Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Agustus 2018

NEGARA, GEREJA DAN SISTEM DEMOKRASI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Allah hadir bukan dalam kekuasaan melainkan dalam kebenaran. Kebenaran harus menjadi perjuangan setiap penguasa negara. Gereja harus menjadi lembaga yang mendampingi penguasa negara untuk mendampingi terwujudnya kebenaran. Demokrasi adalah perangkat yang berjuang mewujudkan kebenaran yakni hak dan kewajiban setiap warganya. Demokrasi harus memperjuangkan masyarakat yang adil. Sistem demokrasi yang dibangun haruslah demokratis yakni dari, oleh dan untuk rakyat.

Nyanyian Pembuka

                        Dalam Tuhan aku bersyukur

            Dalam Tuhan aku bersyukur                          In the Lord I’ll be ever thankful

            Dengan lagu pujian                                         In the Lord I will rejoice

            Tuhanlah penyelamatku                                 Look to God do not be afraid

            Dalam Dialah sukacita 2x                               Lift up your voices the Lord is near 2x

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa:

Ya, Allah Bapa di surga, kami bersyukur atas rahmatMu yang melimpah dalam hidup kami. Hadirlah bersama kami dalam permenungan kami hari ini, agar kami mampu memahami sikap GerejaMu terhadap sistem pemerintahan demokrasi yang ada di dalam Negara kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan mereja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No 220-225

Gereja Katolik merupakan sebuah komunitas dengan struktur organisasi yang jelas, independen dan memiliki sistem pemerintahannya sendiri. Gereja Katolik tidak terikat secara politis dengan Negara. Keduanya otonom dan otonomi kemandirian masing-masing harus ditekankan.

Kendati masing-masing otonom dan terpisah, titik temu keduanya pasti ada. Dalam hal ini, baik Gereja maupun Negara harus membuka diri dan berkerjasama dengan baik. Gereja berkewajiban mematuhi hukum Negara. Akan tetapi Gereja juga berhak menghidupi dan memberikan moral korektif, bahkan mengkritik Negara ketika melihat prinsip-prinsip moral dan etika dilanggar.

Gereja menuntut dari negara kebebasan-kebebasan yang hakiki kepada seluruh rakyat: kebebasan berekspresi, mengajar, membangun rumah ibadah, beribadah secara publik, berorganisasi, memilih pemimpinnya, memiliki harta benda pribadi dan juga menggunakannya untuk tujuan pendidikan, budaya, kesehatan dan amal kasih.

Gereja secara ekplisit menunjukkan dukungannya dalam prinsip pembagian kekuasaan. Hanya ketika lembaga Yudikatif (bahasa Latin Ius = pengadilan hukum), Legislatif (bahasa Latin Lex = hukum) dan Eksekutif (bahasa Latin exerceo = pelaksana) hadir bersama, konstitusi suatu Negara menjadi mungkin. Secara khusus keberadaan pengadilan negara (politik) harus dianggap sebagai ujian bagi etika sosial Katolik. Prinsip Negara konstitusi dianggap sebagai sesuatu yang mendasar di mana Gereja menjadikan dirinya menjadi subjek dari prinsip ini: ajaran sosial Gereja menyetujui bahwa kebebasan beragama harus dijamin oleh semua komunitas religius.

Apakah semua keputusan demokratis harus kita setujui?

Kita tidak harus setuju dengan semua keputusan demokratis, tetapi Gereja mendukung sistem pemerintahan demokratis. Gereja malah kerap bertentangan dengan keputusan pejabat terpilih. Bagaimanapun, bila pemerintah memutuskan untuk melegalkan hukuman mati & aborsi misalnya, Gereja tidak dapat mengikuti keputusan itu. Gereja bertugas mengkritisi demi kemajuan negara. Gereja mendorong umatnya agar berperan aktif dalam perpolitikan dan di sana mereka berdiri membela hak manusiawi dan kesucian hidup manusia, dan menjadikannya keputusan politik. Mayoritas tidak selalu memiliki ide yang benar. Tetapi mayoritas memang memiliki kekuatan. Bila kita ada di sisi mayoritas ide-ide, kita harus berhenti sejenak dan berefleksi serta berdoa.

Merupakan kehormatan bagi orang Kristen untuk melayani semua orang dengan terlibat dalam politik. Namun politik tidak selalu baik. Dan sarana memperbaikinya tidak selalu tersedia. Jika karenanya politisi kristiani menggunakan nilai-nilai dasar Kristiani dalam kebijakan mereka dan mayoritas tidak bisa menerima, dalam hal ini politisi Kristiani tidak dapat disalahkan karena berbuat sesuai hati nurani. Nilai dasar manusia, kehidupan, kebebasan, martabat adalah hal yang tidak bisa ditawar oleh politisi Kristiani. Tidak ada politisi Kristiani misalnya mengaku diri Kristen dan pada saat yang sama membenarkan hukuman mati, aborsi, eutanasi dsb.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pangalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Manakah contoh keputusan politis yang tidak kamu sukai?
  2. Bagaimana rasanya melaksanakan keputusan politis seperti itu?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantung tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Gereja mendukung demokrasi karena demokrasi menjunjung tinggi hak-hak manusiawi. Akan tetapi Gereja tidak selalu harus setuju dengan keputusan demokratis karena nilai-nilai Injili harus diperjuangkan, tidak dapat ditawar-tawar. Disamping taat kepada pemerintah, Gereja meninggikan Allah dan hukum-hukumNya.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (Rm 13:1-7)

Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. Sebab jika seorang berbuat baik, ia tidak usah takut kepada pemerintah, hanya jika ia berbuat jahat. Maukah kamu hidup tanpa takut terhadap pemerintah? Perbuatlah apa yang baik dan kamu akan beroleh pujian dari padanya. Karena pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikanmu. Tetapi jika engkau berbuat jahat, takutlah akan dia, karena tidak percuma pemerintah menyandang pedang. Pemerintah adalah hamba Allah untuk membalaskan murka Allah atas mereka yang berbuat jahat. Sebab itu perlu kita menaklukkan diri, bukan saja oleh karena kemurkaan Allah, tetapi juga oleh karena suara hati kita. Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Yesus sendiri menyatakan kepada Pilatus bahwa semua otoritas kekuasaan datang dari Tuhan (lih. Yoh 19:11; Ams 8:15-16, Keb 6:3). Tuhan, sang Pencipta keteraturan sosial, menciptakan manusia sebagai mahluk yang perlu untuk hidup dan berkembang di dalam komunitas, dan karenanya memampukannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan baik.

Konsili Vatikan II menyatakan, “Dengan demikian jelaslah negara dan pemerintah meletakkan dasarnya pada kodrat manusia, dan karena itu termasuk tatanan yang ditetapkan oleh Allah. Sedangkan penentuan sistem pemerintahan dan penunjukan para pejabat pemerintah hendaknya diserahkan kepada kebebasan kehendak para warga negara.” (Vatikan II tentang Gereja dan dunia modern, Gaudium et Spes, 74).

Karena tatanan otoritas sipil berasal dari Allah, maka ketika otoritas tersebut ingin mencapai kebaikan bersama, dan dilakukan di dalam batas-batas keteraturan moral, maka otoritas tersebut harus ditaati di dalam nurani. Kegagalan untuk menaatinya adalah pelanggaran terhadap perintah ke-4 dalam ke 10 Perintah Allah (Hormatilah orang tuamu), seperti yang dijelaskan oleh St. Thomas Aquinas, “Bukan hanya perkembangbiakan natural menjadi dasar untuk memanggil seseorang ‘bapa’. Terdapat banyak alasan mengapa beberapa orang dapat diberikan gelar ini, dan setiap jenis kebapaan (fatherhood) ini memerlukan penghormatan yang selayaknya…. Raja-raja dan pangeran dipanggil sebagai ‘bapa’ karena mereka harus menjaga kesejahteraan rakyatnya. Kepada mereka kita menghormati dengan ketaatan. Dan kita lakukan tidak hanya karena takut tetapi karena kasih, tidak hanya untuk alasan kenyamanan tetapi karena hati nurani kita menyatakan demikian. Sebab seperti Rasul Paulus katakan, semua pemerintah datang dari Tuhan (Rom 13:1), dan karena itu setiap orang harus memberikan kepada orang lain apa yang menjadi haknya.” (On the two commandments of love and the ten commandments of the law, 4). Hal yang harus kita bayar kepada otoritas adalah: penghormatan, tunduk, pembayaran pajak untuk mendukung pelayanan-pelayanan masyarakat yang memperbolehkan masyarakat hidup dalam damai dan keamanan, yang menjaga mereka dari kekerasan dan menuju peradaban yang lebih baik.

Dari awal, umat Kristiani telah berusaha memenuhi kewajiban sosial mereka, walaupun mereka adalah korban-korban penganiayaan (lih. Leo XIII, Quod apostolici; Diuturnum illud, Immortale Dei). Contoh yang mengagumkan pada jemaat perdana adalah yang diberikan oleh St. Yustinus Martir sekitar pertengahan abad pertama dan abad kedua (First Apology 17). Demikian juga Tertullian, yang sangat kritis terhadap dunia pagan, menuliskan kepada para beriman, dalam persekutuan, agar berdoa bagi para kaisar, para menteri dan pegawai negeri, dan bagi kesejahteraan dan damai (lih. Apologeticum, 39, 1 ff). Dengan berbuat demikian, umat Kristiani melaksanakan perintah Tuhan Yesus, “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah.” (Mat 22:21)

Kita harus memberikan penghormatan kepada pemerintah negara. Namun, kita harus menyuarakan pendapat kita, jika terdapat kebijakan-kebijakan yang menentang hukum Tuhan. Misalnya, kebijakan pemerintah akan hukuman mati, hal ini jelas-jelas disuarakan Gereja. Yang tidak bisa adalah protes yang sampai anarkis karena biar bagaimanapun, kita harus tetap menghormati pemerintah negara kita.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi orang yang serakah…. Kami mohon.
  2. Bagi para pekerja yang haknya dirampas…. Kami mohon.
  3. Bagi OMK KAM…. Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini….. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK harus mendidik diri untuk tetap hormat kepada pemerintah.
  • OMK membantu pemerintah dengan hidup sebagai orang muda yang baik.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa yang penuh kasih, terimakasih karena telah menemani kami dalam pertemuan ini, sehingga kami dapat menimba pengetahuan tentang hubungan Gereja dan Negara serta system yang didukung dalam pemerintahan kami kini. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Limpahkan Kasih-Mu

            Sungai mengalir tiada henti-hentinya memberi hidup di sekitarnya.

            Tuhan melimpahkan rahmat-Nya bagi yang percaya kepada-Nya.

Bunga-bunga tiada akan mekar mewangi jika tanpa disegarkan air.

Hidup akan menjadi hampa jika tanpa cinta kasih Tuhan.

            Ya Tuhan Allah limpahkan kasih sayang-Mu bagaikan air sungai abadi

            agar segarlah hidup kami, tiada akan layu selamanya.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *