Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II April 2019

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

(Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan).

Hati Sebagai Hamba

Ku tak membawa apa pun juga

saat ku datang ke dunia.

Kutinggal semua pada akhirnya

saat kukembali kesurga.

Inilah yang kupunya hati sebagai hamba

yang mau taat dan setia pada-Mu Bapa.

Kemanakan kubawa hati yang menyembah

dalam roh dan kebenaran sampai selamanya.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama (+) Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Bapa, pandanglah anak-anakMu yang berkumpul di sini untuk memuji dan memuliakan namaMu yang Agung. Kami mohon hadirlah dalam ibadat ini, di mana kami akan mendengarkan ajaran tentang Bunda Maria penolong umatMu yang diberikan oleh Yesus kepada kami. Semoga cinta dan iman kami bertumbuh bersamanya. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman YouCat 146-149

Metode: peserta mendengarkan paparan ini dengan seksama. Jika memungkinkan, peserta yang memaparkan materi ini membaca dengan jelas, agak lambat, dan berusaha membawa peserta dalam suasana hening. 

AD JESUM PER MARIAM

Ad Jesum per Mariam” artinya menuju Yesus melalui Maria. Pepatah ini berguna bagi pemahaman akan inti penghormatan kita kepada Bunda Maria. Mengapa? Karena penghormatan kita kepada Bunda Maria tidak terlepas dari penghormatan kita kepada Yesus. Kita menuju Yesus melalui Bunda Maria. Maka, secara prinsip, dapat dikatakan demikian:

  1. Seluruh gelar dan kehormatan Maria yang diberikan Allah kepadanya adalah demi kehormatan Yesus Kristus Putera-Nya, dan penghormatan ini selalu berada di bawah penghormatan kepada Kristus.
  2. Dasar penghormatan kepada Bunda Maria adalah karena perannya sebagai Bunda Allah.
  3. Sebagai Bunda Allah, Maria dikuduskan Allah dan mengambil peran istimewa dalam keseluruhan rencana keselamatan Allah.

Siapakah Maria?

Maria adalah seorang perempuan Israel beragama Yahudi. Karena hidupnya yang bersahaya, Allah memilih Maria menjadi Bunda Sang Penebus Dunia. Demi rencana keselamatan Allah, Maria dipersiapkan dan dibebaskan dari dosa asal (pembebasan dari dosa asal itu menyebabkan dia menjadi manusia baru – Hawa yang baru). Karena ketaatan imannya Gereja menyebutnya sebagai:

P. Putri Allah Bapa.

U. Bunda Allah Putera.

P. Mempelai Allah, Roh Kudus.

Sebagai puteri Allah Bapa, Maria senantiasa taat melaksanakan kehendak Allah Bapa di sepanjang langkah hidupnya. Sebagai puteri Allah Bapa, Maria menunjukkan ketaatannya untuk bekerjasama dengan Allah dalam karya keselamatan. Sebagai Bunda Allah Putera, Maria bersedia mengandung dan melahirkan Yesus; namun juga kesetiaannya dalam membesarkan dan mendampingi Yesus dalam menjalankan misi keselamatan Allah. Maria juga menjadi mediatrix/pengantara yang menghantar orang-orang kepada Kristus, [dan ini dilakukannya tidak saja selama hidupnya di dunia (misalnya Perjamuan Nikah di Kana, bdk. Yoh 2), tetapi juga saat Ia telah kembali ke surga].

Sebagai mempelai Allah Roh Kudus, Maria menjadi sosok yang kudus dan tak bercela. Maria menjadi teladan kekudusan bagi murid- murid Kristus. Betapa istimewanya perhatian Allah pada kekudusan Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, karena di dalamnya terkandung PuteraNya sendiri, Sang Roti Hidup (Bdk. Yoh 6:35), Sang Sabda yang menjadi manusia (Yoh 1:14), Sang Imam Agung yang Tertinggi (Ibr 8:1). Persyaratan kekudusan Bunda Maria – Sang Tabut Perjanjian Baru – pastilah jauh lebih tinggi daripada kekudusan Tabut Perjanjian Lama yang tercatat dalam Kitab Keluaran itu (bdk. Kel 25 s/d 31). Bunda Maria, Sang Tabut Perjanjian Baru, harus kudus, dan tidak mungkin berdosa, karena Allah sendiri masuk dan tinggal di dalam rahimnya. Itulah sebabnya Bunda Maria dibebaskan dari noda dosa oleh Allah.

Apa kata Yesus tentang Maria?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan ini kita sebaiknya membaca Injil Yohanes 19:25-27. Begini bunyinya: “Dan dekat salib Yesus berdiri ibu-Nya dan saudara ibu-Nya, Maria, isteri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang dikasihi-Nya di sampingnya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya: ‘Ibu, inilah, anakmu!’ Kemudian kata-Nya kepada murid-murid-Nya: ‘Inilah ibumu!’ Dan sejak saat itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya.

Tidak Sulit memahami perkataan Yesus ini. Yohanes adalah simbol kehadiran dari semua murid Yesus, termasuk kita. Kepada Maria Yesus berpesan, “ibu itulah anakmu!” menunjuk Yohanes dan kita semua. Dan kepada Yohanes dan kita semua dikatakan, “itulah ibumu!” Kalau sudah tahu tentang hal itu, seharusnya sejak sekarang kita menerima Maria di rumah kita, di hati kita sebagai ibu penolong bagi kita. Bukan hanya kita, seharusnya semua yang menyebut dirinya Kristen (pengikut Yesus) taat kepada pesan itu, dan itulah keunggulan Katolik menangkap pesan Kitab Suci. Kita menghormati Maria sejak Gereja ini berdiri sampai hari ini.

Ada dua kisah lagi yang dapat mendukung jawaban ini: pertama Lukas 1:28, 35 dikisahkan bagaimana Allah telah lebih dulu menghormati Maria dengan memilihnya menjadi bunda PuteraNya. Kedua, Lukas 2:51-52 dikisahkan bagaimana Yesus menghormati ibunya dengan mengikutinya turut pulang ke Nazaret; inilah gambaran Gereja (tubuh mistik Kritus) yang senantiasa menghormati Bunda Maria.

Empat (4) Dogma Tentang Maria

Dogma adalah sebuah ajaran yang diterima sebagai kebenaran atau doktrin (ajaran yang bersumber dari ajaran Yesus dan para Rasul) yang diteruskan dan ditegaskan secara otoritatif oleh Gereja. Ajaran ini bukan ajaran ‘karangan” Gereja Katolik yang tidak berdasar pada Kitab Suci. Sebaliknya semua dogma Katolik ditetapkan berdasarkan Kitab Suci dan Tradisi Suci.

  1. Dogma Maria Bunda Allah

Dasarnya ialah, karena Yesus yang dilahirkannya adalah Allah maka dia disebut Bunda Allah. Elisabet berkata, “Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? (Luk 1:43)” Dogma ini dirumuskan dalam Konsili Efesus tahun 431 dan dijelaskan kembali di Konsili Kolsedon 451, “… Perawan suci [Maria] adalah Bunda Allah …. ” “[Yesus] … lahir dari Bapa sebelum segala abad menurut kodrat ke-AllahanNya, di masa akhir, karena kita dan demi keselamatan kita, lahir dari Perawan Maria, menurut kodrat kemanusiaanNya; Kristus yang satu dan sama, Putera Allah …..”

  1. Dogma Bunda Maria Tetap Perawan.

Dasar dogma ini adalah, karena Kristus adalah Allah, maka proses pembentukanNya sebagai janin tidak memerlukan campur tangan benih laki-laki namun oleh kuasa Roh Kudus Saja, Luk 1:35: “Jawab malaikat itu kepadanya: ‘Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.’” Konsili Lateran 649 mengajarkan bahwa Maria melahirkan Yesus tanpa melukai keperawanannya, dan keperawanannya tidak terganggu setelah melahirkan. Dalam konteks itu Maria tidak mengalami sakit bersalin, sebab sakit bersalin dialami sebagai akibat dari dosa asal (lih Kej 3:16), “Firman-Nya kepada perempuan itu: ‘Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu.’” Sedangkan Maria sendiri sudah dibebaskan Allah dari dosa asal dan segala dosanya.

Dogma ini dirumuskan secara ekplisit di konsili Konstantinovel II tahun 553 dan Konsili Lateran 649. Yang menyatakan bahwa Bunda Maria adalah perawan, sebelum, pada saat, dan setelah melahirkan: “… Sang Sabda, Allah yang berinkarnasi dari Maria Bunda Allah yang kudus dan mulia dan tetap perawan ….” “ … Maria yang tetap perawan terberkati dan tiada bernoda … mengandung tanpa benih, dari Roh Kudus dan melahirkan tanpa melukai (keperawanannya) dan keperawanannya tidak terganggu setelah melahirkan.

  1. Dogma Bunda Maria Dikandung Tidak Bernoda.

Dasar dogma ini adalah karena Kristus adalah Mesias, Imam Besar Pengantara satu-satunya kepada Allah Bapa, maka Dia adalah yang Saleh, tanpa salah, tanpa noda, “yang terpisahkan dari orang-orang berdosa” (Ibr 7:26). Keterpisahan Kristus secara total dengan dosa mengisyaratkan kekudusan ibuNya, sebab penjelmaanNya sebagai manusia mengambil tempat di tubuh ibuNya, dan karena itu, melibatkan tubuh ibuNya, ibu yang mengandung Kristuspun harus terpisah sama sekali dengan dosa – tanpa noda dosa –  sebab Kristus yang dikandungnya adalah Allah yang tidak bernoda dosa.

Mungkin ada yang bertanya, “Sejak kapan Maria dijadikan oleh Allah tanpa dosa? Sabda Allah mengajarkan bahwa, “kehidupan manusia dimulai sejak terbentuknya dalam Rahim ibunya” (lih, Ayb 31:15, Mzm 139:13), maka Gereja mengajarkan bahwa Bunda Maria dikuduskan Allah sejak ia tebentuk dalam kandungan ibunya. Bunda Maria dikuduskan yaitu, dibebaskan dari noda dosa-sebab ia dipersiapkan oleh Allah untuk mengandung dan melahirkan PuteraNya yang kudus dan tak berdosa. Jadi dapat dikatakan bahwa kekudusan Bunda Maria adalah karunia dari Allah yang diberikan demi tugas istimewanya. Dogma ini dikeluarkan oleh Paus Pius IX tanggal 8 Desember 1854 dalam Konstitusi Apostolik, Ineffabilis Deus, menyatakan: “Bunda Maria yang terberkati, seketika pada saat pertama ia terbentuk sebagai janin, oleh rahmat yang istimewa dan satu-satunya yang diberikan oleh Tuhan yang Mahakuasa, oleh karena jasa-jasa Kristus Penyelamat manusia, dibebaskan dari semua noda dosa asal.”

  1. Dogma Bunda Maria Diangkat ke Surga.

Dasar Dogma ini adalah karena Bunda Maria bebas dari noda dosa asal, dan karenanya juga tidak berdosa sepanjang hidupnya, maka ia menjadi orang pertama dari seluruh kaum beriman menerima janji Kristus akan mahkota kehidupan abadi (lih.Yak 1:12; 1 Kor 9:25; Why 2:10). Dogma ini dinyatakan oleh Paus Pius XII pada tanggal 1 November 1950, dalam Surat Ensikliknya, Munificentissimus Deus: “Maria Bunda Allah yang tak bernoda dan Bunda Allah yang tetap Perawan, setelah selesai hidupnya di dunia, diangkat tubuh dan jiwanya ke dalam kemuliaan surgawi.” Ajaran ini tentu akan mendorong umat beriman untuk meneladani Maria mengarahkan hati kepada pengharapan iman kita. Maka itu, dogma ini selain untuk menghormati Maria juga mengingatkan kita  akan pengharapan kita sebagai umat beriman, yaitu bahwa kita setia beriman sampai akhir seperti Bunda Maria, kitapun akan diangkat ke surga, tubuh dan jiwa, dan memperoleh mahkota kehidupan.

Kesalahpahaman klasik: Apakah orang Katolik menyembah Maria?

Pernahkah kamu mendengarkan pertanyaan ini? Atau mungkin pernah mendengarkan masalah ini diperdebatkan? Menurutmu bagaimana?

Pertanyaan ini saja sudah keliru, sebab seolah sudah menganggap Katolik menyembah Maria. Umat Katolik tidak menyembah Maria melainkan menghormatinya. Gereja memahami bahwa penyembahan hanya dapat ditujukan kepada Allah. Namun Gereja Katolik menghormati Bunda Maria secara istimewa, dengan mengikuti Allah yang sudah lebih dulu menghormatinya secara istimewa, dengan memilihnya sebagai Bunda Kristus. Gereja Katolik menghormati Maria juga karena menghargai pemberian Kristus sendiri sesaat sebelum Dia wafat di salib. Dengan sisa kekuatanNya Kristus memberikan ibuNya, kepada Rasul Yohanes, murid yang dikasihiNya (Lih. Yoh 19:26-27). Yohanes mewakili seluruh umat beriman menerima Maria sebagai ibu.

Sehubungan dengan penghormatan kepada Maria, kita perlu memahami maksud devosi kepada Bunda Maria, agar kita dapat berdevosi dengan baik sekaligus benar. Devosi adalah ungkapan kasih maka tidak mutlak dan mengikat. Jika dilakukan dengan baik dan benar, devosi dapat menumbuhkan iman, harapan dan kasih kepada Tuhan. Itulah tujuan utama setiap devosi. Kita tahu bahwa Maria sangat dekat dengan Puteranya, dan dia selalu mengantarkan umat agar dekat dengan Puteranya. Ketika masih di dunia, Maria telah melakukan itu (lih. Yoh 2:5). Lebih banyak dan lebih besar dari itu dapat dia lakukan dari surga oleh karena rahmat yang di anugerahkan Kristus kepadanya.

            2. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Sedekat apakah hubunganmu dengan Bunda Maria? Sharingkan.
  2. Hal apa yang istimewa dalam hatimu mengenai Bunda Maria?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

Orang Katolik sendiripun mungkin ada yang samar-samar pengetahuannya tentang Bunda Maria, sehingga pengetahuan yang samar-samar itu membuatnya ragu-ragu untuk memeluk Bunda Maria sebagai teman berdoa, ibu penolong, sahabat yang lemah-lembut, dsb. Bila seseorang berusaha mencari tahu kebenaran tentang Bunda Maria entah di Kitab Suci, Katekismus, buku-buku resmi Gereja Katolik; itu adalah tanda cinta dan kedekatan kepada Bunda Maria. Jika sudah menemukan kebenaran maka akan menemukan juga banyak hal keistimewaan dalam diri Bunda Maria. Dia Bunda Allah, Putri Bapa, Mempelai Roh Kudus, Tabut Perjanjian Baru, Penuh mukjizat, dll. Jika mau melihat lebih banyak keistimewaan Bunda Maria hanya satu jalannya, cintailah dia sebagai ibumu, Bunda kita.

           3. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut santo Yohanes (2:1-11)

U. Dimuliakanlah Tuhan

Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu. Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.” Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.” Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!” Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung. Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: “Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air.” Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: “Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta.” Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu – dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya – ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: “Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang.” Hal itu dibuat Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

 Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ;  Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.  Ketika mereka kekurangan anggur, ibu Yesus berkata kepada-Nya: “Mereka kehabisan anggur.”  Kata Yesus kepadanya: “Mau apakah engkau dari pada-Ku, ibu? Saat-Ku belum tiba.”  Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan: “Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu!

Dari ayat-ayat ini, terlihat jelas, bahwa Maria membuat permohonan kepada Yesus, dengan mengatakan “Mereka kehabisan anggur”. Dan Yesus mengerti permohonan ini dan bukan sekedar pemberitahuan, sehingga Dia mengatakan “Mau apakah engkau dari pada-Ku, Ibu? Saat-Ku belum tiba”. Hal ini adalah sama saja dengan mengatakan “Mengapa engkau (Ibu Maria) meminta Aku untuk melakukan sesuatu [mukjizat], yang belum saatnya Aku lakukan?” Percaya dan tahu akan Putera-Nya, maka Bunda Maria bukan memohon kepada para pelayan, namun memerintahkan kepada para pelayan untuk melakukan apapun yang dikatakan oleh Yesus. (ay.5).

Kita jangan lupa, bahwa Maria adalah satu-satunya orang yang pernah dilahirkan di dunia ini, yang bersama dengan Yesus setiap hari, sejak dikandungan sampai sekitar berusia 30 tahun. Inilah sebabnya, kalau ada orang yang paling mengerti Yesus, maka orang itu adalah Bunda Maria. Mungkin, kita bersama-sama dapat merenungkan, bahwa jika kita yang mengklaim telah menerima Roh Kudus dapat mengerti ajaran Yesus dan apa yang dilakukan oleh Yesus, maka, terlebih lagi Bunda Maria, sang mempelai Roh Kudus. Bunda Maria telah mengandung Sang Sabda, hidup bersama-sama dengan Sang Sabda selama 30 tahun, setiap hari mengasihi Sang Sabda, sehingga Sabda tersebut menyatu dalam kehidupannya, perkataannya, dan perbuatannya, dan seluruh keberadaan dirinya. Bunda Maria sungguh mengenal dan memahami ajaran dan kehendak Kristus Puteranya, sehingga apa yang dipikirkan, dilakukan dan diminta oleh Bunda Maria senantiasa sesuai dan sejalan dengan kehendak Kristus Sang Sabda. Dengan fakta ini, kita harus mengakui, bahwa Bunda Maria dan Yesus mempunyai hubungan yang begitu dekat, begitu murni, saling membagi, sehingga keduanya dapat mengatakan “ini aku, aku milikmu“.  Yesus sendiri, sebagai manusia dalam kebudayaan Yahudi, menghormati dan taat kepada orang tuanya. Ini dicatat dalam Injil Lukas, “Lalu Ia pulang bersama-sama mereka ke Nazaret; dan Ia tetap hidup dalam asuhan mereka. Dan ibu-Nya menyimpan semua perkara itu di dalam hatinya. Dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lk 2:51-52).

Mungkin penjelasan dari beberapa Bapa Gereja dapat membantu. St. Bernardus menjelaskan perikop ini (lih. St. Bernard, Homily 2) demikian: “Saya melihat dengan jelas bahwa Yesus mengatakan, Mau apakah engkau daripadaku, ibu, bukan karena Ia memarahi/menegur, atau mau mengaburkan kesederhanaan hati ibu-Nya yang merendah, namun karena demi kita, sehingga apa yang menjadi perhatian orang tua menurut daging janganlah membuat kita yang sudah percaya, menjadi kuatir.” Sebab Kristus nyatanya taat kepada ibu-Nya, dan untuk menghormatinya, Ia melakukan mukjizat itu. Dengarlah St. Krisostomus: “Meskipun Ia [Yesus] menjawab demikian, namun Ia mengabulkan doa ibu-Nya, sehingga Ia dapat menghormatinya dan tidak tampak mengeraskan hati terhadapnya, ataupun juga mempermalukan dia di hadapan begitu banyak orang yang hadir.” Dan Euthymus mengatakan, “Betapa besar Yesus menghormati Maria adalah jelas dari banyak kejadian, termasuk juga di sini, bahwa Ia memenuhi permintaannya.”

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para imam

…. Kami mohon….

  1. Bagi para pendidik

…. Kami mohon….

  1. Bagi para katekis

…. Kami mohon….

  1. Bagi orang muda

…. Kami mohon….

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U:   Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen akan mencari pengetahuan tentang Bunda Maria.
  • OMK berkomitmen setelah menemukan pengetahuan tentang Bunda Maria akan mencintainya dengan sungguh-sungguh.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Bapa yang Mahapengasih, pertemuan yang menggembirakan hati kami ini sudah selesai.

  1. Semoga lewat pertemuan ini kami bertumbuh dan bertambah dalam pengenalan akan Dikau.
  2. Semoga segenap orang muda semakin giat dalam usaha mencari Dikau.
  3. Dan buatlah kami menjadi orang muda yang mampu menunjukkan identitas iman kami lewat penghormatan kepada Bunda PuteraMu.

P. Demi Yesus Kristus Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta Ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan

Salam Maria – MB. 542

            Salam Maria, rahmat Tuhan sertaMu,

            Bunda Yesus Kristus, doakanlah kami.

            Salam Maria, Engkau Bunda Gereja,

            lindungilah kami, doakan putraMu.

            Salam Maria, Ratu Surga dan Bumi,

            terpujilah Engkau di sepanjang masa

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *