Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Juli 2019

SAKRAMEN PENGUATAN

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

Bahagia kita (PS No. 366)

            Bahagia kita di dalam rumah Bapa kita

            Mari kita bersama-sama menuju rumahnya

Kita disatukan sebagai satu umat Tuhan

Satu iman satu harapan satu dalam cinta

            Di dunia fana buang segala tindak cela

            Siapkanlah hati dan budi menghadap Bapamu

Syukur pada Bapa, cintaNya sungguh menyejukkan

Bagai air surga abadi terasa dihati

Seruan Pembukaan

P          Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U         Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P          Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

P          Tuhan berserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P          Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

P          Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekelian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P          Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U         Amin.

Doa Pembukaan

P       Marilah berdoa,

          Ya Bapa, utuslah RohMu kepada kami agar Dia membimbing kami dalam pertemuan ini untuk memahami sakramen Penguatan dalam GerejaMu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami yang hidup dan berkuasa bersama dengan Engkau dalam persekutuan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa.

P+U.    Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 203-207. Sebaiknya dalam kelompok doa ada yang mengenal apa itu Ibadat Harian (brevir) dan dapat menerangkannya.

KRISMA TANDA KEDEWASAAN DALAM IMAN

DAN SIAP DIUTUS

Penguatan seperti Baptis dan Ekaristi adalah salah satu dari tiga Sakramen Inisiasi. Seperti Roh Kudus yang turun atas para Rasul pada hari Pentakosta, Roh Kudus juga turun kepada setiap orang yang dibaptis. Gereja memohonkan Rahmat Roh Kudus bagi umatnya. Rahmat ini menguatkan dan mengamankan orang untuk menjadi saksi Kristus yang hidup.

Krisma berasal dari kata Yunani Chrisma = minyak pengurapan, dan Christos = yang diurapi. Sakramen Penguatan adalah sakramen yang melengkapi Baptis. Di dalamnya, karunia Roh Kudus dilimpahkan atas kita. Setiap orang yang dengan bebas memutuskan untuk menjalani hidup sebagai anak Allah dan memohon Roh Allah turun dengan tanda penumpangan tangan dan diurapi minyak Penguatan menerima kekuatan untuk menjadi saksi kasih Allah dalam kata dan pebuatan. Dia sekarang bertanggung jawab dan menjadi anggota penuh Gereja Katolik.

Ketika seorang pelatih memasukkan seseorang pemain bola ke lapangan pertandingan, dia menaruh tangannya di pundak pemain dan memberi perintah terakhir. Kita dapat memahami sakramen penguatan dengan cara yang sama. Uskup atau imam wakilnya, menaruh tangannya atas kita. Kita melangkah ke dalam lapangan kehidupan. Melalui Roh Kudus, kita mengetahui apa yang harus kita lakukan dan kita telah diberi kekuatan untuk melakukannya. Roh Kudus menyemangati kita. Perutusan-Nya diperdengarkan di telinga kita. Kita merasakan pertolongan-Nya. Kita tidak akan mengkhianati kepercayaan-Nya dan tidak pula mau mengecewakan-Nya. Kita akan memenangkan pertandingan untuk-Nya. Kita hanya ingin melakukan perutusan dari-Nya dan mendengarkan Dia.

Dalam Perjanjian Lama, Umat Allah mengharapkan turunnya Roh Kudus atas seorang Mesias (Juru Selamat). Yesus menjalani hidupnya dalam Roh kasih dan kesatuan sempurna dengan Bapa-Nya di surga. Roh Yesus adalah “Roh Kudus” yang telah lama dirindukan bangsa Israel sejak Perjanjian Lama; Roh yang sama turun atas para murid limapuluh hari setelah paskah pada pesta Pentakosta. Roh Kudus yang sama dari Yesus inilah yang turun atas setiap orang yang menerima Sakramen Penguatan. Dalam Kisah Para Rasul, yang ditulis beberapa dasawarsa sesudah kematian Yesus, kita membaca bahwa Petrus dan Yohannes mengadakan perjanjian untuk meneguhkan orang Kristen yang baru dengan menumpangkan tangan pada mereka yang sebelumnya “telah dibaptis hanya dalam nama Yesus,” dan karenanya hati mereka dipenuhi dengan Roh Kudus .

Dalam Sakramen Penguatan, jiwa seseorang yang di Baptis secara Kristen telah tercetak dengan materai abadi dan diterima sebagai pribadi Kristen selamanya. Karunia Roh Kudus adalah kekuatan dari atas saat pribadi melaksanakan Rahmat Pembaptisan kedalam praktik hidup dan bertindak sebagai “Saksi” Kristus.

Menerima sakramen Penguatan berarti melakukan “Perjanjian” dengan Allah. Penerima Sakramen berkata: “Ya, aku percaya akan Engkau, Ya Allahku; Curahkanlah Roh Kudus-Mu sehingga aku seutuhnya menjadi milik-Mu dan tidak  akan pernah terpisah dari pada-Mu dan akan menjadi saksi-Mu sepanjang hidupku, dengan seluruh jiwa dan raga, perkataan dan perbuatan, dalam untung dan malang, “Dan Allah menjawab :” Ya, aku pun percaya kepadamu, anak-Ku dan Aku akan mencurahkan Roh Kudus, Diri-Ku sendiri, Aku akan menjadi milikmu seutuhnya. Aku tidak akan memisahkan diri darimu, baik dalam hidup sekarang ini maupun dalam kehidupan kekal yang akan datang. Aku akan ada di dalam jiwa dan ragamu, dalam kata dan perbuatanmu. Bahkan ketika kamu melupakan-Ku, Aku akan tetap setia  dalam untung dan malang.”

Setiap orang Kristen Katolik yang sudah menerima Sakramen Baptis dan “dalam keadaan Rahmat” dapat menerima Penguatan. Dalam keadaan “Rahmat” berarti tidak sedang dalam dosa berat. Dengan dosa berat seseorang memisahkan dirinya dari Allah dan dapat didamaikan kembali dengan Allah melalui Sakramen Pengampunan. Seorang Kristen yang sedang mempersiapkan diri untuk Sakramen Penguatan mendapati dirinya akan masuk tahap yang sangat penting dalam hidupnya. Ia akan melakukan segala yang mungkin untuk memahami Iman Katolik dengan segenap hati dan pikirannya. Ia akan berdoa sendirian dan bersama orang lain dalam Roh Kudus. Ia akan berdamai dengan dirinya sendiri, dengan orang-orang sekitarnya dan dengan Allah. Pengampunan dosa adalah bagian dari persiapan penguatan ini karena membawa seseorang lebih dekat kepada Allah, bahkan jika ia tidak melakukan dosa berat .

Sakramen Penguatan biasanya diterimakan oleh Uskup. Untuk alasan yang kuat, Uskup dapat mendelegasikan kewenangannya kepada seorang imam untuk menerimakannya. Dalam kondisi bahaya maut, setiap imam diperkenankan memberikan Sakramen Penguatan.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apakah anda sudah menerima Krisma?
  2. Jika Belum, seberapa inginkah anda ingin menerima sakramen tersebut dan apa alasanmu?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

Kita diciptakan untuk mengerjakan sesuatu atau menjadi sesuatu yang lain yang tidak diciptakan untuk orang lain: Tiap orang memiliki tempat dalam rahmat Allah, dalam tempat Allah, yang tidak dimiliki oleh orang lain. Entah kita kaya atau miskin, dihina atau dihargai oleh manusia, Allah mengenal dan memanggil kita. Bagian dari panggilan kita ialah mewartakan Injil dari atap rumah, tidak dengan kata-kata melainkan dengan hidup kita setelah menerima Baptis dan Krisma.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P          Tuhan Beserta Kita

U         Sekarang dan Selama-lamanya

P          Pembacaan dari Kisah Para Rasul: KisRas 2:1-4

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.  Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?”

P          Demikianlah Sabda Tuhan

U         Syukur kepada Allah

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta.

Roh Kudus Kekuatan Allah

            Bagi orang Kristen, warta turunnya Roh Kudus adalah kegembiraan besar. Hal itu menggenapi janji Kristus kepada murid-murid-Nya. Tepatnya pada hari kelimapuluh setelah Kristus bangkit atau sepuluh hari setelah Dia terangkat ke surga, Roh Kudus datang dari Bapa dan Putera (bdk. Syahadat Nicea). Dikabarkan bahwa Roh itu turun dari surga pertanda bahwa Allah sudi berdiam dalam diri manusia yang pada waktu itu secara simbolis diwakili oleh para Rasul. Untuk kita jaman sekarang tentu hal itu terjadi pula ketika kita menerima Krisma.

            Bunyi seperti angin keras adalah representasi dari kekuatan Roh itu sendiri. Kita tahu angin berhembus ke mana dia suka menurut kehendak Allah. Tidak ada yang dapat menghalangi jalannya, menggambarkan bahwa Roh itu penuh dengan kuasa Allah. Sedangkan lidah-lidah api ada symbol dari kemurnian Allah, kehangatan cinta kasih Allah dalam diri orang-orang yang didiami oleh Roh itu. Roh Kudus membaharui orang, membimbingnya, memurnikannya. Roh Kudus adalah Roh yang menghidupkan, barang siapa menolaknya sama dengan menolak kehidupan alias mati. Roh Kudus adalah Roh kebenaran dan barang siapa menolaknya tidak benar alias pendusta. Roh Kudus adalah pembimbing ke jalan yang benar dan barang siapa tidak mendengarkannya sesat serta menuju kebinasaan.

            Barang siapa menerima Roh itu maka ia akan dipenuhi dengan tujuh rahmat Allah. Yesaya menyebut ketujuh rahmat itu: Yesaya 11:2-3 ” (1) kebijaksanaan (2) pengertian, (3) nasihat  (4) keperkasaan, (5) kesalehan, yaitu kesenangannya adalah takut akan Tuhan/ piety, (6) pengenalan akan Tuhan, (7) takut akan Tuhan”.

Hal itu dapat kita lihat dalam Puji Syukur No. 93

  1. Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
  2. Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
  3. Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
  4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.
  5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemulian-Mu.
  6. Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.
  7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu. Amin.

Ketujuh rahmat/karunia itulah yang tampak sehingga orang-orang tercengang-cengang melihat mereka yang didiami oleh Roh itu. Hal itu terjadi sebab Roh Kudus ada dalam kata-kata dan perbuatan mereka. Bagi orang yang dihinggapi Roh Kudus, ia menjadi pewarta sejati Injil Suci, saksi Kristus, saksi Gereja dan guru, nabi dan imam.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Paus, Para Uskup dan Imam ….

Kami mohon.

  1. Bagi OMK yang belum menerima sakramen penguatan

Kami mohon.

  1. Bagi para orang sakit….

Kami mohon.

  1. Bagi kita yang berkumpul disini….

Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. OMK semakin berani menjadi saksi imannya di tengah masyarakat.
  2. OMK yang belum Krisma segera mendaftarkan diri.

Doa Penutup

P          Marilah berdoa,

            Ya Bapa, Terima kasih atas kesempatan ini, utuslah RohMu atas kami masing-masing agar kami juga memperoleh karunia-karuniaMu untuk bersaksi tentang Injil PuterMu. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu ya bapa dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami yang meraja dengan Dikau kini sampai sepanjang segala masa.

PU       Amin.

Seruan Penutup

P          Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U         Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P          Tuhan beserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

P          Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

Panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan bagi umat-Nya diatas bumi ciptaan-Nya,

Api cinta-Nya, nyala kasih-Nya, sumber semangat bagi kita.

Wartakan semangat cinta-Nya pada orang yang dambakan kasih-Nya.

Terpujilah Tuhan Allah yang telah mengutus Putra-Nya.

Sungguh berlimpah kasih Sang Bapa, kita dikurniai rahmat,

Kita semua telah dibangkitkan, dan disatukan dalam Tuhan.

Kita akan diberi tempat dalam surga, mulia bersama-Nya,

Terpujilah Tuhan Allah karna kasih karunia-Nya

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *