Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV November 2018

PANDANGAN GEREJA TENTANG TERORISME

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Terorisme merupakan musuh kemanusiaan yang terbesar pada zaman ini. Indonesia sendiri dalam setahun terakhir telah mengalami sejumlah aksi-aksi teror yang menelan sejumlah korban jiwa.       Dengan dalih yang suci dan ilahi para teroris menghalalkan tindakan yang mereka lakukan.             Bagaimana Gereja menanggapi aksi-aksi terorisme tersebut?

Nyanyian Pembuka (PS 498 )

Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan.

Cinta Kristus menyatukan kita semua.

Dalam Dia bersoraklah dan bersukalah.

Bertakwalah, sayangilah Tuhan yang hidup.

Mari saling mengasihi sebulat hati.

Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan.

Marilah kita berkumpul bersatu hati.

Hendaklah kita hindarkan perselisihan.

Hentikanlah perbantahan dan permusuhan.

Semoga di tengah kita hadirlah Kristus.

Jika ada cinta kasih, hadirlah Tuhan.

Beserta orang kudus-Mu, ya Kristus Tuhan, kami memandang wajah-Mu yang mengagumkan.

Itu sukacita kami yang tak terhingga, dan berbahagialah kami sepanjang masa.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah Mahabaik terpujilah Engkau karena Puteramu Yesus Kristus telah mewartakan dan menghadirkan Kerajaan-Mu di dunia ini. Terpujilah Engkau karena Roh KudusMu yang senantiasa menyertai Gereja  dalam perjuangannya menjamin hadirnya Kerajaan Allah di dunia ini terutama dalam menghadapi dunia yang sering dilanda tindak kekerasan dan aksi terorisme. Kiranya Roh KudusMu selalu membimbing kami sebagai OMK agar kami pun mampu mengenal Engkau dengan lebih baik sehingga kami tidak terjebak dalam paham-paham yang bertentangan dengan kemanusiaan terlebih tidak berkenan di hadapanMu. Ini kami mohon dengan Pengantaraan Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 298-300

TERORISME

Sebuah tindakan terlebih menyangkut hak hidup orang lain tidak pernah dapat terjadi tanpa adanya motif yang mendasari tindakan tersebut. Apabila ada seseorang yang ingin menolong kita maka tentulah ada motivasi yang mendasarinya. Mungkin karena ia merasa iba atau karena ia merasa dekat dengan kita atau karena hal lainnya. Artinya, sebuah tindakan selalu akan didasari oleh motivasi di balik tindakan tersebut.

Sepanjang tahun 2018 telah terjadi di Indonesia sejumlah tindakan yang oleh pihak kepolisian dinyatakan didalangi oleh para teroris yang ada di Indonesia. Tentulah kita masih ingat aksi tembak-menembak di Jl. M.H Thamrin yang melibatkan polisi dengan tersangka teroris. Atau tragedi Bom di Surabaya dan kerusuhan di Mako Brimob yang semuanya mengarah pada satu kesimpulan bahwa tindakan tersebut adalah aksi teroris. Berdasar pada sejumlah kejadian tersebut maka kita patut bertanya, apa motivasi di balik tindakan tersebut?

Hal pertama yang patut untuk kita camkan adalah tidak ada agama yang menoleransi terorisme apalagi mengajarkannya. Menyatakan diri sendiri sebagai teroris atas nama Allah dan membunuh orang yang tak bersalah dalam nama Allah adalah sebuah penghujatan besar. Paus St. Yohanes  Paulus II mengatakan bahwa memaksakan apa yang kita anggap benar kepada orang lain dengan menggunakan kekerasan adalah sebuah pelanggaran terhadap martabat manusia dan melukai Allah yang digambarkan oleh pribadi manusia itu.

Gereja Katolik menyerukan kepada seluruh umat untuk menjauhkan diri dari segala bentuk terorisme bermotif religius dan bersama-sama dengan agama lain membersihkan akar yang menjadi penyebab terorisme dan membangun persahabatan di antara masyarakat. Terorisme haruslah dikutuk dengan sangat. Tindakan ini sering kali mencelakai orang-orang yang tak bersalah secara acak. Para teroris menunjukkan penghinaan yang sinis dan mutlak atas hidup manusia; tidak ada yang dapat membenarkan tindakan mereka. Terorisme menaburkan kebencian, pertumpahan darah, kematian dan keinginan untuk membalas dendam. Sasaran serangan teror ini adalah hidup keseharian masyarakat sipil dan bukannya militer sebagaimana dalam kerangka pernyataan perang.

Perang melawan terorisme dimulai dengan memerangi penyebab munculnya terorisme. Muhammad Yunus mengatakan bahwa Terorisme tidak bisa dikalahkan dengan aksi militer. Memperbaiki hidup orang miskin adalah strategi yang lebih baik daripada menggunakan senjata.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Menurut kamu, mengapa ada terorisme?
  2. Apakah bedanya martir dengan teroris yang bermotif religius?
  3. Menurut kamu, bagaimana cara membentengi diri dari pengaruh paham teroris?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

  • Terorisme berjalan seiring dengan radikalisme. Di mana radikalisme bertumbuh subur maka sangat mungkin di situ juga berkembang terorisme. Mengapa? Karena ketika radikalisme tidak dibarengi dengan pluralisme maka sangat mungkin akan muncul pemaksaan yang sering berujung pada tindakan teror. Secara etimologi maka radikal berasal dari kata dalam bahasa latin radix yang berarti akar. Secara sederhana seorang radikal adalah seorang yang mengakar pada nilai-nilai tertentu entah itu adat, agama atau hal lainnya. Di sinilah letak perbedaan paling mendasar antara seorang martir dengan seorang teroris. Benar bahwa ujungnya adalah kematian tetapi keduanya berbeda motif. Martir akhirnya menerima kematian karena mempertahankan iman sedangkan teroris menerima kematian karena memaksakan imannya kepada orang lain. Demikian tidak ada orang yang tewas ketika melakukan aksi terorisme dapat disebut sebagai martir sebab seorang martir bukan membunuh orang lain karena imannya tetapi bersedia mati demi mempertahankan imannya.
  • Mengakar pada salah satu nilai bukanlah hal yang membahayakan selama hal tersebut untuk konsumsi pribadi dan penghayatan pribadi (Inklusif). Akan tetapi sifat radikal menjadi berbahaya ketika sifat tersebut diajarkan bahkan dipaksakan kepada orang lain sehingga ia berkembang menjadi suatu paham yakni radikalisme.
  • Pemaksaan suatu nilai dapat terjadi kapan, di mana saja dan terhadap siapa saja. Cara paling ampuh untuk melawan radikalisme adalah dengan belajar tentang pluralisme, keberagaman dan doktrin-doktrin universal. Ketika hal tersebut tidak dikuasi dengan baik maka radikalisme akan sangat mudah masuk ke dalam diri kita. Semakin seseorang berwawasan luas maka semakin kecil kemungkinan ia masuk ke dalam radikalisme. Berwawasan luas tidak sama dengan berpendidikan! Seseorang dapat saja berpendidikan tetapi belum tentu ia memiliki wawasan luas sebab yang ia ketahui hanya sebatas apa yang ia sukai atau sesuai dengan jurusan yang ia geluti. Berwawasan luas berarti selalu berkeinginan untuk belajar tentang segala sesuatu sehingga ia memiliki bekal yang cukup untuk membuat filter di dalam cara berpikirnya sendiri.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta kita

U. Sekarang dan selama-lamaya

P. Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes

U. Dimuliakanlah Tuhan

“Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

BAPA DAN KRISTUS AKAR DARI PERDAMAIAN

Terorisme merupakan masalah pelik, bukan hanya pada abad modern ini, melainkan masalah yang sudah setua peradaban umat manusia di dunia ini. Pelakunya bukan monopoli bangsa dan agama tertentu. Sejarah mencatat bahwa pelaku terorisme bisa berasal dari latar belakang apa saja. Tidak jarang kaum radikal itu melakukan tindakan kekerasan berdasarkan keyakinan “agamanya” untuk membasmi “lawannya”. Mereka menjalankannya dengan suatu “niat luhur” yakni demi menegakkan kebenaran dan keadilan menurut versi mereka sendiri.

Yesus memberikan dasar dari tindakan terorisme tersebut melalui bacaan yang telah kita dengarkan bersama,  “…mereka akan berbuat demikian karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku.” Melaui ungkapan ini, Yesus dengan jelas mengatakan bahwa tindakan membunuh (terorisme) adalah di luar Allah sendiri. Bahkan teroris selalu menyasar anak-anak Allah. Dan bila hal itu terjadi, agar pengikutnya tidak kecewa dan menyangkal-Nya. Yesus sendiri akan bertindak atas anak-anaknya. Selain itu secara implisit Yesus menyampaikan agar para murid-Nya yang sudah mengenal Bapa tidak melakukan teror dan sejenisnya. Secara positip dikatakan agar mengupayakan perdamaian kapan dan di mana pun. Tindakan itu akan memperkecil ruang lingkup bagi paham terorisme untuk berkembang.

Kasih, sukacita, damai sejahtera hendaknya menjiwai para pengikut Yesus dan kalau pun harus mengorbankan nyawa maka itu hendaknya ada dalam konteks mempertahankan iman dan bukan memaksakan iman kepada orang lain.

 Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Negara kita yang diserang oleh kaum teroris…. kami mohon.
  2. Bagi para pengajar iman…. kami mohon.
  3. Bagi OMK yang terpengaruh paham radikalis…. kami mohon.
  4. Bagi Kita yang berkumpul di sini…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman hari ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen untuk mendalami ajaran katolik agar terhindar dari bahaya paham teroris
  • OMK berkomitmen untuk membaca Kitab Suci satu bab per hari.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, ya Allah Tuhan dan Penyelenggara hidup kami, terima kasih atas penyertaan-Mu dalam ibadat kami hari ini. semoga apa yang telah kami dengar dan sharingkan bersama dapat sungguh membantu kami untuk selalu berada dalam jalan kasihMu dan menentang bibit-bibit radikalisme yang mungkin ada dalam diri kami. Dengan Pengantaraan Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup (PS 661 )

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Andaikan aku pahami bahasa semuanya

hanyalah bahasa cinta kunci setiap hati.

Ajarilah kami Tuhan, bahasa cinta kasih.

Andaikan aku lakukan

yang luhur dan mulia

jika tanpa cinta kasih

hampa dan tak berguna

.Ajarilah kami Tuhan, bahasa cinta kasih.

Andaikan aku dermakan segala miliku

hanya cintaku yang mampu bahagiakan orang.

Ajarilah kami Tuhan, bahasa cinta kasih.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *