Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan III Agustus 2019

RAHMAT EKARISTI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

Janganlah takut

            Janganlah takut

            Janganlah cemas

            Di dalam Tuhan berlimpah rahmat

Janganlah takut

Janganlah cemas

Serahkan Tuhan. 2 x

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P.  Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan oleh Allah mengikuti ibadat ini.  Hening….

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami untuk mengenal dan mencintaiMu.

Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, kami sering putus asa dalam usaha mencari Engkau namun Engkau datang mendekati kami. Kristus Kasihanilah kami.

U. Kristus Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diutus untuk menyelamatkan kami.

Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan             menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Allah Bapa kami yang bertahta dalam kerajaan surga, syukur bagi-Mu ya Tuhan atas kesempatan yang Engkau berikan kepada kami pada saat ini dimana kami bisa berkumpul dalam keadaan sukacita. Ya Bapa, kami hendak mendalami dan memahami kehadiranMu di dalam rahmat Ekaristi. Kami mohon kiranya Engkau, ya Bapa, yang bernaung di hati kami supaya kami dapat memahami rahmatMu yang begitu besar di dalam diri kami. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami

PU. Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 219-223

Komuni Kesatuanku Dengan Yesus

Orang Katolik diwajibkan menghadiri perayaan Ekaristi pada semua hari Minggu dan hari-hari raya yang diwajibkan. Setiap orang yang sungguh-sungguh merindukan persahabatan dengan Yesus pasti akan semakin menanggapi undangan pribadi Yesus ke pesta perayaan itu. Tak seorangpun dapat menghidupi hubungan dengan Kristus tanpa pergi ke tempat dimana Dia hadir untuk kita. Maka sejak zaman kuno, perayaan Ekaristi telah menjadi “Jantung Hari Minggu” dan “kencan” yang paling penting dalam pekan itu. Karena itu adalah “kencan”, pertemuan itu bukan kewajiban sepihak melainkan cinta di mana saling mencari untuk bertemu satu sama lain, Allah dengan umatNya. Artinya, hal itu jauh melampaui kewajiban sebab pertemuan itu adalah nafas dari cinta itu.

Seseorang yang ingin menerima Tubuh Kristus haruslah seorang Katolik. Jika mempunyai dosa berat dalam kesadarannya, dia harus mengaku dosa kepada Tuhan dengan pengantaraan Imam. Juga sebelum mendekati altar, seseorang harus berdamai dulu dengan sesamanya. Gereja juga menganjurkan sekurang-kurangnya berpuasa satu jam sebelum menerima Hosti Kudus. Tanda lain penghormatan kepada Ekaristi adalah pakaian yang terbaik, sebab kita akan berjumpa dengan Tuhan,Sang Penguasa dunia.

Komuni kudus menyatukan kita menjadi anggota Tubuh Kristus yang hidup, memperbarui rahmat yang kita terima pada saat Baptis dan Penguatan dan meneguhkan kita dalam melawan dosa. Komuni kudusmerupakan ungkapan kesatuan dengan Tubuh Kristus. Untuk menjadi bagian dalam Gereja katolik, seseorang harus dibaptis secara Katolik, menghayati iman Katolik dan hidup dalam kesatuan dalam Gereja Katolik. Akan menjadi bertentangan jika Gereja mengundang menyambut komuni orang-orang yang tidak atau belum bersatu penuh dengan Gereja. Hal tersebut akan merusak kepercayaan umat terhadap Sakramen Ekaristi.

Orang Kristen Ortodox dapat mohon agar diizinkan menerima Komuni kudus di dalam Misa Gereja Katolik, karena mereka berbagi iman akan Ekaristi dengan Gereja Katolik, walaupun mereka belum berada dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik. Dalam kasus tertentu, atas izin uskup, anggota “komunitas gerejawi” atau berbagai denominasi Kristen, komuni kudus dapat diberikan bagi mereka secara perorangan jika ada keharusan berat dan bukti iman akan kehadiran nyata Kristus dalam Sakramen Ekaristi.

Perayaan Ekaristi bagi umat katolik ataupun protestan merupakan tujuan dan dambaan usaha-usaha ekumenis. Namun tanpa membangun kesatuan Tubuh Kristus dalam satu iman dan satu Gereja, memberikan komuni pada kaum Protestan merupakan tindakan tidak jujur sehingga tidak diperbolehkan.

Yesus berjanji kepada para rasul dan kita, bahwa kita bersama para rasul suatu hari akan duduk semeja bersama Dia. Oleh karena itu, setiap Ekaristi Kudus adalah sebuah “peringatan akan sengsara yang terberkati” pemenuhan rahmat dan sebuah janji kemuliaan dimasa yang akan datang.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  • Seberapa seringkah kamu mengikuti perayaan Ekaristi?
  • Apa yang kamu rasakan ketika menerima Komuni? Jelaskan.

Setelah peserta selesai sharing (20-30menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

  • Sebagai umat beriman kita diwajibkan untuk selalu mengikuti perayaan Ekaristi. Setidaknya wajib merayakan hari Minggu dan pada Hari Raya yang diwajibkan. Karena tak seorangpun dapat menghidupi hubungan dengan Kristus tanpa pergi ke tempat di mana Dia menanti.
  • Dalam Ekaristi kita menjadi satu dengan Allah seperti makanan dengan tubuh. Seperti kata St. Teresa dari Kalkuta, Ekaristi juga berisi kepuasan akan kelaparan terhadap Kristus. Maka Dia berkata, “Datanglah padaKu….”
  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui Sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita

U. Sekarang dan Selama-lamanya.

P. Inilah Injil Kristus menurut santo Yohanes(Yoh 6:47-58)

U. Dimuliakanlah Tuhan.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya, ia mempunyai hidup yang kekal. Akulah roti hidup. Nenek moyangmu telah makan manna di padang gurun dan mereka telah mati. Inilah roti yang turun dari sorga: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.”

P. Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Ekaristi Perjamuan Surgawi

Di dalam perjamuan Ekaristi, yang menjadi santapan ialah Kristus Sang Roti hidup yang turun dari Sorga, maka perjamuan ini adalah perjamuan Sorgawi. Juga, karena yang kita santap dalam perjamuan ini adalah Kristus, “Yang Kudus dari Allah” (Mrk 1:24), maka perjamuan ini disebut juga perjamuan kudus. Selain itu, perjamuan itu disebut perjamuan kudus, sebab kita yang menerimanya harus dalam keadaan berdamai dengan Tuhan, artinya, tidak dalam keadaan berdosa berat (lih. KGK 1385), dan sebab melalui perjamuan kudus Ekaristi itu, Tuhan Yesus dengan cara-Nya sendiri menguduskan kita yang menyambut-Nya.

Mungkin kita pernah mendengar betapa orang mempertanyakan Ekaristi dan menganggap aneh, bahwa Yesus memerintahkan kita menyantap Tubuh-Nya dan minum Darah-Nya. Jika banyak orang tak mengerti sekarang, sesungguhnya itu tidak mengherankan, sebab sejak awal saat Yesus memberikan ajaran ini, sudah banyak orang mengatakan, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” (Yoh 6:60) Banyak dari mereka mengundurkan diri dan tidak lagi mengikuti Yesus (lih. Yoh 6:67). Namun Yesus tidak mengubah ajaran-Nya. Ia tidak berkata, “Tunggu dulu, maksud-Ku bukan inilah Tubuh-Ku, tetapi ini melambangkan Tubuh-Ku…” Sebaliknya, Ia bahkan bertanya kepada para rasul-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh 6:61-69).

Di sini Rasul Petrus tidak mengatakan bahwa ia memahami bagaimana roti dan anggur dapat berubah menjadi Tubuh dan Darah Kristus. Namun ia hanya menerima otoritas perkataan Yesus, dan percaya akan kuasa Yesus yang dapat melakukannya, karena perkataan Kristus adalah perkataan hidup yang kekal. Rasul Paulus juga meyakini bahwa dalam Ekaristi, Kristus sungguh-sungguh hadir, sehingga ia mengatakan, “Barangsiapa dengan tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan….. barang siapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya sendiri” (1Kor 11:27,29). Maka, kita umat Katolik, juga seperti Rasul Petrus dan Paulus, menerima apa yang dikatakan Yesus sebagai kebenaran, sebab perkataan-Nya adalah perkataan kehidupan kekal. Walaupun kita tidak/belum dapat memahami bagaimana roti dan anggur itu dapat berubah menjadi Tubuh dan Darah Tuhan Yesus, namun kita menerima dengan iman bahwa Kristus dengan kuasa Roh Kudus-Nya, mengadakan perubahan itu, agar dapat memberikan diri-Nya sebagai santapan rohani bagi kita.

Paus Benediktus XVI mengajarkan bahwa Perjamuan Terakhir diadakan Kristus pada saat memperingati Paska Yahudi, di mana bangsa Israel memperingati saat Allah membebaskan umat Israel dari penjajahan Mesir. Perjamuan ritual ini -yang mensyaratkan kurban anak domba- adalah peringatan masa lalu namun juga merupakan peringatan nubuat akan suatu pembebasan di masa yang akan datang. Orang-orang Yahudi menyadari bahwa pembebasan yang terjadi di masa yang lalu bukanlah pembebasan yang sifatnya definitif dan sudah selesai, sebab sejarah mereka terus diwarnai dengan perbudakan dan dosa. Dalam konteks inilah Kristus memperkenalkan karunia yang baru, yaitu sakramen Ekaristi, di mana Ia mengantisipasi dan menghadirkan kurban Salib-Nya dan kemenangan kebangkitan-Nya. Ia juga menyatakan kepada para rasul-Nya bahwa Ia-lah Anak Domba sejati yang dikurbankan, sesuai dengan rencana Allah Bapa (lih. 1Pet 1:18-20). (lih. Paus Benediktus XVI, Ekshortasi Apostolik, Sacrament Caritatis, 10).

Maka Ekaristi adalah perjamuan kudus, sebab melalui Ekaristi di saat perjamuan Paska itu, Yesus mengubah roti dan anggur untuk menjadi Diri-Nya sendiri. Paus Yohanes Paulus II mengatakan, “Ekaristi adalah sungguh perjamuan sejati, di mana Kristus mempersembahkan diri-Nya sebagai santapan yang menguatkan kita.” (Paus Yohanes Paulus II, Ecclesia de Euscharistia, 16). Demikianlah, maka para jemaat pertama juga menyebut Ekaristi sebagai perjamuan Tuhan (1Kor 11:20). Kristus sendiri menyatakan bahwa Tubuh-Nya adalah benar-benar makanan dan Darah-Nya adalah benar-benar minuman (lih. Yoh 6:55), sebab Ia ingin agar kita menghubungkan Ekaristi dengan makanan dan minuman bagi kita sehari-hari. Sama seperti makanan dan minuman dapat menguatkan tubuh kita dan menjadi satu dengan tubuh kita; demikian pula Ekaristi dapat menguatkan kita, sehingga kita dapat menjadi seperti Dia yang kita terima.

Dengan menerima Kristus, kitapun menerima hidup ilahi-Nya. Kristus bersabda, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggaldi dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.” (Yoh 15:4-5). Ekaristi merupakan cara bagi kita untuk tinggal di dalam Dia, menerima hidup ilahi sehingga kita dapat bertumbuh dan menghasilkan buah. Sebab Yesus bersabda, “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Sebab sama seperti Kristus hidup oleh Bapa, maka kita yang memakan-Nya juga akan hidup oleh Kristus (lih. Yoh 6:57).

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, Allah selalu mendengarkan kita, maka sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepadaNya:

  1. Bagi para Uskup

            …. Kami mohon.

  1. Bagi para Imam

            …. Kami mohon.

  1. Bagi para Calon imam dan seminaris

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            …. Kami mohon.

P. Sekarang, marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Tuhan kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari satu atau dua hal yang dapat kita laksanakan dalam hidup sehari-hari, komitmen yang dapat mendorong kita semakin mencintai rumah Allah.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK setia hadir ke gereja setiap hari Minggu.
  • OMK berkomitmen mempersiapkan diri sebaiknya sebelum menyambutekaristi.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Allah Bapa yang Mahapengasih, lewat cintaMu Engkau semakin mengingatkan kami untuk senantiasa mengenang PuteraMu yang telah memberikan Tubuh dan DarahNya bagi kami. Semoga kami semakin bertumbuh dalam iman dan semakin mengenalMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami, yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah kini dan sepanjang segala masa.

U. Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Hati s’bagai hamba

Ku tak membawa apapun juga saat ku datang ke dunia

ku tinggal semua pada akhirnya saat ku kembali ke surga

Reff:

Inilah yang ku punya

hati s’bagai hamba yang mau taat dan setia pada-Mu bapa

Kemanapun ku bawa hati yang menyembah

dalam roh dan kebenaran sampai s’lamanya

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *