Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II Maret 2019

GEREJA (UMAT ALLAH)

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

Alangkah Bahagianya (PS No. 619)

Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai

Didalam persaudaraan bagai minyak yang harum.

            Ref. Alangkah bahagianya hidup rukun dan damai.

Ibarat embun yang segar pada pagi yang cerah

Laksana anggur yang lezat ‘kan pemuas dahaga. Ref

            Begitulah berkat Tuhan dengan berlimpah ruah

            Turun ke atas mereka kini dan selamanya. àRef

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari dosa, kesalahan dan kelalaian, maka marilah kita mengakuinya di hadapan Allah dan sesama agar kita layak untuk mengikuti ibadat ini.

Hening….

P + U.  Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup   yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Bapa, betapa kami bersyukur karena memiliki Gereja yang kudus. Bantulah kami dalam ibadat ini untuk memahami keagungan Gereja-Mu. Semoga karenanya kami semakin percaya dan mencintai Gereja-Mu. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami, yang meraja bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

 P+U.   Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 121-128. Khazanah ini di geluti dengan metode Tanya Jawab: Atas setiap pertanyaan pemimpin membiarkan dua tiga orang berkomentar kemudian pemimpin menyimpulkan jawabannya.

GEREJA (UMAT ALLAH)

Yesus mendirikan Gereja pada hari Pentakosta dengan kekuatan Roh Kudus. Gereja itu dipercayakan kepada kedua belas Rasul (12 uskup) yang dikepalai oleh Petrus (Paus I) – (bdk. Yoh 21:15-17) dan mereka semua dipimpin oleh Roh Kudus. Jika pemimpin Gereja adalah Paus I (Santo Petrus) maka Gereja yang didirikan oleh Yesus itu (satu-satunya) ialah Gereja Roma Katolik; didirikan Yesus dengan kekuatan Roh Kudus.

Kata Gereja berasal dari bahasa Yunani “ekklesia” yang artinya mereka yang dipanggil. Jadi Gereja dalam arti yang sebenarnya adalah kumpulan orang-orang yang sudah diselamatkan, sekaligus orang yang masih berdosa dan berjuang untuk memperoleh penyucian.  Gereja adalah Sakramen Yesus Kristus; Gereja adalah sarana dan tanda keselamatan yang diadakan oleh Yesus sendiri bagi dunia ini.

Allah menghendaki Gereja karena Ia ingin menyelamatkan kita bukan sebagai orang per orang, melainkan bersama-sama. Ia ingin menjadikan semua manusia menjadi umat-Nya. Seorang individualis yang hanya memikirkan diri sendiri tidak akan dapat menikmati surga. Manusia adalah mahluk sosial yang hidup berdampingan dan tidak pernah lepas satu sama lain. Sebab hidup sendiri bagi manusia itu mustahil.

Sebagai Gereja, kita diberi tugas untuk menghadirkan Kerajaan Allah di dunia. Melalui sakramen Baptis yang kita terima, kita wajib mewartakan Kerajaan Allah dimana pun kita berada. Gereja bukanlah sekedar suatu lembaga, karena Gereja juga memiliki ciri Ilahi yang di dalamnya Yesus ikut terlibat. Yesus sebagai kepala Gereja dan umat adalah tubuhNya. Dalam Gereja kesatuan antara insani dan ilahi tidak terlepas satu sama lain.

Umat adalah garam yang memberi rasa enak, ragi yang mengembangkan adonan dan cahaya yang menyingkirkan kegelapan. Setiap orang yang menjadi bagian Umat Allah harus rela mewarta bagi mereka yang menyangkal keberadaan Allah dan menentang perintah-Nya, dengan cara menjadi garam, ragi dan cahaya. Kesaksian kita harus membawa mereka kepada pengakuan akan Allah.

Yesus menyebut diri-Nya mempelai laki-laki yang sungguh mengasihi mempelai perempuan-Nya yakni kita (Gereja). Panggilan dan kesaksian Gereja adalah menunjukkan kasih kepada Allah sesama. Kita harus hadir sebagai mempelai wanita yang membalas cinta Allah, juga dengan jalan mencintai sesamanya.

Gereja juga merupakan tempat Roh Kudus hadir secara penuh di dunia. Yang membuat Gereja hidup dan bertahan hingga saat ini  ialah Roh Kristus sendiri. Ia senantiasa hadir dalam Sabda Allah (Kitab Suci) dan dalam tanda-tanda suci sakramen-sakramen yang menjadi Roh Gereja sendiri. Ia memimpin Gereja dan memberikan aneka karunia Ilahi, baik yang sederhana maupun yang luar biasa. Siapapun yang berada dalam hubungan dengan Roh Kudus dapat mengalami mukjizat-mukjizat sejati, juga pada zaman ini.

OMK harus ingat bahwa ketaatan penuh kepada Gereja adalah mutlak. Mereka yang sudah Krisma wajib menampakkan Gereja dalam hidup mereka. Sebagaimana Yesus perbuat seperti itu pulalah Gereja dan OMK harus perbuat.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Menurut kamu, sebagai lembaga/institusi apa yang unik dari Gereja?
  2. Sebagai OMK, sikap apa yang hendaknya kita miliki untuk melayani Gereja secara efektif!

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

Gereja bukan sekedar suatu lembaga, karena ia adalah Misteri yang serentak insani dan ilahi. Dengan menerimakan sakramen Baptis dan Ekaristi kudus, menjadikan persekutuan yang tidak terpisahkan antara Yesus dan Gereja. Persekutuan yang sedemikian kuat sehingga menghubungkan Gereja seperti kepala dan badan, hal ini juga menjadikan Gereja kudus karena bersatu dengan Allah yang kudus.

Pendiri dan Pemimpin Gereja adalah Yesus Kristus. Sumber kekuatannya adalah Roh Kudus. Jalan masuk menjadi umat Allah adalah Baptis. Martabatnya adalah kemerdekaan anak-anak Allah. Hukumnya adalah kasih. Jika umat Allah ini bersikap setia dan mencari dahulu Kerajaan Allah, maka umat Allah mengubah dunia.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

Bacaan dari Kisah Para Rasul (Kis 2:41-47)                                         

Orang-orang yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka bertambah kira-kira tiga ribu jiwa. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa. Maka ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mukjizat dan tanda. Dan semua orang yang telah menjadi percaya tetap bersatu, dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing. Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.

Renungan

HIDUP DI DALAM ROH KUDUS

Sahabat-sahabat OMK yang dikasihi Tuhan. Bacaan yang kita dengarkan, selain menceritakan bagaimana jemaat Kristen pertama itu hidup di dalam kebersamaan, juga menegaskan kepada kita bagaimana seharusnya Kristen pada zaman ini harus hidup. Beberapa poin-poin penting yang menjadi pelajaran bagi kita sebagai bagian umat Allah. Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul. Artinya Mereka bertekun dalam pengajaran Firman. Kita pun mestinya mendengarkan dan belajar dari Firman tiap hari, baik dengan membaca Kitab Suci, hadir dalam misa harian, ibadat harian dan sebagainya.

Mereka selalu memecahkan roti dan berdoa. Ekaristi dan doa dua hal yang yang harus diperjuangkan seorang Katolik. Kalau tidak mungkin mengikuti perayaan Ekaristi (memecahkan roti) setiap hari, berdoa bersama tentu saja bisa dilakukan. Itu hanya tergantung kemauan pribadi kita. Kalau kesulitan berdoa bersama-sama, berdoa pribadi selalu bisa.

Mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Biasanya kita hanya berkumpul di Bait Allah (rumah Tuhan = Gereja) pada hari Minggu dan hari-hari istimewa lainnya. Namun kita juga bisa berkumpul bersama di mana saja, terlebih di keluarga, untuk berdoa bersama tiap hari, karena setiap kita juga merupakan Bait Allah. Dan Yesus berkata, “Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka (Mat 18:20). Kelompok kita itu menjadi bait Allah. Mungkin bagi OMK KAM ini sangat nyata bila mereka setia datang untuk kegiatan  Doa dan Ngopi, doa lingkungan, devosi, dll.

Mereka makan bersama-sama dengan gembira dan tulus hati. Makan bersama menjadi hal yang mahal sekali pada zaman ini, termasuk di tengah-tengah keluarga. Makan bersama adalah awal lahirnya kepedulian dan cinta mendalam satu sama lain. Yesus selalu suka makan bersama termasuk dengan orang berdosa. Mungkinkah OMK menjadi orang-orang yang mengajak keluarganya untuk makan bersama?

Mereka tetap bersatu bahkan kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama. Persatuan haruslah kita perjuangkan, termasuk dalam OMK sendiri, sebab hal-hal pemecah belah akan selalu saja ada. Pemecah belah biasanya bersumber dari egoisme, sang musuh kesatuan. Persatuan akan membawa orang kepada keyakinan dan rasa damai. Jika kita tekun bersatu dalam Doa & Ngopi, kesatuan OMK, di stasi, di paroki maka kesatuan Gereja kita juga akan bertumbuh.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Pemimpin Bangsa

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Gereja Umat Allah

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Persatuan OMK

            …. Kami mohon.

  1. Bagi para OMK yang sedang bergulat dengan masalah

            …. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK setia membuat kelompok-kelompok doa kecil.
  • OMK berkomitmen untuk setia dalam mengikuti Doa dan Ngopi setiap minggu.
  • Menjadikan doa lingkungan OMK sebagai wadah perwujudan Gereja Umat Allah.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Bapa yang Mahapengasih, terimakasih atas penyertanmu dalam pertemuan kami ini. Semoga lewat pertemuan ini kami semakin menyadari makna kehadiran Gereja-Mu. Bimbinglah kami agar mampu menjadikan kami umat-Mu hadir di dunia ini sebagai Gereja yang guyub. Semoga segenap orang muda-Mu semakin giat berkumpul dan sanggup menunjukkan kekompakan satu sama lain. Dan sanggupkanlah kami menjadi saudara bagi segenap ciptaan-Mu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup 

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Gereja bagai bahtera (PS No. 621)

            Gereja bagai bahtera di laut yang seram

            Mengarahkan haluannya kepantai sebarang

            Mengamuklah samudera dan badai menderu

            Gelombang zaman menghempas dan sulit ditempuh

            Penumpang pun bertanyalah selagi berjerih

            Berapa lagi jauhnya labuhan abadi?

Ref. Tuhan tolonglah! Tuhan tolonglah! Tanpa Dikau semua binasa kelak. Ya Tuhan tolonglah.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *