Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Oktober 2018

PRINSIP KEBERLANJUTAN

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Usaha memperbaiki bumi dan kehidupan di dalamnya harus tetap diperjuangkan. Hal ini harus menjadi prinsip Kristen, disebut prinsip keberlanjutan. Pribadi, solidaritas, subsidiaritas dan iman menjadi 4 hal yang menjadi pokok keberhasilan prinsip ini.

Nyanyian Pembuka

            Hai Pujilah segala Bangsa

Hai Pujilah segala bangsa maria bunda penebus

Tak ada mahluk yang mulia, sebagai bunda yang kudus

          O ingatlah ya Bundaku, doakan kami anakmu

O ingatlah ya Bundaku, doakan kami anakmu

Dikala badai yang menerjang, dan susah dalam hidupku
Hantarlah kami selalu, kepada YESUS Putramu..

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup   yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

            Bapa yang mahamurah, kami berkumpul di hadapanMu mohon penyertaanMu bagi kami dalam ibadat ini. Terangilah hati dan budi kami agar mampu menerima pesan-pesan yang Kau sampaikan kepada kami lewat pertemuan hari ini. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 262-267

PRINSIP KEBERLANJUTAN

Dunia kita semakin rusak. Kita patut bertanya, “Dunia yang bagaimana yang akan kita wariskan untuk generasi mendatang?” Dunia yang kita terima adalah indah, apakah kita akan mewariskan dunia yang rusak? Tidak. Dunia yang kita terima adalah hadiah gratis dari Allah, maka kitapun harus mewariskannya dengan gratis. Jika kita sadar bahwa bumi ini adalah hadiah (pemberian) mestinya kita tidak memikirkannya menurut ukuran manfaat, efisiensi dan produktivitas untuk kepentingan pribadi. Maka di dunia akan dipelihara bukan dimanfaatkan. Sebaliknya kita merasa bahwa bumi ini adalah milik kita yang bisa kita kuasai sesuka kita. Inilah sumber utama perusakan lingkungan. Kita lupa hubungan antara lingkungan hidup dengan Tuhan penciptanya dan maksud Tuhan menciptakannya yang adalah untuk kita sendiri.

Untuk memelihara dunia menjadi lebih baik, kita harus menganut prinsip keberlanjutan. Prinsip ini diletakkan dalam praksis prinsip-prinsip etis tradisional yang menaruh hormat pada kondisi hidup manusia dan keberlangsungan bumi itu sendiri. Prinsip ini berbicara tentang menjaga stabilitas dan ekosistem bumi dan kemampuan alamiahnya memperbaharui sumber sumber alam. Prinsip ini membutuhkan 3 hal untuk mencapai suksesnya:

  1. Pribadi. Perhatian manusia tidak berhenti pada ekosistem bumi, tetapi harus mengupayakan keluhuran manusia tanpa syarat. Manusia adalah pusat dunia, bukan alam atau hewan. Bahkan kita tahu bahwa manusia akan mendapat keuntungan ketika perhatian diberikan untuk memelihara keutuhan alam dan ketika hewan memiliki habitat yang tepat bagi masing-masing jenisnya. Menjaga alam dan melindungi umat manusia adalah dua sisi mata uang dalam etika Kristiani.
  2. Solidaritas. Keberlanjutan hanya dapat dicapai melalui usaha bersama.  Tanpa adanya praktek solidaritas secara langsung, keberlanjutan hanya akan tinggal sebagai topik yang membuat frustasi, sementara di sisi lain tanpa rasa malu tetap menggunakan sumber-sumber alam yang ada. Tanpa adanya lembaga-lembaga yang didirikan untuk memberantas kemiskinan atau untuk menjaga kelestarian alam, keberlanjutan akan menjadi omong kosong tanpa komitmen.
  3. Subsidiaritas (bantuan/pertolongan). Tanpa subsidiaritas, keberlanjutan akan lemah pada inti organisasinya. Yang dapat dicapai oleh organisasi yang lebih kecil harus dilakukan sendiri. Bahkan setiap individu harus dimaksimalkan sumbangannya. Dalam hal ini tidak perlu ada aturan atau organisasi dari atas yang mendikte kelompok atau pribadi. Pribadi harus dibantu/ditolong untuk bertindak.
  4. Iman

Iman Kristiani adalah ideologi yang penting karena tidak percaya pada suatu solusi yang sempurna. Iman Kristen menggerakkan semua kekuatan yang ada untuk mencapai keberlanjutan, hidup yang layak, dan meluhurkan derajat hidup manusia. Akan tetapi, semuanya itu pada akhirnya digerakkan oleh penghargaan bahwa Allah akan menyempurnakan segala sesuatu yang tidak dapat dicapai manusia. Allah memberikan yang terbaik, yakni Firdaus yang secara aktual terlaksana. Keberlanjutan berfokus pada masa depan yang penuh motivasi, bukan karena optimisme terhadap kemajuan, tetapi lebih karena visi akan kehidupan yang lebih baik di alam yang terbatas ini.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa pentingnya memelihara alam/ekologi?
  2. Prinsip keberlanjutan menjadi solusi untuk perbaikan ekologi kita. Untuk itu dibutukan peraan pribadi, solidaritas, subsidiaritas dan iman. Menurutmu mana lebih sentral dari antara keempatnya, mengapa?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Demi perbaikan ekologi setiap pribadi harus merasa bertanggungjawab. Solidaritas harus dikembangkan oleh semua pribadi dan semua pihak. Subsidiaritas antara pihak besar-kecil, atas-bawah, kaya-miskin harus terjadi. Iman harus diaplikasikan juga karena iman mengajarkan beriman mencintai diri, sesama dan lingkungannya.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Markus (Mrk 4:1-9)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka: “Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.” Dan kata-Nya: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!”

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

            Diri manusia adalah “kunci” keberhasil berbuah tidaknya firman Allah yang ditanamkan dalam dirinya, tentu tidak mutlak. Tuhan menghendaki firman dan kehendak-Nya yang ditanamkan itu bertumbuh dan berbuah di dalam kehidupan manusia, namun peran manusia multlak perlu dalam proses tersebut. Selain itu kekuatan lain (pengganggu) dari luar diri manusia juga harus diantisipasi dengan baik. Manusia selain berjuang agar firman bertumbuh di dalam dirinya sendiri tetapi juga harus menangkis musuh-musuh firman. Hal-hal ini tampak dalam kisah Injil yang baru dibacakan. Dari Injil tersebut kita dapat menarik 3 hal:

  1. Menghasilkan buah atau tidak Firman Allah yang kita terima tergantung dari tanggapan kita terhadap Firman itu.
  2. Tanggapan dunia terhadap pemberitaan Injil akan berbeda-beda. Ada yang mendengar, tetapi tidak akan mengerti; yang lain akan percaya hingga diselamatkan, tetapi kemudian akan mundur lagi; dan yang lain lagi akan percaya sehingga diselamatkan, bertekun dan menghasilkan buah dengan tingkat yang berbeda-beda.
  3. Musuh Firman Allah adalah Iblis, kekuatiran, kekayaan, dan segala kesenangan dunia.

            Rasanya hal ini berlaku untuk segala hal baik di dalam kehidupan manusia. Agar kebaikan berlanjut manusia harus mengkondisikannya. Kendati manusia berjuang keras, kebaikan itu belum tentu bertahan untuk semua orang dan semua kondisi. Ada yang namannya musuh-musuh kebaikan yang harus juga disingkirkan oleh manusia.

            Kembali ke topik kita yakni dunia atau lingkungan kehidupan yang baik, akan sama halnya. Dunia (lingkungan kehidupan) kita diciptakan Allah dengan baik, namun tidak dengan sendirinya seperti itu. Manusia harus memperjuangkannya. Walaupun manusia berjuang belum tentu akan sukses untuk semua orang dan setiap saat. Ada kekuatan lain yang menghendaki dunia ini dalam kekacauan inilah yang harus diwanti-wanti. Buktinya sekarang dunia kita rusak kendati begitu banyak orang yang berjuang. Walau memang jauh lebih banyak orang yang tidak perduli akan kebaikan dunia.

            Apa yang harus dilakukan agar segala bentuk kebaikan dan kedamaian terjadi dalam hidup manusia? Ada 4 yang harus dipelihara oleh setiap pribadi dan kelompok:

  1. Pribadi manusia harus tangguh dan terarah pada penciptaan kebaikan-kebaikan.
  2. Solidaritas merupakan sikap yang harus dipelihara antar pribadi dan antar kelompok.
  3. Subsidiaritas antara pihak kaya-miskin, besar-kecil, atas-bawah terjadi sehingga semua elemen bisa berjalan bersama dan saling mendukung.
  4. Iman merupakan hal yang mutlak diperdalam oleh setiap individu karena di dalam iman kita diajari untuk selalu optimis dan yakin bahwa cinta kasih, damai dan keadilan akan menang. Tuhan akan berkarya bahkan secara ajaib demi mewujudkan kerajaanNya.

Firman harus bertumbuh dalam diri manusia dan dalam dunia. Firman harus bertumbuh di dalam OMK. OMK harus mengambil bagian di dalamnya. Sambut dan pelihara Firman itu.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita dengan rendah hati menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Pemimpin negara…. Kami mohon.
  2. Bagi para penderma….             Kami mohon.
  3. Bagi para pencinta damai….                         Kami mohon.
  4. Bagi kita yang berkumpul di sini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.   Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK harus terlibat dalam upaya ekologi.
  • OMK semakin mencintai Alam sekitarnya.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa:

Ya, Bapa mahabaik, kasihMu tak berkesudahan dalam hidup kami. Hari ini kami bersyukur karena Engkau telah mengingatkan kami lewat kegiatan ini agar selalu menjaga ciptaan-Mu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

                        Bergeraklah

Apa kabar hai kaum muda

Salam sejahtera untuk kita semua

Lama sudah kita tak berjumpa

Dan kini saatnya kita bersama

Mari kawan bergandengan tangan

Bergerak wujudkan persaudaraan

Bersatu di dalam kebinekaan

Hidup rukun dalam kedamaian

Ayo bangkit, bangkit, bangkit sekarang juga

Jangan sulit, sulit, sulit tumbuhkan asa

Tak perlu berbelit, belit kuatkan tekat

Orang muda bergeraklah….

Dalam iman dan pengharapan, serta dalam cinta kasih

Bergandeng tangan dalam tuhan jadi saksi yang sejati

Ayo gerakkan keragaman, satu dalam pariasi

Mari wujudkan kedamaian, kaum muda yang sejati.

 Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *