Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV Agustus 2018

HUKUM TUNDUK KEPADA CINTA KASIH

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Ubi societas ibi Ius, di mana ada masyarakat di situ ada hukum (Marcus Tullius Cicero 106-43 SM). Hukum berbeda di mana-mana, maka sesungguhnya tidak ada satu hukum untuk dunia. Tiap-tiap persekutuan dan bangsa-bangsa punya hukum sendiri. Namun pastinya ada persamaan yakni nilai-nilai kebaikan. Hukum yang baik adalah hukum yang mencerminkan nilai-nilai hidup masyarakat. Hukum adalah rangkaian peraturan mengenai tingkahlaku orang-orang, sebagai anggota suatu masyarakat dan tujuannya ialah menjamin keselamatan, kebahagiaan dan tata tertib dalam masyarakat itu sendiri.

Nyanyian Pembuka

            Tinggallah bersama aku

Tinggallah bersama aku                                              Stay with me remain here with me

Di dalam doa, di dalam doa (2X)                               Watch and pray (2x)

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak …. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakui dan menyesalinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Bapa, utuslah Roh Kudus dalam pertemuan kami ini. Semoga kami memahami makna Hukum dalam kehidupan kami, sehingga kami menyadari betapa pentingnya ketertiban dalam dunia yang Engkau ciptakan ini. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No 226-228

Hukum Sebagai Perlindungan

J van Kan seorang ahli hukum dari Belanda mendefinisikan hukum sebagai keseluruhan dari ketentuan-ketentuan yang bersifat memaksa untuk melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Hans Kelsen mengatakan bahwa hukum terdiri dari norma-norma yang mengatur orang berperilaku. Menurut O. Notohamidjojo hukum itu meliputi hukum yang tertulis dan tidak tertulis yang biasanya bersifat memaksa manusia dalam berperilaku baik dalam Negara maupun antar Negara yang berorientasi pada keadilan demi ketertiban dan damai dalam masyarakat.

Namun hukum tidak mungkin sanggup memfasilitasi manusia dan lembaga hidup secara berdampingan.  Supaya antara manusia dan lembaga bisa berinteraksi dan bekerjasama dengan baik dibutuhkan semacam persekutuan antar warga Negara, “semangat kenegaraan” atau “amal kasih”, tidak cukup hanya mendefinisikan “keadilan sosial” dalam hal prinsip, hak dan kewajiban. Sebuah etika sosial kristiani tidak boleh berhenti hanya pada prinsip, hak dan kewajiban. Hal itu merupakan panggilan dalam kehidupan nyata dengan sesama kita, dengan masalah dan kebutuhan mereka, dan dengan demikian kita memenuhi perintah Kristus untuk mengasihi sesama kita seperti diri sendiri dalam kasih Tuhan.

Maka semangat kenegaraan dan solidaritas warga negara harus mengatasi semua tindakan. Masyarakat yang hanya peduli pada keadilan abstrak akan menjadi dingin dan tidak manusiawi. Thomas Aquinas mengatakan bahwa keadilan tanpa kasih itu mengerikan. Keadilan demikian tampak umum saja, tidak menjadikan manusia bagian darinya. Maka karakteristik khas kristiani sangat tepat di sini yakni tika umum saja tetapi tetapi tidak melihat semua orang sama rata, namun tahu nama, wajah, dan sejarah sesamanya.

Namun para pelanggar hukum tidak pernah sedikit. Bagaimana sikap kita?

Basiknya adalah manusia adalah seorang pribadi dan tetap pribadi kendati sedang dihukum. Maka solidaritas kepada mereka tidak boleh berkurang sedikitpun. Hukuman tidak boleh mempermalukan dan merendahkan. Sebab tujuan hukuman adalah untuk memulihkan dan melindungi ketertiban umum, untuk mengubah yang bersalah menjadi lebih baik, dan itu adalah bentuk perbaikan diri. Gereja menentang semua reaksi pemerintah yang mengabaikan martabat para kriminal, seperti penyiksaan dan hukuman yang tidak wajar. Selain itu Gereja menganjurkan adanya remisi masa tahanan.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Pernahkah anda melanggar hukum? Bagaimana itu terjadi.
  2. Apakah yang terjadi dalam diri anda ketika anda sadar sedang melanggar hukum?
  3. Sejauh kamu amati bagaimana sikap orang-orang terhadapmu?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Salah satu sifat khas manusia yang tidak dapat disangkal ialah, rasa takut ketika melanggar hukum yang berlaku. Pelanggaran terhadap hukum tentu bertentangan dengan moral sehingga dari dalam diri ada penolakan atas tindakan pelanggaran itu. Orang Kristen sebaiknya mawas diri dan taat kepada setiap aturan yang berlaku dalam masyarakat. Sejauh itu tidak bertentangan dengan iman kita, itu adalah hukum yang berlaku atas kehendak Allah.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut karangan santo Matius (Mat 25:35-40)

U. Dimuliakanlah Tuhan

 “Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau? Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

P. Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Manusia lebih tua daripada semua Negara yang ada di dunia ini. Sebelum ada Negara manapun juga, manusia sudah menerima dari kodratnya hak untuk menyusun perencanaan bagi hidup maupun rejeki hidupnya. Baik Gereja maupun Negara keduanya diperuntukkan oleh Tuhan bagi manusia. Tugas utama para penguasa adalah mengerahkan semua sistem perundangan dan lembaga-lembaga untuk memberi kesejahteraaan umum dan golongan-golongan di dalam masyarakat. Kepemimpinan Negara juga turut serta mengusahakan agar struktur maupun fungsi administratif meningkatkan kesejahteraan umum maupun perorangan. Pemerintah wajib memikirkan dengan sungguh-sungguh masalah kemajuan sosial maupun ekonomi, serta pengembangan jasa pelayanan yang baku.

Memang keselamatan adalah anugerah Allah. Tepatnya Rasul Paulus mengatakan, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah” (Ef 2:8). Jadi keselamatan bukan diperoleh karena hasil melakukan hukum sunat, tetapi oleh Roh Kudus, seperti yang diajarkan oleh Rasul Paulus, “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.” (Gal 5:6). Maka, kita melihat bahwa keselamatan diperoleh karena kasih karunia Allah melalui iman yang bekerja oleh kasih. Jika kita membaca kisah Penghakiman Terakhir pada Mat 25:31-46, kita mengetahui bahwa memang keselamatan diberikan karena anugerah/karunia Allah, namun ini tak bisa dipisahkan dari perbuatan kasih yang dilakukan oleh setiap orang. Sebab, yang tidak disadari oleh orang-orang itu adalah bahwa apa yang dilakukan (atau tidak dilakukan) terhadap saudara yang terkecil/terhina itu mereka lakukan terhadap Kristus Tuhan. Kristus mengidentifikasikan diriNya di dalam mereka yang menderita, karena Kristus telah menebus mereka dengan korban salib-Nya.

Allah itu Mahatahu. Sejak awal mula Tuhan telah mengetahui segala keputusan kita, apakah kita akan bekerja sama dengan kasih karunia-Nya atau tidak. Namun Allah tidak menjadikan kita seperti boneka yang tidak punya kehendak di mana Tuhan sudah menakdirkan siapa masuk surga dan siapa masuk neraka. Tuhan “menghendaki semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran” (1 Tim 2:4). Jika manusia sampai masuk ke neraka, itu disebabkan bukan karena Tuhan yang secara aktif memasukkan mereka ke dalam neraka, tetapi karena orang-orang itu sendiri yang menolak untuk bekerja sama dengan rahmat Allah yang diberikan kepada mereka (dan semua orang) untuk keselamatan.

Pada perikop Mat. 25 tersebut terlihat bahwa kepada mereka yang telah bekerja-sama dengan karunia Allah itu dengan melakukan perbuatan kasih, Tuhan berkenan, dan menyelamatkan mereka. Sedangkan kepada mereka yang tidak bekerja sama dengan rahmat Allah itu, dengan tidak berbuat kasih kepada sesama, Tuhan tidak berkenan.

Lebih jelas lagi tentang pengajaran Yesus sendiri tentang bagaimana caranya memperoleh hidup kekal yaitu keselamatan. Yesus berkata kepada orang muda kaya itu, “…jikalau engkau ingin masuk ke dalam hidup (yang kekal), turutilah segala perintah Allah.”(Mat 19:17) Dan ketika ditanya perintah yang mana, Yesus menjawabnya dengan perintah kasih, kepada orang tua, dan kepada sesama terutama orang-orang miskin (Mat 19: 19-21).

Maka dari sini kita mengetahui bahwa keselamatan tak semata-mata anugerah yang tidak perlu diikuti oleh perbuatan kasih, melainkan harus menjadi kesatuan: anugerah Allah yang menyebabkan seseorang dapat beriman, namun iman itu harus dinyatakan dengan kasih, dan ini tidak terpisahkan.

Sementara untuk mengusahakan kebaikan bersama dalam hidup masyarakat, Tuhan mengingatkan agar, “Jangan menaruh benci kepada sesamamu, apa pun juga kesalahannya, dan jangan berbuat apa-apa terpengaruh oleh nafsu…. Kecongkakan dibenci oleh Tuhan maupun manusia…” (Sir 10:6,7). Maka, di tengah kemajemukan bangsa ini, kita dipanggil untuk mengusahakan persatuan atas dasar kasih, pengampunan, penguasaan diri dan kerendahan hati. Sebab dengan sikap seperti inilah, kita dimerdekakan dari rasa cinta diri dan segala hal yang membuat kita marah dan tertekan. Walaupun sepertinya nampak mudah, namun kenyataannya tidak sesederhana itu, jika sudah menyangkut kelompok-kelompok masyarakat yang lebih luas yang mempunyai kepentingan masing-masing.

Guna mengusahakan kebaikan bersama, kita harus berpegang kepada perintah Tuhan ini, “…Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja… maupun kepada wali-wali yang ditetapkannya…” (1Ptr 2:13-14). Artinya, kita diminta untuk taat kepada pemerintah dan para pemimpin kita yang sah. Demikianlah kita melakukan apa yang dikehendaki Allah. Kristus sendiri mengajarkan agar kita memberikan kepada pemimpin negara apa yang menjadi haknya, dan tidak mempertentangkannya dengan kewajiban kita untuk memberikan kepada Allah, apa yang menjadi hak Allah (lih. Mat 22:21). Tentu Allah-lah yang patut kita hormati di tempat pertama, namun hal itu tidak meniadakan penghormatan kita kepada para pemimpin kita, baik kepada pemimpin negara, maupun juga kepada pemimpin Gereja yang meneruskan kepemimpinan Kristus dan para Rasul di dunia ini. Demikian pula hormat kepada setiap orang adalah sikap yang berkenan kepada Allah.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi mereka tertindas….Kami mohon.
  2. Bagi semua pelaku kejahatan…. Kami mohon.
  3. Bagi orang muda yang dipenjara… Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen untuk menaati hukum di Negara Indonesia.
  • OMK berkomitmen turut mendukung menciptakan keadilan, ketertiban dan perdamaian.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya Tuhan, kami bergembira karena Engkau menanamkan kebijaksanaan dalam diri para pemimpin Gereja dan Negara kami. Berkat mereka kami merasakan keadilan dan ketertiban yang mendukung hidup kami semakin berkembang. Semoga kami menjadi orang-orang yang taat kepada aturan-aturan baik dalam Gereja dan Negara kami.  Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, sekarang dan selama-lamanya.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Kasih yang sempurna

Kasih yang sempurna telah kut’rima dari Mu

Bukan karena kebaikanku

Hanya oleh kasih karuniaMu Kau pulihkan aku,

layakkanku tuk dapat memanggilMu, Bapa

Kau beri yang kupinta saat kumencari kumendapatkan

Kuketuk pintuMu dan Kau bukakan

S,bab Kau Bapaku, Bapa yang kekal

Tak kan Kau biarkan

Aku melangkah hanya sendirian

Kau selalu ada bagiku

Sbab Kau bapaku Bapa yang kekal

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *