Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan I September 2019

SAKRAMEN REKONSILIASI/PENYEMBUHAN 

Persiapan Perayaan

  • Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  • Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  • Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  • Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  • Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  • Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

               Yesus Kekasih Jiwaku

Yesus kekasih jiwaku,

Sungguh kupercaya padaMu

Karena kasihMu padaku,

Kau tebus dosaku

Dari terbitnya matahari

Dan sampai terbenamnya

Kuangkat lagu pujian

Tinggikan namaNya.

Dari terbitnya matahari, Dan sampai terbenamnya Kuangkat lagu pujian, Tinggikan  namaMu

Reff:   Dengan gendang kupuji, kupuji, dengan kecapi ooo…..

            Kubernyanyi alleluia, Yesus kekasihku.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Marilah kita hening sejenak, mempersiapkan diri kita agar kita layak dan pantas. Kita ingat sikap, perkataan dan perbuatan kita yang selama ini telah menyakiti sesama kita, dan juga telah menyakiti Tuhan sendiri.

Hening……

P+U.    Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah Bapa yang Mahapengasih, syukur kami haturkan karena cintaMu yang Engkau anugerahkan dalam hidup kami. Hadirlah Bapa bersama kami dalam kegiatan ini, terangilah hati dan budi kami agar mampu menghayati kesetian dan belas kasihMu dalam hidup kami. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah kini dan sepanjang masa.

U. Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 240-247

Sakramen Pengurapan Orang Sakit

Pengantar

Urapan Orang Sakit yang kudus ditetapkan oleh Kristus Tuhan kita, sebagai Sakramen Perjanjian Baru yang sebenarnya dan sesungguhnya, disinggung oleh Markus Bdk. Mrk 6:13, tetapi dianjurkan kepada orang beriman dan diumumkan oleh Yakobus, Rasul dan saudara Tuhan Bdk. Yak 5:14-15. (Konsili Trente: DS 16.95).

Manusia Sakit

Penyakit dan sengsara sejak dahulu kala termasuk percobaan yang paling berat dalam kehidupan manusia. Di dalam penyakit manusia mengalami ketidak-mampuan, keterbatasan, dan kefanaannya. Setiap penyakit dapat mengingatkan kita akan kematian. Penyakit dapat menyebabkan rasa takut, sikap menutup diri malahan kadang-kadang rasa putus asa dan pemberontakan terhadap Allah. Tetapi ia juga dapat membuat manusia menjadi lebih matang, dapat membuka matanya untuk apa yang tidak penting dalam kehidupannya, sehingga ia berpaling kepada hal-hal yang penting. Sering kali penyakit membuat orang mencari Allah dan kembali lagi kepada-Nya.

Kristus Sebagai Dokter

Belas kasihan Kristus kepada orang sakit dan penyembuhan segala macam penyakit (Bdk. Mat 4:24) yang dilakukan-Nya, adalah tanda-tanda nyata bahwa “Allah… telah melawat umat-Nya” (Luk 7:16) dan bahwa Kerajaan Allah sudah dekat sekali. Yesus mempunyai kuasa, tidak hanya untuk menyembuhkan, tetapi juga untuk mengampuni dosa (Bdk. Mrk 2:5-12). Ia telah datang untuk menyembuhkan manusia seutuhnya – jiwa dan badan. Ia adalah dokter, yang orang-orang sakit butuhkan (Bdk. Mrk 2:17). Belas kasihan-Nya kepada orang yang menderita sekian dalam, sampai Ia menyamakan diri-Nya dengan mereka: “Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku” (Mat 25:36). Cinta-Nya yang khusus kepada orang sakit menggerakkan warga Kristen sepanjang sejarah agar memperhatikan mereka yang menderita, baik badan maupun jiwa. Cinta itu mengajak supaya berusaha tanpa kenal lelah untuk meringankan nasib mereka. Sering kali Yesus menginginkan dari penderita sakit supaya mereka percaya (Bdk. Mrk 5:34.36; 9:23). Ia mempergunakan tanda-tanda untuk menyembuhkan: ludah dan peletakan tangan (Bdk. Mrk 7:32-36; 8:22-25), adonan dari tanah dan pembasuhan (Bdk. Yoh 9:6-7). Penderita sakit mencoba untuk menjamah-Nya (Bdk. Mrk 1:41; 3:10; 6:56), “karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya” (Luk 6:19). Di dalam Sakramen-sakramen, Yesus masih tetap “menjamah” dan menyembuhkan kita.

Sembuhkanlah Orang Sakit ….!

“Sembuhkanlah orang sakit” (Mat 10:8). Gereja menerima tugas ini dari Tuhan dan berusaha melaksanakannya, dengan merawat orang sakit dan menyertainya dengan doa syafaatnya. Ia percaya akan kehadiran yang menghidupkan dari Kristus. Penyembuh penyakit jiwa dan badan. Kehadiran ini bekerja terutama melalui Sakramen-sakramen, dan sangat khusus melalui Ekaristi, roti yang memberi hidup abadi Bdk. Yoh 6:54.58. Santo Paulus menunjukkan bahwa Ekaristi mempunyai hubungan juga dengan kesehatan badan Bdk. 1 Kor 11:30. Gereja apostolik mengenal ritus tersendiri untuk orang sakit. Ini disaksikan oleh santo Yakobus: “Kalau ada orang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni” (Yak 5:14-15).

Materi dan Forma

“Sakramen Urapan Orang Sakit diberikan kepada mereka, yang keadaan kesehatannya sangat terancam, dengan mengurapi mereka di dahi dan di tangan dengan minyak zaitun (materi) yang telah diberkati sesuai dengan peraturan atau, sesuai dengan keadaan, dengan minyak nabati lain yang diberkati sesuai dengan peraturan, sambil mengucapkan satu kali kata-kata yang berikut ini “Semoga karena pengurapan suci ini Allah yang Maharahim menolong Saudara dengan rahmat Roh Kudus. Semoga Tuhan membebaskan Saudara dari dosa dan membangunkan Saudara di dalam rahmat-Nya”(forma).

Dengan pengurapan orang sakit, Gereja dalam keseluruhannya menyerahkan si sakit kepada kemurahan Tuhan, agar Ia menguatkan dan menyembuhkannya. “Doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni” (bdk Yak 5:15).

Dalam bahaya maut, pengurapan orang sakit akan menguatkan manusia dalam menghadapi perjuangan terakhir dan menghantarkannya kepada persatuan dengan Tuhan, yang dengan melalui kematianNya, Ia telah masuk ke dalam kehidupan dan kemuliaan kekal bersama Allah disurga. Oleh sebab itu, Sakramen Pengurapan Orang Sakit perlu diterima tiap saat penyakit memuncak menjadi gawat, yang menimbulkan keadaan jasmani manusia sangat mencemaskan.

Penerima pengurapan ini ialah setiap orang beriman yang sudah dibaptis dan yang karena penyakit atau karena usia lanjut, berada dalam keadaan yang mengancam keselamatan nyawanya. Pengurapan dapat diulangi jika keadaan tersebut timbul kembali atau jika timbul satu kemelut yang lebih berat.

Kepada orang-orang tua yang sudah sangat lemah dapat diterimakan Sakramen ini, meskipun tidak timbul keadaan sakit yang gawat. Juga anak-anak dapat menerima pengurapan, jika mereka sudah mencapai tahap penggunaan akal, sehingga mereka dapat mengalami penguatan dari Sakramen pengurapan. Orang-orang sakit yang tak sadar lagi atau yang kehilangan penggunaan akal sehat, dapat menerima pengurapan, jika suatu waktu dalam keadaan sehat mereka pernah menyatakan keinginannya untuk menerima Sakramen ini.

Jika saat ajal sudah tiba sebelum imam datang, maka baginya diucapkan doa-doa, sedangkan pengurapan tidak dapat diberikan lagi. Tetapi, jika kematiannya masih diragukan, maka Sakramen Pengurapan dapat diterimakan sub conditione (= kondisi khusus).

Pelayan sebenarnya dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit hanyalah imam. Mereka yang menjalankan pelayanan ini adalah para uskup sebagai yang mengemban wewenang penuh, para imam paroki, para imam yang melayani rumah-rumah sakit dan rumah-rumah orang lanjut usia, serta pemimpin lembaga-lembaga pendidikan imam. Imam-imam lain dapat menerimakan Sakramen Pengurapan dengan persetujuan mereka yang disebut di atas.

Namun demikian, dalam hal darurat, semua imam dapat memberikan pelayanan Sakramen Pengurapan Orang Sakit, tetapi hendaknya hal itu dilaporkan kepada imam paroki atau imam yang bertugas dalam rumah sakit.

Perayaan Sakramen Pengurapan Orang Sakit terdiri atas dua bagian, yaitu: Liturgi Sabda dan perayaan Sakramen Pengurapan yang sebenarnya. Pada puncak perayaan, imam mengurapi si sakit dengan minyak suci pada dahi dan tangan sambil mengucapkan rumusan-rumusan tertentu. Dengan demikian jelas nampak karya Tuhan dalam Sakramen ini, kurnia Roh Kudus dimohonkan bagi si sakit dan janji keselamatan diucapkan baginya, agar dalam ketakberdayaan jiwa-raganya, si sakit diluputkan serta dikuatkan, dan bila perlu, juga diampuni dosa-dosanya.

Untuk pengurapan Sakramental digunakan minyak zaitun atau minyak lain dari tumbuh-tumbuhan yang telah diberkati oleh uskup dalam Misa Krisma pada hari Kamis Putih. Dalam keadaan darurat, setiap imam dapat memberkati minyak untuk pengurapan ini. Jika dianggap perlu adanya pengakuan dosa, imam dapat melayani Sakramen Pengakuan Dosa kepada si sakit sebelum melayani Sakramen Pengurapan Orang Sakit.

Buah-buah rahmat dari Sakramen Pengurapan Orang Sakit ialah:

  1. Persatuan orang sakit dengan sengsara Kristus demi keselamatannya sendiri dan keselamatan Gereja;
  2. Penghiburan, perdamaian dan keberanian untuk menderita secara Kristen sengsara yang ditimbulkan oleh penyakit atau oleh usia lanjut;
  3. Pengampunan dosa, apabila orang sakit tidak dapat menrimanya melalui Sakramen Pengakuan;
  4. Penyembuhan, kalau ini berguna bagi keselamatan jiwa;
  5. Persiapan untuk peralihan ke hidup abadi

Bekal Perjalanan (Viaticum)-Sakramen Terakhir bagi orang Kristen

Selain Urapan Orang Sakit, Gereja memberi Ekaristi kepada orang yang berada di ambang kematian, sebagai bekal perjalanan. Dalam saat peralihan ke rumah Bapa ini, persatuan dengan tubuh dan darah Kristus mempunyai arti dan kepentingan khusus. Ia adalah benih hidup abadi dan kekuatan untuk kebangkitan, karena Tuhan berkata: “Barang siapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman” (Yoh 6:54). Sebagai Sakramen kematian dan kebangkitan Kristus, maka sekarang Ekaristi merupakan Sakramen peralihan dari kematian menuju kehidupan, dari dunia ini menuju rumah Bapa “.

Sebagaimana Sakramen-sakramen Pembaptisan, Penguatan, dan Ekaristi, yakni “Sakramen-sakramen inisiasi Kristen” membentuk satu kesatuan, dapat dikatakan bahwa pengakuan dosa, urapan kudus, dan Ekaristi sebagai bekal perjalanan pada akhir hidup Kristen, merupakan “Sakramen-sakramen yang menyiapkan untuk tanah air” atau “Sakramen-sakramen yang mengakhiri penziarahan ini”.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pangalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  • Bagaimana pandanganmu tentang penyembuhan yang diperoleh dari dukun?
  • Apakah kamu pernah merasakan campur tangan dan kehadiran Allah dalam kesembuhanmu? Sharingkan?
  • Apa yang bisa kita lakukan jika melihat sesama kita yang dalam keadaan sakit?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

Sahabat-sahabat OMK, Yesus selalu berbelaskasih kepada orang yang sakit dan menyembuhkan mereka merupakan suatu tanda nyata bahwa kerajaan Allah sudah datang bersamaNya, dan juga berarti tanda kemenangan atas dosa dan penderitaan. Yesus memang sangat memahami apa yang dibutuhkan oleh orang sakit. Ia memberikan perhatian yang besar kepada orang sakit. Kita hendaknya seperti Ibu Teresia yang menjadikan orang sakit sebagai prioritas utama perhatian dan cintanya. Orang sakit harus dirawat seolah-olah Kristus sendiri yang sakit.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui Sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita.

U. Sekarang dan Selama-lamanya.

P. Inilah Injil Tuhan kita, Yesus Kristus menurut Mateus 8:5-8.10.13

Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatan Dia dan memohon kepadaNya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepadaNya, “Tuan aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh”. Mendengar hal itu, heranlah Yesus, dan berkata kepada mereka yang mengikutiNya, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, pulanglah dan jadilah padamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hamba perwira itu.

P. Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan

Iman Yang Menyembuhkan

Ada perbedaan yang sangat jauh antara ilmu pengetahuan dengan iman. Perbedaan itu dapat dijelaskan misalnya dalam hal sakit. Oleh karena pengetahuan ilmiah apabila orang sakit ia pergi ke dokter atau membeli obat berharap akan segera sembuh setelah makan obat. Ada kemungkinan penyakit itu berkurang atau sembuh dan kesembuhan itu harus dibayar dengan harga yang sangat mahal dan ada kemungkinan gagal sama sekali.

Saudara-saudari OMK yang terkasih, ada fenomena lain yang dewasa ini sulit ditemui tetapi dulu benar-benar terjadi. Mungkin bukan hanya di dalam tradisi Batak ada hal yang disebut “poda natur”. Poda Natur adalah sejenis pesan yang bila ditanggapi dengan keyakinan (diimani) maka akan berbuah mukjizat bagi orang yang mengimaninya. Misalnya: bila seorang anak kecil sakit perut orang tua akan memberi nasihat, “pabalik sipu-sipu” (sipu-sipu adalah sisa pembakaran kayu di tungku api, itu diletakkan terbalik pada tungku api). Dan hasilnya si anak akan sembuh seketika. Kesembuhan yang terjadi itu tidak masuk akal karena tidak bisa dijelaskan dengan logika ilmu pengetahuan (sains). Bahkan sains tidak pernah sampai ke hal mengagumkan seperti itu. Dewasa ini hal itu malah menjadi fenomena langka karena orang sudah dirasuki oleh doktrin sains. Rasio manusia semakin berkembang sementara iman terancam. Apapun fenomenannya orang jaman sekarang mengukurnya hanya dengan rasio belaka. Pada hal, yang seperti itu hanya bisa dijelaskan dengan satu cara, yakni dengan logika iman.

            Dalam Injil yang kita baca tadi logika iman itu tampak.  Sang Perwira memiliki iman yang besar dan hal itu mengejutkan Yesus, sebab iman seperti itu baru ini dijumpainya di kalangan bangsa Israel. Kata Sang Perwira itu, “Tuan aku tidak layak menerima Tuan di rumahku, katakanlah sepatah kata saja maka hambaku akan sembuh”. Dalam pengakuan itu jelas tampak:

  1. Kerendahan hati.
  2. Kesadaran bahwa dia manusia lemah
  3. Iman kepada Yesus.

Tentu tiga hal di atas cukup sebagai syarat untuk Allah menunjukkan kemahakuasaanNya. Sebab dalam kelemahan manusia kuasa Allah tampak. Dan rahasia Allah ditunjukkan kepada orang kecil seperti itu, yang merasa lemah, rapuh, tidak pantas tetapi percaya dan rendah hati. Maka itu Yesus menjawab, “terjadilah padamu seperti yang kau percaya”; dan hal itu pun terjadi.

            Saudara-saudari terkasih, peristiwa itu mau manyatakan kepada kita, bahwa rahmat dan kuasa Allah mengerjakan mukjizat bila kita menanggapinya dengan penuh iman. Dan hal itu tidak dapat dijelaskan dengan logika akademik. Imanlah yang menghantar kita kepada kesatuan dengan Allah dan dalam kesatuan dengan Allah itulah mukjizat terjadi seperti kesembuhan.

            Dalam Sakramen Pengurapan orang sakit, iman tentu berperan juga dalam menanggapi rahmat Allah. Si Sakit harus mengimani pengudusan, kesembuhan yang tersembunyi di dalam Sakramen Pengurapan yang dilayani oleh Kristus (dalam imamat para imam). Iman dalam hal itu akan membawa mukjizat kesembuhan atau mungkin juga menghantarnya kepada kesatuan abadi dengan Allah di surga dan hidup bersamaNya dalam kebahagiaan kekal. Semoga iman kita makin bertumbuh sumbur karena bacaan hari ini. Amin.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Gereja Kudus

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Orang yang sakit dan menderita

            …. Kami mohon.

  1. Bagi mereka yang terlantar

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            …. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK semakin menyadari kesembuhan itu hanyalah berasal dari Tuhan Allah saja.
  • Mendoakan dan mengunjungi orang yang sakit disekitar lingkungan masing-masing.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, Terpujilah Engkau Tuhan karena penyertaanMu sepanjang ibadat yang telah selesai kami laksanakan. Semoga Sabda-Mu yang sudah kami dengar bersama dapat sungguh menguatkan iman kami dan semoga apa yang telah kami dengar terutama tentang ajaran gerejaMu dalam Sakramen Pengurapan Orang Sakit dapat membantu kami dalam menghayati keselamatan yang kami peroleh dari padaMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi. 

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Dalam Tuhan aku bersyukur

Dalam Tuhan aku bersyukur, Dengan lagu pujian

Tuhan penyelamatku, Dalam Dialah sukacita

Dalam Dialah sukacita

(2x naik makin pelan)

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *