Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Juni 2019

HARI MINGGU SEBAGAI PUNCAK SEMUA HARI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

                        Bahagia kita (PS No. 366)

            Bahagia kita di dalam rumah Bapa kita

            Mari kita bersama-sama menuju rumahnya

Kita disatukan sebagai satu umat Tuhan

Satu iman satu harapan satu dalam cinta

            Di dunia fana buang segala tindak cela

            Siapkanlah hati dan budi menghadap Bapamu

Syukur pada Bapa, cintaNya sungguh menyejukkan

Bagai air surga abadi terasa dihati

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

          Ya Allah, Penyelenggara kehidupan kami, syukur atas anugerah hidup ini. Kami hendak merayakan hidup kami melalui ibadah suci ini. Kami mau memahami lebih dalam makna beribadah kepada-Mu. Maka dampingi kami sepanjang pertemuan ini. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama dengan Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 187-188. Sebaiknya dalam kelompok doa ada yang mengenal apa itu Ibadat Harian (brevir) dan dapat menerangkannya.

Hari Minggu Sebagai Puncak Semua Hari

Pada hari Minggu kita merayakan kebangkitan Kristus, dan setiap hari Minggu merupakan paskah kecil. Seandainya hari Minggu dihapuskan atau diabaikan, hanya hari kerja saja yang tersisa. Jika demikian, manusia yang diciptakan untuk kebahagiaan diturunkan martabatnya menjadi kuda beban atau menjadi konsumen yang tidak peduli. Di bumi ini, kita harus belajar bagaimana merayakan hari Minggu secara benar. Jika tidak, kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan di surga, karena surga adalah Hari Minggu yang tiada habisnya.

Kebangkitan Tuhan Yesus adalah pokok iman Kristen. Ia bangkit pada hari Minggu, “yang disebut sebagai hari pertama di dalam minggu” (Luk 24:1). Setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus menampakkan diri dalam perjalanan ke Emmaus, dan melakukan pemecahan roti di depan murid-murid-Nya pada hari kebangkitan-Nya, yaitu hari Minggu (Luk 24:13-35). Jemaat Kristen perdana yang non Yahudi merayakan hari Tuhan pada hari Minggu (Kis 20:7; 1 Kor 16:2). Untuk seterusnya, perayaan Hari Tuhan bagi umat Kristen adalah hari Minggu yang dikatakan sebagai hari pertama di dalam minggu, dan bukan hari terakhir dalam minggu (Sabat).

Hari Minggu adalah hari di atas semua hari yang lain, yang memanggil umat Kristen untuk mengingat keselamatan yang diberikan kepada mereka dalam Baptisan dan yang telah membuat mereka baru di dalam Kristus. “…. Dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati…. (Kol 2:12; lih. Rom 6:4-6). Liturgi menggarisbawahi dimensi baptis dari hari Minggu. Sebagaimana pada Malam Paska, pada suatu hari dianjurkan pemercikan air suci sebagai ritus tobat di awal Misa, yang mengingatkan akan saat Baptisan yang melaluinya lahirlah semua kehidupan Kristiani.” (Paus Beato Yohanes Paulus II, Dies Domini, 20-25.

Setelah diawali dengan hari Minggu, kemudian umat memasuki enam hari kerja. Berdasarkan Tradisi kristiani yang kuno, Ibadat juga Harian disusun sedemikian rupa, sehingga seluruh kurun hari dan malam disucikan dengan pujian kepada Allah. “Bila nyanyian pujian yang mengagumkan itu dilaksanakan dengan baik oleh para imam dan orang-orang lain, yang atas ketetapan Gereja ditugaskan untuk maksud itu, atau oleh Umat beriman, sambil berdoa bersama dengan Imam memakai bentuk yang telah disahkan, pada saat itu sungguh merupakan suara Sang Mempelai sendiri, yang berwawancara dengan Mempelai Pria, bahkan juga doa Kristus beserta Tubuh-Nya kepada Bapa. Maka, semua orang yang mendoakan Ibadat Harian, menunaikan tugas Gereja, maupun ikut serta dalam kehormatan tertinggi Mempelai Kristus. Sebab seraya melambungkan pujian kepada Allah mereka berdiri di hadapan takhta atas nama Bunda Gereja.

Dengan demikian, kita semua sebagai anggota Gereja, diundang untuk turut memadahkan doa pujian kepada Allah Bapa dalam kesatuan dengan Kristus dan seluruh anggota Gereja dalam doa Ibadat Harian ini. Dua doa yang utama yang merupakan sendi dari keseluruhan doa harian itu adalah ibadat pagi (Lauds) dan ibadat sore (Vespers). Mari kita melambungkan mazmur pujian kepada Tuhan dan menggabungkan doa-doa kita dalam kesatuan dengan seluruh Gereja, terutama dengan mendoakan ibadat pagi dan doa ibadat sore. Semoga terus bergemalah pujian kepada nama Allah Tuhan kita di seluruh dunia dalam liturgi dan dalam ibadat harian kita. Waktu kita haruslah demikian, berangkat dari hari Minggu menuju hari Minggu.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa makna hari Minggu bagimu?
  2. Apa saja kebiasaanmu pada hari Minggu dan pada hari-hari lainnya?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

Hari Minggu harus kita junjung sedemikian kudusnya, hari khusus dimana Kristus menang atas kuasa kegelapan. Berangkat dari hari Minggu yang satu ke hari Minggu berikutnya. Seolah-olah melambangkan hidup kita yang selalu berawal dari Allah dan menuju Allah.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Inilah Injil Yesus Kristus menurut karangan santo Yohanes (Yoh 20:19-26)

Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Dan sesudah berkata demikian, Ia menunjukkan tangan-Nya dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan.

Maka kata Yesus sekali lagi: “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Tetapi Tomas, seorang dari kedua belas murid itu, yang disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ. Maka kata murid-murid yang lain itu kepadanya: “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka: “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang dan Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!”

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta.

            Saudara-saudari terkasih bacaan Injil mengetengahkan bahwa ada satu hari yang istimewa, disebut dengan hari pertama pada minggu (ay 19). Bagi kita jelas bahwa hari pertama dalam satu minggu ialah hari Minggu. Di sini tampak Yesus sendiri mengkhususkan hari itu, sebab delapan hari kemudian (ay 26) Yesus kembali lagi ke tempat itu, pada hari yang sama. Santo Lukas juga mencatat dalam Injil bahwa Pada hari pertama minggu itu (hari ketika Yesus bangkit), Yesus menemani dua orang murid-Nya yang hendak berjalan menuju Emmaus (Luk 24:13). Pada hari itu juga Dia memecah-mecahkan roti dan membagikannya kepada mereka (Luk 24:30). Hari yang istimewa itu dikuduskan oleh para rasul juga. Para rasul berkumpul untuk beribadah dan memecah roti (merayakan perayaan Ekaristi) pada hari pertama minggu yaitu pada hari Minggu (lih. Kis 2:42; 20:7; 1 Kor 10:16; 11:23-).

            Dalam Didache (70-140 M) para Bapa Gereja mengajarkan, “Tetapi berkumpullah kamu di setiap hari Tuhan, dan memecah roti, dan mempersembahkan Ekaristi; tetapi pertama-tama akuilah kesalahan-kesalahanmu, sehingga kurbanmu dapat menjadi kurban yang murni ” (Didache 14:1, ANF: 7:381). Dari ajaran ini kita pahami bahwa hari Minggu (hari Tuhan) adalah hari yang sangat istimewa; hari untuk berkumpul mendengarkan Sabda Tuhan, memecahkan roti dalam Ekaristi, hari untuk kesempatan untuk membaharui diri dengan mengakui kesalahan di hadapan Allah. Itu berarti hari Minggu merupakan hari yang membawa hidup baru karena kurban Kristus yang dirayakan di sana.

            Santo Yohanes Maria Vianney berkatekese kepada umat Allah demikian, “Ketika engkau datang ke gereja pada hari Minggu, sebaiknya dalam perjalanan engkau mengingat-ingat dosamu yang akan kau akui nanti di hadapan Allah di gereja. Hendaknya juga kamu berpikir-pikir tentang apa yang akan kau adukan kepada Tuhan dan apa yang akan kau minta dari-Nya untuk bekalmu sepanjang minggu ini”. Namun, saudara-sudari OMK yang terkasih, betapa salahnya kita pada hari-hari itu karena sering dalam perjalanan ke gereja kita asyik membicarakan bukan dosa atau kesalahan kita tetapi orang lain, atau para gadis sibuk membicarakan model pakaian, riasan, wangi-wangian yang lebih baik dipakai ke gereja, dan malah asyik dengan dunia internet (chating dll). Sedangkan para pria asyik membicarakan politik, adat, pekerjaan dan berbagai hiburan dunia yang memabukkan. Betapa celakanya kita karena tidak menyadari sedang melakukan hal salah itu. Merujuk makna penting hari Minggu dan ungkapan sang santo di atas, seharusnya sejak pagi hari di rumah, kita sudah mempersiapkan diri untuk pergi ke gereja dengan mempersiapkan pakaian, buku nyanyian dan terutama mempersiapkan batin kita. Kita harus bertanya pada diri: apakah dosa, kesalahan, kelalaian yang kuperbuat selama sepekan ini? Hal itu harus aku akui di hadapan Allah di dalam gereja. Apakah persoalan hidup yang akan kusampaikan kepada Allah? Berkat-berkat manakah yang harus aku minta kepada-Nya sebagai bekal untuk menjalaninhidupku sepekan ke depan?

            Jika demikian, maka ibadah setiap saat selama sepekan itu akan terarah kepada hubungan personal antara aku dan Tuhanku. Berangkat dari hari Tuhan yang satu, aku menuju ke hari Tuhan yang berikutnya. Akhirnya seluruh hari hidup kita menjadi persembahan yang hidup bagi Allah.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. 1. Bagi Paus, Para Uskup dan Imam pelaksana liturgi…. Kami mohon.
  2. Bagi OMK yang malas bergereja…. Kami mohon.
  3. Bagi para orang sakit…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang berkumpul disini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. OMK lebih menghormati menghormati hari Minggu
  2. OMK rajin merayakan liturgi khususnya Ekaristi.
  3. OMK berusaha melaksanakan ibadat harian

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Ya Allah yang maha pengasih, engkau rela datang ke dunia ini demi kami umat-Mu yang engkau cintai. Pada saat ini ya bapa kami sudah mendalami iman kami akan Dika yang selalu hadir dalam hidup kami lewat sarana dan tanda yang engkau buat demi mengingatkan diri kami kepada engkau supaya kami lebih dekat dengan Dikau yang maha penyayang. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu ya bapa dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami yang meraja dengan Dikau kini sampai sepanjang segala masa.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

Panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan bagi umat-Nya diatas bumi ciptaan-Nya,

Api cinta-Nya, nyala kasih-Nya, sumber semangat bagi kita.

Wartakan semangat cinta-Nya pada orang yang dambakan kasih-Nya.

Terpujilah Tuhan Allah yang telah mengutus Putra-Nya.

               Sungguh berlimpah kasih Sang Bapa, kita dikurniai rahmat,

               Kita semua telah dibangkitkan, dan disatukan dalam Tuhan.

               Kita akan diberi tempat dalam surga, mulia bersama-Nya,

               Terpujilah Tuhan Allah karna kasih karunia-Nya

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *