Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I November 2018

ALLAH KITA ADALAH ALLAH DAMAI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Seluruh manusia menginginkan terciptanya perdamaian lestari di bumi. Panggilan untuk    menciptakan perdamaian pada dasarnya adalah panggilan hidup setiap orang terutama orang      Katolik. Allah di dalam diri Yesus Kristus telah menunjukkan bagaimana perdamaian itu bukanlah       sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Nyanyian Pembuka (PS 619)

Alangkah Bahagianya hidup rukun dan damai

Di dalam persaudaraaan bagai minyak yang harum

       Reff. Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai

Ibarat embun yagn segar pada pagi yang cerah

Laksana anggur yang lezat kan pemuas dahaga. Reff

            Begitulah berkat Tuhan dengan berlimpah ruah

            Turun ke atas mereka kin dan selamanya. Reff

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah yang mahabaik, kami bersyukur karena dapat berkumpul kembali bersama saudara-i kami seiman. Pada hari ini kami hendak belajar bersama tentang pandangan Gereja tentang perdamaian. Utuslah RohMu untuk menerangi hati dan pikiran kami agar kami pun dapat semakin memahami apa itu perdamaian dan memperjuangkannya di tengah kehidupan kami sebagai orang muda. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 270-274

HIDUP BEBAS DARI KEKERASAN

Sebelum masuk pada penjelasan yang mendalam sebaiknya kita melihat dulu makna yang terkandung dalam kata damai. DAMAI berarti tidak ada kerusuhan, rukun, tenteram, tertib, bersahabat. Berdamai berarti menghentikan kerusuhan, ketidaktertiban, ketidakrukunan, ketidaktenteraman. Mendamaikan berarti berusaha menghentikan permusuhan, ketidakrukunan, ketidaktertiban dan ketidaktenteraman.

Bagi kita, perdamaian adalah sifat Allah. Tidak adanya damai di dunia adalah tanda rusaknya kesatuan antara Allah dan manusia (dosa). Sejarah manusia diwarnai dengan kekerasan perpecahan dan pertumpahan darah. Namun orang-orang merindukan damai yang telah hilang akibat dosa. Ini pertanda manusia juga merindukan Allah.

Para nabi Perjanjian Lama menubuatkan bahwa suatu hari Mesias (Kristus) akan dating. Ia akan membawa masa perdamaian yang telah dinanti-nantikan, sebuah dunia baru “Di mana serigala akan tinggal bersama dengan domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama dan seorang anak kecil akan mengiringinya” (Yes 11: 6). Orang Kristen percaya bahwa Yesus adalah tanda Agung ini dan awal dunia baru. Dia adalah pembawa damai yang paling utama, yang membebaskan kita dari perbudakan dosa. Dia menghancurkan akar segala permusuhan. Melalui wafat-Nya di salib, Yesus Kristus mendamaikan umat manusia dengan Allah dan meruntuhkan tembok perseteruan yang menceraiberaikan banyak bangsa.

Yesus Kristus telah mendamaikan surga dan bumi, dan membuka semua pintu pengampunan agar manusia hidup dalam damai dan merasakan sukacita batin. Namun, damai-Nya itu tidak menyebar dengan sendirinya. Manusia bebas untuk menerima tawaran perdamaian Allah dalam iman, atau menolaknya dalam ketidakpercayaan. Untuk membuat keputusan itu, orang-orang harus pertama-tama mendengarkan bahwa di dalam Allah, perdamaian itu dimungkinkan, baik dalam hidup pribadi dan juga di antara kelompok-kelompok dan bangsa-bangsa yang bermusuhan. Orang-orang dapat memahaminya, jika mereka menjumpai orang-orang yang telah diperdamaikan: orang-orang yang tidak memukul balik, tidak membalas dendam, tidak menggunakan kekerasan. Mewartakan Kabar Gembira akan damai sejahtera dalam perkataan dan perbuatan adalah awal dari semakin terwujudnya perdamaian sejati.

Jadi, Damai sejati bermula dari dalam hati seseorang; dari situlah damai terpancar. Seorang Kristen menemukan kedamaian di dalam dan bersama dirinya sendiri melalui doa dan mendengarkan Sabda Allah. Sakramen juga penting, terutama Pengakuan Dosa yang adalah sakramen perdamaian yang sejati. Seseorang juga menemukan kedamaian batin ketika ia berinisiatif untuk menjumpai sesamanya dalam kasih sejati. Orang Kristen memahami bahwa niat untuk mengampuni dan diperdamaikan adalah jalan satu-satunya agar semua orang dapat hidup rukun dan damai. “Barang siapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain” (Luk 6:29).

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Menurut kamu, apa itu damai?
  2. Apabila ada perbedaan pendapat, perselisihan dan ketidakcocokan antara kamu dengan orang lain, apakah itu disebut damai?
  3. Sebagai Orang Muda apa perlunya mengampuni dalam usaha menciptakan perdamaian?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

  • Banyak yang mengatakan bahwa perdamaian adalah tidak adanya perang. Ada juga yang mengatakan bahwa perdamaian adalah keseimbangan di antara kekuatan-kekuatan yang tidak berselisih. Pemahaman-pemahaman seperti ini tentulah masih sangat dangkal. Perdamaian adalah ketenteraman dalam tata aturan yang ada. Secara lebih mendalam perdamaian berarti kebahagiaan dalam tatanan kebaikan Allah yang penuh kasih. Perdamaian seperti itulah yang dibawa oleh Yesus, yakni kebahagiaan di dalam Allah yang penuh kasih.
  • Dalam usaha mewujudkan perdamaian maka tentulah akan ditemui sejumlah perbedaan yang menghantar kita pada perselisihan, ketidakcocokan dan ketidaknyamanan satu sama lain. Hal itulah tantangan yang harus kita hadapi dalam memperjuangkan perdamaian. Perselisihan, perbedaan pendapat merupakan hal yang biasa. Hal tersebut merusak perdamaian ketika panggilan perdamaian yang dibawa oleh Yesus Kristus tidak menggema di dalam hati kita. Kita mendendam dan berniat untuk balas dendam terhadap sesama. Ada kalanya bahkan sering terjadi dimana perdamaian itu rusak akibat ego serta kepentingan pribadi kita. Berhadapan dengan hal itu maka perdamaian adalah panggilan setiap orang terutama yang mengaku diri pengikut Yesus Kristus. Kita perlu belajar memiliki budaya memaafkan dan memberi maaf sebab perdamian tidak berawal dari meja perundingan, melainkan dari hati setiap orang.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Bacaan dari Surat Kepada Orang Ibrani (Ibrani 12:12-17)

Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh. Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorang pun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang. Janganlah ada orang yang menjadi cabul atau yang mempunyai nafsu yang rendah seperti Esau, yang menjual hak kesulungannya untuk sepiring makanan. Sebab kamu tahu, bahwa kemudian, ketika ia hendak menerima berkat itu, ia ditolak, sebab ia tidak beroleh kesempatan untuk memperbaiki kesalahannya, sekalipun ia mencarinya dengan mencucurkan air mata.

P. Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Renungan

YESUS JURU DAMAI

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang majemuk. Indonesia terdiri dari beranekaragam suku, budaya, etnis, agama, bahasa, dan adat. Bagaimana menyatukan keanekaragaman masyarakat Indonesia? Para pendiri bangsa Indonesia telah meletakkan dasar negara, yaitu Pancasila. Salah satu cita-cita para pendiri bangsa ini adalah untuk mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan sosial bagi rakyatnya.

Hal senada juga dikatakan oleh penulis Kitab Ibrani agar orang-orang percaya mengusahakan hidup berdamai dengan semua orang (14a). Hidup dalam suasana damai dapat mendorong seseorang mempraktikkan hidup kudus (14b). Perdamaian memampukan masing-masing anggotanya saling memerhatikan, menolong, dan menguatkan. Perdamaian juga berfungsi mencegah munculnya bibit kekerasan dan kerusuhan dalam bermasyarakat (15).

Sayangnya perdamaian tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diupayakan, dihadirkan, dirawat, dan dilestarikan. Artinya, perlu komitmen dan pengurbanan, baik secara materi maupun emosi. Langkah toleransi dan negosiasi harus menjadi makanan sehari-hari. Memang sungguh ironis karena banyak orang menginginkan hidup dalam suasana damai justru perbuatannya menimbulkan konflik dan perpecahan.

Kunci hadirnya perdamaian terletak pada kasih karunia Allah. Mewujudkan perdamaian melalui tindakan kasih bukan berarti kita menjadi orang yang gampangan berkata “Ya” dan menyenangkan semua pihak. Jangan bertindak bodoh dan ceroboh seperti Esau yang menjual hak kesulungannya demi memuaskan rasa lapar sesaat (16). Karena itu, penulis Kitab Ibrani memotivasi orang percaya dengan kalimat, “Kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah dan luruskan jalan bagi kakimu” (12-13).

Mewujudkan perdamaian butuh upaya konkret. Dalam Kristus ada damai sejahtera dan damai itu sudah diberikan-Nya kepada orang percaya (Yoh 14:22). Maukah kita menjadi duta Kristus yang membawa damai-Nya bagi dunia?

Menjadi pembawa damai bagi setiap orang katolik adalah wajib hukumnya. Dalam usaha untuk menjadi pembawa damai maka manusia terlebih dahulu haruslah berdamai dengan dirinya sendiri. Ia harus mampu berdamai dengan masa lalunya yang mungkin cukup menyedihkan. Ia harus mendamaikan egonya sendiri sehingga ia dapat bertumbuh menjadi pribadi yang matang dan dewasa. Ia harus berdamai dengan segala kekurangan yang ia miliki dan ia harus juga berdamai dengan Tuhan yang mungkin sering ia ingkari, khianati dan tinggalkan. Setelah berdamai dengan dirinya sendiri barulah manusia dapat bermimpi untuk berbagi damai kepada orang lain.

Menghadirkan damai dalam hidup bersama bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Setiap orang yang berkeinginan baik untuk menciptakan damai dituntut untuk memiliki kasih di dalam hatinya. Kasih tersebut hanya dapat bertumbuh apabila setiap orang sudah terlebih dahulu mampu berdamai dengan dirinya sendiri. berdamai dengan diri sendiri tidak sama artinya dengan memaklumi diri sendiri, tetapi lebih dari itu yakni mengangkat segala pengalaman hidup ke hadirat Allah sehingga Allah mampu menjadikannya menjadi pribadi yang baru; pribadi yang hidupnya terdorong dan tergerak oleh kasih.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Perdamaian dunia…. kami mohon.
  2. Bagi Gereja Kudus…. kami mohon.
  3. Bagi OMK sedunia…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen memaafkan orang tua, kakak adik dan teman yang bersalah kepada saya.
  • OMK berkomitmen menyebarkan damai dengan perkataan dan perbuatan yang mendamaikan orang lain.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, Ya, Bapa, terima kasih atas penyertaanMu bagi kami selama kegiatan ini. Bantulah kami untuk berdamai dengan diri kami sendiri dan berjuang untuk menjadi pembawa damai di tengah-tengah kehidupan kami sehingga dunia yang penuh damai pun dapat tercipta di tengah hidup kami. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup (PS 683)

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Ulangan: Kau Dipanggil Tuhan dijadikan duta

Supaya hidupmu menyinarkan kasihNya

  1. Berat memang tugasmu tetapi kau diberi rahmat. Ulangan
  2. Sang Kristus memikatmu takkan mampu kau menolakNya. Ulangan
  3. Dan doaku bagimu: semoga teguh semangatmu. Ulangan

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *