Temu Aktivis OMK KAM: OMK Bergerak

Pusat Pembinaan Orang Muda Katolik & Rumah Doa, Bingkawan-Sibolangit menjadi tempat pertemuan Aktivis OMK dan pendamping OMK Se-Keuskupan Agung Medan. Pertemuan ini dihadiri Sebanyak 85 OMK dan pendamping OMK dari 35 paroki yang ada di Keuskupan Agung Medan. Pertemuan berlangung pada tanggal 17-19 Agustus 2018. Pertemuan aktivis ini difasiltatori oleh KomKep KAM dengan mengambil tema OMK Begerak yang masih bernuansa pasca KAM Youth Day IV. Kegiatan diawali dengan acara memeriahkan HUT RI ke-73. Para aktivis dibagi kelompok perkevikepan untuk semakin mempererat dan saling mengakrabkan. Perlombaan makan kerupuk dengan menggantungkan kerupuk dan kaki ibu jari diikat, serta memasukkan paku kedalam botol perkelompok. Selesai perlombaan ala kadarnya, para aktivis berbaris tegak untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dengan penuh semangat tanpa mengurangi rasa nasionalisme.

Kegiatan dilanjutkan ibadat pembuka, laporan kegiatan OMK paroki dan kevikepan yang sudah berjalan dan yang akan berjalan dari para aktivis. Setelah berbagi laporan kegiatan OMK paroki dan kevikepan, dilanjutkan dengan Doa & Ngopi. Pada pertemuan ini juga, diadakan review dan evaluasi KAM YD IV 2018. Apakah tujuan KYD IV 2018 tercapai, dan berbagi video saat KAM YD ditampilkan. Lalu apakah kegiatan pasca KAM YD IV 2018 ini yang akan dilakukan OMK Paroki dan Kevikepan. Para aktivis yang ikut pada KAM YD IV 2018 saling berbagi pengalaman. Baik dan buruk pasti ada, kecewa dan senang tidak luput dari pengalaman peserta. Namun pada umumnya peserta merasa senang dan mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya pesta akbar OMK KAM 4 tahunan ini. Kemudian peserta diarahkan untuk membacakan bersama-sama Deklarasi KAM YD IV 2018. Ada 7 butir deklarasi yang dihasilkan saaat KAM YD IV 2018 Aek Kanopan. Melalui deklarasi ini OMK Paroki dan Kevikepan diajak untuk menjabarkan dan merancang kegiatan OMK Paroki dan Kevikepan untuk program 2019, yang tentunya sangat diharapkan kerjasama dari Parokus, DPPH dan Pembina OMK.

Pada misa pagi hari Minggu, Ketua KomKep KAM RP. Alexander Silaen, OFMCap mengajak para aktivis agar tetap menyatu dengan Yesus Kristus, mesra, intim, tidak terpisahkan dan hidup didalam roh Yesus Kristus itu sendiri. “Jika orang yang mesra dengan Yesus-nya, orang yang mesra dengan gerejanya, maka orang-orang seperti inilah yang bisa mengubah dunianya. Tugas kita adalah meneruskan kehadiran Allah yang nyata, dengan kasihnya kepada kita dan kasihnya kepada dunia”. Beliau juga mengutip perkataan Paus Fransiskus minimal membaca kitab suci 2-3 menit sehari dan tentu meresapkan dan melakukan isi kitab suci tersebut.

Pada kesempatan temu aktivis ini juga RP. Alexander Silaen, OFMCap. memaparkan materi dari buku Sinode Orang Muda.  Orang Muda, Iman, dan Diskresi Panggilan, yang merupakan tema sinode para uskup 3-28 oktober 2018 di Roma tentang orang muda. Dengan mendengar orang-orang Muda Gereja mendengarkan lagi Tuhan berbicara di dunia. Paus Fransiskus mengatakan “Saya mau ada seorang anak muda muncul untuk mengubah gereja ini”, betapa besarnya harapan, tanggungjawab anak muda pada gereja itulah harapan Paus Fransiskus.  Akhir pertemuan diadakan pembacaan rumusan kegiatan yang dirancang aktivis OMK paroki dan kevikepan untuk kegiatan 2019. Besar harapan para aktivis kiranya program OMK Paroki dan kevikepan dapat terlaksana dengan dukungan penuh dari Parokus yang tentunya sejalan dengan program Paroki dan Keuskupan sesuai dengan TPP KAM. – Andi Hotmartuah Girsang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *