Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I Agustus 2019

CARA MERAYAKAN EKARISTI

Nyanyian Pembuka : Bapa Engkau Sungguh Baik

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak … 

Tanda Salib & Salam

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan, kelalaian dan dosa, maka marilah sejenak mengingat, menyesali dan mengakuinya di hadapan Tuhan dan sesama agar kita layak melanjutkan ibadat ini.

Hening….

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami untuk mengenal dan mencintaiMu.

  Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, kami sering putus asa dalam usaha mencari Engkau namun Engkau datang mendekati kami. Kristus Kasihanilah kami.

U. Kristus Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diutus untuk menyelamatkan kami. Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan             menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 214                                          

Tata Ekaristi

1. Ritus Pembuka

Ritus Pembuka meliputi bagian-bagian yang mendahului Liturgi Sabda, yaitu perarakan masuk, salam, kata pengantar, pernyataan tobat, Tuhan Kasihanilah, Kemuliaan, dan doa pembuka; semua bagian ini memiliki ciri khas sebagai pembuka, pengantar, dan persiapan. Tujuan semua bagian itu ialah mempersatukan umat yang berhimpun dan mempersiapkan mereka, supaya dapat mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian dan merayakan Ekaristi dengan layak.

a. Perarakan Masuk

b. Penghormatan Altar

c. Tanda Salib dan Salam

d. Pernyataan Tobat

e. Tuhan Kasihanilah

f. Kemuliaan

g. Doa Pembuka

2. Liturgi Sabda

Dengan Ritus Pembukaan Umat Allah telah dipersiapkan untuk bertemu dengan Allah dalam Liturgi Sabda dengan dibacakannya Kitab Suci.

a. Bacaaan-bacaan dari Alkitab

b. Mazmur Tanggapan

c.Bait Pengantar Injil

d. Homili

e. Pernyataan Iman

f. Doa Umat

3. Liturgi Ekaristi

a. Persiapan dan Doa Persembahan

b. Doa Syukur Agung

Bagian-bagian yang paling penting dalam Doa Syukur Agung ialah:

  1. Ucapan Syukur, terutama dinyatakan dalam prefasi. Atas nama seluruh jemaat, imam memuji Allah Bapa dan bersyukur kepada-Nya atas seluruh karya penyelamatan atau atas alasan tertentu.
  2. Aklamasi, seluruh jemaat, berpadu dengan para penghuni surga, melagukan Kudus. Sebagai bagian utuh dari Doa Syukur Agung, aklamasi ini dilambungkan oleh seluruh jemaat bersama imam.
  3. Dalam doa-doa khusus ini Gereja memohon kuasa Roh Kudus, dan berdoa supaya bahan persembahan yang disampaikan oleh umat dikuduskan menjadi Tubuh dan Darah Kristus; juga supaya kurban murni itu menjadi sumber keselamatan bagi mereka yang akan menyambutnya dalam komuni.
  4. Dalam bagian ini Gereja memenuhi amanat Kristus Tuhan yang disampaikan melalui para rasul, “Lakukanlah ini untuk mengenangkan Daku!” Maka Gereja mengenangkan Kristus, terutama sengsara-Nya yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya yang mulia, dan kenaikan-Nya ke surga.
  5. Dalam perayaan-kenangan ini, Gereja, terutama Gereja yang sekarang sedang berkumpul, mempersembahkan kurban murni kepada Allah Bapa dalam Roh Kudus.
  6. Dalam permohonan-permohonan ini tampak nyata bahwa Ekaristi dirayakan dalam persekutuan dengan seluruh Gereja, baik yang ada di surga maupun yang ada di bumi; dan juga jelas bahwa kurban Ekaristi diadakan bagi kesejahteraan seluruh Gereja dan semua anggotanya, baik yang hidup maupun yang telah mati, karena semuanya dipanggil untuk mengenyam hasil penebusan dan keselamatan yang diperoleh lewat Tubuh dab Darah Kristus.
  7. Doksologi Penutup. Dalam doksologi ini diungkapkan pujian kepada Allah, yang dikukuhkan dan ditutup oleh jemaat dengan aklamasi Amin agung.

c. Ritus Komuni

Perayaan Ekaristi adalah perjamuan Paskah. Maka, seperti diamanatkan Kristus, umat beriman yang mempersiapkan hati dengan baik, hendaknya menyambut Tubuh dan Darah Kristus sebagai makanan dan rohani.

  1. Bapa Kami
  2. Embolisme
  3. Ritus Damai
  4. Pemecahan Roti
  5. Komuni
  6. Saat hening
  7. Doa sesudah Komuni

4. Ritus Penutup

Ritus Penutup terdiri atas:

a. pengumuman: Hal-hal yang penting untuk hidup menggereja,

b. amanat singkat, kalau diperlukan,

c. salam dan berkat imam: Umat menerima berkat dari Allah sehingga nantinya disanggupkan untuk melaksanakan amanat dan perutusan,

d. pengutusan jemaat oleh diakon atau imam,

e. penghormatan altar: imam dan diakon mencium altar,

f. kemudian mereka bersama para pelayan yang lain membungkuk khidmat ke arah altar.

g. Perarakan Pulang: Perarakan ini gambaran dari Umat yang berjiarah, setelah disuguhi Sabda, makan Tubuh dan Minum Darah Kristus, diutus untuk pergi ke dunia mewartakan Kabar Baik Kristus.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS
  • Apakah kamu semakin faham tentang tata Ekaristi, apa yang sungguh baru bagimu?
  • Apakah kamu akan semakin siap mengikuti perayaan Ekaristisesudah ini, dan poin mana yang ingin sekali kamu praktekkan nanti?

Setelah peserta selesai sharing (20-30menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Sebagai umat beriman kita diwajibkan untuk mengerti dan paham serta mempraktekkan Tata Ekaristi dengan baik.
  • Yesus sendiri yang memulai dan menetapkan perayaan Ekaristi dengan para muridNya sebelum Dia wafat. Yesus menyerahkan DiriNya kepada murid dalam rupa roti dan anggur dan memerintahkan mereka untuk terus merayakan Ekaristi bahkan setelah kematianNya dengan berkata “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku”. Dalam Ekaristi kita menjadi satu dengan Allah seperti makanan dengan tubuh. Seperti kata St. Teresa dari Kalkuta, “Ekaristi juga berisi kepuasan akan kelaparan terhadap Kristus. Maka Dia berkata, ‘Datanglah padaKu….’”
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya.

P. Inilah Injil Yesus Kristus menurut santo Matius(Mat 26:26-30)

U. Dimuliakanlah Tuhan.

Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.” Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

P. Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Gentar dan Takut Di Hadapan Allah

            Kita sering sepele dengan perayaan Ekaristi dan tidak memahami dengan baik arti dari perayaan tersebut, sehingga kita cenderung tidak serius (main hp, makan permen, ngobrol-ngobrol, keluar-masuk gereja, duduk seperti dikedai kopi, dsb). Sungguh disayangkan untuk mengikuti perayaan yang begitu singkat saja kita tidak memberi diri sepenuhnya. Orang merasa bosan saat mengikuti Ekaristi digereja yang hanya 1-1,5 jam, sedangkan dikedai kopi atau tempat lain tahan lebih dari 3 jam. Ada umat hanya menjadikan itu sebagai kebiasaan yang tidak punya nilai.

            Injil yang kita bacakan tadi mengisahkan bahwa sebelum wafat di kayu salib,Yesus memulai sejarah Ekaristi dengan lambang roti dan anggur yang diubah menjadi tubuh dan darahNya sendiri. Pengubahan roti dan anggur itu sebagai bentuk penebusan terhadap dosa kita umatNya. Dia mengadakan perjamuan tersebut untuk memberi kenangan kepada para muridNya. Perjamuan itu diadakan agar para murid tetap melakukan perayaan yang kita kenal dengan Ekaristi setelah Dia tidak lagi bersama mereka secara fisik.

            Kita adalah penerus dari para murid yang terdahulu untuk memahami tentang Ekaristi dan menjaga tradisi tersebut, serta senantiasa menghadirkan Tuhan di dalam diri kita. Kita perlu mengerti dan memahami dengan baik tata Ekaristisebagaisumber dan puncak iman kita. Ketika kita sudah benar-benar memahami makna dari perayaan Ekaristi tersebut maka kita mampu merasakan kehadiran Allah dalam diri kita dan merasakan segala cintaNya dengan pengorbanan yang Dia berikan kepada kita.

Kita harus sungguh-sunguh siap dan mantap dalam menyambut Ekaristi. Kita harus  mengetahui dan merasakan tubuh dan darah Kristustersebut.  Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus (1 Kor 11:26-29), “Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.Oleh karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.”

Sejalan dengan itu seorang Katolik yang akan mengikuti Ekaristi haruslah mengerti seluruh Tata Ekristi. Bagaikan rakyat yang masuk dalam perjamuan rajanya, demikian kita Umat Allah yang diundang masuk dalam Perjamuan Kudus itu. Kita harus tahu maksud perarakan, doa kolekta, kemuliaan, dan setetusnya supaya kita sungguh masuk di dalamnya dan bersatu dengan Tuhan kita.

Doa Permohonan

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, Allah selalu mendengarkan kita, maka sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepadaNya:

  1. Bagi pemimpin Gereja

            …. Kami mohon.

  1. Bagi orang miskin

            …. Kami mohon.

  1. Bagi orang sakit

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            …. Kami mohon.

P. Sekarang, marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Tuhan kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari satu atau dua hal yang dapat kita laksanakan dalam hidup sehari-hari, komitmen yang dapat mendorong kita semakin mencintai rumah Allah.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK berkomitmen untuk tidak main HP ketika melaksanakan ibadat (Perayaan Ekaristi, Ibadat Sabda, Doa Lingkungan, Doa & Ngopi, dsb).
  • OMK berkomitmenbelajar lebih memahami lagi (Tata Perayaan) Ekaristi.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Allah Bapa yang mahapengasih, lewat cintaMu Engkau semakin mengingatkan kami untuk senantiasa mengenang PuteraMu dalam tata perayaan Ekaristi. Semoga kami semakin bertumbuh dan mampu menguji diri kami untuk semakin mengenalMu lewat ketekunan kami dalam mengikuti perayaan Ekaristi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

Seruan Penutup

PTolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *