Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV Mei 2019

DASAR DAN MAKNA LITURGI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

Bahagia kita (PS No. 366)

            Bahagia kita di dalam rumah Bapa kita

            Mari kita bersama-sama menuju rumahnya

Kita disatukan sebagai satu umat Tuhan

Satu iman satu harapan satu dalam cinta

            Di dunia fana buang segala tindak cela

            Siapkanlah hati dan budi menghadap Bapamu

Syukur pada Bapa, cintaNya sungguh menyejukkan

Bagai air surga abadi terasa dihati

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini.

Hening….

P+U. Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekelian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Tuhan Yesus Kristus, Engkau meletakkan liturgi bagi umat-Mu melalui Gereja-Mu yang kudus. Saat ini kami mau mendalami makna liturgi itu di dalam kehidupan kami. Kami mohon utus Roh-Mu agar kami diterangi dalam memahaminya. Engkaulah Tuhan dan raja kami, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 170-178.

Dasar dan Makna Liturgi

Dasar Liturgi adalah Allah sendiri. Di dalam Dia ada keabadian, perjamuan Cinta Ilahi – sukacita Bapa, Putra dan Roh Kudus. Karena Allah adalah kasih, Ia memperkenankan kita mengikuti perjamuan kasih-Nya dan mencurahkan berkat-Nya. Liturgi harus menjadi perayaan yang penuh keindahan dan kuasa: pesta Allah Bapa menciptakan kita – itulah sebabnya hasil bumi mengambil peran besar: roti, anggur, minyak dan cahaya, dupa, musik suci dan warna-warna yang megah. Pesta Allah Putra yang menebus kita – itulah sebabnya kita bersukacita dalam kemerdekaan, sepuas hati mendengarkan bacaan Sabda Allah, dan dikuatkan dengan menyantap Tubuh Kristus. Pesta Roh Kudus yang tinggal di dalam kita – itulah sebabnya berlimpah penghiburan, pengetahuan, keberanian, kekuatan dan berkat yang turun kepada kita dari pertemuan kudus yang disebut “liturgi” ini.

Di dalam liturgi selalu terjadi persekutuan dan perjumpaan dengan Yesus Kristus. Setiap Liturgi, bukan hanya perayaan Ekaristi, adalah Paskah dalam bentuk kecil. Yesus menyingkapkan kemenangan-Nya dari maut menuju kehidupan dan merayakan kemenangan itu dalam liturgi bersama kita.Saat Yesus merayakan perjamuan malam di ruang atas bersama para murid pada malam sebelum kematian-Nya, para murid berpikir bahwa Yesus sedang merayakan Paskah Yahudi, peringatan pembebasan dari penjajahan Mesir. Ternyata Yesus merayakan pembebasan umat manusia dari kuasa maut. Paskah Yahudi mengharuskan ada “darah anak domba” yang melindungi bangsa Israel dari malaikat maut. Kini, Yesus sendirilah sang Anak Domba yang Darah-Nya tertumpah untuk menyelamatkan umat manusia dari maut. Kematian dan kebangkitan Yesus adalah bukti bahwa manusia dapat mati, namun beroleh hidup kembali. Inilah makna dari setiap liturgi. Yesus membandingkan kematian dan kebangkitan-Nya dengan pembebasan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Oleh karena itu, buah kebangkitan Yesus yang memberi penebusan manusia dari maut disebut sebagai Misteri Paskah.

Kita memerlukan sakramen-sakramen untuk menumbuhkan hidup kemanusiaan kita dan menjadi semakin serupa dengan Yesus: menjadi anak-anak Allah dalam kebebasan dan kemuliaan. Dengan sakramen BAPTIS, anak-anak manusia menjadi anak-anak Allah; dengan sakramen PENGUATAN, orang beriman menjadi kuat, menjadi orang Kristen yang bertanggungjawab; dengan sakramen PENGAMPUNAN DOSA yang berdosa didamaikan dengan Allah; dengan sakramen EKARISTI, yang lapar, bahkan mampu menjadi roti untuk orang lain; dengan sakramen PERKAWINAN dan sakramen IMAMAT, setiap pribadi menjadi pelayan cinta; melalui sakramen PENGURAPAN ORANG SAKIT, yang berputus asa menjadi pribadi yang penuh percaya diri. SANG SAKRAMEN dalam semua sakramen adalah Kristus sendiri. Dalam dia, kita manusia, yang tersesat dalam egoism, bertumbuh dewasa dalam kebenaran hidup yang tiada akhir. Dialah sakramen Allah bagi kita.

Iman di dalam Yesus Kristus tidak cukup, kita membutuhkan sakramen-sakramen. Pada zaman Yesus orang-orang melihat Yesus, mendengarkan Dia, bisa menyentuh Dia sehingga dapat mengalami keselamatan dan penyembuhan dalam tubuh dan jiwa. Sekarang juga kita bisa dan harus datang kepada Allah dengan menyertakan semua indera kita, bukan hanya dengan pikiran. Itulah yang kita temukan dalam sakramen. Tuhan dirasakan dengan pancaindra seperti sentuhan tangan Allah yang menghendaki memberikan diri seutuhnya kepada manusia.

Memang iman adalah pra-syarat untuk sakramen. Sakramen berdaya guna hanya jika seseorang memahami dan menerimanya dalam iman. Sakramen tidak hanya mensyaratkan Iman namun juga memperkuat dan mengungkapkannya. Ada dua hal yang kita terima dari gereja: IMAN dan SAKRAMEN-SAKRAMEN. Orang menjadi Kristen tidak hanya karena upacara atau karena tercatat dalam buku administrasi Gereja, tetapi lebih-lebih melalui penerimaan iman yang benar dari Gereja. Gereja menjamin hal itu. Karena iman Gereja diungkapkan dalam Liturgi, maka tidak ada upacara sakramen yang dapat diubah atau direkayasa oleh pertimbangan pribadi pelayannya atau oleh sekelompok umat tertentu.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa (siapa) kah dasar liturgi kita.
  2. Apa makan liturgi kita?
  3. Apa hubungan liturgi dengan sakramen, hubungan liturgi dengan iman?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

  • Dasar Liturgi kita adalah Tuhan sendiri yang mau bersatu dengan kita manusia. Di dalam liturgi selalu terjadi persekutuan dan perjumpaan dengan Yesus Kristus. Merayakan liturgi adalah merayakan paskah; kematian dan kebangkitan Yesus, maka merayakan liturgi adalah juga merayakan kematian kita dan kebangkitan kita kelak oleh Yesus. Inilah inti iman kita yang kita rayakan dalam setiap liturgi yang kita rayakan.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus (1 Kor 11:23-29)

Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil rotidan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: “Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!” Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!” Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta

Layak Menyambut Komuni

Pernah kita temukan,mungkin saja kita lakukan menyambut komuni suci (tubuh Tuhan) padahal kita terlambat mengikuti perayaan. Apakah layak? Sering menjadi pertanyaan serius bahkan menjadi diskusi dan debat yang hangat di kalangan kita. Ada pihak yang mengatakan bisa-bisa saja dengan berbagai alasan. Sebaliknya ada yang mengatakan tidak bisa dengan alasan-alasannya yang masuk akal juga. Bagaimana sesunggunya?

Pernah juga kita temukan, ada orang tidak katolikatau sedang dalam dosa berat (“dihukum Gereja”) tetapi menyambut komuni suci (tubuh Tuhan) dengan santainya. Bagaimana sikap kita kepada orang-orang seperti ini? Apakah ada panggilan dari kita untuk melarang orang tersebut agar tidak menyambut, atau ketika hal itu sudah terlanjur terjadi apakah kita berani menegur orang tersebut? Atau kita berkata, “bukan urusanku”.

Kepada jemaat di Korintus, Paulus menegaskan solusi kedua perkara di atas. Paulus sangat menekankan bahwa Perjamuan Tuhan adalah kehadiran Tuhan yang real di dalam hosti kudus. Dan dikatakan lagi bawa dalam merayakan perjamuan kita memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang kembali. Maka umat harus dalam iman yang teguh dan penuh hormat kepada Tuhan sendiri yang hadir dalam komuni kudus. Apakah seseorang layak untuk menyambut Tuhan sendiri atau tidak, hendaknya tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri. Setiap orang saat merayakan ekaristi harus mememriksa kelayakan dirinya, demi kebaikan dirinya sendiri. Menyikapi ini Gereja juga memberikan aturan bagi umatnya yang layak menyambut Tubuh Tuhan sendiri seperti usia yang pantas, sikap yang pantas dan bahkan iman yang pantas, artinya tidak sedang dalam pelanggaran hukum-hukum Gereja atau dalam dosa berat.

Kembali ke hal di atas, jika terlambat mengikuti perayaan Ekaristi, apakan seseorang pantas menyambut komuni? Paulus berkata, “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan”. Kita sendirilah yang harus mengukur diri kita apakah memang layak atau tidak. Sementara tentang orang yang tidak katolik atau orang yang sedang dilarang Gereja untuk menyambut komuni atau sedang dalam dosa berat tetapi tetap menyambut, Paulus berkata “Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya”.

Saudaraa-i OMK, hendaknya kita jangan menjadi pelaku dalam kedua pelanggaran ini dan hendaknya juga kita menjaga teman-teman kita agar tidak berdosa dan menghukum dirinya karena melakukan hal-hal yang mencemari kesucian Tuhan sendiri.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Paus, Para Uskup dan Imam pelaksana liturgi…. Kami mohon.
  2. Bagi mereka yang merindukan Ekaristi…. Kami mohon.
  3. Bagi para calon Imam…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang beribadah ini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. Hormat kepada Ekaristi.
  2. Rajin merayakan liturgi khsusunya Ekaristi.
  3. Hormat kepada imam yang menghadirkan Tuhan dalam Ekaristi

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Ya Allah kami yang mahabaik. Engkau sudi menyatakan diri-Mu sedekat mungkin dengan kami melalui sakramen-sakramen  khususnya Ekaristi yang selalu tersedia bagi kami. Tambahkan iman kami agar kami menjadi orang yang mencintai dan mengejar perayaan Ekaristi di mana kami akan mengalamai persautuan dengan Engkau, Tuhan dan penyelamat kami.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *