Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan IV Agustus 2019

KRISTUS MENETAPKAN SAKRAMEN REKONSILIASI

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Dalam Tuhan aku bersyukur

Dalam Tuhan aku bersyukur

Dengan lagu pujian

Tuhan penyelamatku

Dalam Dialah sukacita

Dalam Dialah sukacita

            (2x naik makin pelan)

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak….

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita dilayakkan oleh Allah mengikuti ibadat ini.  Hening….

P. Tuhan Yesus Kristus, Engkau memanggil kami untuk mengenal dan mencintaiMu.

Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

P. Tuhan Yesus Kristus, kami sering putus asa dalam usaha mencari Engkau namun Engkau datang mendekati kami. Kristus Kasihanilah kami.

U. Kristus Kasihanilah kami.

P.  Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diutus untuk menyelamatkan kami. Tuhan Kasihanilah kami.

U. Tuhan Kasihanilah kami.

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan             menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah Bapa kami yang Maharahim, kami bersyukur karena rahmat pengampunan yang terus mengalir dalam hidup kami. Bantulah kami semua yang akan memahami misteri kerahimanMu melalui sakramen Tobat yang akan kami dalami dalam pertemuan ini. Semoga kami mampu memahami kerahimanMu dalam hidup harian kami, sertai dan tuntunlah kami agar mampu menyatakan sesal dan tobat kami sehingga kami mampu membangun niat baik untuk semakin dekat dengan-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.

U         Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 224-228

Sakramen Tobat

Alasan Kristus memberikan kita sakramen-sakramen penyembuh/Rekonsiliasi(Sakramen Tobat dan Sakramen Pengurapan Orang Sakit) adalah karena Dia datang untuk mencari orang yang hilang dan menyembuhkan yang sakit. Sakramen Penyembuh membebaskan kita dari dosa dan menguatkan kita dari kerapuhan fisik dan jiwa. Sakramen Pengampunan Dosa disebut juga sakramen tobatatausakramen rekonsiliasi (pendamaian antara manusia dengan Allah, Gereja dan sesama). Baptisan yang kita terima hanya melepaskan kita dari pengaruh dosa asal, maka sekalipun kita sudah dibaptis, bukan berarti sudah bebas dari kelemahan manusiawi dan kecenderungan berdosa. Oleh karena itu, kita memerlukan sarana untuk bisa berdamai dengan Allah yaitu Sakramen Pengampunan Dosa.

Yesus Kristus sendirilah yang menetapkan Sakramen Pengampunan Dosa ketika Ia memperlihatkan diri kepada para rasul dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. Jika kamu mengampuni dosa orang, maka dosanya akan diampuni. Jika kamu mengatakan dosa orang tetap ada, maka dosanya tetap ada” (Yoh 20:22a-23). Yesus mengampuni dosa dengan kuasa Roh Kudus dan Ia meneruskan kuasa itu kepada para Rasul. Sebenarnya, hanya Allahlah yang dapat mengampuni dosa. Yesus mengampuni dosa (“Dosamu telah diampuni” – Mrk 2:5) semata-mata karena Ia adalah Anak Allah. Seorang Imam dapat mengampuni dosa karena Yesus sudah memberikan kewenangan tersebut kepada para rasul (Uskup) yang diteruskan kepada imam.

Banyak orang berkata “saya dapat langsung mengaku kepada Allah, mengapa harus memerlukan seorang Imam?”Kita tidak boleh membuat pembenaran atas dosa-dosa kita dan menaruhnya di tempat tersembunyi. Oleh sebab itu Allah menginginkan kita untuk mengatakan dosa-dosa kita dalam pertemuan pribadi dengan-Nya. Memang hanya Yesuslah satu-satunya pengantara kepada Allah. Namun Yesus yang telah memberi wewenang kepada para rasul (uskup) dan diteruskan kepada para imam kuasa untuk melepaskan dosa-dosa.Maka benarlah yang ikatakan Injil Yohanes 20:23: “Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu, menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada”.

Dalam Sakramen Tobat ada hal-hal yang harus di pahami yakni:

a. Definisi dosa

Secara mendasar, dosa dapat didefinisikan sebagai penghinaan terhadap Allah, yaitu karena kita melawan alam/hukum kodrat kita sebagai makhluk ciptaan dan menempatkan diri kita sebagai pencipta. Perlawanan ini menimbulkan pelanggaran yang bertentangan dengan akal budi, kebenaran maupun hati nurani yang baik. Lebih lanjut, St. Thomas Aquinas mengutip St. Agustinus menuliskan bahwa dosa adalah kata, perbuatan atau keinginan yang bertentangan dengan hukum abadi atau hukum Allah.

b.      Pengelompokan dosa

  1. Dari asalnya, dosa dapat dibagi dua: yaitu dosa asal dan dosa aktual. Dosa asal adalah dosa yang diwariskan oleh Adam sebagai perwakilan seluruh umat manusia, yang telah gagal dalam menaati dan melaksanakan kehendak Allah. Dosa aktual adalah dosa yang dilakukan oleh setiap individu berdasarkan atas kehendak bebas masing-masing. Dosa aktual ini terdiri dari dua jenis, yaitu dosa tentang pelanggaran (sin of commission) dan dosa kelalaian (sin of omission). Dosa tentang pelanggaran adalah dosa yang merupakan kegagalan untuk menghindari larangan dari Tuhan; sedangkan dosa kelalaian adalah dosa yang berhubungan dengan kelalaian untuk melakukan sesuatu yang baik.
  2. Dari tingkat kejahatannya (malice), dosa dapat dikelompokkan menjadi: ketidaktahuan (ignorance), kelemahan (passion or infirmity) dan kejahatan (malice).
  3. Dari aktivitasnya, dosa dapat dibedakan menjadi dosa di dalam pikiran/kehendak (cordis), dalam perkataan (oris) dan perbuatan (operis). Seseorang dapat saja mempunyai dosa perzinahan dalam pikiran (lih. Mat 5:28), yang dapat diikuti dengan kata-kata yang tidak sopan, sampai akhirnya diikuti dengan tindakan perzinahan dalam perbuatan yang nyata.
  4. Dari bobotnya, dosa dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu dosa ringan dan dosa berat. Dosa berat adalah dosa melawan kasih secara langsung, sedangkan dosa ringan memperlemah kasih. Jadi dosa berat secara langsung menghancurkan kasih di dalam hati manusia, sehingga tidak mungkin Tuhan dapat bertahta di dalam hatinya, sedangkan dosa ringan memperlemah kasih kepada Tuhan.

c. Tobat

Tobat adalah satu penataan baru seluruh kehidupan, satu langkah balik, pertobatan kepada Allah dengan segenap hati, pelepasan dosa, berpaling dari yang jahat, yang dihubungkan dengan keengganan terhadap perbuatan jahat yang telah kita lakukan. Sekaligus ia membawa kerinduan dan keputusan untuk mengubah kehidupan, serta harapan atas belas kasihan ilahi dan bantuan rahmat-Nya.

Pertobatan terjadi dalam kehidupan sehari-hari melalui perbuatan perdamaian, bantuan, bagi orang miskin, pelaksanaan dan pembelaan keadilan dan hukum Bdk. Am 5:24; Yes 1:17, pengakuan kesalahan sendiri, teguran persaudaraan, pemeriksaan cara hidup sendiri, pemeriksaan batin, bimbingan rohani, penerimaan sengsara, dan ketabahan dalam penghambatan demi keadilan. Setiap hari memikul salibnya dan mengikuti Kristus adalah jalan yang paling aman untuk pertobatan Bdk. Luk 9:23.

d. Penyesalan

Ia adalah “kesedihan jiwa dan kejijikan terhadap dosa yang telah dilakukan, dihubungkan dengan niat, mulai sekarang tidak berdosa lagi” (Konsili Trente: DS 1676). Kalau penyesalan itu berasal dari cinta kepada Allah, yang dicintai di atas segala sesuatu, ia dinamakan “Penyesalan sempurna” atau “sesal karena cinta” [contritio]. Sementara “penyesalan tidak sempurna” [attritio] juga merupakan anugerah Allah, satu dorongan Roh Kudus. Ia tumbuh dari renungan mengenai kejijikan dosa atau dari rasa takut akan hukuman abadi atau siksa-siksa lain, yang mengancam pendosa [penyesalan karena takut].

e. Pendamaian dan Pengampunan

Selama hidupnya di muka umum Yesus tidak hanya mengampuni dosa, tetapi menunjukkan juga akibat dari pengampunan: Ia menggabungkan lagi para pendosa yang telah diampuni-Nya ke dalam persekutuan Umat Allah, yang darinya dosa telah menjauhkan mereka atau malahan mengucilkan mereka. Tuhan memberi kepada para Rasul kuasa-Nya sendiri untuk mengampuni dosa, Ia juga memberi kepada mereka otoritas untuk mendamaikan para pendosa dengan Gereja. Ia berkata kepada Simon Petrus: “Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan surga; apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di surga, dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di surga” (Mat 16:19).

f. Persilihan

Absolusi menghapuskan dosa, namun tidak mengatasi semua ketidak-adilan yang disebabkan oleh dosa. Setelah pendosa mengangkat diri dari dosa, ia masih harus mendapat kesehatan rohani yang penuh. Ia harus “membuat silih” (penitensi), untuk dosa-dosanya, harus memperbaiki kesalahan atas suatu cara yang cocok. Penitensi dapat terdiri dari doa, derma, karya amal, pelayanan terhadap sesama, pantang secara sukarela, berkorban, dan terutama dalam menerima dengan sabar salib yang harus kita pikul. Karya penitensi macam ini sangat membantu untuk menyerupai Kristus, yang telah menjalankannya sendiri untuk dosa-dosa kita satu kali untuk selama-lamanya Bdk. Rm 3:25; 1 Yoh 2:1-2.

Buah-buah Sakramen Tobat

“Seluruh hasil Pengakuan ialah bahwa ia memberi kembali kepada kita rahmat Allah dan menyatukan kita dengan Dia dalam persahabatan yang erat”. (Catech. R. 2,5,18). Dengan demikian tujuan dan hasil Sakramen ini adalah:

  • perdamaian dengan Allah.
  • kegembiraan hati nurani,
  • penghiburan roh yang kuat” (K. Trente: DS 1674).
  • “kebangkitan rohani”, satu penempatan kembali dalam martabat dan dalam kekayaan kehidupan anak-anak Allah, dan yang paling bernilai adalah persahabatan dengan Allah Bdk. Luk 15:32.
  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pangalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Bagaimana perasaanmu ketika berdosa?
  2. Apakah kamu mengaku dosa sekali setahun?
  3. Bagaimana perasaamu setelah mengaku dosa?

Setelah peserta selesai sharing (20-30menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

Sakramen Pengampunan Dosa membebaskan kita dari dosa dan mendamaikan serta mempererat hubungan kita dengan Allah. Sakramen Pengampunan Dosa membuat kita layak dan pantas menjadi anak-anak Allah. Allah adalah terang dan kebenaran, maka ketika orang diliputi dosa, orang itu menjadi gelap dan sesat terputus hubungannya dengan Allah. Dalam keadaan berdosa hati orang diliputi ketakutan, kecemasan dan kegelisahan jiwa. Itulah sebabnya mengapa Gereja Kudus membuat satu Perintah untuk mengaku dosa sedikitnya sekali dalam setahun, agar setiap orang merasa damai dengan Allah, sesama dan dirinya sendiri.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui Sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita.

U. Sekarang dan Selama-lamanya.

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Santo Lukas (Luk 19:1- 10)

U. Dimuliakanlah Tuhan.

Yesus masuk ke kota Yerikhodan berjalan terus melintasi kota itu. Di situ ada seorang bernama Zakheus, kepala pemungut cukai, dan ia seorang yang kaya.Ia berusaha untuk melihat orang apakah Yesus itu, tetapi ia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ.Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu. “Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: “Ia menumpang di rumah orang berdosa. Tetapi Zakheus berdiri dan berkata kepada Tuhan:”Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat. Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang ini pun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Allah adalah Bapa Yang Berbelarasa dan Berbelas Kasih

Sahabat Muda yang dikasihi Tuhan, Zakheus sang kepala pemungut pajak pastilah dibenci oleh orang-orang sebangsanya, Yahudi. Karena, dia bekerja pada pemerintahan Romawi, yang pada waktu itu menjajah mereka. Tidak ada yang mau berteman dengannya, walaupun ia sangat kaya. Ia dipandang pendosa dan hanya pantas dijauhi. Tentulah dalam keadaan itu Zakheus rindu untuk berdamai dengan saudara-sudaranya se-bangsa, dan rindu kepada belas kasih Allah dari surga. Kerinduan Zakheus itu tampak ketika Yesus berada di dekatnya, Zakheus berniat untuk melihat dan mengenal Yesus yang sedang lewat. Ingin dia dekat dengan Yesus, namun peluang itu sangat sulit sebab banyak punya kerinduan seperti dia, dan Yesus selalu dikerumuni orang. Karena badannya pendek, ia memanjat pohon ara untuk dapat melihat Yesus dengan jelas.

Yesus yang penuh kasih mengetahui maksud baik hati Zakheus, Yesus merasakan kerinduan Zakheus akan damai dan persaudaraan, maka Yesus memandang Zakheus yang berada di atas pohon dengan penuh belas kasih dan pengampunan. Dia memanggil nama “Zakheus”, kemudian menumpang di rumahnya dan makan bersama dengannya. Setelah dekat dengan Yesus di rumahnya Zakheus, Zakheus merasa perlu mengakui dosa-dosanya dengan berkata, “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat”.

Saudara-saudari, siapakah di antara kamu yang tidak merindukan atau tidak menginginkan kehadiran Yesus seperti dialami oleh Zakheus? Jangan katakan bahwa kamu tidak membutuhkan seorang imam untuk mengakui dosa-dosamu kepada Allah. Dalam diri para imam, Yesus hadir nyata. Seharusnya di hadapan mereka engkau selalu merendah dan hormat. Sebab mereka menghadirkan Kristus di dunia, menghidangkan Tubuh dan Darah Tuhan dengan tangannya, serta menyampaikan perdamaian dengan Allah karena dosa-dosamu, dan melayanimu sepanjang waktu hayatnya: sejak engkau lahir dibaptis, sampai nanti mati dalam misa requiem dan misa arwah. Masih adakah di antara kamu yang meragukan kehadiran Yesus dalam diri para imamNya?

Belas kasih dan pengampunan yang dibawa Yesus inilah yang merubah kehidupan Zakheus, dan ia mengalami pertobatan yang benar. Zakheus berubah dari sikap dosa dan berbalik kepada Kristus. Zakheus juga membayar setiap dosanya dengan perbuatannya yaitu membagikan apa yang ia punya dan mengembalikan apa yang pernah ia ambil dari orang lain. Kisah Zakheus merupakan contoh pengampuan dosa dan pertobatan sejati. Setelah Zakheus mengalami belas kasih dan pengampunan dari Tuhan, mengalami pertobatan,  ia mau memperbaiki hidup, dan berbagi kasih kepada orang lain, termasuk orang-orang yang pernah dia rugikan.

Kita, orang-orang muda adalah seperti Zakheus yang dari latar belakang yang berbeda datang untuk melihat Tuhan dan mengalami belas kasihserta pengampunan-Nya. Tidak ada kesalahan yang terlalu besar bagi Tuhan untuk diampuni. Di mana dosa semakin besar, di situ pula kasihNya semakin besar dan nyata. Tuhan tidak mempermasalahkan masa lalu dan dosa-dosa kita. Yang Dia mau adalah kita menyadari semua dosa-dosa kita, bertobat agar mengalami kasih-Nya yang begitu besar.

Orang yang sudah mengalami belas kasih dan pengampunan dari Allah, seharusnya tidak boleh menjadi manusia yang sama saja dengan sebelumnya. Kehidupannya harus benar-benar berubah, karena kasih yang sudah dia alami. Kasih itu harus ditularkan kepada siapapun. Alangkah indahnya, jika di dalam keluarga, komunitas, lingkungan, stasi dan paroki kita, semua orang mengalami kasih Allah yang benar-benar nyata, dan membagikannya kepada semua orang. Dunia kita akan menjadi tempat bagi kita untuk mempraktekkan hukum Tuhan, yaitu hukum cinta kasih. Tempat bagi kita untuk melakukan pelayan dengan penuh kasih dan sukacita.

Saudara-saudariku, Yesus selalu ada beserta kita, akuilah dosamu di hadapan imamNya, di sana Dia hadir, tersembunyi dalam imamat kudus setiap imam. Itulah sebabnya Dia berkata, “jangan takut … Aku akan menyertai kamu sepanjang masa.”

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Para Pemimpin Gereja.

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Para Pendosa berat

            …. Kami mohon.

  1. Bagi mereka yang punya kerinduan kembali ke pangkuan Gereja Kudus.

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            …. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • Komitmen untuk mengaku dosa sekurang-kurangnya 1 kali setahun.
  • Komitmen menjadi orang muda yang selalu mengampuni sesamanya terutama didalam komunitas Orang Muda Katolik.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa,

Ya Yesus, Engkau adalah Allah yang berbelas kasih. Engkau tidak mau satupun dari umatMu hilang. Bantulah kami untuk menyadari dan merindukan belas kasih-Mu. Kami seringkali berusaha untuk menjadi murid-Mu yang baik, namun kami seringkali gagal, karena segala kelemahan kami. Kami mohon bantulah kami agar boleh mengalami kasih-Mu yang merubah segala sisi kehidupan kami. Terangilah budi kami sehingga kami dapat menyadari semua dosa-dosa dan memutuskan untuk bertobat dan melakukan silih atas semua dosa-dosa yang kami lakukan. Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami.

U. Amin.

Seruan Penutup

P. Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Reff:      Tuhanlah gembalaku

Takkan kekurangan aku.

Jikalau Tuhanku berkenan,

Menjadi gembala.

Makan minum tiada henti,

Tuhan yang memberi.

Di sana jalanku membentang

Allah Bapa melindungi. Reff.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *