Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I Agustus 2018

KEKUASAAN DAN MORALITAS

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Kriteria terpenting suatu Negara ialah mengembangkan pribadi setiap warga Negara dalam kepribadian mereka sendiri. Tidak ada dua macam aturan. Apa yang tak boleh dilakukan oleh manusia juga tidak boleh dilakukan oleh Negara.  Kriteria terpenting suatu negara adalah mengembangkan kekuatan pribadi  setiap warga negara dalam kepribadian mereka sendiri. Negara membutuhkan orang yang memiliki semangat dan perspektif  yang jauh ke depan.  Sebab jika bukan kita, siapa? Jika bukan di sini, di mana? Jika bukan sekarang, kapan?

Nyanyian Pembuka

            Mana-mana Tuhan panggil

Hari ini kurasa bahagia

Berkumpul bersama saudara seiman.

Tuhan Yesus t’lah satukan kita

Tanpa memandang di antara kita.

            Bergandengan tangan dalam kasih

            Dalam satu hati

            Berjalan dalam terang kasih Tuhan.

Kau saudaraku, kau sahabatku

Tiada yang dapat memisahkan kita. 2X

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

            Ya Allah yang maharahim, Engkau yang membangkitkan setiap penguasa. Semoga lewat pendalaman iman ini, kami semakin mampu memahami nilai moral dalam suatu kekuasaan. Bantu kami untuk dapat saling berbagi dalam segala hal yang ada dalam diri kami terhadap sesama kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 195-199

Moralitas dan Kekuasaan

Keabsahan kekuasaan politik tidak mungkin lepas dari norma-norma moral. Setiap tindakan negara  baik dari legislatif maupun eksekutif harus dilihat apakah sesuai dengan norma-norma moral. Tanpa pendampingan moral yang terus-menerus kekuasaan bisa terarah kepada kecurangan, sesungguhnya kekuasaan harus membawa manusia kepada kemanusiaan yang adil dan beradab, maka harus bijaksana.

Pada zaman sekarang (modern) tuntutan keabsahan kekuasaan secara moral haruslah merupakan salah satu pokok penting dalam kesadaran bermasyarakat. Anggapan bahwa negara hanya boleh bertindak dalam batas-batas hukum, bahwa hukum harus menghormati hak asasi manusia, begitu pula pelbagai penolakan terhadap kebijaksanaan politik tertentu, seperti isu ketidakadilan sosial, semua berwujud pada tuntutan agar negara melegitimasikan diri secara moral. Dalam hal inilah kalangan agama secara klasik membuat rumusan bahwa “kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia”.

Moralitas kekuasaan mestinya berpatokan kepada kebenaran-kebenaran dalam masyarakat. Misalnya, masyarakat adalah masyarakat religius, maka para penguasa harusnya memiliki etika politik yang sesuai dengan moral agama masyarakatnya. Sekaitan dengan inilah muncul pernyataan-pernyataan dari masyarakat yang adalah umat beragama, “Kekuasaan itu adalah amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan kepadaNya kelak.” Ungkapan lain, “Raja adil disembah, raja zalim disanggah.”  Makna dari ungkapan ini secara implisit adalah kemuliaan dan kebaikan seorang penguasa sangat ditentukan oleh masyarakatnya. Tentu saja sikap penguasa tersebut dilandasi oleh moralitas yang hidup dalam masyarakat tersebut. Oleh sebab itu, alat pengukur etika politik yang dilaksanakan oleh penguasa ditentukan oleh nilai, moral dan norma yang berkembang dalam masyarakat.

Pada hakikatnya kekuasaan memiliki hati nurani yaitu keadilan dan kemakmuran rakyat. Apabila kekuasaan kehilangan hati nurani, maka yang terlihat adalah perebutan kekuasaan semata-mata yang dilumuri oleh intrik, fitnah, dengki, caci maki dan iri hati. Kekuasaan akan merusak tatatan kerukunan hidup masyarakat. Namun bila hati nurani kekuasaan melekat tidak hanya pada nurani penguasa tetapi pada seluruh rakyat, maka kekuasaan adalah amanat rakyat, dengan demikian yang lahir adalah martabat, harga diri dan rezeki.

Bagi orang Kristen, negara selalu hadir sebelum pribadi, namun setelah komunitas manusia, yang saat ini disebut sebagai masyarakat sipil. Kita percaya bahwa pertama-tama manusia menemukan relasi dengan Tuhan (transenden) kemudian memenuhi dirinya dengan relasi dengan sesama manusia (relasi sosial). Dalam artian itu, kita harus paham bahwa manusia pertama kali harus hadir bagi dirinya sendiri, kemudian bagi masyarakat dan akhirnya tata politik sosial.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa pendapatmu tentang pemerintah di Indonesia dan di daerahmu saat ini?
  2. Apakah kamu tertarik terjun ke dunia politik? Mengapa?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

  • Sebuah komunitas politik mengatur keperluan publik dalam sebuah masyarakat, res republica, sebagaimana dijelaskan oleh orang Romawi, sebagai hal yang bukan urusan pribadi. Memperhatikan urusan publik adalah kehormatan dibandingkan dengan mengurus urusan pribadi. Aristoteles berkata, “Manusia adalah makhluk politik”. Seseorang sungguh-sungguh manusia ketika Ia ikut membentuk hidup bersama dan hidup secara tertib sebagai warga negara.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (Ef 6:5-12).

Hai hamba-hamba, taatilah tuanmu yang di dunia dengan takut dan gentar, dan dengan tulus hati, sama seperti kamu taat kepada Kristus, jangan hanya di hadapan mereka saja untuk menyenangkan hati orang, tetapi sebagai hamba-hamba Kristus yang dengan segenap hati melakukan kehendak Allah, dan yang dengan rela menjalankan pelayanannya seperti orang-orang yang melayani Tuhan dan bukan manusia. Kamu tahu, bahwa setiap orang, baik hamba, maupun orang merdeka, kalau ia telah berbuat sesuatu yang baik, ia akan menerima balasannya dari Tuhan. Dan kamu tuan-tuan, perbuatlah demikian juga terhadap mereka dan jauhkanlah ancaman. Ingatlah, bahwa Tuhan mereka dan Tuhan kamu ada di sorga dan Ia tidak memandang muka. Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

P. Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

Negara adalah karya alam dan manusia namun secara alamiah menjadi pembentuk manusia itu sendiri. Manusia adalah pangkal dan ujung dari politik. Dalam pandangan kristiani nilai martabat manusia harus dijunjung tinggi tanpa syarat, tanpa mengesampingkan kehidupan sosial dan politiknya. Tugas ini diemban oleh Negara atau pemerintah. Walaupun prioritas Negara adalah manusia, manusia tidak dapat bertindak tanpa Negara, maka subsidiaritas mutlak penting.

Jika masyarakatnya tidak dapat bergandengan tangan, yang terjadi adalah setiap orang mencari dan mendahulukan kepentingan pribadi. Yang kuat menaklukkan yang lemah, dan dalam situasi demikian seharusnya negara hadir sebagai pencipta kedamaian. Alat yang sangat penting untuk menertibkan masyarakat adalah hukum. Jika kebebasan tidak dibatasi, rakyat akan bertindak sewenang-wenang. Jadi Negara harus menciptakan kerangka hukum yang mampu menciptakan perdamaian di dalamnya.

Gagasan semacam ini sudah tampak dalam Kitab Perjanjian Lama. Pemikiran Israel Kuno berkisar tentang Tuhan dan manusia. Ini menyangkut cara menjaga Perjanjian manusia dengan Yahweh. Hal itu tampak bahwa munculnya seorang raja di Israel akibat dari konsesi ilahi. Raja tidak memegang kekuasaan untuk dirinya sendiri tetapi untuk keadilan sosial, membuat keputusan, pelayan kepada orang kecil. Maka hukum dirancang untuk menyenangkan Tuhan sehingga manusia akan bahagia. Dalam konteks itu Santo Paulus Rasul mengatakan kepada kita agar kita tunduk kepada pemerintah yang adalah perpanjangan tangan Tuhan. Akan tetapi bila pemerintah berjalan tidak sesuai dengan rencana Allah dan merugikan manusia, maka kita harus bangkit menegakkan keadilan, sebab Yesus mengajarkan kita agar kita “memberikan kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar, dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah” (Mat 22:21).

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para pemimpin negara…. kami mohon.
  2. Bagi rakyat Indonesia…. kami mohon.
  3. Bagi OMK sedunia…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen untuk terlibat dalam politik demi memajukan hidup manusia.
  • OMK berkomitmen menjaga ketertiban di tempat tinggal masing-masing.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Ya, Bapa, terima kasih atas penyertaanMu bagi kami selama kegiatan ini. Semoga kami semakin mampu membangun sikap yang baik dalam hidup bernegara dan berbangsa. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

                        Pujilah Tuhan

            Pujilah Tuhan                          Bless the Lord, my soul

            pujilah namaNya.                    And bless God’s holy name

            Pujilah Tuhan                          Bless the Lord, my soul

            sumber kehidupan.                  He leads me into life

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *