Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III November 2018

PANDANGAN GEREJA TENTANG PERANG

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Dunia diwarnai dengan kondisi dimana terjadi perang di berbagai tempat. Perang merupakan        sesuatu yang bertolak belakang dengan konsep perdamaian. Ketika Gereja berjuang mewujudkan perdamaian di muka bumi, tetapi justru perang semakin banyak terjadi. Bagaimana sebenarnya pandangan Gereja terhadap perang?

Nyanyian Pembuka (PS 619 )

ALANGKAH BAHAGIANYA

Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai

Di dalam persaudaraan bagai minyak yang harum.

Reff. Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai

            Ibarat embun yang segar pada pagi yang cerah

            Laksana anggur yang lezat kan pemuas dahaga

Reff. Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai

Begitulah berkat Tuhan dengan berlimpah ruah

Turun ke atas mereka kini dan selamanya

Reff. Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah Mahabaik terpujilah Engkau yang dengan penuh cinta mengajarkan dan memberikan teladan cinta kepada kami. Namun dalam perjuangan hidup di dunia ini, sering terjadi perang di mana kami sendiri tidak tahu harus berbuat apa-apa. Kiranya Roh KudusMu selalu membimbing kami dalam menjalani hidup di dunia. Dan semoga dalam ibadat kami ini, kami bertemu dengan Yesus Kristur putera-Mu sang raja damai, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 284-297

PERANG SEBAGAI KEKERASAN

Perang adalah hal terburuk dan kegagalan terbesar atas perdamaian. Perang selalu merupakan sebuah kekalahan bagi kemanusiaan. Perang terjadi karena kebencian yang sudah berlangsung lama di antara orang-orang tertentu. Perang juga dapat terjadi karena adanya perbedaan ideologi atau karena nafsu seseorang atau kelompok akan kekuasaan dan harta. Perang dengan kata lain merupakan jalan keputusasaan. Ketika orang kaya hidup di atas penderitaan banyak orang msikin maka ketidaksetaraan ini tidak jarang berujung pada kekerasan.

Paus Yohanes Paulus II pernah mengatakan bahwa perang selalu merupakan sebuah kekalahan bagi kemanusiaan. Untuk itu Gereja selalu menyerukan perdamaian dan mengecam sejumlah tindakan-tindakan ketidakadilan. Meskipun demikian, Gereja juga menyadari bahwa ada kalanya perang tidak terelakkan, terlebih dalam konteks mempertahankan diri. Piagam PBB dengan tegas melarang penyelesaian konflik dengan kekuatan militer dengan dua pengecualian yakni pembelaan diri yang masuk akal ketika diserang pihak lain (perang demi pertahanan) dan tindakan yang diambil oleh Dewan Keamanan PBB di dalam kerangka tugasnya untuk memelihara perdamaian.

Terdapat 4 kriteria yang harus dipertimbangkan untuk perang demi pertahanan: pertama, kerusakan yang ditimbulkan oleh penyerang bersifat lama, mematikan dan pasti. Kedua, tidak ada cara lain untuk mencegah atau mengakhiri kerusakan yang ditimbulkan dengan catatan semua cara damai untuk menyelesaikan konflik harus sudah diupayakan. Ketiga, akibat yang ditimbulkan oleh penggunaan kekuatan senjata untuk mempertahankan negara tidak boleh lebih parah daripada yang ditimbulkan oleh penyerang. Keempat, pertahanan yang dilakukan harulah memiliki peluang berhasil secara nyata.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam perang adalah sebagai berikut. Meskipun pertahanan dengan senjata dibenarkan, kekuatan senjata yang digunakan hanyalah yang mutlak cukup memenuhi tujuan pertahanan, tidak boleh berlebihan apalagi menjadi menghancurkan. Para tentara perang harus ikut hukum internasional misalnya tidak boleh ikut serta dalam penembakan massal warga sipil ataua tahan perang. Korban perang tak bersalah yang tidak dapat membela diri mereka sendiri dari serangan harulah dilindungi. Perlindungan in berlaku bagi warga negara sipil secara umum. Hal yang berkaitan dan lebih parah dalam peperangan seperti genosida, perdagangan senjata, penggunaan senjata pemusnah massal harus dijaukan.

Dalam konteks hidup sebagai seorang Katolik, konsep perdamaian haruslah menjadi budaya yang harus diperjuangkan, bukan perang, yang dapat dimulai dalam lingkup terkecil yakni keluarga. Keluarga juga dipanggil untuk menjadi rukun dan berdamai serta bersaudara satu dengan lainnya yakni ayah, ibu dan anak. Setiap orang di tengah keluarga haruslah memegang teguh prinsip keadilan sebab tidak ada perdamaian tanpa keadilan dan seseorang tidak pernah dapat berlaku adil jika tidak ada kasih dalam dirinya.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Menurut kamu, apakah efek terbesar dari perang?
  2. Pernahkah kamu berperang dengan diri kamu sendiri? Tentang apakah itu?
  3. Menurut Paus Yohanes Paulus II, keluarga juga sedang diserang oleh kekuatan setan. Coba kamu sebutkan bukti-bukti serangan tersebut di tengah keluarga kamu masing-masing!

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

  • Efek terbesar dari perang adalah hilangnya perdamaian dan rusaknya nilai-nilai kemanusiaan. Perang memiliki banyak bentuk. Ada perang dengan kekuatan fisik dan senjata, tetapi ada pula perang yang lebih personal dan sifatnya psikis, yakni perang terhadap diri sendiri.
  • Manusia di dalam dirinya sendiri kerap berperang dan tidak berdamai dengan dirinya sendiri. Ketidakpuasan terhadap situasi yang dialami, hilangnya penerimaan terhadap diri sendiri dan hasrat berlebihan untuk menjangkau langit sering menghantar orang kepada perang terhadap dirinya sendiri. Perang terhadap diri sendiri tersebut sering berimbas pada keluarga di sekitarnya.
  • Paus Yohanes Paulus II pernah mengatakan bahwa keluarga-keluarga katolik sedang diserang oleh setan. Serangan tersebut dapat hadir di tengah keluarga dalam bentuk keacuhan antar anggota keluarga. Setiap orang asik dengan dirinya sendiri, tanpa peduli dengan orang di sekitarnya. Arus teknologi memperburuk situasi keluarga-keluarga di masa sekarang. Manusia kehilangan daya distingsi dan distansinya.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma (Rom 12:9-21)

Hendaklah kasih itu jangan pura-pura! Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa! Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan! Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

HIDUP DALAM PERDAMAIAN

            Hidup rukun dan damai selalu akan menarik untuk dibayangkan. Tidak adanya peperangan, kerusuhan, kekerasan, kejahatan dan perselisihan akan sangat indah jika dapat terjadi di atas muka bumi. Akan tetapi, hal tersebut hanya akan tinggal pada impian apabila setiap orang tidak pernah berjuang untuk mewujudkannya walaupun ia sebenarnya mampu untuk lakukan. Sebagian besar orang meskipun mengetahui dan mengimpikan hidup damai, tetapi berlaku sebaliknya. Mereka tetap fokus pada perbedaan dan akibatnya hidup dikuasai permusuhan. Manusia mengimpikan damai tetapi tidak pernah mau belajar untuk berdamai. Di dalam hatinya masih terdapat sejumlah dendam, sakit hati dan luka batin.

            Paulus dalam bacaan yang telah kita dengarkan bersama mengingatkan bahwa Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang! Perintah ini menyadarkan kita bahwa di sekeliling kita ada banyak orang yang hidup tanpa damai. Bermusuhan bertahun-tahun hanya masalah jambar. Tidak saling mengerti hanya karena pemaksaan adat-istiadat tanpa melihat situasi merupakan menu harian setiap orang di sekitar kita. Harga diri, gengsi dan ego menjadi musuh utama bagi setiap orang untuk berdamai. Pesan Rasul Paulus jelas bagi kita bahwa hidup dalam perdamaian dengan semua orang haruslah menjadi perjuangan setiap orang. Bagaimana caranya? Dalam ayat-ayat sebelumnya Rasul Paulus memberikan pesan yang sangat jelas:

  1. Hendaklah kasih itu jangan pura-pura!
  2. Jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik.
  3. Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
  4. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
  5. Bersukacitalah dalam pengharapan,
  6. sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!
  7. Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!
  8. Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!
  9. Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!
  10. Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana.
  11. Janganlah menganggap dirimu pandai! Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!

Jika sanggup melakukan hal ini damai menjadi milik kita pribadi dan milik bersama di dunia ini. Allah sang raja Damai meraja atas dunia ini. Mari melakukannya. Amin

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Keluarga-keluarga yang belum berdamai…. kami mohon.
  2. Bagi Negara yang sedang mengalami perang…. kami mohon.
  3. Bagi OMK yang bermusuhan…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen untuk menjadi saudara satu sama lain
  • OMK berkomitmen untuk saling mengampuni
  • OMK berkomitmen untuk tidak mengucapkan kata-kata “perang”. 

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Allah Bapa maha Damai, melalui ibadat ini kami sudah mengerti akan kehendak-Mu bagi kami yakni hidup dalam dalam damai dengan memperjuangkan damai itu. Kami mohon berikan anugerahkan damai itu kepada kami dan kekuatan memperjuangkannya. Dengan Pengantaraan  Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup (PS 702 )

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

YANG KAUPERBUAT BAGI SAUDARAKU

Reff. Yang kauperbuat bagi saudaramu telah kaubuat bagiKu

Kala kulapar engkau memberi makan

Kala kuhaus minum kauhantarkan. Kembali ke reff.

Aku terasing engkau beri tumpangan

Aku telanjuang kauberi pakaian. Kembali ke reff.

Kala kusakit engkau datang menghibur

Kala kususah engkau datang melipur. Kembali ke reff.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *