Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II Agustus 2018

DEMOKRASI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Tanpa keadilan sebuah Negara akan menjadi segerombolan perampok (St. Agustinus). Demokrasi menjawab keyakinan Santo Agustinus ini sebab demokrasi yang benar akan mengkarangtina, memerangi wabah penyakit kuno dan nafsu tirani. Demokrasi bukanlah demokrasi kalau tidak demokratis. Itulah masalah. Demokrasi sering dipolitisasi demi kepentingan dan tujuan tertentu, makna demokrasi ternodai. Sejatinya sistem dan prinsip dasar demokrasi harus dijaga, dipelihara dan dikembangkan demi  dan untuk kemajuan  bersama.

Nyanyian Pembuka

            Kasih Yesus sungguh indah

Kasih Yesus sungguh indah

Di dalam hidupku ini

Sungguh manis lebih manis hidup bersama Yesus

            Yesus nama Yesus pujilah Dia

            KasihNya kepada saya sampai selama-lamanya

            Oh kasihNya kepada saya sampai slama-lamanya

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan beserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

            Bapa yang mahamurah hati, kami berkumpul di hadapanMu mohon penyertaanMu bagi kami dalam ibadat ini. Terangilah hati dan budi kami agar mampu menerima pesan-pesan yang Kau sampaikan kepada kami lewat diskusi yang bertema demokrasi. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 199219

MANUSIA HARUS BERSIFAT POLITIK

Politik (dari bahasa Yunani: politikos, yang berarti dari, untuk, atau yang berkaitan dengan warga negara), adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara. Pengertian ini merupakan upaya penggabungan antara berbagai definisi yang berbeda mengenai hakikat politik yang dikenal dalam ilmu politik.

Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun nonkonstitusional. Disamping itu politik juga dapat ditilik dari sudut pandang berbeda, yaitu antara lain:

  • politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles)
  • politik adalah hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemerintahan dan negara
  • politik merupakan kegiatan yang diarahkan untuk mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan di masyarakat
  • politik adalah segala sesuatu tentang proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik.

Setiap orang mesti menentukan sikapnya terhadap pengertian-pengertian ini. Sikap politik adalah sikap warga negara terhadap persoalan atau masalah politik yang ada. Persoalan politik berkenaan dengan hal-hal yang bersifat publik/umum yang ditujukan kepada banyak orang. Politik berkenaan dengan kebijakan yang ditujukan kepada masyarakat secara umum, bukan perseorangan. Kebijakan yang dikeluarkan oleh Negara, karena ditujukan kepada semua warganya, selalu bersifat politik. Oleh karena itu, sikap warga negara terhadap hal-hal atau kebijakan yang bersifat umum dan publik disebut sikap politik. Dalam hal ini kiranya ide Aristoteles berlaku, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles).

Apakah Kristen itu agama politik? Bukan. Yesus, pemimpin umat kristiani hidup dengan bijaksana. Yesus tidak membiarkan diri dikuasai politik, maka Dia tidak bergabung dengan kaum Zelot yang ingin membebaskan Israel dengan paksa dari penjajahan Romawi. Yesus ingin semua orang mendapat keselamatan (sifat politik). FokusNya ialah pemulihan dasar relasi manusia dengan Allah. Fokus Yesus ini akan melampaui hasil yang dibuahkan oleh politik. Dengan demikian dimensi politik dan agama itu berbeda. Yesus memerintahkan agar kita memberikan kepada kaisar apa yang menjadi hak kaisar dan kepada Allah apa yang menjadi hak Allah.

Platon (427-348 SM) pernah berkata bahwa lebih mudah bagi manusia menciptakan satu kota di atas awan tanpa Tuhan dari pada menciptakannya di bumi bersama Tuhan. Tentu sangat benar ungkapan itu, tetapi menciptakan dunia bersama Tuhan itulah yang dikehendaki Allah. Maka dalam hal ini, jika seseorang ingin mengabdi kepada kebenaran biarlah dia memasuki dunia politik dan menjadi “garam” serta “terang” di dalamnya. Sebab agama dan politik harus berjalan bersama untuk kebahagiaan manusia.

Tidak semua orang berminat masuk ke dunia politik. Selain bersikap politik, setiap orang berpolitik dalam hidupnya, dalam arti setiap orang memiliki sifat politik. Hannah Arendt berkata, “Yang membuat seseorang bersifat politik adalah kemampuannya untuk bertindak; untuk memulai sesuatu yang baru; yang memungkinnya bergabung dengan rekan-rekannya, untuk membentuk impian bersama, untuk menetapkan tujuan dan untuk mengubah hal-hal yang tidak pernah mereka pikirkan sebelumnya; dan semua ini adalah hadiah yang tidak akan dia terima dari siapapun.” Jika tindakan politik adalah hadiah mengapa orang muda katolik (OMK) bertanya, “Haruskan kita masuk ke dalam dunia politik?” Tidak semua orang berminat masuk ke dunia politik, tetapi kita harus menjadi orang muda yang bersifat politik. Dunia politik tentu saja tidak kudus, tetapi sifat politik harus selalu terarah kepada yang baik (kudus), harus melampaui dunia politik. Dunia membutuhkan sifat itu agar manusia mengalami bahagia bersama sesamanya.

Kita mendambakan politik yang melayani, yang melayani kepentingan bersama, kesejahteraan umum. Untuk itu perlu ada birokrasi yang terorganisir serta manajemen yang baik agar politik sungguh-sungguh melayani kepentingan masyarakat.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa bedanya terlibat berpolitik dengan memiliki sifat politik?
  2. Sifat Politik mana yang pernah kamu lakukan di sekitarmu?
  3. Adakah di antara kalian yang berminat masuk ke dunia politik? Mengapa?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantung tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Politik itu berguna bagi kelangsungan negara dan masyarakat. Akan tetapi lebih berguna kalau setiap warganya memiliki sifat politik, di mana setiap orang berusaha berbuat sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bagi orang banyak.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

Bacaan dari Kitab Nabi Yeremia (Yer 29:4-7).

“Beginilah Firman TUHAN semesta alam, Allah Israel, kepada semua orang buangan yang diangkut ke dalam pembuangan dari Yerusalem ke Babel: Dirikanlah rumah untuk kamu diami; buatlah kebun untuk kamu nikmati hasilnya; ambillah isteri untuk memperanakkan anak laki-laki dan perempuan; ambilkanlah isteri bagi anakmu laki-laki dan carikanlah suami bagi anakmu perempuan, supaya mereka melahirkan anak laki-laki dan perempuan, agar di sana kamu bertambah banyak dan jangan berkurang! Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

Gambaran umum Yahudi dalam Perjanjian Lama akan Mesias yang akan datang adalah juruselamat politis. Ketika Mesias hadir dalam diri Yesus Kristus, orang Yahudi tidak melihat di dalam dirinya seorang penakluk yang berkuasa secara duniawi. Sebaliknya, Yesus adalah seorang raja yang dengan kata-kata, perbuatanNya yakni pengorbananNya yang membuka tabir ketidakadilan bangsanya. Melalui penyerahan diriNya, Dia menunjukkan dalam tubuhNya bahwa penindasan yang dilakukan oleh pemerintah dan agama secara tidak adil adalah perlakuan yang menghancurkan hidup manusia. Yesus mengalahkan ini dengan kebangkitanNya. Kematian dan kebangkitannya adalah ujud Cinta Kasih, damai dan keadilah yang harus ditegakkan di dunia.

Lalu bagaimana dengan kekuasaan, kekayaan dan pengaruh? Yesus membalikkan anggapan manusia yang berebut akan hal ini. Yesus berkata bahwa Dia tidak datang untuk berkuasa (dilayani) tetapi untuk melayani. Dengan itu, Yesus menetapkan tolok ukur baru bagi setiap orang untuk menjadi penguasa dan orang besar. “Barang siapa ingin menjadi terbesar di antara kamu, hendaklah menjadi pelayan” (Mat 20:26).

Dalam peristiwa salib, Yesus mendefinisikan secara baru patokan dalam menjalankan kuasa politik. Dalam paradoks salib, kekuasaan Allah ditunjukkan dalam ketidakberdayaan PutraNya yang disiksa, dengan demikian semua klaim kekuasaan duniawi dipertanyakan. Sebuah tindakan politik bisa bebas seluas mungkin, tetapi hal itu benar-benar sah jika dilakukan demi melindungi warga negaranya. Kewenangan kristiani merumuskannya dalam kasih dan pelayanan. Tolak ukur baru ialah pemerintah harus menyadari bahwa mereka adalah pelayan masyarakat.

Gereja mengajarkan bahwa semua pelayanan publik adalah pengabdian. Seseorang yang melayani kesejahteraan bersama tidak boleh mementingkan kesejahteraannya sendiri, tetapi mementingkan komunitas politik yang dipercayakan kepadanya dan menunjukkan fungsi politisnya menurut kriteria etika. Hal itu bisa nampak dalam tindakan melawan korupsi, nepotisme, kolusi dsb. Selain itu seseorang hendaknya melayani dengan melihat derita dan kebutuhan manusia dengan nyata. Birokratisasi tidak berlebihan pada Negara atau komunitas dari Negara yang melayani dengan gratis, serta pengembangan subsidiaritas manusia dan unit sosial yang lebih kecil.

Sekarang ini, orang miskin dan sederhana kerap masih dirugikan karena birokrasi yang rumit. Manajemen yang baik adalah jika sungguh-sungguh melayani kesejahteraan umum. Birokrasi berlebihan jika dijalankan dengan cara yang amat rumit. Hal itu jelas melawan kemanusiaan, dan membuat manusia menjadi roda dan mesin administratif

Maka itu nabi Yeremia mengingatkan kepada setiap warga Israel, bahwa setiap orang harus memikirkan kesejahteraan kota (kota tempat pembuangan; bukan tempat kelahiran mereka). Sebabnya ialah, jika kota itu sejahtera maka mereka yang tinggal di dalamnya juga sejahtera. Sebaliknya jika kota merana, mereka yang tinggal di dalamnya juga menderita. Maka selain itu, nabi mengingatkan agar kota (tentu termasuk pemerintahnya dan rakyatnya) dibawakan di dalam doa kepada Allah. Demikian juga para pemerintah harus memikirkan kesejahteraan rakyat banyak.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita dengan rendah hati menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Para pekerja…. Kami mohon.
  2. Bagi orang yang suka menumpuk harta kekayaan…. Kami mohon.
  3. Bagi para OMK yang sudah bekerja…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang berkumpul di sini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berpartisipasi di lingkungan masing-masing untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.
  • OMK menjadi pewarta dan pelaku keadilan di sekitarnya.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa:

Ya, Bapa mahabaik, kasihMu tak berkesudahan dalam hidup kami. Hari ini kami belajar untuk bersyukur karena Engkau telah mengingatkan kami lewat kegiatan ini agar selalu berkarya untuk kesejahteraan umatMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Janganlah Cemas (Nada De Turbe)

Janganlah cemas janganlah takut                 Nada de turbe nada teespante

Di dalam Tuhan berlimpah rahmat               Quien a Dios tiene nada lefalta

Janganlah cemas janganlah takut                 Nada de turbe nada teespante

Serahkan Tuhan                                               Solo Dios basta

 Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *