KAM YOUTH DAY IV 2018

Menggelorakan Kerukunan dengan Basimpul Kuat Babontuk Elok

Ayo bangkit.. bangkit..bangkit.. sekarang juga.. Jangan sulit..sulit..sulit.. tumbuhkan asa..Orang Muda Bergeraklah…. Dst…

Demikian sepengggal lirik syair theme song KYD IV 2018 Cipt. RP. Poly Purba, OFMCap. yang merupakan pemenang lomba theme song dalam perhelatan akbar OMK KAM, 4 tahunan ini. Theme song Ini mulai menggema ditelinga sejak Februari 2018 di Keuskupan Agung Medan, khususnya bagi OMK.  Pada KYD IV tahun ini thema yang diusung adalah ORANG MUDA BERGERAK (berbhinneka,gelora, rukun, dan aksi). Tuan rumah dalam perhelatan akbar ini di percayakan kepada Paroki Aek Kanopan Ibukota Kabupaten Labuhan Batu Utara  yang berlangsung pada tgl 3-8 Juli 2018. Sebelumnya KYD I di Sibolangit 2005, KYD II Pamatang Siantar 2008 dan di Panguruan KYD III tahun 2014. Peserta yang hadir dan yang live in diperkiran lebih dari 2000 orang dari 60 Paroki dan Kuasi Paroki di KAM, hanya 3 Paroki yang tidak mengutus pesertanya.

KYD IV 3-8 Juli 2018 Aek Kanopan kali ini membawa nuansa baru bagi pesertanya. Bagaimana tidak, perhelatan pesta OMK Se-KAM kali ini diadakan selama waktu 6 hari. 3-6 Juli 2018 peserta live in di 5 paroki yang ada di Kevikepan Aek Kanopan (Paroki Aek Kanopan, Paroki Aek Nabara, Paroki Kisaran, Paroki Rantau Parapat, dan Paroki Tanjung Balai), dan acara puncaknya pada tanggal 6-8 Juli 2018 di Paroki Aek Kanopan. Pada saat live in di 5 paroki, semua peserta sangat menikmati pengalaman hidup dengan keluarga barunya.  Ada yang merasa senang, bosan, sebel, menderita, manja dan awalnya takut karena pertama kali hidup dengan orang yang baru dikenal. Semua pengalaman itu bercampur aduk untuk menunjukkan rasa persaudaraan pada lingkungan mereka tinggal, sebab OMK di sebar di berbagai lokasi dan beragam kehidupan dan juga beragam keyakinan. Saat live in ini OMK di harapkan mampu membawa pesan sukacita injili dan kedamaian, serta memetik arti pentingnya kerukunan di NKRI khususnya di SUMUT.

Hidup di tengah keberagaman, betul-betul menguji kemilitanan OMK itu sendiri. Para peserta KYD yang sudah dibekali di paroki masing-masing harus mampu menunjukkan jati dirinya sebagai orang muda pembawa kerukunan dengan berdialog damai dengan agama lain, semangat untuk melayani di gereja dan aksi gotong-royong di tempat live in tanpa bermanja-manja.

Setelah menyelesaikan live in mulai tgl 3-6 juli 2018,  Jumat pagi  tgl 6 jui 2018  peserta yang live in diantar oleh paroki tempat live in menuju Aek Kanopan, yang rata-rata menempuh perjalanan 1-3 jam dengan bus untuk sampai ke tujuan. Semua peserta di kumpulkan di satu titik yakni di lapangan Polri Aek Kanopan.  Selesai makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan pawai kerukunan yang melibatkan tokoh lintas agama dan para pemudanya. Pawai kerukunan dimulai dari lapanagn Polri Aek Kanopan menuju lokasi Paroki St. Pius X Aek Kanopan. Sambil membawa spanduk gambar rumah ibadat agama-agama yang ada di NKRI. Ada Remaja Mesjid, NHKBP, Pemuda GKPI dan undangan lainya, serta para OMK yang telah dihunjuk untuk memakai pakaian adat masing-masing daerah yang ada di Indonesia.  Pawai  ini di hadiri oleh Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus B Sinaga OFMCap. Bupati Labura H Kharudddin Syah Sitorus, SE, dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya. Pawai kerukunan sangat menunjukkan kebhinnekaan yang ada di SUMUT. Pawai berjalan dengan lancar dengan pengamanan dari pihak Dishub dan Kepolisian LABURA.

Pembukaan acara KYD IV 2018 ini dilakukan secara nasional dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Bangun Pemudi Pemuda,  yang dipandu oleh Komart (komkep artis). Selanjutnya Kata-kata sambutan dari berbagai tokoh seperti; Bupati, Anggota Dewan,  Kepolisian, FKUB, dll, menyampaikan hal yang postif untuk kegiatan KYD IV ini untuk menjaga kelangsungan kehidupan beragama SUMUT khusunya dan Indonesia pada umumnya.

Sejenak selesai acara pembukaan para peserta mempersiapkan diri untuk mengikuti misa pembukaan yang dipimpin oleh Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus B Sinaga, OFMCap. dan puluhan Imam sebagai konselebran. Misa dibawakan dalam gaya inkulturatif perpaduan dari beberapa budaya diiikuti dengan khusyuk oleh para peserta. Dalam khotbahnya pada misa pembukaan, Uskup Agung Mgr. Anicetus B Sinaga, OFMCap. dengan semangat mengajak peserta dan undangan agar menghidupi “Catur Darma: bahwa kita harus inklusif mempunyai cinta kepada sesama, membawa persaudaraan sejati, membawa perdamaian lestari dan menjadi juru warta Bhinneka NKRI harga mati”. Kata Uskup dengan penuh semangat.

Malam harinya selesai santap malam, dilanjutkan dengan Ibadat Taize dan Sakramen Tobat. Lagu-lagu Taize dan Kidung Mazmur dilantunkan oleh suster-suster yang memimpin ibadat menghantarkan peserta larut dalam keheningan. Satu persatu peserta menuju Imam yang sudah bersiap di tempat yang ditetapkan untuk menerimakan Sakramen Tobat.

Keesokan harinya Sabtu 7 Juli 2018 kegiatan diawali dengan misa pagi dan dilanjutkan dengan talkshow dan seminar serta di selang-selingi dengan kebersamaan dan perlombaan yang telah ditentukan dari pemenang lomba di tiap-tiap Kevikepan pada saat Pra KYD sebelumnya. Pada acara ngopi.klik (ngobrol pintar iman katolik) ini, Uskup Agung Medan Mgr. Anicetus Sinaga, juga hadir sebagai narasumber. Selain beliau hadir juga Henry Jhon Hutagalung, SE, SH, MH (Ketua DPRD Kota Medan), Drs. Hendrik Halomoan Sitompul MM (Anggota DPRD Kota Medan), Parlindungan Purba, SH, MM (Anggota DPD RI), Anak muda Gregorius Tan (Ketua PPGKI) donator yang membangun 100 Gereja Katolik di berbagai pelosok Indonesia, dan masih banyak lagi yang turut serta memberikan sumbangsih dalam pesta OMK IV se-KAM ini.

Hujan deras dan petir menggelegar selama lebih 3 jam tak menghambat antusias dan semangat peserta untuk menampilkan dan menyaksikan yang terbaik yang sudah dipersiapkan oleh OMK masing-masing paroki yang dihunjuk. Pesta malam budaya akhirnya dimulai setalah hujan reda sekitar pukul sepuluh malam.  Sebelum penampilan pentas seni dan budaya ini peserta dan undangan yang hadir disuguhkan dengan concert magnificat.  Akhirnya acara malam budaya selesai pada pukul 02:00 dini hari yang diselingi dengan artis Maria Calista dan The Boys Trio.

Minggu 8 Juli 2018 diakhiri dengan misa penutup yang dipimpin Mgr. Anicetus B Sinaga OFMCap. dan puluhan Imam yang hadir sebagai konselebran. Misa penutup juga dengan gaya inkulturasi perpaduan dari berbagai budaya, yang sangat memberi nuansa kedaerahan SUMUT. Dalam misa penutup ini banyak hal yang diutarakan Uskup.  Dalam kotbahnya beliau mengatakan “Sangat indah lah KAM Youth Day ini, lebih indah dari yang pernah ada kecuali karena hujan yang mengguyur semalam. OMK  berikrar dan perutusan untuk mengikrarkan “JDO”.  Jesus Kristus hidup Doa dan Oase yang menjadi catur taqwa umat di KAM.

Pertama,  “J” artinya Jesus kristus yang bangkit dan hakim terakhir. Tiga misteri ada pada diri Yesus Kristus,  Dia bangkit, membangkitkan, dan akan menjadi hakim terakhir untuk mengadili orang yang hidup dan mati”. Kita harus mampu menegaskan dan mengatakan Sekali Katolik Tetap Katolik” yang disambut tepuk riuh para peserta. Kedua, Keluarga itu saleh dan rukun, kita hendak mengadakan Panca Darma hidup saleh bagi keluarga  katolik. Doa pagi dan doa malam, doa sebelum dan sesudah makan, doa malaikat Tuhan, doa dalam ibadat katolik, dan mengaku dosa sekurang-kuranya sekali setahun.

Ketiga, bersifat mutlak dan tidak bisa bermain-main.. “Sembahlah dan rayakanlah Tuhan Allahmu setiap hari Minggu dan Hari Raya. Hal ini sudah dalam krisis seperti yang terjadi di Negeri Barat. Membuat kita  bertanya apakah ini akhir dari permulaan atau permulaan dari akhir. Timbul pertanyaan; Apakah masih ada gunanya ke gereja?, hari Minggu adalah istirahat boleh dong tidur berlama-lama, hari Minggu adalah jalan-jalan. Akhirnya akibat kejadian ini, negeri barat sumber misionaris meruntuhkan gereja dengan menjadikknya taman hiburan, toko dan yang menyenangkan manusia. Apakah ini permulaan dari akhir atau akhir dari permulaan umat KAM dan OMK KAM. quo vadis OMK dan  Keuskupan Agung Medan? Hal ini mulai  terasa kelihatan, hari Minggu sudah dijadikan hari piknik, gereja mulai kosong, gereja mulai ditinggalkan, bukan bertanya jam berapa kita misa, tetapi jam berapa kita pergi piknik dan ke pesta. OMK sudah selfi-selfi ketempat hiburan, ke pesta-pesta tanpa ke gereja terlebih dahulu. Bila hal ini diabaikan maka gereja KAM akan ditutup, dan bisa terjadi seperti di negeri barat.

Keempat, menjadi misi dan perutusan, OMK adalah bagian keluarga hendaknya soleh, taqwa, rukun, menjadi oase ilahi di tengah manusia. Hendaknya untuk memperbaiki negara, masyarakat, keluarga dan diri sendiri harus berpedoman dari sila pertama pancasila Ketuhanan Yang Maha Esa, berasal dari ketaqwaan pada Tuhan. Oase illahi akan  tercipta, bila kita menjadi cinta kasih bagi sesama.  Dimana  ada silang seketa damai bawaan beta, dimana ada silang selisih aku membawa cinta kasih. Katolik harus membawa solusi dan tidak pembawa masalah, menjadi harmonis dan membawa senyum katolik. Semoga OMK mampu membawa SUMUT (Semua Urusan Mesti Uang Tunai) berubah menjadi TUMUS (Tempat Umat Menemukan Urusan Selesai).

Selesai misa bersama dengan umat yang diperkitaan hadir 5000 orang, acara dilanjutkan kata- kata sambutan dan pembacaan 7 point deklarasi yang disimpulkan para utusan OMK Paroki yang hadir sekaligus pengumuman KYD V 2022 di Kevikepan Sidikalang. Selesai makan bersama pengumuman kejuaran dan pembagian hadiah bagi paroki yang menjadi pemenang saat diadakan perlombaan Pra KYD di Kevikepan. Wajah ceria dan gembira terbersit dalam diri OMK yang hadir pada pesta OMK IV Se-KAM ini. Quo vadis OMK? Kiranya OMK tidak hanya rindu akan pesta perjumpaan seperti ini, kiranya OMK semakin mengaktifkan diri dalam gereja dan masyarakat sebagai fondasi gereja. Kelebihan dan kekurangan dalam suatu acara tentunya tidak luput dari sorot pengamat, pelaksana dan peserta itu sendiri. OMK kiranya kedepan lebih mampu dengan tertib mengikuti kegiatan yang telah dirancang. Semoga pertemuan akbar selanjutnya semakin memberi dampak yang lebih positif lagi untuk OMK khususnya, pada KAM secara keseluruhan. –  Andi Hotmartuah P. Girsang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *