Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II November 2018

GEREJA DAN PERDAMAIAN

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Gereja di dalam sejarahnya menunjukkan perjuangan untuk menciptakan perdamaian di seluruh    muka bumi. Gereja akan tetap berjuang meski Perjuangan Gereja tersebut tidak selalu membuahkan hasil dan tidak selalu berhasil. Mengapa? Karena Gereja percaya bahwa perdamaian itu bukanlah  sesuatu yang mustahil untuk dilakukan.

Nyanyian Pembuka (PS 221)

TUHAN JADIKANLAH AKU PEMBAWA DAMAI

Tuhan jadikanlah aku pembawa damai

Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cintakasih

Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.

Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.

Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian

Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.

Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan

Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan.

Bila terjadi kegelapan, jadikanlah aku pembawa terang.

Tuhan semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.

Sebab dengan memebri aku menerima, dengan mengampuni aku diampuni. Dengan mati suci aku bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan    Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar  kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah yang mahabaik. Kami bersyukur kepadaMu atas segala yang terjadi di dalam hidup kami. Pada kesempatan ini kami berkumpul kembali untuk merenungkan panggilan kami untuk menciptakan perdamaian di atas bumi. Bersama GerejaMu kami ingin menjadi agen-agen perdamaian di bumi. Bantu kami Bapa dengan Roh KudusMu agar kami dapat semakin memahami apa itu perdamaian dan memperjuangkannya di tengah kehidupan kami sebagai orang muda. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 275-283

GEREJA AGEN PERDAMAIAN

Kita tentulah akan merasakan damai ketika kita berada dalam lingkungan orang-orang yang dengan jujur dan tulus mencari kebenaran. Kita juga tentulah akan merasakan damai ketika kita berada di tengah-tengah orang yang peduli pada kesejahteraan umum dan dengan penuh kasih peduli pada kesejahteraan dan keadilan bagi semua orang. Sebaliknya kita tentulah tidak akan merasakan kedamaian jika manusia memperlakukan sesamanya sebagai objek semata demi kepentingan pribadinya, demi program-program dan cita-citanya. Kita juga tidak akan merasakan damai ketika ada pembodohan terhadap sesama dengan maraknya berita-berita hoax yang dianggap kebenaran. Kita pun tidak akan merasakan damai ketika ada pihak-pihak yang merasa sudah tahu segalanya, susah menerima masukan dan kritikan demi ambisi pribadinya. Intinya, kedamaian tanpa kasih yang tulus hanyalah sebuah isapan jempol semata.

Pada point itulah Gereja secara luas memahami perdamaian, yakni terciptanya suasana kasih di tengah dunia. Dari iman akan kasih Allah kepada manusia yang hadir secara nyata dalam diri Yesus Kristus maka manusia memiliki cara baru untuk menyapa orang lain, cara baru untuk memperlakukan orang lain yang disebut kasih. Oleh karena itu, maka pada dasarnya di mana ada orang Katolik maka di situ haruslah ada perdamaian. Bagaimana caranya?

Pertama dan utama yang harus dilakukan untuk menciptakan perdamaian adalah dengan berdoa. Sebelum memulai aktivitas apa pun ke luar maka Gereja berdoa demi perdamaian. Seorang Katolik haruslah yakin bahwa doa mempunyai kuasa untuk mengubah dunia. Selain itu, doa adalah sumber kekuatan untuk mengusahakan perdamaian. Setiap tahun pada tanggal 1 Januari Gereja Katolik merayakan hari Raya Santa Maria Mater Dei sekaligus sebagai hari perdamaian sedunia. Gereja juga melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mencoba menciptakan suasana damai dan kasih seperti hari orang muda sedunia, dsb. Dengan cara tersebut Gereja Katolik mau menunjukkan bahwa ia mempercayai suatu hidup penuh kasih dan damai bukan sebuah impian yang tak mungkin terjadi.

Secara politis Gereja melakukan segala cara yang bisa dilakukan untuk mewujudkan dan menjaga perdamaian, terutama di sekitar 180 negara di mana Gereja secara Diplomatis diwakili oleh Takhta Suci membela HAM, menyerukan perlucutan senjata dan mendorong pengembangan ekonomi dan sosial untuk menciptakan landasan supaya semua orang dapat hidup bersama dengan damai dalam masyarakat. Takhta Suci juga menjadi pengamat di PBB demi menjaga netralitas.

Sejumlah organisasi dunia juga diikuti oleh Takhta Suci. Sejumlah organisasi tersebut adalah Food and Agriculture Organization (FAO) yang bertugas membantu meningkatkan taraf gizi dan taraf hidup masyarakat dunia, United Nation Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) yang bertugas untuk membantu pengembangan ilmu pengetahuan, kebudayaan dan pendidikan, World Trade Organization (WTO) yang bertugas mengawasi perdagangan dunia, International Atomic Energy Agency (IAEA) yang mengurusi penggunaan energi nuklir secara damai, Organization for Security Co-operation in Europe (OSCE) yang bertugas untuk keamanan dan kerjasama di Eropa, Organization for the Prohibition of Chemical Weapons (OPCW) yang bertugas untuk menentang penggunaan senjata kimia, United Nations High Commissioner for Refuges (UNHCR) yang bertugas mengurusi para pengungsi dan tawanan perang.

Gereja katolik juga berdiri di belakang piagam PBB. Piagam PBB melarang penyelesaian konflik antarnegara dengan kekuatan militer dengan dua pengecualian: pembelaan diri yang masuk akal ketika diserang pihak lain dan tindakan yang diambil oleh Dewan Keamanan PBB di dalam kerangka tugasnya untuk memelihara perdamaian.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Menurut kamu, selain yang dilakukan oleh Gereja, hal apakah yang dapat dilakukan?
  2. Dalam konteks lokal, coba sebutkan upaya Keuskupan Agung Medan untuk menjaga perdamaian?
  3. Sebagai Orang Muda apa yang dapat kamu lakukan untuk menciptakan perdamaian?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

  • Gereja selalu berjuang untuk mencipatakan perdamaian di muka bumi. Banyak hal yang telah dilakukan Gereja. Mungkin hal tersebut belum begitu terasa bagi kita, tetapi dalam Gereja lokal hal tersebut juga diteruskan. Adanya sejumlah kegiatan-kegiatan sosial, panti asuhan, Rumah sakit, pusat rehabilitasi narkoba, silaturahmi antar umat beragama, dll menjadi bentuk yang paling nyata di keuskupan kita. Berangkat dari apa yang telah ada, maka sebagai OMK kita pun hendaknya mampu untuk lebih terbuka terhadap perdamaian dan menjadi agen-agen perdamaian di manapun kita berada.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius (Mat 5:1-12)

U. Dimuliakanlah Tuhan

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Melalui bacaan yang telah kita dengarkan maka kita mengetahui terdapat 8 sabda bahagia, yakni:

  1. Berbahagialah orang yang miskin,
  2. Berbahagialah orang yang berdukacita
  3. Berbahagialah orang yang lemah lembut
  4. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran
  5. Berbahagialah orang yang murah hatinya
  6. Berbahagialah orang yang suci hatinya
  7. Berbahagialah orang yang membawa damai dan
  8. Berbahagialah orang yang dihina dan dicela karena Tuhan.

Berdasar pada 8 sabda bahagia tersebut maka mereka yang memperjuangkan perdamaian juga termasuk ke dalam orang-orang yang bahagia. Kebahagiaan tersebut semakin sempurna karena mereka yang membawa damai (ayat 9) dikategorikan sebagai anak-anak Allah.

            Melalui bacaan tersebut Yesus ingin menunjukkan bahwa salah satu kunci kebahagiaan adalah jika setiap orang mampu menjadi pembawa damai di dalam hidupnya. Dengan kata lain mengupayakan perdamaian menjadi wajib bagi setiap orang yang mengaku diri sebagai murid-murid Yesus. Sebagai OMK pun kita dipanggil Tuhan untuk menjadi agen-agen perdamaian di dalam hidup kita. Kita dipanggil untuk menjadi bagian dari solusi bukan bagian dari masalah.

Damai adalah sifat dasar Allah. Allah menginginkan agar anak-anakNya memiliki sifat itu juga. Maka itu Yesus dalam kotbahnya memberitahukan kepada kita keinginan Bapa di surga, agar semua orang telah percaya kepadaNya menjadi juru damai. Sifat ini adalah semangat baru yang menjiwai tingkah-laku manusia. Orang yang membawa damai ialah orang yang telah berdamai terlebih dahulu dengan Allah dan mereka disebut anak-anak Allah, karena mewarisi sifat-sifat Allah, sebagai Bapanya. “Para pendamai” adalah mereka yang berusaha hidup dalam perdamaian dengan semua orang, tetapi juga yang berusaha memperdamaikan orang yang sedang dalam perselisihan atau permusuhan. Jadilah pembawa damai.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Perdamaian dunia…. kami mohon.
  2. Bagi para pejuang perdamaian…. kami mohon.
  3. Bagi OMK di manapun berada…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus      sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen menjadi pejuang perdamaian di tengah masyarakat.
  • OMK berkomitmen untuk mendukung gereja (keuskupan/paroki/stasi) dalam gerakan perdamaian. 

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, Ya, Bapa, terima kasih atas penyertaanMu bagi kami selama kegiatan ini. Kiranya Roh KudusMu tetap menyemangati kami kaum muda dalam memperjuangkan perdamaian di manapun kami berada. Tanamkanlah KasihMu di dalam hati kami semua agar dengan kasih itu kami pun mampu untuk berbagi kasih kepada sesama kami. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup (PS 695)

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

AKU DENGAR BISIKAN SUARAMU

Aku dengar bisikan suara-Mu

Menggema lembut di dalam batinku

Sungguh engkau sahabat-Ku

Jikalau engkau menaati perintah-Ku

Reff:     Pergilah dan sebarkanlah kabar sukacitaku

             Sampai akhir jaman Aku sertamu

Bukanlah engkau yang memilihKu

Melainkan Aku yang memilihmu

Kini Aku serahkan tugas

Supaya engkau menghasilkan buah limpah . Reff

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *