Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III September 2018

MASALAH MIGRASI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Kita semua “orang asing” hampir di mana-mana, kecuali di lingkup kecil kita berada atau tinggal. Bahkan banyak orang merasa orang asing di negerinya sendiri sehingga meninggalkannya. Penyebabnya a.l. kemiskinan dan kesengsaraan, kurangnya kebebasan, perang, atau sekedar karena keinginan untuk hidup dalam dunia yang berbeda. Akan tetapi isu Migrasi menjadi hal yang sangat kontroversial sekali.

Nyanyian Pembuka

                        Dalam Tuhan aku bersyukur

            Dalam Tuhan aku bersyukur                           In the Lord I’ll be ever thankful

            Dengan lagu pujian                                         In the Lord I will rejoice

            Tuhanlah penyelamatku                                  Look to God do not be afraid

            Dalam Dialah sukacita 2x                               Lift up your voices the Lord is near 2x

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Kita mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa:

Ya, Allah Bapa di surga, kami bersyukur atas rahmatMu yang melimpah dalam hidup kami. Hadirlah bersama kami dalam permenungan kami hari ini, agar kami mampu memahami sikap GerejaMu terhadap Migrasi. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan mereja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No 248-250

Migran dan Sikap Gereja

            Perpindahan (migrasi) merupakan langkah yang besar dan tidak mudah. Selain harus menyiapkan perjalanan panjang, penduduk yang pindah juga harus repot-repot mengeluarkan biaya, menyiapkan tempat tinggal yang baru, mengangkut barang- barang lama, hingga mengurusi segala administrasi yang ada di lingkungan baru. Namun karena beberapa motivas mereka harus pindah seperti: 1) Kurangnya lapangan pekerjaan di daerah asal. 2. Kepadatan penduduk di daerah asal. 3) Sumber daya alam yang kurang memadai. 4) Keinginan memperbaiki taraf hidup. 5) Melanjutkan pendidikan. 6) Perbedaan pendapat dan politik. 7) Hubungan sosial yang tidak baik. 8) Alasan agama. 9) Keadaan geografis yang tidak cocok. 10) Pemerataan penduduk.

            Namun pembahasan ini adalah para migaran yang harus meninggalkan negaranya karena terancam kehidupannya. Hal ini banyak dilakukan oleh orang-orang Afrika menuju Eropa. Mereka sesesungguhnya tidak mempunyai tujuan yang pasti, yang mungkin saja tidak pernah sampai ke tujuan, mereka hanya ingin keluar dari negaranya. Hal ini masalah kemanusiaan yang sangat serius.

            Para migran ada yang tinggal secara legal dan ada pula yang secara ilegal, yang secara sembunyi-sembunyi tinggal di tengah masyarakat. Mereka selalu dihantui rasa takut dan dikejar-kejar, tidak merasa aman. Sering menempuh resiko dalam mencari perawatan medis, menolak pengaturan kerja eksploitatif atau mengirim anak-anak mereka ke sekolah dengan ketakutan, kalau-kalau ditemukan dan dideportasi. Gereja kita dalam hal ini bersikap dengan sangat jelas, bahwa mereka  yang tinggal tanpa izin dalam suatu negara tetap memiliki hak-hak manusiawinya dan tidak boleh menolak mereka secara sewenang-wenang.

            Berkaitan dengan migrasi Gereja Katolik melihat permasalahan ini dalam beberapa poin, yakni :

  1. Orang memiliki hak untuk bermigrasi dalam rangka mendukung diri mereka sendiri dan keluarga.
  2. Negara berhak untuk mengatur perbatasan mereka.
  3. Pengungsi dan pencari suaka harus diberi perlindungan.
  4. Martabat manusia dan hak manusiawi migran tak berdokumen harus dihormati.

Yang pasti Gereja dengan tegas mengatakan agar para imigran dilihat sebagai anggota keluarga dunia yang memiliki hak manusiawi yang harus dihormati. Mereka harus diperlakukan sesuai dengan hak-hak mereka itu.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Bagimana kamu memandang orang-orang perantau/pendatang di daerahmu atau negara ini?
  2. Adakah pengalamanmu yang bisa dishare tentang orang-orang yang terasingkan?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantung tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Status hukum yang tidak teratur tidak bisa membiarkan migran kehilangan martabatnya, karena ia diberkahi dengan hak-hak asasi, yang tidak dapat dilanggar atau diabaikan (St. Yohanes Paulus II).

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

Bacaan dari Kitab Ulangan (Ul 10:17-22)

Sebab TUHAN, Allahmulah Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat, yang tidak memandang bulu ataupun menerima suap; yang membela hak anak yatim dan janda dan menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian. Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamu pun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut, dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah. Dialah pokok puji-pujianmu dan Dialah Allahmu, yang telah melakukan di antaramu perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, yang telah kaulihat dengan matamu sendiri. Dengan tujuh puluh orang nenek moyangmu pergi ke Mesir, tetapi sekarang ini TUHAN, Allahmu, telah membuat engkau banyak seperti bintang-bintang di langit.”

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah.

Renungan

            Di pelosok Ghana, ada ungkapan yang berbunyi, “Dilarang berkunjung pada waktu makan”. Penduduk di sana menganggap tidak sopan seseorang berkunjung pada waktu makan karena makanan yang tersedia sangat terbatas, dan itu berlaku baik bagi tetangga ataupun orang asing.     Sebaliknya orang Batak tidak akan puas jika tidak memberi tamunya (kendati belum dikenal jelas) makan sebelum pulang. Mereka akan berjuang memasak hidangan yang lebih daripada yang terhidang sehari-hari karena untuk mereka tamu adalah raja. Sikap menanggapi kehadiran orang lain pasti akan berbeda-beda menurut adat masyarakatnya.

            Ketika orang Israel meninggalkan Mesir, Allah memberikan instruksi khusus tentang cara hidup mereka. Namun hukum dari Allah itu tak dapat dijalankan tanpa adanya perubahan hati. Maka Musa berkata, “Kamu harus taat kepada Tuhan dan janganlah berkeras kepala lagi” (Ul. 10:16). Segera setelah memberikan tantangan itu, Musa membahas tentang perlakuan Israel terhadap orang asing. Allah “menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing,” kata Musa, “dengan memberikan kepadanya makanan dan pakaian. Sebab itu haruslah kamu menunjukkan kasihmu kepada orang asing, sebab kamupun dahulu adalah orang asing di tanah Mesir” (ay.18-19).

            Israel menyembah “Allah segala allah dan Tuhan segala tuhan, Allah yang besar, kuat dan dahsyat” (ay.17). Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan pengenalan mereka akan Allah adalah dengan mengasihi orang asing-yakni siapa saja yang berbeda budaya dengan mereka.

            Allah kita adalah Abraham, Isak dan Israel (Yakub). Kita juga diperintahkan untuk mengasihi orang asing karena kita juga “orang asing” di dunia ini. Kita adalah pendatang di dunia ini yang pada waktunya akan pergi. Demikian orang-orang yang bukan suku dan bangsa kita yang tinggal bersama kita haruslah diperlakukan dengan baik, mengasihi mereka. Perintah Tuhan ini haruslah hidup di dalam sanubari dan dalam tangan kita. Perasaan satu keluarga dengan siapapun di dalam Tuhan yang satu dan sama itu semakin terwujud. Bukankah demikian dikehendaki Tuhan?

Nah, Bagaimana cara kita menunjukkan kasih-Nya kepada orang-orang asing, orang-orang yang terpinggirkan dan membutuhkan pertolongan yang ada di sekitar kita?

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi negara kita….Kami mohon.
  2. Bagi para perantau dan yang terpinggirkan Kami mohon.
  3. Bagi OMK KAM…. Kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini….. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK harus mengasihi orang asing di sekitarnya.
  • OMK tidak membuat pengkotak-kotakan.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa yang penuh kasih, terimakasih karena telah menemani kami dalam pertemuan ini, sehingga kami dapat menimba pengetahuan tentang orang asing yang ada di sekitar kami.  Ajarilah kami mencintai dan mengasihi mereka. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau, dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Limpahkan Kasih-Mu

            Sungai mengalir tiada henti-hentinya memberi hidup di sekitarnya.

            Tuhan melimpahkan rahmat-Nya bagi yang percaya kepada-Nya.

Bunga-bunga tiada akan mekar mewangi jika tanpa disegarkan air.

Hidup akan menjadi hampa jika tanpa cinta kasih Tuhan.

            Ya Tuhan Allah limpahkan kasih sayang-Mu bagaikan air sungai abadi

            agar segarlah hidup kami, tiada akan layu selamanya.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *