Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Mei 2019

LITURGI GEREJA KATOLIK

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

                        Panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan bagi umat-Nya diatas bumi ciptaan-Nya,

Api cinta-Nya, nyala kasih-Nya, sumber semangat bagi kita.

Wartakan semangat cinta-Nya pada orang yang dambakan kasih-Nya.

Terpujilah Tuhan Allah yang telah mengutus Putra-Nya.

               Sungguh berlimpah kasih Sang Bapa, kita dikurniai rahmat,

               Kita semua telah dibangkitkan, dan disatukan dalam Tuhan.

               Kita akan diberi tempat dalam surga, mulia bersama-Nya,

               Terpujilah Tuhan Allah karna kasih karunia-Nya

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekelian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

Pp. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

          Ya Allah penyelenggara kehidupan kami. Syukur atas anugerah hidup ini. Hidup ini kami rayakan senantiasa di hadapan-Mu melalui melalui liturgi suci. Kini kami mau memahami lebih dalam akan liturgi dalam Gerejamu yang kudus ini. Dampingi kami sepanjang perayaan ini. Demi Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 166-169

Metode: Khazanah ini digeluti dengan metode Tanya Jawab: Atas setiap pertanyaan pemimpin membiarkan dua tiga orang berkomentar kemudian pemimpin menyimpulkan jawabannya.

Liturgi: Pertemuan dengan Tuhan

Liturgi (Yunani, leiturgia = pekerjaan umum, pelayanan, pencapaian oleh dan untuk rakyat): Dalam tradisi Kristen, liturgi berarti bahwa Umat Allah berpartisipasi dalam “Pekerjaan Allah”. Inti dari perayaan Liturgi adalah ekaristi Kudus; liturgi-liturgi lain – misalnya perayaan sakramen-sakramen lainnya, devosi, berkat, prosesi, dan ibadat harian -termasuk di dalamnya. “Liturgi bukanlah sekedar pertemuan sekelompok orang, yang mengadakan perayaan…. Melalui kebersamaan kita dalam kehadiran Yesus di hadapan Bapa, kita merayakan liturgi, baik sebagai anggota persekutuan keseluruhan Gereja sedunia maupun persekutuan para Kudus. Dengan demikian, Liturgi ini adalah Liturgi Surgawi.” (Paus Benediktus XVI) . Sama dengan apa yang dikatakan St. Benediktus dari Nursia sebelumnya, “Dalam perayaan sakramen (misteri-misteri Gereja) manusia berjumpa dengan Yesus Kristus. Ia sungguh hadir dalam gereja perjumpaan secara nyata terjadi dalam Liturgi. Oleh karena itu, Tidak ada yang lebih tinggi daripada Liturgi.”

Jadi, liturgi bukan acara yang penuh dengan rumusan dan lagu merdu. Tidak seorang pun membuat atau mengubah liturgi. Liturgi adalah sesuatu yang hidup dan tumbuh melewati ribuan tahun. Liturgi adalah tindakan yang luhur dan suci dan menarik ketika orang merasakan bahwa Tuhan sendiri hadir secara nyata dalam tanda-tanda suci dan mulia, juga dalam doa-doa kuno.

Inilah alasan Gereja mengapa sering merayakan Liturgi.Seperti orang menghirup udara untuk tetap hidup, begitu pula Gereja hidup dan bernafas dengan merayakan Liturgi. Allah sendiri menghembuskan nafas hidup baru bagi Gereja dari hari ke hari dan memperkaya Gereja dengan anugrah-anugrah melalui sabda dan sakramen-sakramen. Atau dengan gambaran lain, liturgy adalah seperti perjumpaan kasih yang dicatat oleh Allah. Siapa yang pernah mengalami kasih Allah akan dengan sangat senang hati pergi ke gereja. Seseorang yang dari waktu ke waktu tidak merasakan suatu hal yang istimewa dalam liturgi, namun tetap merayakan Liturgi menunjukkan kesetiaannya kepada Allah.

Dengan demikian Liturgi harus menjadi prioritas dalam hidup gereja dan pribadi kristen. Liturgi adalah  puncak seluruh tindakan Gereja dan serta merta menjadi sumber segala daya kekuatannya.

Saat masih berada di dunia, Yesus dikerumuni banyak orang yang membutuhkan kesembuhan. Bahkan sekarang pun, kita dapat menemukan Yesus. Ia hidup dalam Gereja. Ia menjanjikan akan hadir dalam dua tempat: dalam pelayanan kepada kaum miskin (Mat 25: 40) dan dalam ekaristi. Jika kita membiarkan-Nya mendekati kita, Ia akan mengajar kita, membekali kita, mengubah kita, menyembuhkan kita, dan dia menjadi satu dengan kita dalam kurban misa.

Jadi yang terjadi sesungguhnya saat kita merayakan liturgi adalah kita dibenamkan dalam cinta Tuhan, disembuhkan dan diubah. Dengan demikian, kita mempunyai hidup dan mempunyainya dalam kelimpahan. Ketika kita merayakan liturgi, kita berjumpa dengan Yesus yang mengatakan sendiri: “Akulah jalan kebenaran dan hidup” (Yoh 14: 6). Seorang yang merasa diabaikan, tetapi kemudian ikut dalam perayaan ekaristi akan menerima perlindungan dan penghiburan dari Allah.  Seseorang yang sedang tersesat, namun mau hadir dalam perayaan ekaristi akan menemukan Allah yang sedang menantikannya.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa alasan mengapa kita harus merayakan liturgi sesering mungkin?
  2. Sesungguhnya, apa yang kita peroleh dengan merayakan liturgi?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

  • Tuhan berkata, “Aku datang, supaya mereka memunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10b). Sesungguhnya inilah yang kita peroleh setiap saat dalam perayaan liturgi, karena Tuhan hadir di sana.
  • Saturninus Martir berkata, “Tanpa ekaristi Minggu, kita tidak bisa hidup. Tidak tahukah kamu bahwa orang Kristen ada untuk ekaristi dan ekaristi ada untuk orang Kristen?”. Ini menegaskan dengan sangat bahwa kristen dan ekaristi dua hal yang harus ada supaya persatuan Tuhan dengan manusia nyata.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Lukas (Luk 22:14-20)

Ketika tiba saatnya, Yesus duduk makan bersama-sama dengan rasul-rasul-Nya. Kata-Nya kepada mereka: “Aku sangat rindu makan Paskah ini bersama-sama dengan kamu, sebelum Aku menderita. Sebab Aku berkata kepadamu: Aku tidak akan memakannya lagi sampai ia beroleh kegenapannya dalam Kerajaan Allah.” Kemudian Ia mengambil sebuah cawan, mengucap syukur, lalu berkata: “Ambillah ini dan bagikanlah di antara kamu.  Sebab Aku berkata kepada kamu: mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang.” Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, kata-Nya: “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku.” Demikian juga dibuat-Nya dengan cawan sesudah makan; Ia berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru oleh darah-Ku, yang ditumpahkan bagi kamu.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta

Allah menyingkapkan diri-Nya kepada manusia secara perlahan-lahan melalui penyertaan-Nya kepada Bangsa Yahudi, melalui orang-orang pilihan-Nya, melalui mereka Allah menyatakan diri. Bangsa Israel yakin penuh bahwa Allah mereka selalu ada beserta mereka, tidak akan pernah meninggalkan mereka. Hal itu mereka simbolkan dengan kehadiran Tabut Perjanjian yang ada di tengah-tengah mereka. Penyertaan Allah kepada umat-Nya memuncak pada kehadiran Yesus di dunia. Dia Allah yang menjadi daging (manusia). Ia mendekatkan diri kepada manusia sedekat-dekatnya agar manusia mengenal-Nya sedekat-dekatnya pula. Sebuah anugerah terbesar bagi dunia. Bahwa Allah secara fisik pernah hadir di dunia selama 33 tahun lamanya.

Yesus tahu, bahwa hari-Nya berada di dunia secara fisik akan segera berakhir. Namun Dia ingin meyakinkan bahwa para murid-Nya dan kita semua bahwa Ia senantiasa menyertai kita. Yesus sendiri menjanjikan itu sekian kali, salah satunya ialah persis sebelum ia terangkat ke Surga dia berkata, “Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” (Mat 28:28). Dia Tuhan tidak mungkin berdusta. Dia ada bersama kita secara pribadi pun saat kita berkumpul atas namanya, Tuhan sendiri berkata, “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat 18:20). Lihat dirimu, lihat sekitarmu Tuhanmu ada di situ.

Tuhan juga menyatakan bahwa ia akan hadir secara tanda fisik kepada umat-Nya. Maka iapun mendirikan Sakramen. Sakramen adalah tanda kehadiran Allah secara inderawi. Dalam ketujuh sakramen Tuhan hadir dan dapat kita tangkap. Pada kutipan Injil di atas, Yesus mendirikan Sakramen Ekaristi. Dia menciptakan ritus makan bersama, pemecahan roti dan minum bersama, yang adalah tubuh dan darahnya sendiri. Dia berpesan agar hal ini dilakukan sebagai kenangan akan diri-Nya. Dia tidak bermaksud bahwa ini hanya memoria (kenangan semata), tetapi saat kita merayakan Ekaristi yang dipimpin oleh Iman maka Tuhan hadir secara nyata dalam roti dan anggur. Hal ini kita kenal dengan sebutan presentia realis, kehadiran nyata Tuhan. Pertemuan dengan Tuhan itu kita rayakan dalam ritus liturgi.

Tuhan sendiri ingin ada bersama kita dan sedekat serta se-real mungkin yakni melalui sakramen-sakramen suci. Maka hendaknya kita semua sesering mungkin merayakan sakramen, kususunya Ekaristi, dalam perayaan-perayaan liturgi, agar kita merasakan persatuan dengan Tuhan. Adalah kesombongan terbesar saat Tuhan sang Raja Agung, pencipta kita datang mendekati dan mau bersatu kita, tetapi kita malah cuek dan menjauhinya dengan menghiraukan liturgi suci.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. 1. Bagi Paus, Para Uskup dan Imam pelaksana liturgi…. Kami mohon.
  2. Bagi mereka yang merindukan Ekaristi…. Kami mohon.
  3. Bagi para calon Imam…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang beribadah ini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. Menghormati setip liturgi dalam gereja Katolik.
  2. Rajin merayakan liturgi khsusunya Ekaristi.
  3. Melakukan hal-hal yang surgawi dengan berbuat satu kebaikan setiap hari

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya Allah yang maha rahim, Engkau telah menyatakan diri kepada terlebih pada diri Putera-Mu Yesus Kristus yang suci menjadi manusia seperti kami. Ia juga berjanji setia untuk mendampingi kami di dunia ini. Ia mendirikan sakramen bagi kami. Tumbuhkanlah ya Tuhan kecintaan akan merayakan liturgi dalam diri kami agar kami semakin sering mengalam persatuan dengan Engkau. Demi Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

Hatiku Gembira, Tuhan (Ps N0.435)

            Hatiku gembira Tuhan,
Engkau datang padaku.
Hatiku gembira Tuhan,
Engkau datang padaku.

Hadirlah dekatku Tuhan,
jangan tinggalkan daku
Hadirlah dekatku Tuhan,
jangan tinggalkan daku

            Jadikanlah kami Tuhan,
putra-Mu yang setia.
Jadikanlah kami Tuhan,
putra-Mu yang setia.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *