Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I Juni 2019

BAGAIMANA KITA MERAYAKAN MISTERI KRISTUS?

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

                Puji syukur no 330

Dengan gembira bersama melangkah

Kita semua menghadap Tuhan

Bertepuk tangan nyanyi sukaria

Sebab besar kasih setia-Nya

            Angkatlah hati jiwa

            Mohon rahmat berlimpah

            Agar kita pun pantas

            Berkenan kepada-Nya

Satukan kami umat-Mu ya Tuhan

Dalam Kristus jadi satu warga

Hingga kami sehati dan se jiwa

Memuliakan nama-Mu Tuhan

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus

U. Amin

P. Tuhan berserta kita

U. Sekarang dan selama-lamanya

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan Allah mengikuti ibadat ini.

Hening….

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami untuk mengenal dan mencintaiMu.

Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, kami sering putus asa dalam usaha mencari Engkau namun Engkau datang mendekati kami. Kristus Kasihanilah kami.

U. Kristus Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diutus untuk menyelamatkan kami.

Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Allah Bapa kami yang bertahta dalam kerajaan surga, syukur bagi-Mu ya Tuhan atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami pada saat ini dimana kami bisa berkumpul dalam keadaan sukacita. Ya Bapa kami hendak mendalami dan memahami kehadiran-Mu di dalam perayaan liturgi Gereja, kiranya Engkau ya Bapa yang bernaung di hati kami supaya kami dapat memahami belas kasih-Mu yang begitu besar di dalam diri kami. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami

P+U.    Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 179, 181-183

Misteri Kristus Dalam Liturgi Semesta

“Siapa yang merayakan liturgi?” adalah pertanyaan yang sangat mendasar bagi iman kita. Sesungguhnya, dalam semua liturgi di bumi, Tuhan Yesus sendiri yang merayakan liturgi seluruh alam semesta yang meliputi malaikat dan manusia baik yang hidup maupun yang mati, masa lalu, kini dan masa yang akan datang, dunia dan surga. Imam dan umat berpartisipasi dengan cara yang berbeda dalam merayakan ibadat ilahi Kristus. Maka, ketika kita merayakan liturgi, kita harus mempersiapkan batin dengan sungguh-sungguh untuk hal besar yang akan terjadi yakni Kristus dan semua isi surga hadir di sini dan saat ini. Dalam liturgi, setiap orang dipenuhi dengan sukacita yang tak terkatakan, dan pada saat yang sama mendapatkan kasih melimpah dari Allah. Kitab Wahyu menggambarkan liturgi sebagai saat dimana kita yang berada di bumi ini menggabungkan suara dengan para penghuni surga. Liturgi kita bersatu dengan liturgi surgawi yang telah lama berlangsung. Liturgi bukanlah hal yang muncul begitu saja dalam benak kita lalu langsung kita nyanyikan; namun dalam liturgi, nyanyian yang sudah tersedia bagi kita berasal dari nyanyian para malaikat.

Allah menciptakan manusia utuh jiwa dan raga. Oleh karena itu, manusia memerlukan tanda-tanda dan aneka simbol untuk memahami dan menggambarkan kenyataan rohani yang ada di dalam batinnya. Mawar merah, cincin kawin, pakaian hitam, gelang tangan dan sebagainya adalah tanda atau simbol sebagai bentuk ungkapan kenyataan batin kita. Tanda dan simbol memudahkan ungkapan kita segera dipahami oleh orang lain. Penjelmaan Putera Allah memberi kita tanda manusiawi bahwa Ia hidup di antara kita. Roti dan anggur, air babtis serta pengurapan menjadi tanda kehadiran. Tanggapan kita terhadap tanda-tanda suci Allah al: berlutut, berdiri ketika mendengarkan injil, membungkuk, mengatupkan telapak tangan. Contoh lain, untuk acara sakramen perkawinan, kita menghiasi gedung gereja tempat kehadiran Allah dengan dekorasi yang paling indah yang bisa kita buat, bunga, lilin, koor dan musik. Sering kali dituntut kata-kata untuk menjelaskan makna dari tanda-tanda itu. Ya, tanda-tanda suci membutuhkan kata-kata, karena liturgi adalah perjumpaan dengan Allah; Ia bertindak dan berbicara atas kita, kita mendengarkan Dia dan kita menanggapi Dia. Hal inilah yang terjadi ketika Imam mengangkat hosti dan anggur lalu mengatakan, “Inilah tubuhKu….Inilah Darahku”.

Ketika kita berpaling kepada Allah, selalu ada sesuatu yang tak terlukiskan dan tidak mampu dirangkum dengan kata-kata. Untuk itu, musik bisa membantu. Dalam pujian sukacita, bahasa berubah menjadi kidung. Itulah sebabnya para Malaikat bernyanyi. Musik dalam perayaan iman harus membuat doa lebih indah dan lebih kuat, menggugah hati semua yang hadir dan membawa mereka lebih dekat dengan Allah, dan menyiapkan bagi Allah sesuatu pesta alunan kidung.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  • Setiap kali kita melaksanakan liturgi, siapa saja yang berpartisipasi di dalamnya?
  • Tanda dan simbol apa yang lebih kamu pahami sebagai ungkapan kehadiran Allah di dalam dirimu?
  • Sebagai OMK, partisipasi apa yang sudah anda lakukan di dalam perayaan liturgis?

Setelah peserta selesai sharing (20-30menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

Dalam perayaan liturgi baik ketika perayaan ekaristi maupun ibadat sabda, Allah sendiri yang turut serta dalam perayaan liturgi di seluruh alam semesta. Bukan hanya kita yang masih berziarah di dunia ini, bahkan yang sudah mati juga dan para malaikat turut serta melaksanakannya. Banyak tanda dan simbol yang bisa kita pahami sebagai ungkapan kehadiran Allah di dalam diri kita seperti contohnya menepuk dada pada saat doa tobat yang menggambarkan mohon pengampunan dan belaskasih Allah atas dosa-dosa yang kita perbuat, membungkuk sebagai ungkapan hormat kita di hadapan Allah, berlutut sebagai ungkapan ketidak-berdayaan kita di hadapan Allah, dan sebagainya. Oleh sebab itu kita sebagai OMK bisa melakukan banyak partisipasi kita sebagai aplikasi ungkapan iman kita bagi Allah misalnya: sebagai lektor, mesdinar, dirigen, mendekorasi gereja dan berbagai hal lainnya. Hal ini semua kita lakukan ketika kita mempunyai hubungan personal yang baik dengan Allah yang sungguh-sungguh hadir dalam diri kita sehingga kita berbuat sedemikian baik bagi kemuliaan Allah.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

Bacaan dari Kitab Wahyu (Why 4:2-9)

Segera aku dikuasai oleh Roh dan lihatlah, sebuah takhta terdiri di sorga, dan di takhta itu duduk Seorang. Dan Dia yang duduk di takhta itu nampaknya bagaikan permata Yaspis dan permata Sardis; dan suatu pelangi melingkungi takhta itu gilang-gemilang bagaikan Zamrud rupanya. Dan sekeliling takhta itu ada dua puluh empat takhta, dan di takhta-takhta itu duduk dua puluh empat tua-tua, yang memakai pakaian putih dan mahkota emas di kepala mereka. Dan dari takhta itu keluar kilat dan bunyi guruh yang menderu, dan tujuh obor menyala-nyala di hadapan takhta itu: itulah ketujuh Roh Allah. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang. Dan keempat makhluk itu masing-masing bersayap enam, sekelilingnya dan di sebelah dalamnya penuh dengan mata, dan dengan tidak berhenti-hentinya mereka berseru siang dan malam: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah, Yang Mahakuasa, yang sudah ada dan yang ada dan yang akan datang.” Dan setiap kali makhluk-makhluk itu mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur kepada Dia, yang duduk di atas takhta itu dan yang hidup sampai selama-lamanya.”

P. Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur Kepada Allah

Renungan

            Liturgi kita bersatu dengan liturgi surgawi yang telah lama berlangsung. Josep Ratzinger (Paus Emeritus Benediktus XVI) berkata: “Liturgi bukanlah sesuatu yang tiba-tiba muncul dalam benakmu lalu langsung kau nyanyikan: namun dalam liturgi, nyanyian yang sudah tersedia berasal dari nyanyian para malaikat”. Ungkapan ini mau mengatakan bahwa Liturgi kita (nyanyian-nyanyian) bagian dari “liturgi” surgawi. Maka liturgi kita tidak boleh dilaksanakan dengan kurang hormat dan dengan setengah-setengah hati. Nyanyian-nyanyian dalam liturgi juga tidak boleh asal nyanyian dan asal dinyanyikan. Maka Gereja kita membedakan nyanyian liturgis dan nyanyian rohani. Nyanyian liturgislah yang harus dipakai saat kita berliturgi, bukan nyanyian rohani, yang bisa dinyanyikan kapan saja.

            Kitab Wahyu yang baru kita baca menggambarkan bahwa di surga, sekalian makhluk Allah memuji-muji-Nya dengan berseru “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan Allah…”. Begitulah cara mereka mengungkapkan segala hormat dan syukur mereka. Kata-kata dan kehadiran mereka rasanya tidak cukup, tetapi butuh ekspresi tertinggi yakni dengan nyanyian atau puji-pujian yang tiada henti. Dikatakan bahwa ada 3 hal yang diberikan oleh setiap makhluk itu yakni mempersembahkan puji-pujian, dan hormat dan ucapan syukur. Hal inilah juga yang menjadi gambaran liturgi kita di dunia ini. Saat kita merayakan liturgi, kita memberikan puji-pujian, hormat dan syukur kepada Tuhan kita. Maka liturgi adalah hal yang sangat sakral di mana komunikasi pribadi antara manusia dengan Tuhan terjadi dengan mendalam. Hal ini bukan saja dalam liturgi namun juga dalam seluruh kehidupan konkrit kita, hendaknya kita memberikan puji-pujian, hormat dan syukur dengan hidup benar di hadapan-Nya. Apa yang kita lakukan dalam liturgi demikian juga kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikianlah hidup kita itu menjadi liturgi di hadapana Tuhan sendiri.

            Saudara-saudari, apa yang telah dirumuskan dalam liturgi kita hendaklah kita ikuti dengan saksama dengan penuh iman. Kita orang muda harus dengan penuh cinta beribadah dan ambil bagian aktif dalam perayaan-perayaan liturgi, misalnya saat bernyanyi, bernyanyilah dengan sepenuh hati. Intinya, kita ikut dan melakukan setiap langkah-langkah liturgi itu dengan sepenuh hati. Dalam liturgi kita menanggapi kehadiran Allah penyelamat dunia dan kita, maka harus dengan sepenuh hati.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawadoa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Para pemimpin gereja

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Mereka yang menjauhkan dirinya dari Allah

            …. Kami mohon.

  1. Bagi OMK agar hormat dan rajin mengikuti liturgi

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini agar semakin cinta dengan liturgi

            …. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK mau mempelajari makna tanda dan simbol dalam liturgi.
  • OMK berkomitmen akan berperan aktif dalam perayaan liturgi.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Bapa yang Mahapengasih, pertemuan yang menggembirakan hati kami ini sudah selesai. Kami sungguh berbahagia atas belas kasih-Mu bagi kami yang tiada batas. Bantulah kami dalam karya kami bagi gereja-Mu. Engkau hadir di dalam diri kami lewat berbagai simbol dan tanda yang kami lihat dan kami lakukan di dalam perayaan liturgi gereja-Mu. Semoga kami dihari yang akan datang semakin banyak berbuat dan berpartisipasi dalam gereja-Mu ini. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu ya Bapa dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Janganlah takut

            Kerja buat Tuhan selalu manise

            Biar tampa upah selalu manise

            Ayo kerja buat Tuhan

            Sungguh senang-senang e

Dipanggil Tuhan selalu manise

Membawa diri keladang-Nya Tuhan saudara

Ikut Tuhan selalu manise

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *