Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II Juni 2019

WAKTU LITURGI WAKTU BAGI ALLAH

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

Cinta Kasih Tuhan

Cinta kasih tuhan

Dasar persatuan kita

Marilah kawan kita satukan

Dalam keluarga Allah

            Marilah satukan hatimu

            Dalam pengabdianmu

            Wartakanlah cinta kasih-Nya

            Dalam karya dan karsa.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak ….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

P+U. Saya mengaku…

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

          Ya Allah Bapa yang bertakhta di Kerajaan Surga. Kami OMK yang berkumpul di sini hendak mendengarakan Sabda-Mu yang menuntun kami lebih dekat kepada Engkau. Hadirlah di tengah-tengah kami, supaya kami dapat menerima berkat pengudusan-Mu dalam diri kami. Tambahkanlah iman kami, kuatkan juga semangat kami menapaki peziarahan suci ini. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 184-186

Metode: Khazanah ini digeluti dengan metode Tanya Jawab: Atas setiap pertanyaan pemimpin membiarkan dua tiga orang berkomentar kemudian pemimpin menyimpulkan jawabannya.

Tahun Liturgi

Santo Paulus berkata, “Pergunakanlah waktu yang ada.” Bila kita memiliki waktu yang luang seringkali kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan dengan waktu luang itu. Dalam liturgi, waktu menjadi sangat padat karena setiap detik sarat makna. Ketika kita merayakan liturgi, kita mengalami kenyataan bahwa Allah telah menguduskan waktu dan membuat setiap detik adalah pintu gerbang menuju keabadian.

Waktu liturgi kita berulang setiap tahunnya. Seperti kita merayakan ulang tahun kelahiran atau perkawinan, demikian pula liturgi merayakan sepanjang tahun peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah keselamatan, dengan suatu keistimewaan: seluruh waktu adalah milik Allah. “Kenangan” akan hidup dan ajaran Yesus yang kita rayakan dalam liturgi secara serentak membuat kita berjumpa dengan Tuhan Yesus yang hidup bersama kita. “Kekekalan Allah bukanlah sekadar tanpa batas waktu, di luar waktu, tetapi kuasa yang nyata hadir bersama waktu dan di dalam waktu.”

Soren Kierkergaard berkata, “Pilihannya hanyalah kita menghadirkan Yesus dalam zaman kita atau kita tidak usah melakukan apa-apa sama sekali”. Mengikuti tahun Gereja dengan iman sungguh membuat kita menghadirkan Yesus dalam waktu kita. Bukan karena kita bisa membayangkan untuk menempatkan secara persis diri kita dalam waktu dan kehidupan Yesus, namun justru karena Dia datang ke dalam waktuku dan hidupku. Saat aku menciptakan ruang bagi-Nya di jalan hidupku ini, dengan kehadiran-Nya yang menyembuhkan dan mengampuni, dengan kekuatan dasyat kebangkitan-Nya.

            Tahun Liturgi atau Tahun Gereja atau Kalender Gereja menerapkan misteri kehidupan Kristus (sejak penjelmaan sampai kedatangann-Nya yang ke dua dalam kemuliaan) ke dalam kalender tahun biasa. Tahun Liturgi diawali dengan Adven, saat penantian kedatangan Tuhan yang mencapai puncak pertama pada Masa Natal, kemudian mencapai puncak tertinggi dalam perayaan penebusan kita, yaitu misteri penderitaan, wafat, dan kebangkitan Kristus pada Hari Raya Paskah. Masa paskah berakhir pada masa Pentakosta, turunnya Roh Kudus atas Gereja. Tahun Liturgi secara berulang diselingi dengan pesta-pesta Maria dan santo santa, saat gereja bersyukur atas rahmat Allah yang menuntun manusia pada keselamatan.*

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Tahun baru bagi kalender biasa adalah tgl 1 Januari, kapan tahun baru bagi kalender liturgi kita?
  2. Dikatakan tadi bahwa saat merayakan liturgi setiap detik adalah pintu gerbang menuju keabadian, apa maksudnya?
  3. Sebagai OMK, sudah sejauh manakah kita memberikan waktu dan hati bagi Tuhan sepanjang tahun?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

Tahun Liturgi diawali pada masa adven setiap tahunnya dimana pada masa ini mengingatkan kita tentang penantian Tuhan dalam kemuliannya yang hadir kedua kalinya untuk dunia. Tahun liturgi dalam setiap tahunnya akan kita akhiri pada masa Kristus Raja Semesta Alam yang mengingatkan kita bahwa kerajaan Allah bukan dari dunia ini melainkan dari yang ilahi yang berkuasa atas surga dan bumi.

Kita sebagai OMK dalam saat-saat tertentu harus lebih mengutamakan waktu bagi atau bersama Tuhan yakni dalam liturgi, daripada bagi yang lain. Waktu bersama Tuhan itu sifatnya abadi dan keadaan inilah yang kita peroleh di surga nanti. Maka mulai sekarang kita harus membiasakan diri untuk itu. Semakin sering kita merayakan liturgi dan hadir di dalamnya sepenuh hati, kitapun akan semakin memakai waktu keseharian kita dengan lebih bermakna.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus (Ef 5:15-21)

Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan. Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh, dan berkata-katalah seorang kepada yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersoraklah bagi Tuhan dengan segenap hati. Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allahs

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta

Sahabat muda yang terkasih, kita dalam menapaki perjalanan hidup di dunia ini sering melakukan berbagai hal seturut keinginan pribadi kita semata, tanpa batas, yang ternyata tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, Gereja dan sesama bahkan bertentangan dengan harkat kita sebagai manusia. Sebagai OMK yang dijuluki sebagai “Tiang/Tonggak Gereja di masa mendatang” seharusnya memiliki sifat dan parlakuan yang baik sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri. Apa itu kehendak Tuhan menurut Kitab Suci kita? “Carilah dulu kerajaan Allah maka selebihnya akan ditambahkan bagimu”. Mencari dimaksudkan di sini tentu kualitas dan kuantitas waktu kita; serius, fokus dan terus menerus.

            Dalam kutipan Kitab Suci di atas, kita diajak agar mempergunakan waktu yang ada karena hari-hari ini jahat. Ada begitu banyak hal yang memikat anak muda sekarang agar tidak memakai waktu dengan baik. Tentu saja Tuhan tidak menginginkan kita menghabiskan waktu 2-4 jam sehari untuk beraktivitas dengan android kita jika itu bukan sarana pekerjaan kita, atau hanya bermain-main menghabiskan waktu tanpa makna seperti hanya ngumpul dan ngobrol. Boleh disebut itu adalah kekuatan si jahat yang membuat kita lengah dengan waktu kita. Kita tidak sadar lagi bahwa waktu itu adalah anugrah sangat berharga dari Tuhan sendiri untuk kita pergunakan di dalam nama Tuhan dengan mempersembahkan waktu itu kepadaNya dengan berbuat yang patut di hadapanNya dan sesama kita.

            Gereja kita mengajak kita untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam sejarah keselamatan kita yakni dengan merayakan liturgi. Kesempatan bagi kita untuk menyerahkan waktu itu hanya untuk Tuhan, di mana kita dan bersama denganNya dalam ke-asik-an. Seluruh diri, kita hadirkan di hadapanNya. Namun waktu istimewa inipun (ibadat) sering tidak kita pergunakan dengan baik dan benar. Kita beribadat tetapi hati kita tidak di sana, tubuh saja yang hadir. Jikalau ini benar, coba banyangkan bagaimana mungkin kita menggunakan waktu kita sehari-hari (di luar doa/ibadat) sesuai dengan kehendak Allah? Sulit dibayangkan.

            Saudara OMK yang terkasih, banyak waktu yang sudah kita lalui namun rasanya belum sungguh seperti harapan Tuhan sendiri. Mari kita memberikan waktu kita kepada Allah dengan melaksanakan kehendak-Nya, daripada hanya menggunakan waktu kepada hal-hal yang bersifat duniawi, yang sama sekali bukan merupakan bekal kita menuju keabadian. Segala hal yang Dia berikan bagi Gereja-Nya diperuntukkan bagi kita manusia ciptaan-Nya supaya dilaksanakan. Allah tidak menginginkan kita tinggal dalam kesalahan dan dosa sebab Dia Maha Pengasih yang tanpa batas. Dia ingin, saat ini juga, kita bangkit dan mulai mengikutinya. Memakai waktu ini bagiNya.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi mereka yang tidak mengutamakan kehendak Allah…. Kami mohon.
  2. Bagi mereka yang sakit…. Kami mohon.
  3. Bagi OMK yang masih malas ke gereja…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang berkumpul disini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. Mengujungi dan menyemangati OMK yang malas ke gereja.
  2. OMK memahami makna pelaksaan liturgi.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Ya Allah Bapa kami yang mahapengasih, syukur bagi-Mu Tuhan atas waktu yang Engkau berikan kepada kami dimana kami bisa mendalami diri kami sebagai OMK yang harus semakin mendekatkan diri kepada-Mu dalam perayaan liturgi. Engkau sungguh hadir di tengah kami dan kami merasakan cinta-Mu yang begitu mendalam kepada kami. bantulah kami agark dihari yang akan datang kami bisa menjadi tiang penopang Gereja-Mu. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan meraja bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

Aku Dengar Bisikan Suara-Mu

Aku dengar bisikan suara-Mu,

Bergema lembut didalam batinku

Sungguh engkau sahabatku

Jikalau engkau menaati perintahku

            Pergilah dan sebarkanlah

            Kabar suka citaku

            Sampai akhir zaman aku sertamu…

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *