Doa & Ngopi OMK KAM : Pekan II Oktober 2019

PANGGILAN MENUJU KEBAHAGIAAN

Persiapan Perayaan

  1. Pemimpin (P): Bisa pembinaOMK, pendamping OMK atau OMK sendiri. Pemimpin memberitahukan secara singkat jalannya perayaan dan menghunjuk petugas-petugas yang perlu.
  2. Pembawa doa permohonan. Sebelum ibadat, para pembawa doa sudah menentukan siapa yang akan didoakan. Doa dibawakan secara spontan.
  3. Kelompok diskusi: peserta sudah dibagi menjadi beberapa kelompok.
  4. Pembawa nyanyian:seseorang yang bisa.
  5. Salib, lilin dan copyan teks ibadat.
  6. Tempat pengumpulan kolekte. Kolekte dilaksanakan pada nyanyian penutup.

Nyanyian Pembuka

Diusahakan dipilih lagu yang sesuai dengan topik pada hari yang bersangkutan.

Bahagia kita (PS No. 366)

            Bahagia kita di dalam rumah Bapa kita

            Mari kita bersama-sama menuju rumahnya

Kita disatukan sebagai satu umat Tuhan

Satu iman satu harapan satu dalam cinta

            Di dunia fana buang segala tindak cela

            Siapkanlah hati dan budi menghadap Bapamu

Syukur pada Bapa, cintaNya sungguh menyejukkan

Bagai air surga abadi terasa dihati

Seruan Pembukaan

P          Datanglah ya Roh Kudus penuhi hati umatMu.

U         Dan nyalakanlah di dalamnya api cintaMu.

            Hening sejenak….

Tkita Salib & Salam

P          Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

P          Tuhan berserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

Pemeriksaan Batin

P          Sahabat-sahabat OMK yang baik, dalam hidup ini kita tidak luput dari kesalahan dan kelalaian, maka marilah sejenak kita mengingat-ingat dosa dan kesalahan kita seraya mengakuinya di hadapan Allah dan di hadapan sesama agar kita layak mengikuti ibadat ini. Hening….

U         Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian. Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa, oleh sebab itu saya mohon, kepada santa perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekelian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita.

Absolusi

P          Semoga Allah yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa-dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U         Amin.

Doa Pembukaan

P       Marilah berdoa,

          Ya Bapa yang bertakhta di Kerajaan Surga, kami OMK yang berkumpul disini hendak belajar tentang bagaimana kami Engkau panggil untuk selalu bahagia. Hadirlah ditengah-tengah kami, supaya kami dapat memahaminya dengan bimbingan RohMu. Dengan perantaraan Kristus, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.

PU       Amin

  1. MENGENAL YESUS

Memaparkan rangkuman khazanah iman dari YOUCAT No 281-285

MANUSIA DIPANGGIL UNTUK BAHAGIA

Katekismus Gereja Katolik mengajarkan kepada kita bahwa keinginan untuk hidup bahagia itu berasal dari Tuhan (lih. KGK 1718). Tuhanlah yang menanamkan keinginan tersebut di dalam hati setiap orang, supaya kita dapat datang mendekat kepada-Nya, sebab hanya Tuhan satu-satunya yang dapat memenuhi kebahagiaan itu dengan sempurna. Ada semacam kata-kata mutiara, yang ditulis oleh St. Agustinus dan St. Thomas Aquinas, yang berbunyi demikian;kita semua ingin hidup bahagia; di keseluruhan umat manusia, tidak ada seorangpun yang tidak setuju dengan pendapat ini, bahkan sebelum keinginan ini sepenuhnya tercapai.

Sabda bahagia mencerminkan wajah Yesus Kristus dan cinta kasih-Nya. Sabda bahagia dan cinta kasih menunjukkan panggilan umat beriman yang diikursertakan di dalam sengsara dan kebangkitan-Nya; Sabda bahagia dan cinta kasih menampilkan perbuatan dan sikap yang mewarnai kehidupan Kristen; Sabda bahagia dan cinta kasihmerupakan janji-janji yang tidak disangka-sangka, yang meneguhkan harapan di dalam kesulitan; Sabda bahagia dan cinta kasih menyatakan berkat dan pengajaran, yang murid-murid sudah miliki secara rahasia; Sabda bahagia dan cinta kasih sudah dinyatakan dalam kehidupan.

Mengapa Sabda Bahagia begitu penting? 

Sabda bahagia sesuai dengan kerinduan kodrati akan kebahagaiaan. Kerinduan ini berasal dari Allah, yang diletakkan dalam hati manusia dengan tujuan supaya menarik mereka kepada diri-Nya, karena Allah dapat memenuhinya. Sejak Abraham, Allah berjanji kepada umat-Nya. Yesus adalah pemenuhan janji itu. Ia menjadikan manusia bagian dari rencana dan tujuan hidup-Nya; anak Allah menjadi miskin sehingga untuk berbagi kemiskinan dengan manusia. Sabda bahagia mengungkapkan arti keberadaan manusia, tujuan akhir perbuatan manusia; kebahagaiaan di dalam Allah. Allah memberi panggilan ini kepada setiap manusia secara pribadi, tetapi juga kepada seluruh Gereja, kepada umat, yakni mereka yang telah menerima janji dan hidup darinya dalam iman. Allah memanggil kita ke dalam keberadaan, supaya kita mengenal Dia, melayani Dia, mengasihi Dia, dan dengan demikian masuk ke dalam Firdaus. Allah menghendaki kita bahagia, namun dimana sumber harapan itu terletak? Sumber harapan itu terletak dalam persekutuan dengan Allah, yang tinggal di kedalaman jiwa setiap orang. Kebahagiaan tidak di dalam diri kita, tidak pula di luar diri kita, namun kebahagiaan di dalam Allah saja. Bila kita menemukan Dia, maka kebahagiaan ada dimana-mana. Kebahagiaan yang dijanjikan menuntut keputusan-keputusan moralyang penting dari kita, membersihkan hati kita dari nafsu yang jahat dan berusaha supaya mencintai Allah di atas segala-galanya. Ia mengajarkan kepada kita bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak dalam kekayaan dan kemakmuran, tidak dalam ketenaran dan kekuasaan, juga tidak dalam karya manusia, tetapi hanya di dalam Allah sumber segala yang baik dan segala cinta kasih.

  1. BERBAGI PENGALAMAN AKAN YESUS

Pemimpin mengarahkan peserta masuk dalam kelompok-kelompok kecil (4-6 orang atau sesuai kebutuhan) untuk sharing pengalaman iman dan hidup sesuai dengan tema dan katekese yang baru didengar dengan bertitik tolak dari pertanyaan-pertanyaan panduan ini:

  1. Apa itu berbahagia?
  2. Bagaimana tanggapanmu tentang sabda bahagia?

Setelah peserta selesai sharing (20-30 menit), kemudian pemimpin menyampaikan rangkuman sesuai hasil diskusi. Namun di bawah ini tercantum tawaran rangkuman untuk disampaikan jika dirasa cocok:

Kesimpulan:

Sabda bahagia mengambil alih dan memenuhi apa yang Allah telah janjikan sejak Abraham, dengan mengarahkan janji-janji itu kepada kerajaan surga. Mereka sesuai dengan kerinduan akan kebahagiaan yang telah diletakkan Allah dalam hati manusia. Sabda bahagia menunjukkan kepada kita tujuan ahir yang untuknya Allah telah memanggil kita. Kebahagiaan kehidupan abadi adalah anugerah rahmat Allah yang sifatnya adikodrati seperti rahmat yang mengantar kepada-Nya.

  1. BERJUMPA DENGAN YESUS

OMK bertemu dengan Yesus melalui sabda-Nya dan yang diperdalam dengan renungan. Menanggapi kehadiran Tuhan OMK menyampaikan doa-doa permohonan.

P          Tuhan Beserta Kita

U         Sekarang dan Selama-lamanya

P          Inilah Injil Tuhan kita Yesus Kristus, menurut Matius (Mat 5:1-12).

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya.Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran , karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku q  kamu dicela r  dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.

P          Demikianlah Injil Tuhan

U         Terpujilah Kristus.

Renungan

Isi Kitab Suci diterangkan sesederhana mungkin agar dapat ditangkap oleh para peserta

Sabda Bahagia

Semua orang, baik dewasa maupun anak-anak, ingin bahagia. Kebahagiaan diartikan sebagai pemenuhan semua keinginan hati kita. Jika kita perhatikan, pemenuhan kebahagiaan itu bergeser terus, manusia cenderung menginginkan sesuatu yang “lebih”: ingin lebih berguna,lebih sukses, lebih baik. Semua itu disebabkan karena di dalam diri kita ada keinginan untuk mencapai kesempurnaan akhir seperti halnya seorang atlet yang terus berjuang mencapai garis finish. Nah, masalahnya apa yang dicapai setelah garis akhir itu? Memang bagi kita yang masih hidup di dunia, titik akhir itu tidak dapat kita gambarkan secara persis. Tak heran, walaupun semua orang ingin bahagia, umumnya orang tidak tahu secara persis macam kehidupan seperti apa yang dapat menghantar kita ke sana. Akibatnya tiap-tiap orang mengejar hal yang berbeda-beda untuk mencapai kebahagiaan itu.

Dalam Kotbah di bukit, Yesus mengajarkan kita jalan menuju kerajaan surga. Kita berjalan di jalan ini langkah demi langkah, dalam pelaksanaan tugas kita sehari-hari, baik kita sebagai anak sekolah, seorang pekerja dll, bahwa kita di topang oleh rahmat Roh Kudus. Kita semua dikasihi-Nya dengan luar biasa, sehingga Allah Bapa mengutus Yesus Putera-Nya yang Tunggal untuk menjadi manusia dan wafat bagi kita, supaya oleh Dia, dosa- dosa kita diampuni dan kita semua dapat diangkat untuk menjadi anak- anak-Nya. Kasih Tuhan inilah yang menghendaki agar kita dapat bersatu dengan-Nya, baik di dunia ini, maupun di surga kelak.Oleh karena itu, kebahagiaan yang sesungguhnya tidak terbatas pada apa- apa yang dapat kita lihat dan rasakan di dunia ini, tetapi terutama adalah yang berkaitan dengan kehidupan kekal di surga kelak. Oleh karya sabda Kristus, lama-kelamaan kita menghasilkan buah di dalam gereja demi kemuliaan Allah.

Saya pernah mendengar jika pasangan yang telah lama menikah, lama-kelamaan wajah dan sifatnya menjadi semakin mirip satu dengan yang lain. Hal demikianlah yang juga diinginkan Kristus bagi kita anggota Gereja yang adalah mempelai-Nya, yaitu agar kita bertumbuh semakin menyerupai Dia. Sehingga, jika saatnya nanti kita kembali bertemu denganNya, Ia dapat melihat cerminan DiriNya dalam diri kita. Kini pertanyaannya, sudahkah kita menyerupai Dia?

Pertanyaan demikian menghantar kita pada suatu kebenaran yang lain, yaitu bahwa manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (Kej 1:26). Ini membawa suatu akibat yang sangat luar biasa, manusia sebagai gambaran Allah (imago Dei) ini menjadi mampu untuk menerima rahmat Allah yang terbesar, yaitu Allah sendiri (capax Dei). Maka, walaupun ‘gambaran Allah’ dalam diri kita dirusak oleh dosa, tidak berarti bahwa kita sama sekali tidak berharga. Malah sebaliknya, Allah mengangkat kita dengan mengutus Kristus Putera-Nya ke dunia agar kita dapat kembali bersahabat dengan Allah, dan kemuliaan ‘gambaran-Nya’ di dalam kita dapat dipulihkan seperti keadaan aslinya. Jadi untuk persahabatan dengan Allah ini, kita diciptakan olehNya.

Mari kita berhenti sejenak dan merenungkan hal ini. Untuk kebahagiaan inilah Allah menciptakan kita: yaitu agar kita menerima DiriNya dan agar kita memberikan diri kita seutuhnya kepadaNya, sehingga tidak ada lagi jarak antara kita dengan Dia. Allah ingin sungguh bersahabat dan bersatu dengan kita! Inilah kasih Agape, kasih persahabatan yang membuat persatuan yang erat tak terpisahkan, yang kita terima melalui Kristus yang telah menjelma menjadi manusia.

Doa Permohonan

Pemimpin mempersilahkan para pembawa doa permohonan untuk membawakan doa secara spontan, dengan mengantar terlebih dahulu sbb:

P. Sahabat-sahabat OMK yang terkasih, sekarang marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kita kepada Allah:

  1. Bagi para katekumen….

Kami mohon.

  1. Bagi mereka yang menderita sakit…

Kami mohon.

  1. Bagi OMK yang masih merasa terbebani dalam hidup menggereja ….

Kami mohon.

  1. Bagi kita yang berkumpul disini….

Kami mohon.

P. Marilah kita persatukan segala doa-doa permohonan kita dengan doa yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

P+U.    Bapa Kami….

  1. MENYATAKAN YESUS

Pengenalan dan pertemuan dengan Yesus dalam doa harus diwujudnyatakan dalam kehidupan sehari-hari. Tindakan nyata apa yang harus dilakukan sesudah kebaktian ini? Untuk itu disediakan waktu hening (bermenung) sekitar 5 menit untuk meneguhkan niat-niat. Musik yang menunjang permenungan bisa diputar. Pemimpin (jika cocok) bisa juga menawarkan aksi-aksi nyata yang aplikatif dari pertemuan misalnya:

P. Saudara-i muda marilah kita hening sejenak mencari dan menentukan hal praktis yang harus kita praktekkan dalam kehidupan kita sebagai aplikasi dari perayaan iman ini.

Hening….

Usul aksi nyata:

  1. OMK berkomitmen menghafal 8 sabda bahagia.
  2. OMK berkomitmen setia kepada Yesus di dalam gereja-Nya.

Doa Penutup

P          Marilah berdoa,

            Ya AllahBapa kami yang mahapengasih, syukur bagi-Mu Tuhan atas waktu yang Engkau berikan kepada kami dimana Engkau sungguh hadir di tengah kami dan kami merasakan cinta-Mu yang begitu mendalam kepada kami lewat pelajaran sabda bahagia-Mu hari ini. Bantulah kami untuk semakin menghayatinya. Demi Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan meraja bersama dengan Dikau dan dalam kesatuan dengan Roh Kudus, kini dan sepanjang segala masa.

PU       Amin.

Seruan Penutup

P          Datanglah Roh Maha Kudus bentara cinta Sang Kristus.

U         Tolong kami jadi saksi membawa cinta ilahi.

Perutusan

Semua membuat tkita salib untuk dirinya sendiri, kecuali jika pemimpin adalah imam.

P          Tuhan beserta kita.

U         Sekarang dan selama-lamanya.

P          Kita semua diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus.

U         Amin.

Nyanyian Penutup

Diusahakan lagu yang sesuai misalnya: Syukur atau Pujian.

            Hari ini kurasa bahagia

berkumpul bersama saudara seiman.

Tuhan Yesus tlah satukan kita

Tanpa memkitang di antara kita.

Reff:

Bergandengan tangan dengan kasih dalam satu hati

Berjalan dalam terang kasih Tuhan.

Kau sahabatku, kau saudaraku

Tiada yang dapat memisahkan kita, oh…oh..

Kau sahabatku, kau saudaraku

Tiada yang dapat memisahkan kita.

Pengumuman

Memberitahukan waktu, tempat dan petugas pertemuan selanjutnya dan hal-hal lain sesuai dengan kebutuhan OMK setempat.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *