak serakah. Senantiasa berusaha dan bersyukur atas apa yang telah kita peroleh dalam satu hari tidak akan menjadikan kita miskin.

Menghadapi kenyataan hidup yang didalamnya nyata kemiskinan merupakan sebuah perjuangan berat bagi kita. Kita sebagai orang Kristen harus mampu melakukan Karya belas kasih melalui bantuan dan donasi kepada para orang miskin. Akan tetapi kita juga dituntut melakukan karya yang lebih besar yaitu membantu mereka yang miskin membebaskan dirinya dari kemiskinan dengan memberi pendidikan dan pekerjaan bagi mereka. Semangat dan ketekunan kita dalam bekerja akan mendatangkan banyak hal bagi diri kita, akan tetapi hendaknya semua itu kita lakukan demi kesejahteraan dan kemakmuran semua umat manusia. Dalam kehidupan kekristenan, kapitalisme sebagai sebuah sistem ekonomi dengan menjadikan perorangan atau kelompok orang sebagai pemeran utama perekonomian tidak dapat diterima karena tidak menghargai martabat oang lain. Sistem perekonomian yang diharapkan oleh Gereja adalah sebuah sistem yang tidak tercakup dalam konteks politik, sebuah sistem kebebasan manusiawi secara menyeluruh yang berporoskan etika dan hidup keagamaan.

Pada dasarnya tugas Gereja adalah mewartakan Injil bukan untuk mencari model ekonomi dan solusi teknologi terbaik. Gereja hanya meminta agar ekonomi berguna bagi kesejahteraan manusia. Gereja mengharapkan setiap orang mempersiapkan diri agar mampu membantu orang lain dalam mencapai kesejahteraan. Kepemilikan dalam suatu usaha merupakan sebuah hak asasi atas hasil jerih payahnya. Hal ini memotivasi seseorang untuk melakukan usaha besar. Akan tetapi penting diingat bahwa kepemilikan pribadi mendorong pelaksanaan tugas kewajiban yang merupakan suatu syarat bagi kebebasan warga masyarakat (GS 71). Dalam hal ini, sebagai seorang pemilik usaha harus mampu menerapkan keadilan dalam menjalankan usahanya agar kesetaraan ekonomi tercipta dengan baik.

Uang bukanlah segalanya, uang hanya alat tukar menukar dan sebagai pendukung untuk masa depan. Maka jangan pernah menomorsatukan uang dalam hidup. Orang yang hanya mengejar-ngejar uang akan menjadi budak dari keserakahannya sendiri. Setiap orang yang memiliki usaha pasti mencari keuntungan, akan tetapi untuk mencari keuntungan harus juga diperhatikan prinsip keadilan dan harus menjaga harkat-martabat seseorang. Dalam era pasar bebas, setiap orang bersaing untuk mencari keuntungan. Monopoli perdagangan harus dihindarkan dan hendaknya diatur dalam undang-undang agar semua memiliki kesempatan untuk bersaing secara sehat. Pasar yang tidak etis, seperti perdagangan narkoba, perdagangan manusia dalam segala bentuknya dan perdagangan senjata ilegal harus dihindarkan. Dalam pasar bebas perlu diperhatikan prinsip keadilan. Pasar bebas harus mampu memenuhi kebutuhan semua orang, maka prinsip cinta kasih juga harus diperhatikan agar orang miskin tidak semakin tertekan dan binasa.

Secara ekonomi, dunia sudah bertumbuh lebih baik dan lebih saling terhubung. Manusia sangat terbantu untuk makmur melalui lapangan pekerjaan dan kesempatan untuk berkembang. Globalisasi ekonomi menjadi sebuah harapan untuk perkembangan seluruh dunia dan juga peningkatan terhadap materi dan kondisi hidup yang kultural. Akan tetapi hal ini juga mengakibatkan pudarnya identitas budaya karena gerak migrasi penduduk dari desa ke kota. Semua pergerakan ekonomi jika dilaksanakan dengan prinsip keadilan dan cinta kasih, maka keserakahan tidak akan pernah muncul sehingga gerakan ekonomi menjadi sebuah cara untuk dapat mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan umat manusia.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Bagaimana pemahamanmu tentang keserakahan?.
  2. Bagaimana pemahamanmu tentang kepemilikan pribadi?
  3. Apa tanggapanmu akan perkembangan ekonomi dewasa ini?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Keserakahan hanya akan membawa penderitaan bagi banyak orang dan kebahagiaan bagi segelintir orang. Keadilan dan cinta kasih harus menjadi prinsip dasar perekonomian kita agar perkembangan ekonomi mampu untuk meningkatkan kualitas harkat dan martabat semua umat manusia, sehingga terciptalah kesejahteraan dan kemakmuran di tengah-tengah kita.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Bacaan dari Kitab (Kis 2: 41-47).

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang.  Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Saudara-saudari yang terkasih, jika kita mendengar dengan baik bacaan tadi maka kita dapat membayangkan kedamaian dan kebahagian jemaat perdana yang dikisahkan tadi, dimana mereka  saling berbagi dan saling membantu. Segala sesuatu mereka lakukan bersama, sebuah suasana kebersamaan yang dirindukan dan diidam-idamkan oleh banyak orang. Tidak ada kata miskin dan kaya, tuan dan hamba, tuan dan pekerja, semua saling memiliki satu sama lain. Dewasa ini suasana dan situasi seperti ini dapat kita pastikan tidak ada. Bahkan dalam kumpulan kita sekarangpun suasana seperti itu belum tentu dapat tercipta.

Zaman sekarang, banyak orang hanya berusaha untuk mengumpulkan untuk diri sendiri tanpa mau bersusah-susah melihat sekitarnya. Bahkan jika seandainya segalanya bisa menjadi milik pribadi, maka semua orang akan berlomba untuk mengumpulkannya bagi dirinya sendiri. Manusia zaman sekarang adalah manusia yang serakah. Baru baru ini kita mendengar berita KM. Sinar Bangun yang tenggelam yang memakan korban sampai ratusan orang. Ini menjadi salah satu bentuk keserakahan. Pengemudi kapal tersebut menaikkan sebanyak-banyaknya penumpang tanpa memikirkan keselamatan penumpangnya, ia hanya ingin sebanyak-banyaknya uang untuk dikumpulkan. Banyak orang yang memiliki sikap dan sifat seperti itu, hanya ingin mengumpulkan sebanyak-banyaknya tanpa memperdulikan orang lain, seperti para pengusaha yang tidak memperdulikan keadaan pekerjanya dll.

Sebagai seorang pengikut Kristus, kita harus mengamalkan cinta kasih dan keadilan dalam hidup kita. Kita harus mampu melihat sekitar kita, sesama kita, lingkungan kita. Janganlah kiranya kita menjadi orang yang tidak mau peduli dengan semua itu asalkan kita dapat mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Janganlah kita menjadi orang yang serakah yang tidak tahu mengatakan cukup melainkan hanya tahu mengatakan kurang. Kita harus mau berbagi dengan sesama, kita harus juga memperhatikan alam sekitar kita. Salah satu ciri kehidupan orang Kristen adalah berbagi dan peduli dengan sesama dan alam sekitar. Bukan hanya mementingkan diri sendiri tanpa mau berbagi. Tanggung jawab kita sebagai OMK adalah berusaha menciptakan suasana persaudaraan dan kebersamaan seperti yang ditunjukkan oleh Jemaat Perdana, minimalnya dalam kelompok kita sekarang ini.

Amin.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi orang yang serakah…. Kami mohon.
  2. Bagi para pekerja yang haknya dirampas…. Kami mohon.
  3. Bagi OMK KAM…. Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini….. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • Saya akan menjadi OMK yang memperhatikan sesama dan lingkungan.
  • Saya akan menjadi pelopor kebersamaan dan persaudaraan dalam OMK.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa yang penuh kasih, terimakasih karena telah mengingatkan kami akan makna dan nilai kebersamaan dan persaudaraan kepada kami lewat pertemuan ini. Semoga kami mau dan Engkau mampukan untuk dapat mewujudkannya dalam kelompok kami ini. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

Limpahkan Kasih-Mu

            Sungai mengalir tiada henti-hentinya memberi hidup di sekitarnya.

            Tuhan melimpahkan rahmat-Nya bagi yang percaya kepada-Nya.

Bunga-bunga tiada akan mekar mewangi jika tanpa disegarkan air.

Hidup akan menjadi hampa jika tanpa cinta kasih Tuhan.

            Ya Tuhan Allah limpahkan kasih sayang-Mu bagaikan air sungai abadi

            agar segarlah hidup kami, tiada akan layu selamanya.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *