Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II September 2019

SAKRAMEN PERSEKUTUAN DAN PERUTUSAN

Nyanyian Pembuka

Seperti yang Kau Ingini

Bukan dengan barang fana,

Kau menebus dosaku

Dengan darah yang mahal,

Tiada noda dan cela.

Bukan dengan emas perak,

Kau menebus diriku

Oleh segenap kasih,

Dan  pengorbananMu

Ku telah mati dan tinggalkan cara hidupku yang lama

Semuanya sia – sia dan tak berarti lagi

Hidup ini kuletakkan, Pada mezbah-Mu ya Tuhan

Jadilah padaku seperti, Yang kau ingini.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak…. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Marilah kita hening sejenak, mempersiapkan diri kita agar kita layak dan pantas. Kita ingat sikap, perkataan dan perbuatan kita yang selama ini telah menyakiti sesama kita, dan juga telah menyakiti Tuhan sendiri.

Hening….

P+U.    Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa (hening sejenak)

Ya Bapa yang mahabaik, kami hendak mendalami dan menghayati tanda kehadiraMu dalam diri kami. Semoga lewat pendalaman iman hari ini, kami semakin mampu menanggapi panggilanMu atas diri kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 248-259

Sakramen Imamat/Tahbisan

Tahbisan adalah Sakramen, yang olehnya perutusan yang dipercayakan Kristus kepada Rasul-rasul-Nya, dilanjutkan di dalam Gereja sampai akhir zaman. Dengan demikian Tahbisan adalah Sakramen pelayanan apostolik.

Orang yang sudah dibabtis dan menerima Sakramen penguatan, setelah dewasa, harus menerima perutusan istimewa dalam Gereja dengan dua cara, yakni dengan menerima Sakramen Tahbisan Suci atau dengan menerima Sakramen Perkawinan. Mereka yang menerima Sakramen ini terdaftar sebagai pelayan Allah. Disebut demikian karena kedua Sakramen ini adalah pelayanan untuk kebaikan orang lain, karena tidak ada orang yang ditahbiskan untuk dirinya sendiri dan tidak ada orang yang menikah untuk kepentingannya sendiri. Mereka harus menjadi saluran kasih Allah bagi dunia.

Imam-imam pertama Perjanjian Lama ditahbis, dalam satu ritus khusus (bdk. Kel 29:1-30; Im 8). “Mereka ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya mempersembahkan persembahan dan kurban karena dosa” (Ibr 5:1). Namun imamat ini yang diciptakan untuk mewartakan Sabda Allah (bdk. Mal 2:7-9). dan untuk membangun persekutuan dengan Allah melalui kurban dan doa, tidak mampu mendatangkan keselamatan. Kurban itu harus diulangi terus-menerus dan tidak dapat mengakibatkan pengudusan secara definitif (bdk. Ibr 5:3; 7:27; 10:1-4).

Segala sesuatu yang dipratandai imamat Perjanjian Lama, menemukan penyelesaiannya dalam Yesus Kristus, yang adalah “pengantara antara Allah dan manusia” (1 Tim 2:5). Melkisedek, “imam Allah yang mahatinggi” (Kej 14:18), dipandang oleh tradisi Kristen sebagai “pratanda” imamat Kristus, “imam besar satu-satunya menurut peraturan Melkisedek” (Ibr 5:10; 6:20). Kristus itu “kudus, tanpa salah, tanpa noda” (Ibr 7:26), dan “oleh satu kurban saja… Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan” (Ibr 10:14), yaitu oleh kurban di salib-Nya, satu kali untuk selamanya. Kurban penebusan Kristus itu unik dan dilaksanakan satu kali untuk selama-lamanya. Walaupun demikian Ia hadir di dalam kurban Ekaristi Gereja. Demikian pun berlaku untuk imamat Kristus yang satu-satunya: Ia dihadirkan oleh imamat jabatan, tanpa karenanya menghilangkan keunikan imamat Kristus. “Dan karena itu, hanya Kristuslah imam yang benar, yang lain adalah pelayan-Nya” (Tomas Aqu., Hebr. 7,4).

Kristus, Imam Agung dan Pengantara satu-satunya, telah membuat Gereja-Nya menjadi satu kerajaan, “menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya” (Why 1:6, bdk. Why 5:9-10; 1 Ptr 2:5.9). Dengan demikian seluruh persekutuan umat beriman adalah imami. Orang beriman sebagai orang yang dibaptis melaksanakan imamatnya dengan cara bahwa setiap orang sesuai dengan panggilannya ikut serta dalam perutusan Kristus, Imam, Nabi, dan Raja. Oleh Sakramen Pembaptisan dan Penguatan orang beriman “disucikan untuk menjadi… imamat suci” (LG 10).  Pertama. Imamat jabatan atau hierarkis para Uskup dan imam. Kedua. Imamat bersama semua orang beriman “atas caranya yang khas mengambil bagian dalam imamat Kristus” dan “diarahkan satu kepada yang lain”, walaupun “berbeda dalam kodratnya” (LG 10).

Sakramen Tahbisan menyampaikan “satu kuasa kudus”, yang tidak lain dari kuasa Kristus sendiri. Karena itu, pelaksanaan kuasa ini harus mengikuti contoh Kristus, yang karena cinta telah menjadi hamba dan pelayan untuk semua orang, (bdk. Mrk 10:43-45; 1 Ptr 5:3). “Tuhan telah mengatakan dengan jelas bahwa usaha untuk kawanan-Nya adalah suatu bukti cinta terhadap-Nya” (Yohanes Krisostomus, sac. 2,4) Bdk. Yoh 21:15-17. Gereja menyatakan ini dengan berkata bahwa seorang imam, berkat Sakramen Tahbisan, bertindak “atas nama Kristus, Kepala” [in persona Christi capitis] (bdk. LG 10; 28). Imamat jabatan tidak hanya mempunyai tugas menampilkan Kristus, Kepala Gereja kepada perhimpunan umat beriman; ia juga bertindak atas nama seluruh Gereja, apabila ia menyampaikan doa Gereja kepada Allah (bdk. SC 33), terutama apabila ia mempersembahkan kurban Ekaristi Bdk. LG 10. “Atas nama seluruh Gereja” tidak berarti bahwa para imam adalah utusan-utusan persekutuan. Doa dan kurban Gereja tidak dapat dipisahkan dari doa dan kurban Kristus, Kepalanya. Liturgi Gereja ini selalu merupakan ibadah yang Kristus persembahkan di dalam dan oleh Gereja-Nya. Seluruh Gereja, Tubuh Kristus, berdoa dan mempersembahkan diri “oleh Dia dan bersama Dia dan di dalam Dia” dalam persatuan Roh Kudus kepada Allah Bapa.

Para tertahbis

Sakramen Tahbisan mencakup tiga tingkatan: Tahbisan Uskup (Episkopat); Tahbisan Imam (presbiterat); Tahbisan Diakon (diakonat).

Tahbisan Uskup adalah kepenuhan Sakramen tahbisan yang diterimakan kepada seorang Imam. Dengan tahbisan uskup, ia ditetapkan sebagi penerus para Rasul dan masuk dalam kolegalitas (kesetiakawanan) para Uskup yang dipimpin oleh Paus. Uskup merupakan wakil Kristus. Dalam Pelayanan pastoralnya Uskup melakukan pelayanan pastoral bersama para pembantunya Imam, diakon; sebagai sebuah lembaga yang kelihatan yang kita sebut Keuskupan.

Tahbisan Imam menjadi materai yang tak terhapuskan dalam diri para imam. Sebagai pembantu uskup, Imam mewartakan Sabda Allah dan melayani Sakramen, terutama merayakan Sakramen Ekaristi Kudus. Seseorang yang menerima tahbisan suci melalui penumpangan tangan uskup mendapat karunia Roh Kudus yang memampukan dia untuk bertindak atas nama Kristus dan Gereja Kristus. Lewat tahbisan suci, seorang imam mendapatkan tugas perutusan untuk menguatkan iman saudara-saudaranya. Imam yang melayani Sakramen tidak bertindak atas dasar kekuatan dan kesempurnaan moralnya sendiri, tetapi bertindak atas nama Kristus Kepala Gereja (in persona Christi capitis).

Tahbisan Diakon diangkat untuk pelayanan khusus dalam Sakramen Tahbisan. Dia menghadirkan Kristus yang datang “bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Mat 20:28). Setiap laki-laki yang telah dibaptis secara Katolik yang merasa terpanggil menjadi Diakon berhak untuk mendapatkan tahbisan ini dengan terlebih dahulu dipersiapkan selama masa pendidikan.

Ketentuan tentang tahbisan ini, tentunya tidak serta merta merendahkan ataupun menomorduakan perempuan dalam Gereja Katolik. Dalam pandangan Allah, laki-laki dan perempuan memilik martabat yang sama, tetapi mereka memiliki tugas dan kharisma yang berbeda. Gereja melihat dirinya terikat pada tindakan Yesus yang secara exklusif memilih laki-laki untuk hadir pada Perjamuan Malam Terakhir. Mereka yang tertahbis diwajibkan untuk hidup selibat/tidak menikah agar bisa memberikan banyak manfaat, karena imam mewakili karakter kebapaan Allah dan Yesus.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  • Apa pentingnya para tertahbis untuk Gereja Katolik?
  • Pernahkah kita merasa terpanggil menjadi biarawan atau biarawati atau menjadi imam?
  • Apakah kelompok OMK dan Gereja cukup mewadahi panggilanmu?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

Kawan-kawan OMK terkasih, tiap-tiap dari kita adalah mahluk istimewa dengan bakat talenta yang kita miliki dipanggil dan dipilih oleh Allah. Keberadaan/kehadiran dan peran serta kita dalam hidup ini merupakan tanda bahwa Allah memilih kita. Gereja kita maju bukan karena kelompok tertentu saja, kelompok OMK kita maju bukan karena aku saja, dia, ataupun mereka, akan tetapi karena kita bersama. Kenapa? Karena kita semua dipanggil, dipilih dan diutus oleh Allah dengan peran kita masing-masing, sesuai dengan talenta kita yang berbeda-beda untuk dipersatukan demi kemajuan Gereja. Mari berbagi dalam persatuan untuk memajukan OMK dan Gereja kita.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

P. Tuhan Beserta Kita.

U. Sekarang dan Selama-lamanya.

P. Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus menurut Santo Markus (Mrk 3:13-19).

U. Dimuliakanlah Tuhan.

Kemudian naiklah Yesus ke atas bukit. Ia memanggil orang-orang yang dikehendakiNya dan merekapun datang kepadaNya. Ia menetapkan duabelas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutusnya untuk memberitakan Injil dan diberiNya kuasa untuk mengusir setan. Keduabelas orang yang ditetapkanNya itu ialah: Simon, yang diberiNya nama Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes saudara Yakobus, yang keduanya diberi nama Boanerges, yang berarti anak-anak guruh, selanjutnya Andreas, Filipus, Bartolomeus, Matius, Tomas, Yakobus anak Alfeus, Tadeus, Simon orang Zelot, dan Yudas Iskariot, yang menghianati Dia.

P. Demikianlah Injil Tuhan

U. Terpujilah Kristus

Renungan

Imam Kristus Yang Kudus

Saudara-saudari OMK, kita semua adalah imam bagi Allah karena baptisan dan Penguatan yang kita terima. Kita ambil bagian dalam imamat Kristus dengan imamat umum yang ada pada kita. Dalam imamat itu kita berperan sesuai dengan talenta dan kemampuan kita yang masing-masing adalah unik. Semua orang yang sudah dibaptis mendapat imamat dari Kristus yang disebut imamat umum.

Imamat jabatan berbeda dengan imamat umum, namun asal dari imamat itu satu yakni imamat agung Kristus. Imamat jabatan diperuntukkan bagi karya Kristus yang khusus yakni untuk menghadirkan kembali karya penebusan Kristus di tengah-tengah dunia lewat ketujuh sakramen, yakni tanda dan sarana keselamatan yang dikerjakan oleh Kristus di dalam dan melalui GerejaNya.

Untuk itulah kedua belas murid dipanggil oleh Yesus. Yudas Iskariot yang menghianati Dia kemudian digantikan oleh Matias (bdk. Kis 1:15-26). Keduabelas rasul itu diberi tugas: mewartakan Injil Kristus ke seluruh dunia. Mereka diberi juga kuasa untuk mengusir setan. Kodrat dari imamat jabatan yang supernatural itu tidak meniadakan kodrat alamiah dari seorang imam. Jadi seorang imam adalah juga manusia seperti kita: memiliki kelemahan dan masing-masing unik.

Saat ini ada bebera hal yang penting yang harus kita pahami berhubungan dengan imamat jabatan tersebut: Pertama; seorang imam menghadirkan Kristus dalam diriNya. Paham ini harus kental dalam diri kita, agar jangan sampai seorang dari antara kita mengucapkan sumpah serapah terhadap mereka, membencinya atau tidak menaruh hormat kepada mereka. Dengan mata iman, kita harus mampu melihat dan memegang teguh katakanlah ini sebuah prinsip bagi OMK. Tundukkan rasiomu terhadap imanmu agar hati dapat melihat keagungan imamat Kristus dalam diri para imam itu.

Kedua; setiap orang harus ingat bahwa ketika seorang imam bertindak, ia bertindak atas nama Kristus, Tuhan kita. Bukan seolah-olah melainkan Kristus sendiri yang bertindak saat itu. Oh betapa rendah hati Kristus itu, membiarkan diriNya bertindak dengan menggunakan badan manusiawi para imam yang lemah. Ketika imam memberimu berkat, ingatlah Yeuslah yang memberkatimu. Ketika imam memberimu makan roti kudus, ingatlah Yesuslah yang sedang menyuapimu. Mintalah doa dan berkat kepada mereka sebab Yesus akan melakukannya untukmu lewat tangan dan mulut mereka. Ingatlah juga mereka bukan malaikat, sehingga kau harus mengatupkan mulut atas kelemahan-kelemahan mereka. Berdoalah untuk mereka agar semakin menyerupai Kristus Sang Gembala Agung. Itulah harapan kita, mendambakan para imam yang mencontoh diri Kristus.

Akhirnya saya harus ingatkan, bahwa seorang imam adalah anugerah yang tak ternilai harganya dari Allah. Pertama karena seorang pria rela memberi diri, berkurban segalanya, agar kita manusia memiliki pengantara kepada Allah sebab Sang Pengantara melekat dalam imamat mereka. Dan sebab Allah berkenan kepada pria itu untuk menjadikan dia sebagai perpanjangan diri PuteraNya. Saya ingat pesan Santo Fransiskus tentang para imam, “tunduklah dan hormatlah terhadap imam-imam Allah” dan sepanjang hidupnya Fransiskus menghayati itu.

Doa Permohonan

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Gereja Allah.

            …. Kami mohon.

  1. Bagi panggilan imamat.

            …. Kami mohon.

  1. Bagi para imam di seluruh dunia.

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            …. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman malam ini.

Hening…. 

Usul aksi nyata:

  • OMK ingin terlibat aktif dalam upaya promosi panggilan imam.
  • OMK ingin menggali lebih dalam lagi tugas dan panggilannya.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, Ya Allah engkau telah memelihara dan menjadikan GerejaMu sebagai tempat bertumbuhnya hal-hal yang baik. Semoga dari antara putera/i GerejaMu, semakin banyak orang yang terpanggil menjadi pelayan di altarMu untuk melayani umatMu agar memperoleh keselamatan yang kekal. Semoga para imamMu mengabdi dengan setia dan bertambah dalam hikmat dan kekudusan. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.

U. Amin.

Seruan Penutup

PDatanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U. Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

“Laskar Kristus”

Katekis bukan pasukan berjalan

Pasukan berkuda, Pasukan menembak

Katekis tidak menembaki musuh

Tapi Katekis Laskar Kristus

Reff:
Katekis Laskar Kristus (siap gerak) 2x

Katekis tidak menembaki musuh

Tapi Katekis Laskar Kristus

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *