Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV Juni 2019

RUMAH TUHAN SEBAGAI RUANG LITURGI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

                        Bahagia kita (PS No. 366)

            Bahagia kita di dalam rumah Bapa kita

            Mari kita bersama-sama menuju rumahnya

Kita disatukan sebagai satu umat Tuhan

Satu iman satu harapan satu dalam cinta

            Di dunia fana buang segala tindak cela

            Siapkanlah hati dan budi menghadap Bapamu

Syukur pada Bapa, cintaNya sungguh menyejukkan

Bagai air surga abadi terasa dihati

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

P+U. Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

          Ya Allah, berkatilah kami dalam pertemuan menggembirakan ini agar kami bertambah dalam iman kepada-Mu karena diskusi yang akan kami laksanakan. Demi Kristus, Tuhan kami.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 189-191

Metode: Khazanah ini digeluti dengan metode Tanya Jawab: Atas setiap pertanyaan pemimpin membiarkan dua tiga orang berkomentar kemudian pemimpin menyimpulkan jawabannya.

Gereja Tempat Persekutuan Umat Beriman

Oleh kemenangan-Nya, Kristus telah memasuki seluruh penjuru dunia, Dia sendiri adalah bait Allah yang sejati dan menyembah Allah dalam roh dan kebenaran yang tidak terikat dengan tempat tertentu. Namun demikian dunia kristen diisi dengan gedung-gedung gereja dan tanda-tanda suci karena manusia memerlukan tempat khusus untuk saling bertemu dan memerlukan tanda-tanda untuk mengingatkan mereka dari kenyataan hidup mereka. setiap rumah Allah adalah simbol bagi rumah Bapa Surgawi yang kita tuju.

Tentu saja kita dapat berdoa di mana saja, di hutan, di pantai, di tempat tidur. Tetapi karena kita manusia bukan hanya dari unsur rohani saja, tetapi juga raga, maka kita perlu melihat, medengar, meraakan satu sama lain, dan memerlukan tempat untuk saling bertemu sebagai satu tubuh Kristus. Kita harus berlutut jika ingin menyembah Tuhan; kita harus makan hosti yang telah diubah menjadi Tubuh Kristus ketika komuni, kita harus mengatur sikap tubuh ketika Dia memanggil kita. Untuk itu perlu Rumah Doa.

Rumah doa adalah tanda persekutuan gerejawi umat di tempat tertentu dan simbol tempat tinggal surgawi yang telah disiapkan Allah bagi kita. Dalam rumah Allah kita berkumpul untuk berdoa, baik pribadi maupun bersama untuk merayakan sakramen-sakramen khususnya ekaristi. Gedung-gedung gereja di sekeliling kita juga memberi suasan doa yang kuat. Kita merasa bahwa Allah hadir di sini. Keindahan bangunan gereja mengarahkan perhatian kita kepada keagungan, keindahan dan kasih Allah. Gedung-gedung gereja bukan hanya batu-batu pembawa pesan iman, melainkan sebagai tempat Allah bersemayam yang benar-benar hadir dalam ekaristi di setiap altar dalam gereja-gereja.

            Tempat-tempat inti rumah Allah adalah altar dengan salib Kristus, tabernakel, kursi-kursi selebran, ambo, kolam babtis, dan bilik pengakuan. Altar adalah titik pusat gereja. Di atasnya kurban Kristus disalib dan kebangkitannya dihadirkan dalam perayaan ekaristi. Altar adalah meja tempat umat Allah diundang merayakan perjamuan ekaristi. Tabernakel semacam almari pengaman suci diperuntukkan dengan penghormatan terbesar sebagai tempat yang sangat layak di dalam gereja bagi hosti kudus, wujud nyata Allah yang hadir. Lampu abadi yang menyala menunjukan bahwa tabernakel sedang “dihuni”. Jika lampu tidak menyala, berarti tabernakel itu kosong. Kursi tinggi atau tahta (cathedra) uskup atau imam dimaksudkan bahwa Kristuslah yang secara mutlak memimpin perayaan iman umat. Ambo sebagai tempat pembacaan Sabda Tuhan yang mencerminkan nilai dan martabat pembacaan Kitab Suci sebagai Sabda Allah yang hidup. Pembabtisan dengan air suci harus menjadi peringatan kuat akan janji babtis kita. Kamar pengakuan adalah tempat kita mengakui kesalahan-kesalahan kita dan memperoleh pengampunan. Unsur liturgi ada yang bisa diubah dan ada yang tidak bisa diubah. Yang tidak dapat diubah adalah segala sesuatu yang berasal dari yang ilahi, misalnya kata-kata Yesus pada perjamuan malam terakhir. Lalu ada bagian yang bisa diubah yang pada masa tertentu memang harus diubah. Maka misteri Kristus harus diwartakan, dirayakan, dan dihidupi kapanpun dan dimanapun

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa arti ataupun makna dari rumah Allah (gedung gereja)?
  2. Apa saja tempat-tempat inti di dalam rumah Allah dan apa tujuan sehingga dibuat sedemikan rupa?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

  • Manusia dalam masa perjalanan hidup di dunia ini memiliki dua aspek kehudupan yaitu jiwa dan raga. Maka setiap pribadi harus melakukan peziarah di dunia sekaligus peziarahan menuju kepada Allah. Oleh sebab itu, setiap rumah Allah dibuat berupa gedung-gedung gereja dan tanda-tanda suci karena manusia memerlukan tempat khusus untuk saling bertemu dan memerlukan tanda-tanda untuk mengingatkan mereka dari kenyataan hidup kita. Setiap rumah Allah adalah simbol bagi rumah Bapa surgawi yang kita tuju.
  • Terdapat tempat-tempat inti rumah Allah seperti altar, tabernakel, dll. Semua itu memiliki makna yang sedemikian dalam dan harus disadari oleh siapa saja. Kekudusan tempat-tempat itu harus dipelihara sebagaimana mestinya. Ungkapan iman kita kepada Tuhan harus ditunjukkan dengan sikap kita kepada rumahNya, gereja.
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya

P. Bacaan dari kita Yesaya (Yes 56:4-8)

Sebab beginilah firman TUHAN: “Kepada orang-orang kebiri yang memelihara hari-hari Sabat-Ku dan yang memilih apa yang Kukehendaki dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, kepada mereka akan Kuberikan dalam rumah-Ku dan di lingkungan tembok-tembok kediaman-Ku suatu tanda peringatan dan nama itu lebih baik dari pada anak-anak lelaki dan perempuan suatu nama abadi yang tidak akan lenyap akan Kuberikan kepada mereka. Dan orang-orang asing yang menggabungkan diri kepada TUHAN untuk melayani Dia, untuk mengasihi nama TUHAN dan untuk menjadi hamba-hamba-Nya, semuanya yang memelihara hari Sabat dan tidak menajiskannya, dan yang berpegang kepada perjanjian-Ku, mereka akan Kubawa ke gunung-Ku yang kudus dan akan Kuberi kesukaan di rumah doa-Ku. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbah-Ku, sebab rumah-Ku akan disebut rumah doa bagi segala bangsa. Demikianlah firman Tuhan ALLAH yang menghimpun orang-orang Israel yang terbuang. Aku akan menghimpunkan orang kepadanya lagi sebagai tambahan kepada orang-orangnya yang telah terhimpun.

P. Demikianlah Sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta

            Satu hal yang hendak kita lakukan sebagai OMK adalah memelihara hari-hari yang ditentukan gereja-Nya demi mendekatkan diri kita kepada Allah dan memilih apa yang dikehendaki serta berpegang kepada perjanjian-Nya. Maka kita sebagai OMK yang merupakan pengikut Kristus bertindak seturut kehendak Allah. Allah begitu mencintai kita,  hendaklah kita juga mencintai Allah sebagaimana Dia mencintai kita, yakni mencintai lebih daripada segala sesuatu. Dengan cinta yang kita berikan kepada-Nya, hal-hal yang baik dan indah akan diberikan Allah kepada kita, seperti kebahagiaan dan kehidupan kekal yang kita rasakan tanpa batas ruang dan waktu.

            Semua hal yang diberikan Allah bagi kita merupakan penggenapan janji-Nya demi persatuan hidup dengan-Nya. Yesus putera-Nya mengundang kita untuk datang hadir ke rumah Bapa di mana terdapat pesta sukacita, di mana yang kita imani selama ini kita rayakan yakni persatuan kembali dengan Allah sendiri. Maka pada saat ini, dalam perayaan yang kita laksanakan di rumah-Nya yang kudus, kita hadir secara total; jiwa dan raga. Sebab di sana kita melihat tanda hadirnya Allah yang nyata melalui sakramen. Dan melalui sakramen itu kita bersatu dengan-Nya, secara sangat nyata dalam menyambut tubuh dan darah-Nya dalam rupa roti dan anggur.

            Kita sebagai OMK hendaklah memenuhi panggilan Allah di dalam diri kita dengan rela, dan mau melayani-Nya dalam hidup dan secara khusus di rumah-Nya yang kudus. Kita mengambil bagian dalam perayaan-perayaan liturgi seperti menjadi lektor, pemazmur, dirigen, ataupun pemain musik, menghias altar, dll. Talenta yang kita terima yang dari Allah harus kita kembalikan kepada-Nya sebagai wujud pemberian diri kita dengan ambil bagian dalam perayaan-perayaan liturgi. Apabila hal ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kita, rahmat kekudusan akan mengalir di dalam diri kita. Dengan rahmat tersebut, kita akan memperoleh jaminan keselamatan.

            Hanya saja kita tidak selalu menyadari bahwa kepada kita sudah diberikan talenta atau bakat secara cuma-cuma yang seharusnya kita persembahkan lagi bagi kemulian-Nya. Partisipasi kita sangat ditunggu oleh Allah sebagai bagian dari karya keselamatan. Maka mari melihat bakat dan kemampuan kita, kita asah untuk siap diberikan bagi-Nya. Segala pemberian kita kepada-Nya dalam bentuk apapun akan dihargai-Nya dengan sangat tinggi. Mari menjadi kemuliaan bagi-Nya, terlebih dengan hadir dan terlibat di rumah-Nya dengan berperan aktif dalam perayaan-perayaan liturgi.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. 1. Bagi Paus, Para Uskup dan Imam pelaksana liturgi…. Kami mohon.
  2. Bagi OMK yang malas hadir ke gereja Kami mohon.
  3. Bagi para umat pelayan liturgi…. Kami mohon.
  4. Bagi kita yang berkumpul disini…. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. Lebih menghormati Imam sebagai wakil Kristus.
  2. Rajin merayakan liturgi khsusunya Ekaristi.
  3. Memahami sarana geraja sebagai lambang hadirnya Kristus yang memimpin perayaan iman

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

            Ya Allah yang maha pengasih, engkau rela datang ke dunia ini demi kami umat-Mu yang engkau cintai. Pada saat ini ya bapa kami sudah mendalami iman kami akan Dikau yang selalu hadir dalam hidup kami lewat sarana dan tanda yang engkau buat demi mengingatkan diri kami kepada engkau supaya kami lebih dekat dengan Dikau yang mahapenyayang. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu, ya Bapa, dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami.

P+U.    Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

Panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan bagi umat-Nya diatas bumi ciptaan-Nya,

Api cinta-Nya, nyala kasih-Nya, sumber semangat bagi kita.

Wartakan semangat cinta-Nya pada orang yang dambakan kasih-Nya.

Terpujilah Tuhan Allah yang telah mengutus Putra-Nya.

               Sungguh berlimpah kasih Sang Bapa, kita dikurniai rahmat,

               Kita semua telah dibangkitkan, dan disatukan dalam Tuhan.

               Kita akan diberi tempat dalam surga, mulia bersama-Nya,

               Terpujilah Tuhan Allah karna kasih karunia-Nya

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *