Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I Januari 2019

TATA IBADAT DOA DAN NGOPI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

 “Yesus Kekasih Jiwaku”

Yesus Kekasih jiwaku

Sungguh kupercaya pada-Mu

Karena kasih-Mu padaku, Kau tebus dosaku

Dari terbitnya matahari dan sampai terbenamnya

Kuangkat lagu pujian, tinggikan nama-Mu

Dengan gendang kupuji-kupuji dengan kecapi

Kubernyanyi Alleluya, Yesus Kekasihku

Sayang sayang disayang aku disayang Tuhan

Aku diangkat jadi anak-Nya

Aku disayang Tuhan

Glory, glory, glory puji Tuhan

Glory, glory, glory puji Tuhan….2x

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak …. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Bapa, betapa kami bersyukur karena memiliki Allah Tri Tunggal mahakudus. Bantulah kami dalam ibadat ini memahami sebagian dari misteri dari ke-AllahanMu. Semoga karenanya kami semakin percaya dan mencintai Engkau. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami, yang meraja bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 1-10

Metode: peserta mendengarkan paparan ini dengan memejamkan mata (gaya meditasi), pemaparan bahan ini diiringi musik instrumen yang lembut. Bahan ini dipaparkan agak lambat.

Manusia Mencari Allah Dan Allah Menemukan Manusia

Allah menjadikan dunia dan segala isinya dengan perantaraan FirmanNya (Yoh 1:1). Demikian juga manusia diciptakan Allah menurut citraNya. Pada waktunya manusia akan kembali kepada Allah. Oleh karena manusia itu berasal dari Allah, ada kerinduan dalam diri manusia untuk selalu dekat dengan Allah. Akan tetapi, manusia itu cenderung kepada yang jahat karena keinginan dagingnya misalnya; bermalas-malasan, membenci sesama, mendendam, cemburu, iri hati, dsb. Kecondongan manusia kepada yang jahat adalah sumber dari hilangnya rasa damai dalam kehidupan umat manusia. Bila manusia jauh dari Allah, manusia akan merasa tidak tenang dan menderita.

Allah menempatkan manusia pertama di Taman Eden penuh damai dan kebahagiaan serta meletakkan kehendak bebas di dalam diri manusia, agar dengan kehendak bebas itu manusia berusaha untuk mengenal dan mengasihi Allah serta melaksanakan kehendak-Nya. Selain kehendak bebas, Allah juga menganugerahkan kepada manusia akal budi, agar dengan akal budi itu manusia mampu mengasihi Allah dengan seluruh dirinya. Kasih kepada Allah itu harus ditunjukkan dengan kasih kepada sesama.

Santo Agustinus berkata, “Engkau telah mencipta kami bagi diriMu, dan hati kami tidak tenteram sebelum beristirahat di dalam Engkau.” Manusia harus mencari Allah karena hidup manusia tergantung kepada Allah. Allah sendiri senantiasa berusaha mencari dan mendapatkan kembali manusia. Cinta kepada manusia itulah alasan mengapa Allah mencari, menghantar dan menyelamatkan sebanyak mungkin manusia. Julien Green berkata, “Kamu sama sekali tidak bisa membayangkan betapa menariknya dirimu bagi Tuhan; Ia tertarik kepadamu seakan tidak ada orang lain di dunia ini.” Memang, siang dan malam, Allah terus-menerus memanggil manusia untuk kembali kepadaNya agar menikmati cinta dan damai yang tak berkesudahan, sebab Allah adalah kasih (1 Yoh 4.16b).

Akal budi yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia memungkinkan manusia untuk memenuhi keinginan dan dorongan hatinya untuk menemukan Allah di dalam seluruh realitas kehidupan yang ia jalani di dunia. Akal budi manusia dapat memahami Allah dengan pasti, bila manusia mendengarkan hati nuraninya. Iman di dalam hati manusia akan menerangi akal budinya dalam usaha menemukan Allah. Hati nurani mampu untuk mengarahkan manusia pada yang baik dan memperingatkan serta melawan apa yang jahat. Memang menjadi tantangan besar bagi pikiran manusia untuk mengenal Allah yang tak tampak. Hal ini kadang-kadang bahkan membuat manusia takut mengenal Allah. Kadang kala, manusia tidak ingin mengetahui Allah, sebab jika manusia mengetahui Allah manusia harus mengubah hidupnya dan mengekang kehendak bebasnya serta mengikuti kehendak Roh Allah.

Meskipun akal budi mampu untuk menghantarkan manusia kepada pemahaman iman, akal budi tetaplah terbatas dan tidak mungkin mampu memahami keseluruhan misteri Allah yang sungguh tak terbatas. Kenyataan diri Allah tidak akan pernah bisa pas dengan konsep yang dipikirkan oleh akal budi manusia yang terbatas. Sah-sah saja jika si A mengatakan bahwa Allah itu baik, akan tetapi si A sendiri tidak akan mampu menjelaskan kebaikan Allah itu dengan tuntas. Jadi, walaupun manusia dapat mengetahui Allah itu dengan menggunakan akal budinya, namun hal itu bukanlah pengetahuan tentang Allah yang sebenar-benarnya.

Namun demikian, Allah sangat mengasihi manusia dan tidak membiarkan manusia putus asa dalam usaha mencari diriNya. Untuk menjawab usaha manusia mencariNya, Allah lalu menyingkapkan diriNya dengan mengutus PuteraNya, Yesus Kristus turun ke dunia. Dengan demikian manusia dapat melihat Allah dalam diri Yesus. Akhirnya manusia dapat menjalin hubungan yang baik dengan Allah, merabaNya dan bahkan bersatu denganNya. Pengetahuan yang tuntas tentang Allah hanya bisa kita lihat dalam diri Yesus PuteraNya. Tidak usah diragukan, Yesus adalah pengetahuan yang baik dan benar. Orang muda harus rajin membaca Kitab Suci serta menghidupi ajaran Yesus agar orang muda memiliki pengetahuan yang baik dan benar.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Di masa yang lalu, kapankah saya pernah sangat membutuhkan Tuhan?
  2. Pernahkah saya benar-benar merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup saya?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

Ketika kita mengalami kesusahan, kesulitan, penderitaan, dan ketika akal budi kita buntu memikirkan hal-hal duniawi yang kita butuhkan; hati terarah kepada Allah dan sangat merindukan kehadiranNya. Apabila orang merindukan Allah manusia tertegun, berdiam diri, sujud menyembah di hadapan Allah. Manusia kemudian terdorong untuk berdoa berkeluh-kesah kepada Allah dan memohon bantuanNya. Dengan caraNya tersendiri manusia disapa oleh Allah sehingga mengalami penghiburan, mendapat kekuatan, ketabahan dan pengharapan akan hal yang baik. Kehadiran Allah selalu menjadi misteri bagi hidup manusia, tetapi tidak ada yang dapat menyangkal, bahwa ada kuasa yang bekerja di luar diri manusia ketika menusia mengalami hal-hal yang sulit atau tidak sanggup dipikirkan oleh akal budi manusia.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

P. Bacaan dari Kisah Para Rasul (Kis 17:24-29)

Allah yang telah menjadikan bumi dan segala isinya, Ia, yang adalah Tuhan atas langit dan bumi, tidak diam dalam kuil-kuil buatan tangan manusia, dan juga tidak dilayani oleh tangan manusia, seolah-olah Ia kekurangan apa-apa, karena Dialah yang memberikan hidup dan nafas dan segala sesuatu kepada semua orang. Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi dan Ia telah menentukan musim-musim bagi mereka dan batas-batas kediaman mereka, supaya mereka mencari Dia dan mudah-mudahan menjamah dan menemukan Dia, walaupun Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada, seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujanggamu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

P. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta.

Allah “Tidak Jauh dari Kita Masing-Masing”

Paulus mengatakan, “Allah yang menjadikan dunia dan segala sesuatu di dalamnya, Pribadi yang adalah Tuan atas langit dan bumi, tidak tinggal di kuil-kuil buatan tangan” (Kis. 17:24). Alam semesta tidak terjadi secara kebetulan. Allah yang benar adalah Pencipta segala sesuatu (Mz. 146:6). Tidak seperti dewi Athena atau dewa-dewi lain yang kemuliaannya bergantung pada kuil dan mezbah, Tuan yang Berdaulat atas langit dan bumi tidak bisa dimuat dalam kuil buatan tangan manusia (1 Raj. 8:27). Pokok yang ingin Paulus sampaikan sangat jelas: Allah yang benar lebih mulia daripada semua berhala buatan manusia yang ada dalam kuil-kuil buatan manusia (Yes. 40:18-26).

Para penyembah berhala sering memakaikan baju-baju mewah, melimpahkan hadiah-hadiah mahal, atau membawakan makanan dan minuman bagi berhala mereka​, seolah-olah patung patung tersebut membutuhkan semua itu! Akan tetapi, di antara para filsuf Yunani yang mendengarkan Paulus, mungkin ada yang percaya bahwa Allah tidak memerlukan apa-apa dari manusia. Mereka tentu setuju dengan pernyataan Paulus bahwa Allah tidak “dilayani oleh tangan manusia seolah-olah ia membutuhkan sesuatu”. Ya, memang tidak ada benda apa pun yang bisa manusia berikan kepada sang Pencipta! Sebaliknya, Dialah yang memberikan segala yang dibutuhkan manusia ​– “kehidupan dan napas dan segala sesuatu”, termasuk matahari, hujan, dan tanah yang subur (Kis. 17:25; Kej. 2:7). Jadi, Allah, sang Pemberi, tidak bergantung pada manusia, sang penerima.

Paulus mengatakan, “Dari satu orang [Allah] menjadikan setiap bangsa manusia.” Kata-katanya itu tidak diragukan membuat para pendengarnya berpikir (Kis. 17:26). Ia merujuk catatan buku Kejadian tentang Adam, leluhur seluruh umat manusia (Kej. 1:26-28). Karena semua manusia memiliki leluhur yang sama, tidak ada ras atau bangsa yang lebih unggul daripada yang lain. Semua pendengar Paulus pasti mengerti maksudnya. Kita memperoleh pelajaran penting dari teladannya.

Sekalipun para filsuf tersebut sudah lama memperdebatkan tujuan keberadaan manusia, mereka tidak pernah bisa menjelaskannya dengan memuaskan. Namun, Paulus dengan jelas menyingkapkan maksud-tujuan sang Pencipta bagi manusia yaitu “agar mereka mencari Allah, jika mereka mungkin mencari-cari Dia dan benar-benar menemukan dia, meskipun dia sebenarnya tidak jauh dari kita masing-masing” (Kis. 17:27). Allah yang tidak dikenal orang Athena sama sekali bukan Allah yang mustahil dikenal. Sebaliknya, Ia tidak jauh dari mereka yang benar-benar ingin menemukan Dia dan belajar tentang Dia (Mzm. 145:18). Perhatikan bahwa Paulus menggunakan kata “kita”, jadi ia menyertakan dirinya di antara orang-orang yang perlu “mencari” bahkan “mencari-cari” Allah.

Oleh karena Dialah “kita mempunyai kehidupan, kita bergerak, dan kita ada”, kata Paulus. Paulus memberikan alasan lain mengapa manusia seharusnya merasa ingin dekat dengan Allah, “Seperti yang telah dikatakan oleh beberapa pujangga yang ada di antara kamu, ‘Sebab kita juga adalah keturunannya’” (Kis. 17:28). Manusia seharusnya merasakan ikatan kekeluargaan dengan Allah; Ia menciptakan satu manusia yang darinya semua manusia berasal.

Paulus telah menyampaikan kebenaran-kebenaran penting tentang Allah, secara terampil menyesuaikan kata-katanya dengan para pendengarnya. Tindakan apa yang sang rasul ingin agar dilakukan orang-orang Athena itu sehubungan dengan keterangan penting tersebut? Tanpa menunda, ia memberi tahu mereka. “Karena itu, menyadari bahwa kita adalah keturunan Allah, tidak sepatutnya kita menyangka bahwa Wujud Ilahi itu seperti emas atau perak atau batu, seperti sesuatu yang dipahat dengan seni dan rancangan manusia” (Kis. 17:29). Ya, jika manusia adalah hasil karya Allah, bagaimana mungkin Allah mengambil wujud sebagai berhala, yang adalah buatan manusia? Argumen Paulus yang bijaksana menyingkapkan betapa bodohnya penyembahan berhala buatan manusia (Mz. 115:4-8; Yes. 44:9-20).

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para pemimpin Gereja…. kami mohon.
  2. Bagi para OMK sedunia…. kami mohon.
  3. Bagi orang yang mencari kebenaran…. kami mohon.
  4. Bagi kaum miskin dan papa…. kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. OMK berkomitmen mencari pengetahuan tentang Allah dengan membaca Kitab Suci.
  2. OMK berkomitmen menguji kebenaran-kebenaran Kitab Suci dengan menghayatinya.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Ya Bapa, usailah sudah pertemuan kami ini. Betapa gembiranya kami karena kasihMu memancar lewat ibadat ini, di dalamnya kami menimba pengetahuan akan Dikau yang yang maha agung. Semoga kami semakin giat mencari Engkau dalam hidup kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau dalam kesatuan dengan Roh Kudus kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

“Jangan Lelah”

Jangan lelah

Bekerja di ladang-Nya Tuhan

Roh Kudus yang b’ri kekuatan

yang mengajar dan menopang

            Tiada lelah bekerja bersama-Mu Tuhan

            yang selalu mencukupkan

            akan s’galanya

Reff.

Ratakan tanah bergelombang

Timbunlah tanah yang berlubang

Menjadi siap dibentuk diatas dasar iman (2x)

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

*****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *