Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II Desember 2018

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Gagasan Dasar

Tidak cukup bagi kita hanya memiliki komitmen sosial. Komitmen sosial itu harus nyata dalam tindak tanduk pelayanan pastoral kita. Oleh karena itu seorang yang berkomitmen sosial harus banyak belajar khususnya belajar dari pribadi Kristus sang Gembala Agung.

Nyanyian Pembuka

            Kasih Yesus sungguh indah

Kasih Yesus sungguh indah

Di dalam hidupku ini

Sungguh manis lebih manis hidup bersama Yesus

            Yesus nama Yesus pujilah Dia

            KasihNya kepada saya sampai selama-lamanya

            Oh kasihNya kepada saya sampai slama-lamanya

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar   kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup   yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

            Bapa yang mahamurah hati, kami berkumpul di hadapanMu mohon penyertaanMu bagi kami dalam ibadat ini. Terangilah hati dan budi kami agar mampu menerima pesan-pesan yang akan Kau sampaikan kepada kami lewat diskusi hari ini. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Docat No. 310-316

KOMITMEN SOSIAL MEMBUTUHKAN PASTORAL

Setiap anggota Gereja harus terlibat aktif menjadi garam dan terang dunia dalam ranah sosial. Kaum awam yang dengan komitmen sosialnya perlu mendengarkan arahan, dorongan, bimbingan, dan penghiburan spiritual, bahkan mereka harus secara teratur melakukan adorasi sakramen mahakudus. Dari adorasi mereka dapat menemukan bimbingan arah dan menimba kekuatan atas komitmen sosialnya Mereka juga harus membangun jaringan dan memperkuat komunitas basis untuk saling mendukung antar umat beriman.

Hanya dalam terang Kristus kita dapat memahami dengan benar apa arti menjadi manusia (GS 22). Seperti Kristus tidak hidup hanya demi diriNya melainkan karena komitmen sosialnya demi kasih kepada manusia, bahkan Dia rela menderita. Seorang Kristen harus terlibat secara eksplisit dalam hidup sosial masyarakat. Apa bila seseorang melakukan kehendak Allah, ia mewakili kepentingan sejati umat manusia, tepatnya di daerah-daerah di mana manusia tidak berdaya, bergantung pada bantuan orang lain, dan tampak “tidak berguna”. Sikap seorang Kristen itu beroleh kekuatan dari sakramen-sakramen sedang wawasan dan sayap mereka peroleh dari Sabda Allah.

Uang saja tidak cukup untuk memanusiawikan masyarakat. Aksi seperti melawat orang sakit, menyambut orang asing, mengunjungi tahanan merupakan hal yang tidak dapat diserahkan secara eksklusif kepada lembaga-lembaga publik dan spesialis professional. Kegiatan sosial Gereja seperti lembaga amal, pelayanan sosial, dapur umum, pengumpulan pakaian layak pakai, terasa luar biasa karena di dalamnya penerima dan pemberi bertemu secara pribadi dan melakukannya dengan semangat menghargai bahwa kita semua dikasihi Tuhan.

Allah menghendaki agar setiap orang mampu membawa kasih di mana kaum miskin dihina, membawa sukacita di mana Gereja melemah, membawa perdamaian di mana  manusia terpecah belah. Dengan kata lain setiap orang yang berkomitmen sosial menjadi gembala yang baik, kepada mereka dipercayakan domba-domba untuk dirawat bila perlu pergi mencari mereka bila mereka pergi mengembara dan tersesat.

Tidak perlu usaha yang besar-besar, pastoralnya dimulai dari bawah, mulai dari langkah pertama dan masuk ke dalam perjalanan yang panjang. Sangat baik jika dimulai dengan kelompok-kelompok basis entah hanya terdiri dari 2 atau 3 orang yang penting mereka berkumpul bersama, membicarakan iman mereka, belajar iman bersama, berdoa bersama, membaca Kitab Suci, saling menguatkan, memamfaatkan waktu bersama dsb.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pangalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Pernahkah kamu memberikan sumbangan kepada orang yang berkekurangan?
  2. Perasaan apa yang muncul dalam dirimu ketika bertatap muka dengan orang miskin dan papa?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskus. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Banyak hal yang dapat kita lakukan bagi kaum miskin dan papa. Sumbangan bagi mereka bisa berbentuk materi, moral dan spiritual. Berdoa bagi ketentraman mereka salah satu wujud dari aksi sosial kita kepada mereka. Sekiranya mampu perlu juga menyumbang mereka secara materi untuk pengembangan mutu hidup mereka dan agar mereka dapat mengecap pendidikan yang sama.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Matius (Mat 18:10-14)

Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang wajah Bapa-Ku yang di sorga. [Karena Anak Manusia datang untuk menyelamatkan yang hilang.]” “Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorang pun dari anak-anak ini hilang.”

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Manusia Ibarat Domba Tersesat

Domba tidak dapat mencari makan sendiri. Domba tidak tahu/tidak memilih makanan yang tepat untuknya. Artinya seandainya pun dia sudah ada di dekat rumput yang benar, bisa saja dia tidak makan karena tidak tahu. Akibatnya bisa kelaparan, sakit dan mati. Atau sebaliknya, dia bertemu ilalang atau rumput yang berbahaya, tetapi karena tidak tahu, dia makan; hasilnya sakit dan mati. Karena itu gembala harus selalu menuntun domba ke rumput hijau, makanan yang tepat dan ke sungai, air yang segar yang dibutuhkannya. Tetapi kalau mencari makan sendiri, hasilnya kerusakan, kacau dan mati! Kehidupan kita seperti domba. Kita tidak bisa mencari dan memenuhi ‘kelaparan’ rohani yang ada, kalau bukan Kristus yang tuntun kita. Usaha manusia memenuhi ‘rasa lapar rohani’ atau kekosongan jiwa justru membawa pada kehancuran. Ada yang memenuhi dengan pesta pora, atau semedi, juga mengunjungi berbagai rumah ibadat, tapi tidak dapat memenuhi kekosongan/kelaparan itu. Lama-kelamaan, ada yang lapar, haus, sakit dan mati.

 

Domba tidak dapat mencari jalannya sendiri. Karena itu, ada beberapa perumpamaan tentang domba yang hilang. Tetapi uniknya, domba ini sangat nakal. Kalau gembala lengah, atau memperhatikan yang lain, maka segera cari jalan lain. Mungkin bosan dengan jalan berliku-liku yang dilalui bersama sang gembala. Merasa lebih tahu jalan yang pintas dan baik. Hasil akhirnya hilang/sesat. Lalu digambarkan domba ada di ujung jurang, atau tersangkut, bahkan jatuh ke dalam jurang. Sebelum jatuh, sebenarnya domba bisa balik. Tetapi domba tidak tahu/tidak sadar bahaya itu. Jurang yang di depan tetap dimasuki. Bagaimana pengalaman hidup kita? Bukankah tidak mudah bagi kita untuk memilih hal yang benar? Bahkan ketika sudah salah, sulit untuk kembali dan terus ke arah yang salah, terjatuh ke dalam jurang. Mengapa tidak panggil gembala? Bahkan untuk itu pun tidak mampu.

Domba tidak mampu mengenali musuh yang mengancam dan tidak mampu membebaskan diri. Karena itu Yesus digambarkan seperti ‘seekor anak domba yang dibawa ke pembantaian’. Domba tidak mengeluh, tidak memberontak ketika pengguntingan bulu; juga waktu disembelih. Saya bayangkan, kalau dihadapannya ada binatang buas yang akan menerkam, domba tidak lari menyelamatkan diri. Kalau pun ia melarikan diri, itu sia-sia. Kakinya kecil, dan ia tidak dapat berlari kencang. Dia lemah, tidak punya senjata untuk mempertahankan diri.

Bagaimana gambaran hidup kita? Bukankah kita seperti domba? Bahaya apa yang mengancam kita? Pergaulan, gaya hidup, cara kerja yang tidak benar, dsb. Seberapa kuatnya kita untuk membela/mempertahankan diri? Bukankah yang lebih sering terjadi kita ‘kalah’, takluk pada ‘pencobaan’? Lalu bagaimana/mengapa kita bisa lepas? Tetapi kemudian, gembala datang dengan kasih. Ia tau ada domba kecil yang hilang/melarikan diri darinya dan kawanan. Ia datang mencari. Dari jauh ia memanggil nama domba ini. Perhatikan bahwa gembala selalu membawa gada dan tongkat. Selain untuk melawan musuh/binatang buas; tongkat berfungsi mengarahkan domba atau menariknya ke arah yang benar. Memukul domba? Saya pikir tidak seperti itu. Dalam kondisi domba yang sudah sesat, bingung dan lapar; gembala datang justru merangkulnya, dan membawanya pulang dalam gendongannya.  Inilah salah satu sikap dari Gereja kita. Sikap gereja kita ini terbuka sehingga tidak menjadi hakim melainkan Bapa yang baik hati.

Inti dari kehidupan domba: ia tidak dapat hidup tanpa gembala dan kawanannya. Gembala kita adalah Kristus. Ia tahu kita lelah, lapar, salah jalan dan terancam binasa. Syukur bahwa Ia datang mencari kita. Kita tidak pernah mencari dan temukan Dia. Dialah yang menemukan kita dan dalam kasihNya membawa kita kembali dekat kepadaNya.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita dengan rendah hati menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Para pekerja…. Kami mohon.
  2. Bagi orang yang tersesat…. Kami mohon.
  3. Bagi para OMK yang sudah bekerja…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang berkumpul di sini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.   Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen menjadi gembala bagi sesamanya.
  • OMK berkomitmen meneladani Kristus dalam karya pastoralNya.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya, Bapa mahabaik, kasihMu tak berkesudahan dalam hidup kami. Hari ini kami bersyukur karena Engkau telah mengingatkan kami lewat kegiatan ini agar selalu meneladani Kristus dalam usaha dan karya pelayanan kami. Semoga kami giat meneladaniNya dan berlaku sebagai gembala yang baik seperti diriNya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

            Janganlah Cemas (Nada De Turbe)

Janganlah cemas janganlah takut                   Nada de turbe nada teespante

Di dalam Tuhan berlimpah rahmat                  Quien a Dios tiene nada lefalta

Janganlah cemas janganlah takut                    Nada de turbe nada teespante

Serahkan Tuhan                                              Solo Dios basta

 Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *