Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan V September 2019

PERAYAAN LITURGI LAINNYA

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembina OMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian: seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembukaan

               Yesus Kekasih Jiwaku

Yesus kekasih jiwaku,

Sungguh kupercaya padaMu

Karena kasihMu padaku,

Kau tebus dosaku

Dari terbitnya matahari

Dan sampai terbenamnya

Kuangkat lagu pujian

Tinggikan namaNya.

Dari terbitnya matahari, Dan sampai terbenamnya

Kuangkat lagu pujian, Tinggikan  namaMu

Reff:   Dengan gendang kupuji, Kupuji dengan kecapi ho…..

            Kubernyanyi alleluia, Yesus kekasihku.

Seruan Pembukaan

P. Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U. Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

Hening sejenak …. 

Tanda Salib & Salam

P. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

P. Tuhan berserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P. Marilah kita hening sejenak, mempersiapkan diri kita agar kita layak dan pantas. Kita ingat sikap, perkataan dan perbuatan kita yang selama ini telah menyakiti sesama kita, dan juga telah menyakiti Tuhan sendiri.

Hening….

P+U.    Saya mengaku….

Absolusi

P. Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U. Amin.

Doa Pembukaan

P. Marilah berdoa,

Ya Allah Bapa yang Mahapengasih, syukur kami haturkan karena cintaMu yang Engkau anugerahkan dalam hidup kami. Hadirlah Bapa bersama kami dalam kegiatan ini, terangilah hati dan budi kami agar mampu menghayati makna pengudusan dalam liturgy GerejaMu. Demi Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami yang hidup dan meraja bersama Dikau, dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah kini dan sepanjang masa.

U         Amin.

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari Youcat No. 272-278

Sakramentali

Bunda Gereja kudus telah mengadakan sakramentali, yakni tanda-tanda suci, yang memiliki kemiripan dengan Sakramen-sakramen. Sakramentali itu menandakan karunia-karunia, terutama yang bersifat rohani, dan yang diperoleh berkat doa permohonan Gereja. Melalui sakramentali hati manusia disiapkan untuk menerima buah utama Sakramen-sakramen, dan pelbagai situasi hidup disucikan” (SC 60). Bdk. Kan. 1166.

Sakramentali dapat untuk menguduskan jabatan-jabatan gerejani tertentu, status hidup tertentu, aneka ragam keadaan hidup Kristen serta penggunaan benda-benda yang bermanfaat bagi manusia. Sesuai dengan keputusan pastoral para Uskup, mereka juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kebudayaan serta sejarah khusus umat Kristen suatu wilayah atau zaman. Mereka selalu mempunyai doa yang sering diiringi dengan tanda tertentu, misalnya penumpangan tangan, tanda salib, atau pemercikan dengan air berkat, yang mengingatkan kepada pembaptisan.

Sakramentali termasuk wewenang imamat semua orang yang dibaptis: setiap orang yang dibaptis dipanggil untuk menjadi “berkat” (Bdk. Kej 12:2) dan untuk memberkati (Bdk. Luk 6:28; Rm 12:14; 1Ptr 3:9). Karena itu, kaum awam dapat melayani pemberkatan-pemberkatan tertentu (Bdk. SC 79; CIC, can. 1168). Semakin satu pemberkatan menyangkut kehidupan Gereja dan sakramental, semakin pelaksanaannya dikhususkan untuk jabatan tertahbis (Uskup, imam, dan diaken).

Sakramentali tidak memberi rahmat Roh Kudus seperti dibuat Sakramen, tetapi hanya mempersiapkan oleh doa Gereja, supaya menerima rahmat dan bekerja sama dengannya. Yang termasuk sakramentali pada tempat pertama ialah pemberkatan (orang, benda, tempat, atau makanan). Tiap pemberkatan adalah pujian kepada Allah dan doa meminta anugerah-anugerah. Di dalam Kristus, orang-orang Kristen “telah dikaruniai dengan segala berkat rohani” (Ef 1:3).

            Pemberkatan tertentu mempunyai arti tetap, yaitu, menahbiskan pribadi-pribadi untuk Allah dan mengkhususkan benda atau tempat untuk keperluan liturgi. Dalam pemberkatan yang diberikan kepada pribadi-pribadi, yang tidak boleh dicampuradukkan dengan tahbisan sakramental – termasuk pemberkatan abbas pria atau wanita dari sebuah biara, pemberkatan para perawan, ritus kaul kebiaraan, dan pemberkatan pribadi-pribadi yang melaksanakan pelayanan khusus di dalam Gereja (seperti lektor, akolit, dan Saya). Contoh untuk pemberkatan yang menyangkut benda-benda adalah tahbisan atau pemberkatan gereja atau altar, pemberkatan minyak-minyak suci, bejana dan pakaian sakral, serta lonceng.

            Sekarang ini Umat Katolik sering memintakan berkat imam atas benda-benda religius, seperti rosario, salib/ crucifix, Kitab Suci, ataupun benda-benda lainnya, bahkan rumah dan tempat usaha. Ini termasuk golongan sakramentali, yang merupakan tanda suci yang diberikan untuk memohonkan hasil/ akibat yang baik terutama secara rohani, yang diperoleh berkat permohonan Gereja.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Menurutmu apakah sakramentali itu perlu? Berikan alasannya.
  2. Berikanlah contoh lain pemberkatan-pemberkatan yang ada di wilayahmu!

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman:

Pemberkatan rumah ataupun benda-benda lainnya, termasuk katagori sakramentali, yang sepertihalnya dengan sakramen, dimaksudkan untuk menguduskan setiap kejadian penting di dalam hidup umat beriman (lih. Konsili Vatikan II tentang Liturgi Suci, Sacrosanctum Concilium/ SC 61). Atas doa syafaat Gereja, sakramentali (dalam hal ini, pemberkatan rumah) itu mendatangkan efek-efek rohani bagi mereka yang tinggal di dalamnya (lih. SC 60), baik perlindungan dari kuasa jahat, maupun rahmat kerukunan dan kasih dalam keluarga. Maka maksud utama sakramentali adalah menguduskan umat beriman yang memakai barang-barang tertentu yang diberkati itu, dan bukan semata menguduskan barang-barang itu sendiri.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui Sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P. Tuhan Beserta Kita.

U. Sekarang dan Selama-lamanya.

P. Pembacaan dari Kitab Raja-raja: 2 Raja 2:19-22

2:19 Berkatalah penduduk kota itu kepada Elisa: “Cobalah lihat! Letaknya kota ini baik, seperti tuanku lihat, tetapi airnya tidak baik dan di negeri ini sering ada keguguran bayi.” 2:20 Jawabnya: “Ambillah sebuah pinggan baru bagiku dan taruhlah garam ke dalamnya.” Maka mereka membawa pinggan itu kepadanya. 2:21 Kemudian pergilah ia ke mata air mereka dan melemparkan garam itu ke dalamnya serta berkata: “Beginilah Sabda TUHAN: Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.” 2:22 Demikianlah air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan Sabda yang telah disampaikan Elisa.

P. Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

Renungan

Hendaklah Kamu Hidup Kudus

Perikop dari Sabda Tuhan hari ini adalah Elisa menyehatkan air di Yerikho.  Ini adalah mukjizat pertama yang dilakukan oleh Elisa setelah ditinggalkan oleh Elia. Hal itu terjadi karena penduduk kota Yerikho menyampaikan keluhannya kepada Elisa tentang keberadaan air di kota itu yang keadaannya tidak baik, sehingga “…di negeri ini sering ada keguguran bayi.”  (2 Raja-Raja 2:19).  Atas petunjuk Tuhan, Elisa memerintahkan orang-orang di kota itu untuk mengambil sebuah pinggan baru dan menaruhkan garam ke dalamnya dan kemudian melemparkan garam itu ke mata air di kota itu.  Mujizat pun terjadi.  “Telah Kusehatkan air ini, maka tidak akan terjadi lagi olehnya kematian atau keguguran bayi.”  (2 Raja-Raja 2:21).  Dalam kasus ini garam memiliki fungsi untuk memurnikan dan mensterilkan air dari racun-racun yang mematikan, sehingga  air itu menjadi sehat sampai hari ini sesuai dengan Sabda yang telah disampaikan Elisa.”

Tuhan senantiasa menyertai nabi yang menyuarakan perintahNya, demikian pula Tuhan menyertai kita sebagai orang percaya yang telah diselamatkan Kristus. Penyertaan Tuhan menyebabkan Nabi Elisa dapat menyelesaikan persoalan dimana ia berada, demikian pula, dimanapun kita berada, dengan pertolongan Tuhan, kita pasti dapat menyelesaikan berbagai problem kehidupan yang muncul dalam kehidupan kita, khususnya sebagai Imam dalam rumah-tangga kita masing-masing.

Cara nabi Elisa menyelesaikan persoalan, adalah dengan cara Allah, bukan dengan cara manusia, dengan demikian, sebagai pengikut Kristus, kita juga harus menyelesaikan masalah kehidupan kita atau di sekitar kita dengan cara Kristus, bukan dengan cara kita, lakukanlah cara Kristus, dan kita akan menuai mujizat!

Jadilah Garam Dunia dan mulailah dengan dunia dimana kita berada, yaitu rumah-tangga kita, niscaya dengan mulai melakukan hal-hal kecil dari konteks yang paling kecil maka seperti dikatakan dalam Matius 25:21.

Untuk menjadi garam dunia kita pun dituntut memiliki kemurnian hidup.  Arti kata kemurnian adalah keadaan murni, keaslian, kesucian.  Bagaimana mungkin kita bisa memurnikan orang lain atau menjadi berkat bagi orang lain jika kita sendiri tidak hidup dalam kekudusan dan kesucian?  Sebab  “Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.”  (1 Tesalonika 4:7).  Keberadaan kita harus dapat memurnikan dunia yang dipenuhi oleh segala bentuk kecemaran ini.  Karena itu kita harus terbebas dari segala jenis kejahatan dan kecemaran terlebih dahulu.  Hidup dalam kemurnian berarti menjadi teladan  “…dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.”  (1 Timotius 4:12b).

Air di kota Yerikho itu menjadi sehat oleh karena kuasa firman yang disampaikan Elisa, artinya Tuhan bekerja melalui media garam untuk memurnikan air yang cemar itu.  Kehidupan kita pun akan menjadi  ‘garam’  bagi dunia dan mampu menjalankan fungsinya dengan baik apabila kuasa firman Tuhan bekerja di dalam kita.  “…hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,”  1 Petrus 1:15. Pengudusan amat penting dan dapat kita terima pula dari Gereja seperti pengudusan diri, rumah, kenderaan dan benda-benda oleh para imam Kristus.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi Para Pemimpin Gereja

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Orang yang sakit dan menderita

            …. Kami mohon.

  1. Bagi mereka yang kurang percaya akan Sabda Tuhan

            …. Kami mohon.

  1. Bagi Kita yang berkumpul di sini

            …. Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  • OMK semakin menghargai sakramen-sakramen Gereja.
  • OMK berusaha hiduo kudus dan berlomba berbuat baik.

Doa Penutup

P. Marilah berdoa, Bapa yang baik usailah sudah pertemuan kami ini. Kami bersyukur karena rahmatMu yang tersembunyi dalam SabdaMu. Ajarilah kami agar hidup kudus sesuai dengan SabdaMu, agar kami menjadi garam di tengah dunia yang bergejolak ini. Demi Kristus, Tuhan kami.

U. Amin.

Seruan Penutup

P         Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.
U         Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tanda salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P. Tuhan beserta kita.

U. Sekarang dan selama-lamanya.

P. Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U. Amin.

Nyanyian Penutup

Kesempatan untuk mengumpulkan persembahan.

Dalam Tuhan aku bersyukur

Dalam Tuhan aku bersyukur, Dengan lagu pujian

Tuhan penyelamatku, Dalam Dialah sukacita

Dalam Dialah sukacita

(2x naik makin pelan)

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *