Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I September 2018

SUMBERDAYA MANUSIA DI DALAM GLOBALISASI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Selama ratusan tahun dunia terus berubah dan banyak menawarkan peningkatan kondisi kehidupan serta berbagai kemudahan. Di dalam kemudahan-kemudahan serta perubahan itu tidak semua mendapat keuntungan. Dan ketimpangan yang berlebihan pun bisa terjadi di sana-sini, dan ini merupakan skandal.

Nyanyian Pembuka

            Semua bunga ikut bernyanyi

Reff:    Semua bunga ikut bernyanyi gembira hatiku. Segala rumput pun riang ria
Tuhan sumber gembiraku

Semua jalan di dunia menuntunmu ke surga
Desiran angin nan mesra mengayunmu ke surga—Reff
Semua lorong di bumi haruslah kau jalani
Bersama dengan sesama menuju pada Bapa—Reff
Semua pematang swah menanti telapakmu
Derita ria bersama meringankan langkahmu—Reff
Semua roda hidupmu mendambakan imanmu
Di perjamuan abadi Bapa sudah menanti—Reff

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

            Ya Allah yang maharahim, Engkau menciptakan dunia yang pesat dengan kemajuan. Bantulah kami lewat pertemuan ini untuk memahami makna kemajuan dan mengikuti Engkau dalam segala perkembangan dan perubahan zaman. Demi Yesus Kristus, PuteraMu Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 229-237

GLOBALISASI

            Globalisasi adalah meningkatnya hubungan erat dan timbal-balik antara sekalian bangsa di dunia. Globalisasi bisa juga dimaknai sebagai perubahan cepat dari dunia serta peningkatan kondisi kehidupan berkat kemajuan tehnologi. Globalisasi tidak hanya memiliki manfaat besar tetapi juga menimbulkan banyak masalah, serta dapat menjadi penyebab utama dimana “banyak hak fundamental manusia dicabut” ( Sinode Uskup, 1971, Keadilan di Dunia, 9 ).

            Globalisasi bukanlah bagian dari takdir maka kita tidak boleh berpikir dengan pasrah, karena ini adalah buatan manusia sesuai dengan standar moral. Di dalam dunia global kita semua dan segala sesuatunya saling berhubungan erat, karena di dalamnya ada komunikasi. Kita juga tidak lagi hanya berfungsi dalam batas-batas negara kita sendiri, tetapi bahwa kita hidup bersama dalam banyak budaya dan agama yang berbeda di dunia.

            Globalisasi ada untuk kemajuan dan keberhasilan. Keberhasilan itu harus merata dirasakan oleh seluruh umat manusia. Hak diberikan kepada yang miskin dan yang kaya untuk kesejahteraan, keadilan sosial, komunikasi dan ekonomi.

            Gereja terus menerus melihat situasi dunia demikian dan mewartakan hal-hal baik seturut pesan Yesus tentang kasih dan persaudaraan terhadap semua orang. Gereja sangat prihatin terhadap orang miskin, lemah dan yang dieksploitasi. Gereja terus menerus mengingatkan politisi untuk bertanggungjawab tidak hanya untuk negara mereka sendiri tetapi untuk seluruh manusia. Gereja turut mendukung kebijakan-kebijakan perdamaian dan pembangunan sebagai tujuan mereka.

            Oleh Kitab Suci kita diingatkan, bahwa kita manusia tidak muncul hanya sebagai individu, akan tetapi kita memiliki kaitan yang erat antara satu dengan yang lainnya. Orang banyak dan keragaman masyarakat dianggap dalam Kitab Kejadian sebagai hasil tindakan kreatif Allah. Hendaknya nilai-nilai seperti kebenaran, solidaritas dan kebebasan yang sangat diperlukan menjadi semakin penting secara global juga, sesuai dengan meningkatnya keterkaitan hubungan dan ketergantungan.

             Ajaran Sosial Gereja terus-menerus mengarah ke “Kesatuan manusia sebagai keluarga“ dan “terkait barang tujuan universal”. Ini berarti bahwa Tuhan sebagai Pencipta dunia, menyediakan sumber daya.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Sebutkanlah hal-hal yang telah menglobal di tempat kita ini berada!
  2. Apakah kamu adalah bagian yang larut dalam globalisasi saat ini?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantung tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

  • Kita sebagai individu penting melihat bahwa kita adalah bagian dari dunia dan segala perubahannya, karenanya kita mesti berproses bersama-sama dan memiliki kewajiban khusus untuk mewartakan keselamatan bersama dengan tindakan kita.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Santo Matius (Mat 13:31-32)

            Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: “Hal          Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.”

P. Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

SIKAP DALAM MENGHADAPI GLOBALISASI

            Biji sesawi, benih yang sangat kecil, tapi kemudian tumbuh menjadi pohon yang sangat besar, dan pohon itu menjadi tempat perlindungan bagi burung-burung. Demikianlah seharusnya setiap orang percaya, terus-menerus bertumbuh, dari sejak bayi yang tidak sanggup duduk menjadi seorang binaragawan misalnya. Seiring dengan pertumbuhan tubuhnya, bertumbuh pula kerohaniannya, dan menjadi seorang dewasa yang menjadi berkat bagi orang lain selama hidupnya.  Pertumbuhan rohani ini merupakan suatu proses yang tidak pernah berakhir.

            Di dalam pertumbuhan, seseorang pasti mengalami jatuh dan bangun. Namun prosesnya harus menunjukkan suatu peningkatan. Seperti seorang yang sedang naik gunung, di dalam usaha mencapai puncaknya dia akan mengalami peristiwa terpeleset dan terpaksa turun dua langkah, tapi dia harus naik lagi tiga langkah. Maka pertumbuhannya menunjukkan kenaikan menuju ke arah puncak. Jadi, perubahan yang harus dialami oleh setiap orang Kristen untuk menjadi lebih baik tidaklah selalu merupakan jalan yang mulus tanpa hambatan. Prinsipnya, di dalam bertumbuh, setiap orang Kristen harus meletakkan dirinya di bawah otoritas Tuhan sebagai Sang Pencipta agar selalu ditolong untuk bertumbuh ke arah yang benar.

            Globalisasi adalah penyebab perubahan hebat yang sudah dialami manusia berabad-abad lamanya. Sebagian manusia dengan cepat mengikuti perubahan ini. Tapi sebagian lain lambat atau bahkan tidak mau berubah. Beberapa alasan penyebab manusia sukar berubah, yaitu 1) tidak mau meninggalkan kenyamanan yang sudah dimiliki, 2) takut menghadapi hal yang baru, 3) budaya yang mengikat, 4) malas atau tidak mau repot.

            Manusia adalah pembentuk budaya. Budaya dibentuk supaya ada peraturan agar manusia bisa hidup bersama dan berhubungan satu sama lain dengan harmonis. Tapi manusia sering menjadi terikat dengan budaya tertentu dan sulit untuk melepaskan diri dari sana. Kita sering lupa pada hakikat dibentuknya budaya itu. Selama budaya itu masih relevan untuk membangun hidup kita ke arah yang lebih baik, maka kita boleh tetap mempertahankannya. Namun jika budaya itu sudah mengganggu pertumbuhan rohani kita, atau bahkan merusaknya, maka seharusnya kita meninggalkannya dan membentuk budaya yang baru atau masuk ke dalam budaya yang lain. Berubah memang bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Tetapi bukan tidak bisa. Semua bergantung pada diri kita sendiri apakah kita mau berubah. Tuhan sudah memberikan kuasa kepada kita untuk mengelola dunia ini, kita tinggal memilih mau atau tidak.

            Bagaimana kita menyikapi sarana-sarana globalisasi? Jika kita mengalami dampak yang baik dari sarana-sarana globalisasi itu, maka kita akan memujinya. Tapi jika kita mengalami dampak yang buruk, kita juga menyalahkannya. Sarana-sarana globalisasi tidak ada yang salah. Benar atau salah, baik atau buruk dampaknya, semua adalah tanggung jawab kita sendiri. Maka, di dalam menyikapi sarana-sarana globalisasi, seperti komputer, handphone, televisi, dan lain-lain, kita harus selalu minta hikmat Roh agar kita mendapat perlindungan dari Tuhan untuk bisa menyaring mana yang harus diterima dan mana yang harus ditolak, serta diberi kemampuan untuk menahan diri menghadapi tawaran-tawaran yang nampaknya indah namun menyesatkan.

            Bagaimana kita menerapkannya dalam konteks Indonesia? Indonesia adalah negara dengan banyak suku sehingga beragam pula budayanya. Kita bisa membuat perubahan yang baik dengan pencampuran/“perkawinan” budaya. Contohnya, budaya Batak “dikawinkan” dengan budaya Jawa. Jika hal yang baik dari kedua budaya itu disatukan dan yang buruk dibuang, maka akan timbul suatu perubahan yang baik. Orang Batak dengan karakternya yang tegas dan prinsip yang kuat, jika ia mau belajar bersikap lemah lembut seperti orang Jawa, akan menghasilkan karakter manusia yang lebih baik. Pemberian marga kepada orang Jawa yang sering dilakukan karena perkawinan antar budaya ini, bisa membuat perubahan yang semakin baik jika dia menerimanya dengan sikap terbuka dan mau berubah untuk menjadi lebih baik. Sifat orang Jawa yang tidak spontan to the point dapat dirubah menjadi lebih spontan jika mau belajar dari orang Batak. Sebagai orang percaya, kita harus bisa menyikapi perbedaan-perbedaan ini dengan bijak. Sikap yang terbuka dan mau berbaur akan memberi peluang bagi kita untuk menyampaikan nilai-nilai yang baik dan menjadi terang di antara mereka. Bukan malah bersikap memusuhi yang akan berpotensi memicu konflik.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para pemimpin negara…. kami mohon.
  2. Bagi rakyat Indonesia…. kami mohon.
  3. Bagi OMK sedunia…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen membuka diri terhadap kemajuan.
  • OMK berkomitmen mengikuti Injil menyikapi Globalisasi.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Ya, Bapa, terima kasih atas penyertaanMu bagi kami selama kegiatan ini. Semoga terang Kristus terus kami bawa dalam hidup kami khuusnya dalam menyikapi Globalisasi yang sedang kami alami pada masa kini.  Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Dengar Dia panggil nama saya
Dengar Dia panggil nama saya
Dengar Dia panggil namamu
Dengar Dia panggil nama saya
Juga Dia panggil namamu

Oh giranglah 2x
Yesus amat cinta pada saya
Oh giranglah

Kujawab ya.ya.ya. 2x
Kujawab ya Tuhan 2x
Kujawab ya,ya,ya.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *